Friday, July 17, 2020

MELIHAT ORANG MELALUI PENGLIHATAN YESUS

MELIHAT ORANG MELALUI PENGLIHATAN YESUS
(Ringkasan Sekolah Sabat, Triwulan 3 Pelajaran 3)
       

PENDAHULUAN

a. Manusia melihat apa yang di depan mata sehingga mempengaruhi sikap dan tindakan yang berbeda dan cenderung negatif terhadap "seseorang" (1 Sam 16:7)

b. Tetapi Yesus melihat dari sudut pandang yang berbeda, Dia melihat hati dari sisi positif, yaitu kesempatan untuk selamat.

I. JAMAHAN KEDUA

a. Lebih dari setengah dari mujizat penyembuhan Yesus, sebagai hasil dari usaha kerabat atau teman yang membawa orang sakit itu pada Yesus.

b. Dengan iman orang membawa  dan memohon kesembuhan seorang buta kepada Yesus (Mark 8:22). Dan Yesus menyembuhkan orang itu (ay.23).

c. Karena tidak memiliki iman jamahan Yesus hanya membuat orang buta itu melihat tetapi tidak jelas (Mark 8:24). Jamahan kedua yang diterima dengan iman membuat orang buta itu melihat dengan jelas (Mark 8:25).

d. Kita yang percaya, memiliki tanggung jawab membawa kerabat kita yang buta rohani kepada Yesus agar melihat kebenaran. DAN kita memerlukan jamahan kedua agar dapat melihat semua orang sebagai calon Sorga.

II. PELAJARAN TENTANG PENERIMAAN:

a. Yesus mengajar murid-murid-Nya cara melihat orang, bukan sebagaimana mereka ada, tetapi melalui kaca mata Sorga yaitu seperti apa mereka kelak (1 Tim 2:3,4).

b. Orang Samaria adalah campuran orang Yahudi dan bangsa penyembah berhala. Orang Yahudi dan murid-murid-Nya memandang mereka sebagai orang najis dan tidak bergaul dengan mereka (Yoh 4:9).

c. Yesus melihat wanita samaria yang berdosa dan terbuang itu sebagai calon Sorga yang memerlukan air kehidupan atau firman dan keselamatan (Yoh 4:13,14)

d. "Mereka yang memiliki Roh Kristus  akan melihat semua orang melalui mata belas kasihan Ilahi" (Sign of the times, 20 Juni 1892)

III. MULAILAH DI MANA ANDA BERADA:

a. Kuasa Roh Kudus akan membuat kita bersemangat  untuk bersaksi mulai dari tempat di mana kita berada (Kis 1:8).

b. Mulailah bersaksi dengan hal-hal sederhana, dengan apa yang ada sesuai talenta dan karnia rohani yang dipercayakan Tuhan kepada Kita (1 Kor 12:7,11)

c. Andreas tidak pandai bicara, dia bersaksi sesuai talentanya mulai dari krluaganya dengan  membawa Petrus pada Yesus (Yoh 1:40,41).

d. Di luar rumahnya dia juga bersaksi sesuai kesanggupannya dengan membawa anak kecil pemilik 5 roti dan 2 ikan pada Yesus (Yoh 6:5-11) dan mempertemukan orang Yunani pada Yesus (Yoh 12:20-26).

IV. MENGHADAPI ORANG YANG SULIT:

a. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil (Mat 19:26) demikian juga tidak mustahil orang sekeras dan sesulit apapun bertobat di bawa pada Yesus.

b. Yesus sanggup mengubah para nelayan yang keras dan tidak berpendidikan tinggi itu menjadi penjala manusia (Mat 4:18,19).

c. Yesus mengasihi dan dengan sabar menghadapi ahli Taurat yang gila hormat dan suka menindas (Mark 12:28-4), Yesus ingin menyelamatkan mereka (Mat 13:52)

d. Hati Yesus yang penuh kasih terbuka untuk para penjahat yang bertobat (Luk 23:39-43). Yesus ingin menyelamatkan semua orang termasuk kita yang berdosa.

V. MERASAKAN PELUANG yang TERSEDIA:

a. Bersaksi bagi Yesus selalu ada tantangan dan halangan. Tetapi pasti ada peluang yang Tuhan sediakan. Diperlukan hikmat untuk melihat setiap peluang yang tersedia (2 Kor 2:12,13).

b. Menyelamatkan manusia adalah misi Yesus. Menuntun orang bertobat adalah karya Roh Kudus. Seperti Allah menggunakan Filipus, Allah mencari hati yang terbuka yang mau digunakan sebagai sarana menjangkau orang lain (Kisah Rasul 8:26-38).

c. Seperti Filipus, jika kita mau mendengar suara Tuhan dan melihat setiap peluang, kita akan dibimbing oleh malaikat yang tidak kelihatan untuk menjangkau para pencari kebenaran.

KESIMPULAN

Tuaian memang banyak tetapi pekerja sedikit (Mat 9:37). Kita harus berdoa agar Tuhan mengirim pekerja untuk menuai (Mat 9:38).

Dan pekerja yang Tuhan mau kirim itu adalah: Saya dan saudara, bukan orang lain.

Selamat Sabat, selamat beribadah, Tuhan memberkati.

Sunday, July 12, 2020

PELAJARAN DARI BETLEHEM

Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang; sesudah itu Ia menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka yang menantikan Dia. Ibrani 9:28

    Pada waktu kedatangan Kristus yang pertama kali para imam dan penulis tentang Kota Kudus, kepada siapa sabda Allah telah dipercayakan, seharusnya mengerti tanda-tanda zaman dan memaklumkan kedatangan Kristus yang dijanjikan. Nubuatan Mikha menunjukkan tempat kelahiran-Nya, Daniel mencantumkan waktu kedatangan-Nya. Allah menyerahkan nubuatan-nubuatan ini kepada para pemimpin Yahudi; tidak ada maaf bagi mereka jika mereka tidak mengetahui dan mengumumkan kepada orang banyak bahwa kedatangan Mesias sudah dekat. Ketidaktahuan mereka merupakan akibat kelalaian yang berdosa ….

    Semua orang seharusnya sudah bersiap-siap dan menunggu-nunggu supaya mereka boleh berada di antara yang pertama menyambut Penebus dunia. Tetapi, amboi, di Betlehem dua orang yang mengadakan perjalanan dari bukit-bukit Nazaret sudah lelah menyusuri jalan sempit yang panjang menuju ke bagian timur kota, dengan tidak berhasil mencari tempat istirahat untuk menginap malam itu. Tidak ada pintu yang terbuka untuk menerima mereka. Di dalam sebuah gubuk hina yang disediakan untuk binatang, akhirnya mereka mendapat tempat bermalam, dan di sanalah Juruselamat dunia lahir…

    Tidak ada bukti bahwa Kristus sudah ditunggu-tunggu, dan tidak ada persiapan untuk kedatangan Raja kehidupan. Dalam ketakjuban peusurh sorga sudah hampir pulang ke sorga dengan membawa berita yang memalukan, ketiak ia menemukan sekelompok gembala yang sedang menjaga ternak mereka pada malam hari, dan ketika mereka memandang ke langit yang penuh dengan bintang, sambal merenungkan nubuatan kedatangan mesias ke bumi, dan merindukan kedatangan Penebus dunia. Mereka inilah suatu kumpulan orang yang bersedia menerima kabar dari sorga itu. Maka tiba-tiba malaikat Tuhan muncul, memaklumkan kabar baik mengenai kesukaan besar …

    Oh, betapa suatu pelajaran yang indah cerita Betlehem yang ajaib ini! Betapa hal ini menegur ketidakpercayaan kita, kesombongan kita dan kesenangan diri. Betapa hal ini memberikan kita amaran supaya berjaga-jaga, jangan dengan pelbagai kejahatan kita, sehingga kitapun gagal mengerti akan tanda-tanda zaman, dan dengan demikian tidak mengetahui hari kedatangan Tuhan kita.


Saturday, July 11, 2020

KEDATANGAN YESUS YANG PERTAMA

Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya,…untuk menebus mereka, yang takluk kepada hokum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Galatia 4:4,5.

    Kedatangan Juruselamat telah dinubuatkan di Eden. Ketika Adam dan Hawa pertama kali mendengar perjanjian itu, mereka mengharap supaya hal itu segera digenapi. Dengan penuh kegembiraan mereka menyambut anak laki-laki mereka yang lahir pertama, dengan pengharapan bahwa dialah yang akan menjadi sang Pelepas. Tetapi kegenapan perjanjian itu lambat terjadi. Mereka yang eprtama menerima perjanjian itu meninggal dunia tanpa melihat kegenapannya. Dari zaman Henokh perjanjian itu diulang-ulang melalui para nabi dan bapa, menghidupkan terus pengharapan akan kedatangan-Nya, namun Ia belum juga dating. Nubuatan Daniel mengungkapkan waktu kedatangan-Nya, tetapi tidak langsung menafsirkan pekabaran itu. Abad demi abad berlalu; suara para nabi bungkam. Tangan si penindas berat terhadap Israel, dan banyak yang telah siap berseru, “Sudah lama berselang, tetapi satu penglihatanpun tak jadi.” Yehezkiel 12:22.

    Akan tetapi seperti bintang-bintang pada perjalanan keliling di lorong-lorong mereka yang telah ditetapkan, ternyata maksud Allah tidak terburu-buru dan tidak terlambat. Melalui lambang kegelapan besar dan daput api yang berasap, Allah telah menyatakan kepada Ibrahim perhambaan Israel di Mesir, dan telah memaklumkan bahwa waktu mereka menumpang di negri orang akan berlangsung empat ratus tahun. “Sesudah itu”, kata-Nya, “mereka akan keluar dengan membawa harta benda yang banyak.” Kejadian 15:14. Menentang perkataan itu, seluruh perlawanan kuasa kerajaan Firaun yang sombong itu sia-sia adanya. Pada “hari itu juga” sesuai dengan janji ilahi, “keluarlah segala pasukan Tuhan dari tanah mesir.” Keluaran 12:41. Jadi dalam rapat di sorga saat kedatangan Yesus telah ditetapkan. Ketika lonceng besar waktu menunjuk saat itu, lahirlah Yesus di Betlehem.

    “Setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya.” Tindakan Yang Mahakuasa telah mengendalikan pergerakan bangsa-bangsa, dan meningkatnya dorongan hati dan pengaruh umat manusia, sampai dunia sudah masak untuk kedatangan sang Pelepas…

    Kemudian datanglah Yesus untuk memulihkan manusia kepada citra Khaliknya. Tidak ada selain Kristus yang dapat memperbaharui tabiat yang telah dirusak oleh dosa. Ia dating untukmengusir setan yang mengendalikan kemauan. Ia dating untuk mengangkat kita dari debu, untuk membentuk kembali tabiat yang rusak menjadi seperti pola tabiat ilahi-Nya, dan menjadikannya indah dengan kemuliaan-Nya sendiri. 1


Sumber : Buku Maranatha Tuhan Datang, hal. 9

MENGAPA BERSAKSI?

MENGAPA BERSAKSI?
Ringkasan Sekolah Sabat
Triwulan 3, Pelajaran 1

PENDAHULUAN

Bersaksi adalah melaksanakan kehendak Allah untuk membagikan kabar baik tentang kasih Kristus yang telah menyelamatkan Kita kepada orang lain (1 Tim 2:3,4).

Bersaksi adalah respons atau sambutan nyata dari seorang yang telah diselamatkan oleh anugrah Kristus.

I. MEMBERIKAN KESEMPATAN UNTUK KESELAMATAN:

a. Pernyataan Allah yang terbesar adalah melalui kehidupan dan pelayanan Kristus yang mencari dan menyelamatkan yang hilang (Luk 19:10)

b. Ketika kita membagikan Yesus sang penebus, Kita memberi kesempatan terbaik untuk bertobat dan diselamatkan (Yak 5:20).

c. Kita adalah penghubung  Allah dalam rencana keselamatan untuk menjangkau orang-orang yang hilang dengan kemuliaan Injil. (1 Kor 3:9).

d. Bersaksi adalah kesempatan untuk mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan, dan kesempatan orang lain untuk diselamatkan.

II. MEMBUAT YESUS GEMBIRA:

a. Lagu pujian yang indah, ibadah yang teratur, membuat ibadah kita kidmat dan sukacita. Tetapi Allah lebih bersukacita ketika satu orang berdosa bertobat (Luk 15:7)

b. Allah juga bersukacita ketika kita, jemaat, menyambut anggota yang baru bertobat dengan sukacita (Luk 15:32).

c. Yesus bersukacita ketika umat-umat-Nya yang telah dipilih mengikuti rancangan-Nya yaitu bersaksi tentang perbuatan besar penyelamatan kepada semua orang (1Petr 2:9).

d. Allah bergembira ketika kita menerima kasih karunia-Nya yang menyelamatkan itu secara pribadi (Zefanya 3:17).

III. BERTUMBUH OLEH MEMBERI:

a. Karakter Allah, yaitu Yesus, adalah memberi. Selain memberikan hidup-Nya, Allah juga memberi air hidup yaitu Roh Kudus (Yoh 7:37).

b. Allah juga ingin agar kita meneladani Yesus, memberi pengampunan bagi orang lain (Luk 6:38).

c. Jika kita merindukan tabiat  bertumbuh menjadi seperti Kristus, kita harus memberikan talenta, waktu, tenaga dan harta untuk terlibat dalam pekerjaan Tuhan menyelamatkan jiwa-jiwa (1 Kor 14:20 & A&O 5 hlm.140).

d. Jika kita tidak suka memberi dan memberitakam Injil, ketohanian kita akan menjadi seperti laut mati (1 Kor 9:16).

IV. KESETIAAN KEPADA PERINTAH KRISTUS;

a. Kepentingan Tuhan terbesar di dunia ini adalah agar semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran (1Tim 2:4).

b. Yesus menghendaki tidak seorangpun binasa memainkan berbalik Dan bertobat (2 Petrus 3:9).

c. Yesus memerintahkan kita untuk berpartisipasi dalam misi-Nya untuk menyaksikan kasih-Nya dan kebenaran-Nya agar semua manusia diselamatkan (Kisah 13:47).

d. Allah telah memilih Israel (Yes 41:8) untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa (Yes 49:6), Allah juga memilih kita membawa Yesus yang adalah terang bagi dunia (Luk 2:32).

V. DIMOTIVASI OLEH KASIH

a. Motivasi yang benar untuk bersaksi adalah karena Yesus yang penuh kasih, yang telah rela mati bagi semua orang, Dia yang memerintahkan kita bersaksi (1 Kor 5:14,15)

b. Yesus di dalam kasih-Nya telah mendamaikan kita denga Allah, dan menyanggupkan kita untuk mengasihi orang lain agar mereka juga diselamatkan (1 Kor 5:18-20)

c. Yesus melibatkan kita sebagai saksi bagi-Nya (Kisah 1:8) agar kita tetap bertumbuh dalam kerohanian dan kasih sehingga kita memiliki karakter Kristus (Ef 4:15) layak untuk kehidupan kekal.

KESIMPULAN

Mari kita buka hati agar Roh Kudus masuk dan tinggal dalam hati Kita, sehingga kita bisa dituntunnya menjadi saksi bagi Kristus.

Dan rasakanlah sukacita yang tak terhingga ketika satu jiwa bertobat melalui kesaksian hidup yang kita sampaikan dalam bimbingan kuasa Roh Kudus.

Selamat Sabat, selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati

KESAKSIAN YANG MENYENANGKAN : "Kuasa Kesaksian Pribadi"

Ringkasan Pelajaran ke 2 SSD triwulan 3, 2020
 KESAKSIAN YANG MENYENANGKAN:
"Kuasa Kesaksian Pribadi"


PENDAHULUAN

Seorang yang telah menerima Kristus sebagai Juruselamat, tidak akan mungkin berdiam diri, dia akan rindu bersaksi tentang Yesus yang telah menyelamatkannya (Kisah 4:20).

I. SAKSI YANG MUSTAHIL

a. Adalah mustahil seorang yang kerasukan 1000 Roh jahat atau Legion dapat disembuhkan (Mark 5:9). Tetapi Yesus dapat. Tidak ada yang mustahil bagi Yesus (Mark 5:13).

b. Mujizat tidak selalu bisa membawa orang kepada Yesus. Tetapi kesaksian seorang kerasukan Legion yang mengalami perubahan karena Mujizat Yesus bisa menjadi saksi yang penuh kuasa (Mark 5:20).

c. Adalah mustahil orang berdosa diselamatkan. Tetapi Yesus dapat menyelamatkan orang berdosa (Roma 6:23).

d. Kesaksian seorang yang telah diselamatkan dan berubah hidupnya akan menjadi saksi bagi memperkenalkan Yesus (2 Korintus 3:2,3).

II. MENGABARKAN KRISTUS YANG TELAH BANGKIT:

a. Mengabarkan kebenaran tentang kelahiran Yesus  adalah penting, tetapi belum lengkap, diperlukan kesaksian tentang bagaimana Dia telah hidup sebagai teladan (1 Yoh 2:6).

b. Kabar Injil tentang kematian dan kebangkitan Yesus haruslah menjadi inti pekabaan, karena kematian-Nya manusia beroleh pengampunan dan kebangkitan-Nya menjadi jaminan kebangkitan kita (2 Kor 5:15).

c. Tidak semua orang bisa menerima kabar kebangkitan-Nya (Mark 16:11). Tetapi Yesus telah memilih kita untuk tetap bersaksi sampai kedudahannya (1 Petr 2:9).

d. Kesaksian adalah pola hidup umat Tuhan. Hasil dari kesaksian itu adalah karya Roh Kudus mengubah hati.

III. KEHIDUPAN YAND DIUBAHKAN MEMBUAT PERBEDAAN

a. Tanda seorang telah bertobat adalah "Perubahan" dari hidup lama ke hidup baru (Efesus 4:24).

b  Perubahan karakter Petrus yang tidak berpendirian menjadi pengkhotbah yang penuh kuasa dan Yohanes sang pemarah menjadi orang yang rendah hati menjadi kuasa dalam kesaksian mereka (Kisah 4:4,13).

c. Tuhan juga akan merubah kita jika kita berserah pada Yesus, dan dengan kuasa Roh Kudus kita akan menjadi saksi tentang betapa indahnya persahabatan dengan Yesus.

IV. MEMBAGIKAN PENGALAMAN KITA

a. Bersaksi tidak bicara tentang diri kita tetapi tentang Yesus yang telah mengampuni, merubah, menyembuhkan dan semua perbuatan-Nya yang baik bagi kita (Maz 103:3-5).

b. Paulus tidak menekankan pengalaman sebagai penganiaya jemaat (Kisah 26:5,9,11) tetapi bersaksi tentang bagaimana Yesus telah merubahnya  dan memilihnya menjadi saksi (Kisah 26:13-16).

c. Pengalaman Yohanes tentang Yesus yang telah merubah hidupnya (1 Yoh 1:1-3), dan juga Paulus tentang Yesus yang telah merubah hidupnya dan menyelamatkannya (Gal 2:20) menjadi kesaksian yang tulus dan berkuasa.

d. Kesaksian adalah pengalaman hidup yang tidak bisa dibantah oleh orang lain, dan perubahan hidup yang ditunjukkan menjadi kuasa dalam menjangkau orang lain pada Yesus.

V. KUASA KESAKSIAN PRIBADI:

a. Keramahan Paulus dan sikap menghargai orang lain dalam bersaksi membuka hati Agripa yang keras dan tergutup pada Injil Yesus (Kisah 26:3).

b. Yesus menjangkau semua orang, termasuk Saulus sang penganiaya jemaat (Kis 26:12-28). Kerendahan hati Paulus yang selalu mengangkat tinggi Yesus merubah hati Agripa pada Yesus (Kis 26:26-28).

c. Kesaksian pribadi sangat efektif jika disampaikan dengan  tulus, rendah hati dan ramah bukan untuk menghakimi atau merendahkan orang lain tetapi meninggikan Yesus yang menarik semua orang (Yoh 12:32).

KESIMPULAN

Sobat, bisakah kamu melakukan seperti orang yang sembuh dari Legion untuk pulang ke kampung dan bersaksi tentang Yesus? (Mark 5:19)

Mengapa tidak meminta Roh Kudus, saat ini, untuk memberi Anda kesempatan untuk membagikan bagaimana Allah telah menunjukkan kasih dan belas kasihan kepada Anda?

Selamat Sabat, selamat beribadah. Tuhan selalu memberkati.

Monday, August 12, 2019

Renungan Pagi, 12 Agustus 2019

ⓇⒺⓃⓊⓃⒼⒶⓃ 💖ⓅⒶⒼⒾ
.               2⃣0⃣1⃣9⃣
•╔═❈══◄▒════•❀•═╗
◐         BAPA KITA PEDULI          ◑
•╚═❈══◄▒════•❀•═╝
.   𝕶𝖆𝖘𝖎𝖍  𝕬𝖑𝖑𝖆𝖍  𝖄𝖆𝖓𝖌  𝕭𝖊𝖗𝖑𝖎𝖒𝖕𝖆𝖍

.     🄴🄻🄻🄴🄽  🄶  🅆🄷🄸🅃🄴
  ◦•●◉✿[  AGUSTUS  ]✿◉●•◦
KASIH KARUNIA ALLAH Yang MENGAGUMKAN

Tanggal 12, Hari Senin
JANJI KEKAL ALLAH

╔═════ஜ۩۞۩ஜ════╗
📝 Ayat Inti: Mazmur 105 : 8
╚═════ஜ۩۞۩ஜ════╝
"Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan."

💝
Allah menepati setiap janji yang dibuat-Nya. Dengan Alkitab di tanganmu, katakan: “Aku telah melakukan seperti yang Engkau katakan, inllah janji-Mu, Mintalah,maka akan diberikan kepadamu; carilah maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu" (Matius 7. 7).

Pelangi di sekitar takhta adalah jaminan bahwa Allah itu benar; bahwa di dalam Dia tidak ada sifat berubah-ubah, tidak juga terdapat bayangan perubahan. Kita telah berdosa terhadap Dia dan tidak layak mendapat kemurahan-Nya, namun IA sendiri telah menaruh dalam bibir kita permohonan paling indah, “Janganlah Engkau menampik kami, oleh karena nama-Mu, dan janganlah Engkau menghinakan takhta kemurahan-Mu! Ingatlah perjanjian-Mu dengan kami, janganlah membatalkannya” (Yeremia 14:21); Ia telah berjanji pada Diri-Nya Sendiri untuk mengindahkan seruan kita ketika kita datang kepada-Nya mengakui ketidaklayakan dan dosa kita. Kehormatan takhta-Nya dipertaruhkan demi kegenapan Firman-Nya kepada kita.

Bagi setiap orang yang memberikan dirinya sendiri dalam pelayanan Tuhan, tidak menahan apa pun, diberikan kuasa untuk pencapaian hasil yang tak terkira. Tuhan Allah terikat oleh janji kekal menyediakan kuasa dan kasih karunia kepada setiap orang yang disucikan melalui penurutan kepada kebenaran.

Nehemia tersungkur di hadapan Raja segala raja dan memenangkan suatu kuasa yang mengubah hati sebagaimana aliran sungai diubahkan [ lihat Nehemia 1 dan 2].

Berdoa sebagaimana Nehemia berdoa di saat ia amat memerlukan adalah cara yang bisa dipilih orang Kristen dalam keadaan di mama tidak ada bentuk doa lain yang memungkinkan.

✅ Para pekerja di tengah kesibukan hidup, terdesak dan hampir kewalahan dengan kebimbangan, dapat melayangkan permohonan kepada Allah meminta tuntunan Ilahi.... Di masa kesulitan yang mendesak atau bahaya, hati boleh menyerukan permintaannya mencari pertolongan kepada Dia yang berjanji menolong hamba-hamba-Nya yang setia dan percaya, kapan pun mereka memanggil Dia. Di dalam keadaan atau kondisi apa pun jiwa yang terbebani oleh kesedihan dan masalah, atau dengan sengit diserang godaan, dapat menemukan jaminan, dukungan dan bantuan dalam kasih dan kuasa yang tak pernah gagal dari Allah yang selalu menepati janji.


🛐 𝓓𝓸𝓪 𝓚𝓲𝓽𝓪 𝓗𝓪𝓻𝓲 𝓘𝓷𝓲

Pendalaman 📖
WA:  08111-62662-9


𝕋𝕌ℍ𝔸ℕ 𝕄𝔼𝕄𝔹𝔼ℝ𝕂𝔸𝕋𝕀🙏🏻

Renungan Pagi, 11 Agustus 2019

ⓇⒺⓃⓊⓃⒼⒶⓃ 💖ⓅⒶⒼⒾ
.               2⃣0⃣1⃣9⃣
•╔═❈══◄▒════•❀•═╗
◐         BAPA KITA PEDULI          ◑
•╚═❈══◄▒════•❀•═╝
.   𝕶𝖆𝖘𝖎𝖍  𝕬𝖑𝖑𝖆𝖍  𝖄𝖆𝖓𝖌  𝕭𝖊𝖗𝖑𝖎𝖒𝖕𝖆𝖍

.     🄴🄻🄻🄴🄽  🄶  🅆🄷🄸🅃🄴
  ◦•●◉✿[  AGUSTUS  ]✿◉●•◦
KASIH KARUNIA ALLAH Yang MENGAGUMKAN

Tanggal 11, Hari Minggu
TERTULIS DI DALAM HATI

╔═════ஜ۩۞۩ஜ════╗
📝 Ayat Inti: Yeremia 31 : 33, 34
╚═════ஜ۩۞۩ஜ════╝
"Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi UmatKu... .Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka."

💝
Hukum yang sama terpahat di loh batu, ditulis oleh Roh Kudus pada loh hati. Gantinya berbuat segala hal untuk menetapkan kebenaran kita sendiri, kita menerima kebenaran Kristus. Darah-Nya tercurah karena dosa-dosa kita. Penurutan-Nya diterima bagi kita. Kemudian hati yang diperbarui oleh Roh Kudus akan menghasilkan “buah-buah Roh.” Melalui kasih karunia Kristus, kita akan hidup dalam penurutan kepada hukum Allah yang ditulis di dalam hati kita. Setelah memiliki Roh Kristus kita akan berjalan sebagaimana Ia berjalan. 

Ada dua kekeliruan yang perlu secara khusus diperhatikan oleh anak-anak Allah---terutama mereka yang baru mengenal kasih karunia-Nya.
1⃣ Pertama yakni melihat perbuatan mereka sendiri, percaya pada segala sesuatu yang bisa mereka lakukan, membawa diri mereka sendiri selaras dengan Allah. Dia yang sedang mencoba menjadi suci oleh perbuatannya sendiri dalam menuruti hukum, sedang mengusahakan sesuatu yang tidak mungkin.....
2⃣ Yang lain dan tak kurang kelirunya adalah, percaya bahwa Kristus melepaskan kewajiban manusia dalam menuruti hukum Allah; bahwa karena oleh iman sajalah maka kita menjadi pengambil bagian dalam kasih karunia Kristus, perbuatan kita tidak ada hubungannya dengan penebusan kita.... Jika hukum ditulis di dalam hati, tidakkah itu akan membentuk kehidupan? gantinya melepaskan manusia dari penurutan, adalah iman, dan hanya oleh iman, yang membuat kita pengambil bagian dari kasih karunia Kristus, yang menyanggupkan kita melakukan penurutan.... 

Bukan hanya suatu kepercayaan kepada Firman Allah, namun penyerahan kemauan kepada Dia; di mana hati diserahkan kepada Dia, kasih sayang ditujukan kepada Dia, ada iman-iman yang bekerja oleh kasih, dan memurnikan jiwa. Melalui iman ini hati diperbarui dalam gambar Allah. Hati yang dalam keadaannya sebelum diperbarui tidak tunduk pada hukum Allah, memang tidak akan bisa, sekarang bersukacita dalam ajarannya yang menyenangkan, berseru dengan pemazmur, “Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari” (Mazmur 119:97). Dan kebenaran hukum digenapi di dalam diri kita, “yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh” (Roma 8:4).


🛐 𝓓𝓸𝓪 𝓚𝓲𝓽𝓪 𝓗𝓪𝓻𝓲 𝓘𝓷𝓲

Pendalaman 📖
WA:  08111-62662-9


𝕋𝕌ℍ𝔸ℕ 𝕄𝔼𝕄𝔹𝔼ℝ𝕂𝔸𝕋𝕀🙏🏻

Monday, February 4, 2019

Renungan Pagi, 4 Februari 2019


 ROH UNTUK MEMULIAKAN KRISTUS DI DALAM AKU

“la akan memuliakan Aku, sebab la akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku” -Yohanes 16:14

Di dalam kalimat ini Kristus menyatakan tugas utama Roh Kudus. Roh memuliakan Kristus dengan menjadikan Dia objek utama, dan Juruselamat menjadi kesukaan, kebahagiaan dari agen manusia yang hati- nya ditempa perubahan ini.. . .
Pertobatan kepada Allah dan iman di dalam Yesus Kristus adalah buah-buah kuasa pembaruan dari kasih karunia Roh. Pertobatan memperlihatkan proses yang olehnya jiwa berusaha mencerminkan gambar Kristus kepada dunia.

Kristus memberikan mereka napas dari Roh-Nya sendiri, kehidupan dari hidup-Nya sendiri. Roh Kudus menggunakan kekuatan tertinggi untuk bekerja dalam hati dan pikiran. Kasih karunia Allah menambah dan memperluas kesanggupan mereka, dan setiap kesempurnaan sifat Ilahi bergabung dengan mereka dalam pekerjaan penyelamatan jiwa. Melalui kerjasama dengan Kristus mereka sempurna di dalam Dia, dan dalam kelemahan manusia mereka bisa disanggupkan melakukan perbuatan Yang Mahakuasa.

Sudah menjadi tugas dalam kehidupan Kristen untuk meninggikan nama Kristus dan membawa diri menuju kesempurnaan Kristus. Anak-anak Allah harus maju dalam usaha mereka menjadi serupa dengan Kristus pola kita. Setiap hari mereka harus melihat kemuliaan-Nya dan merenungkan kesempurnaan-Nya yang tiada bandingannya.

Oh, semoga engkau mengalami baptisan Roh Kudus, sehingga engkau dapat diilhami dengan Roh Allah! Kemudian hari demi hari engkau akan semakin menyerupai gambar Kristus, dan dalam tiap perbuatan hidupmu, pertanyaannya kelak adalah, “Akankah itu memuliakan Tuhanku?” Dengan kesabaran yang berkesinambungan dalam berbuat baik engkau akan mencari kemuliaan dan kehormatan, dan akan menerima hadiah kekekalan.

Sunday, February 3, 2019

Renungan Pagi, 3 Februari 2019


ALKITAB MEMBERIKAN KEHIDUPAN BARU
“Karena kamu telah dilahirkan kembali ... oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal” - 1 Petrus 1:23
Di dalam Alkitab kehendak Allah dinyatakan. Kebenaran Firman Allah adalah ucapan-ucapan Yang Maha Tinggi. Dia yang menjadikan kebenaran-kebenaran ini bagian dari hidupnya, dalam segala hal menjadi ciptaan baru. Dia tidak diberikan kekuatan mental baru, namun kegelapan melalui pelanggaran dan dosa yang telah mengaburkan pemahamannya sudah dihilangkan. Kata-kata, “hati yang baru juga Aku akan berikan padamu” berarti, “Pikiran baru akan Kuberikan padamu." Suatu perubahan hati selalu disertai oleh keyakinan pasti tentang kewajiban Kristen, suatu pemahaman tentang kebenaran. Ia yang memberikan perhatian khusus dan penuh doa pada Kitab Suci akan memperoleh pemahaman jernih dan penilaian yang baik, seolah-olah dalam berbalik kepada Allah ia telah mencapai tingkat kecerdasan yang lebih tinggi.
Alkitab berisi prinsip-prinsip yang terletak pada dasar dari semua keagungan sejati, semua kesejahteraan yang benar, entah bagi individu maupun bangsa. Negara yang memberikan keleluasaan bagi penyebarluasan Kitab Suci membuka jalan bagi pikiran rakyatnya untuk berkembang dan bertumbuh. Membaca Kitab Suci menyebabkan terang itu bersinar ke dalam kegelapan. Sementara Firman Allah diselidiki, kebenaran yang memberikan hidup ditemukan. Dalam kehidupan mereka yang mengindahkan ajaran-ajarannya akan terdapat arus kebahagiaan yang akan memberi berkat bagi mereka yangberhubungan dengan dia.
Ribuan orang telah mengambil air dari sumur kehidupan ini, namun persediaannya tidak berkurang juga. Ribuan orang telah menghadirkan Tuhan di hadapan mereka, dan dengan melihat-Nya telah berubah menjadi gambaran yang sama. |iwanya berkobar saat berbicara mengenai karakter-Nya, memberitahu apa artinya Kristus bagi mereka dan apa artinya mereka bagi Kristus.... Ribuan orang lagi dapat terlibat dalam pekerjaan menyelidiki misteri keselamatan.. . . Setiap penyelidikan baru akan menyatakan sesuatu yang jauh lebih menarik daripada yangsebelumnya sudah terungkap.

Saturday, February 2, 2019

Renungan Pagi, 2 Februari 2019


DOA PADA PAGI HARI
"Tuhan, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu" – Mazmur 5:4
 Seruan jiwa yang pertama kali disampaikan semestinya memohon kehadiran Yesus. "Tanpa Aku” Ia berfirman, "kamu tidak dapat berbuat apa-apa” Yesuslah yang kita perlukan; terang-Nya, kehidupan-Nya, semangat-Nya, harus senantiasa menjadi milik kita. Kita memerlukan Dia setiap saat. Dan kita harus berdoa pada pagi hari, bahwa ketika matahari menyinari daratan, mengisi dunia dengan cahaya, maka demikian pula Matahari Kebenaran boleh bersinar ke dalam ruang hati dan pikiran, dan menjadikan kita semua terang di hadapan Tuhan. Tidak sesaat pun kita mampu tanpa kehadiran-Nya. Musuh mengetahui ketika kita bekerja tanpa Tuhan kita, maka ia ada di sana, siap mengisi pikiran kita dengan saran-saran jahatnya, agar kita jatuh dari kesetiaan kita; namun adalah keinginan Tuhan, bahwa dari waktu ke waktu kita harus tinggal di dalam Dia, dan dengan demikian sempurna di dalam Dia....
Allah merancang agar kita semua sempurna di dalam Dia, agar kita boleh memperlihatkan kepada dunia kesempurnaan karakter-Nya. Ia ingin kita bebas dari dosa, agar kita tidak mengecewakan-Nya, agar kita tidak mendukakan Penebus Ilahi kita. Ia tidak ingin kita mengaku Kristen, tetapi tidak mau memanfaatkan kasih karunia itu yang dapat membuat kita sempurna, sehingga kita tidak kekurangan apa pun.
Doa dan iman akan melakukan apa yang tidak bisa dicapai kekuatan mana pun di dunia. Dalam segala hal, kita jarang ditempatkan dalam posisi yang sama dua kali. Kita terus-menerus mendapati pemandangan baru dan cobaan baru untuk dilalui, di mana pengalaman lalu tidak cukup menjadi penuntun. Kita harus memiliki terang yang terus-menerus datangnya dari Allah. Kristus selalu mengirimkan pesan kepada mereka yang mendengarkan suara-Nya.
Adalah bagian dari rencana Allah untuk menganugerahkan kepada kita, sebagai jawaban atas doa yang dimohonkan dengan iman; Dia tidak akan memberikan kalau kita tidak meminta.

Friday, February 1, 2019

Renungan Pagi, 1 Februari 2019



AKU BERIKAN HATIKU
"Hai anakku, berikanlah hatimu kepadaku, biarlah matamu senang dengan jalan-jalanku" – Amsal 23:26

Tuhan berkata kepada kamu semua, “Anak-Ku, berikanlah hatimu." Ia melihat kelemahanmu. Ia mengetahui bahwa jiwamu terjangkit penyakit dosa, dan Ia ingin berkata kepadamu, "Dosa-dosamu diampuni”. Tabib Agung memiliki obat bagi semua penyakit. Ia memahami masalahmu. Apa pun yang telah menjadi kesalahanmu, Ia tahu bagaimana mengatasinya. Tidakkah engkau mau memercayakan diri kepada-Nya?
Berkat Allah akan tinggal dalam setiap jiwa yang mengabdi sepenuhnya kepada-Nya. Bilamana kita mencari Allah dengan segenap hati, maka kita akan menemukan Dia. Allah sangat merindukan kita, dan Ia ingin kita berusaha sepenuhnya menggapai kekekalan. Ia telah menganugerahkan segenap surga dalam satu pemberian, dan tidak ada alasan mengapa kita harus meragukan kasih-Nya. Pandanglah ke Golgota.. . .
Allah memintamu untuk menyerahkan hatimu. Kekuatanmu, talenta-mu, kasih sayangmu, semua harus diserahkan kepada-Nya, agar Ia melakukan padamu apa yang menyenangkan hati-Nya, dan melayakkanmu ke dalam hidup kekal.
Bila Kristus tinggal di dalam hati, jiwa akan begitu dipenuhi dengan kasih-Nya, dengan sukacita persekutuan bersama Dia, bergantung erat pada-Nya, dan dalam merenungkan tentang Dia, diri akan dilupakan. Kasih kepada Kristus akan tampak dalam perbuatan. Mereka yang merasakan desakan kasih Allah, tidak bertanya seberapa kecil dapat diberikan untuk memenuhi persyaratan Allah; mereka tidak menanyakan standar terendah, namun bercita-cita menyelaraskan diri secara sempurna kepada kehendak Penebus mereka. Dengan keinginan sungguh-sungguh mereka menyerah kan segalanya, dan memperlihatkan minat yang sebanding dengan nilai objek yang mereka cari.
Jiwa yang patuh dan mau diajar, itulah yang Allah inginkan. Doa yang sungguh-sungguh keluar dari hati yang mengasihi dan menurut.

Thursday, January 31, 2019

Renungan Pagi, 31 Januari 2019


KITA AKAN MEMPEROLEH SEMUANYA
"Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku” -Wahyu 21;71.
Supaya bisa memperoleh semuanya, kira harus melawan dan mengalahkan dosa.
Kita bisa memiliki sukacita dalam Tuhan jika kita menuruti perintah-Nya. Jika kita memang memiliki kewarganegaraan di atas, dan gelar untuk mendapat warisan abadi, suatu hal yang kekal, kita memiliki iman yang bekerja oleh kasih dan menyucikan jiwa… kita adalah anggota dari keluarga surgawi, anak-anak Raja surgawi, para ahli waris Allah, ahli waris bersama Kristus. Pada saat kedatangan-Nya kita akan menerima mahkota kehidupan yang tidak akan pernah pudar.
Kerajaan surga akan membuatmu memiliki dan menikmati segala hal yang dapat meluhurkan, meninggikan dan mengangkat dirimu dan melayakkanmu untuk tinggal bersama Dia selamanya, keberadaanmu sejajar dengan kehidupan Allah. sungguh suatu harapan hidup yang menakjubkan nantinya! Sungguh memesona! Betapa luas dan dalam dan tak terukur kasih yang Allah berikan kepada manusia!
Hak istimewa yang dianugerahkan kepada anak-anak Allah itu tanpa batas,-terhubung dengan Yesus Kristus, yang dipuja di seluruh alam semesta, surga dan dunia yang tak berdosa, dan puji-pujian terhadap-Nya dinyanyikan oleh semua lidah; menjadi anak-anak Allah, menyandang nama-Nya, menjadi anggota keluarga kerajaan; disejajarkan di bawah bendera Pangeran Imanuel, Raja segala raja dan Tuan atas segala tuan.
Anak Allah adalah ahli waris segalanya, dan kekuasaan dan kemuliaan kerajaan dunia ini dijanjikan untuk-Nya... sekalipun saat Kristus ada di dunia ini, begitu pula para pengikut-Nya. Mereka anak-anak Allah, dan bersama mewarisi bersama Kristus; dan kerajaan serta kekuasaan-Nya menjadi milik mereka.
Gantinya dunia, Ia akan memberikanmu, sebagai hadiah penurutan selama hidup, kerajaan di bawah semesta langit. Ia akan memberikan engkau kemuliaan kekal dan suatu kehidupan yang berakhir sampai selama-selamanya.

Wednesday, January 30, 2019

Renungan Pagi, 30 Januari 2019


POHON-POHON YANG DITANAM DI TEPI ALIRAN AIR
"la seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil" -Mazmur 1:3
Bahaya menyerang di semua jalan, dan ia yang berhasil menjadi pemenang akan menyanyikan lagu kemenangan di kota Allah. Beberapa orang memiliki pembawaan karakter kuat yang perlu senantiasa dipertahankan. Jika dibiarkan di bawah kendali Roh Allah, maka pembawaan ini menjadi berkat; namun bila tidak, akan menjadi kutuk. jikalau mereka yang kini tengah berada di atas gelombang popularitas tidak kehilangan keseimbangan, maka itu akan menjadi mukjizat kemurahan. Jika mereka mengandalkan hikmat mereka sendiri, sebagaimana yang banyak dilakukan orang, maka kebijaksanaan mereka terbukti suatu kebodohan. Namun bilamana mereka menyerahkan diri kepada pekerjaan Allah dengan tidak cinta diri, tidak pernah menyimpang sedikit pun dari prinsip kebenaran, maka Tuhan akan memberikan pertolongan kekal dan menyatakan kepada mereka Penolong Agung....
Ini adalah zaman berbahaya bagi siapa saja yang memiliki talenta yang berharga dalam pekerjaan Tuhan; karena Iblis senantiasa menggoda orang seperti itu, selalu mencoba menjejali dia dengan kesombongan dan ambisi; dan ketika Allah ingin menggunakan dia, seringkali malah dia menjadi mengandalkan diri dan berpuas diri, dan merasa sanggup berdiri sendiri....
Usaha dan doa, doa dan usaha, akan menjadi urusan hidupmu. Engkau harus berdoa seolah keberdayagunaan dan pujian semua ditujukan kepada Allah, dan bekerja seolah tugas itu semua kewajibanmu. Bilamana engkau membutuhkan kuasa, kau bisa mendapatkannya; minta saja. Hanya percayalah kepada Allah, baca perintah-Nya, lakukan dengan iman, dan berkat-berkat akan datang....Mereka yang datang dengan hati hancur, tulus, dan percaya, Allah terima, dan mendengar doa-doa mereka; dan ketika Allah membantu, semua rintangan akan teratasi.... Berkat dari surga, yang diperoleh dengan permohonan setiap hari, akan menjadi seperti roti hidup bagi jiwa dan akan menjadikannya semakin kuat moral dan rohani, seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air.