Saturday, January 9, 2021

"Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia” (Roma 8:17)

Semua yang turut membuat perjanjian dengan Yesus Kristus mereka diangkat menjadi anak-anak Allah. Mereka dibersihkan oleh kuasa Firman yang menghidupkan itu, maka malaikat-malaikat ditugaskan untuk melayani mereka. Mereka dibaptiskan di dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Suci. Mereka menjanjikan diri hendak menjadi anggota-anggota yang aktif dari jemaat-Nya di dunia ini. Mereka harus mati kepada segala bujukan keinginan-keinginan duniawi; tetapi dalam percakapan dan peribadatan, oleh penyucian Roh mereka harus mengerahkan suatu pengaruh yang hidup bagi Allah.

"Ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus”—betapa tinggi dan mulianya kedudukan ini! Terpisah dan berbeda dari dunia, selamat dari jerat licik Iblis! Oleh perjanjian baptisan mereka, orang-orang yang mengaku pengikut-pengikut Kristus telah menjanjikan dirinya hendak berdiri dalam perlawanan terhadap yang jahat. Musuh segala jiwa akan bekerja dengan segala tipu muslihat untuk merusakkan pikiran mereka. Ia akan berusaha memasukkan cara-caranya ke dalam pekerjaan mereka bagi Tuhan. Tetapi adalah keselamatan bagi mereka kalau mereka suka memperhatikan nasihat: “ ... hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata
Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.”31

Manusia dihormati oleh dijadikan rekan di dalam ladang Allah, dengan diterima sebagai seorang pekerja di kantor-kantor pusat besar yang telah didirikan-Nya .... Oleh penetapan, Tuhan Penebus kita ialah ahli waris Allah, dan barang siapa pekerja bersama dengan Dia dalam pekerjaan menyelamatkan jiwa-jiwa, adalah sewaris dengan Dia.... Menjadi seorang yang menang berarti ditaruh dalam barisan orang-orang yang memiliki berlimpah-limpah ... suatu kemuliaan kekal yang penuh.32 ..

Kepada kemuliaan yang lebih besar apakah dapat kita idam-idamkan selain disebut anak-anak Allah? Derajat yang lebih besar apakah dapat kita pegang, warisan yang lebih besar apakah dapat kita peroleh, daripada yang datang kepada segala orang yang menjadi waris Allah dan sewaris dengan Kristus?33

Friday, January 8, 2021

Kita adalah Anak-Anak-Nya Laki-Laki dan Perempuan

 “… Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa” (2 Korintus 6:17,18).

    Khalik alam semesta menyebut engkau sebagai Bapa yang penuh kasih sayang .... Bapamu yang di surga bertujuan hendak mengangkat engkau seorang anggota keluarga kerajaan, agar dengan perantaraan segala janji-Nya yang sangat besar dan indah, engkau boleh turut ambil bagian dalam sifat Ilahi.... Makin banyak engkau ambil bagian dalam tabiat Mmalaikat-malaikat yang suci dan tiada berdosa, dan tabiat Kristus, Penebusmu, makin jelaslah engkau akan membawa cap yang Ilahi, dan makin kaburlah kelak kesamaanmu dengan dunia ini.27

“Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan ...? Betapa besarnya suatu janji diberikan di sini atas syarat penurutan! ... Ia berjanji hendak menjadi Bapa bagimu. Oh, alangkah eratnya hubungan ini! Lebih tinggi dan lebih suci daripada sesuatu ikatan duniawi. Kalua engkau mengadakan korban, kalua engkau harus meninggalkan bapa, ibu, saudara-saudara perempuan, saudara-saudara laki-laki, istri, dan anak-anak karena Kristus, maka bukannya engkau tidak akan bersahabat lagi. Allah mengangkat engkau ke dalam keluarga-Nya; engkau menjadi anggota rumah tangga kerajaan, putra dan putri Raja yang Memerintah dalam langit segala langit.28

    Kalau engkau menyebuti Allah Bapamu, maka engkau mengaku dirimu sendiri anak-anak-Nya, untuk dituntun oleh hikmat-Nya, dan untuk menurut di dalam segala perkara karena mengetahui bahwa kasih-Nya tiada berubah adanya. Engkau akan menerima rencana-Nya untuk hidupmu. Sebagai anak-anak Allah, engkau akan meninggikan kehormatan-Nya, tabiat-Nya, keluarga-Nya, pekerjaan-Nya, sebagai tujuan-tujuan perhatianmu yang tertinggi. Itu akan menjadi kesukaan bagimu, mengakui dan menghormati hubunganmu kepada Bapamu, dan kepada tiap-tiap anggota keluarga-Nya.29

Allah adalah Bapa kita, orang tua yang lemah lembut dan selalu memikirkan anak-anak rohani-Nya. Ia dijanjikan hendak menjadi pelindung, penasihat, penuntun dan sahabat bagi semua orang yang menurut kepada-Nya.30

Thursday, January 7, 2021

Bahwa Jemaat menjadi Sasaran Perhatian Allah yang Tertinggi

 “Supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela’* (Efesus 5:27)

Jemaat, walaupun lemah dan bercacat adanya, ialah satu-satunya sasaran diatas dunia di mana Kristus mencurahkan perhatian-Nya yang tertinggi. Ia selamanya mengawasi jemaat itu dengan penuh pertarungan, dan menguatkannya dengan Roh Suci-Nya. Sebagai anggota jemaat-Nya, maukah kita membiarkan Dia mengesankan pikiran kita dan bekerja oleh perantaraan kita untuk kemuliaan-Nya?23

Kristus mengasihi jemaat-Nya. Ia akan memberikan semua pertolongan yang diperlukan kepada barang siapa yang berseru kepada-Nya meminta kekuatan untuk pertumbuhan tabiat yang sama seperti Kristus, Tetapi kasih-Nya itu bukanlah kelemahan. Ia tidak akan melayani dosa-dosa mereka itu atau memberikan kepadanya kemakmuran, sedang mereka terus mengikuti suatu haluan perbuatan yang salah. Hanyalah oleh pertobatan yang setia dosa-dosa mereka akan diampuni; karena Allah tidak akan menutupi kejahatan dengan jubah kebenaran-Nya. Ia akan memuliakan pelayanan yang setia. Ia akan memberkati dengan limpahnya barang siapa yang menyatakan kepada sesamanya manusia keadilan, kemurahan, dan kasih-Nya. Biarlah orang-orang yang sibuk di dalam pekerjaan-Nya berjalan di hadapan-Nya dengan rendah hati, menurut jejak kaki-Nya dengan setia menyayangi azas-azas suci yang akan hidup selama zaman yang kekal. Biarlah mereka menunjukkan dalam perkataan dan perbuatan bahwa mereka menuruti hukum-hukum sebagaimana yang dituruti dalam surga.24

Jemaat itulah penyimpanan segala kelimpahan anugerah Kristus; maka oleh perantaraan jemaat itulah akhirnya akan dinyatakan, bahkan kepada “segala pemerintah dan penguasa yang di surga,” hendaklah menjadi pertunjukan yang terakhir dan sempurna dari kasih Allah.... Jemaat itulah benteng Allah, kota perlindungan-Nya, yang dipertahankan-Nya dalam satu dunia yang memberontak.... Itulah tempat pertunjukan anugerah-Nya, di mana Ia bergemar menyatakan kuasa-Nya untuk mengubahkan hati.25

Kasih Allah bagi jemaat-Nya tiada terhingga adanya, Penjagaan-Nya atas warisan-Nya tiada berkeputusan.26

Wednesday, January 6, 2021

Agar Kita Disucikan sebagaimana Kristus Suci Adanya

“Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yohanes 1:12)

     Menjadi anak Ilahi bukanlah sesuatu yang kita peroleh atas kuasa kita sendiri. Hanyalah kepada setiap orang yang menerima Kristus sebagai Juruselamatnya diberikan kuasa untuk menjadi putra dan putri Allah. Oleh kuasanya sendiri, orang yang berdosa tidak dapat membersihkan dirinya dari dosa. Untuk mencapai maksud ini, ia harus memandang kepada suatu Kuasa yailg lebih tinggi. Yohanes berseru, “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” Kristus sajalah yang berkuasa untuk membersihkan hati. Barang siapa yang mencari keampunan dan penerimaan, hanya dapat mengatakan-

“Aku hampa datang pada-Mu;

Harapahku hanya pada salib-Mu.”

Tetapi janji akan menjadi anak itu dibuat untuk semua orang yang “percaya pada nama-Nya.” Tiap-tiap orang yang datang kepada Yesus dalam iman akan menerima keampunan.19

Agama Kristus mengubahkan hati. Agama itu membuat manusia yang memikirkan duniawi menjadi memikirkan surga. Di bawah pengaruhnya manusia yang kikir menjadi tidak kikir, karena inilah tabiat Kristus. Orang yang tidak jujur atau licik menjadi jujur, sehingga sudah menjadi tabiat yang kedua baginya untuk berbuat kepada orang lain apa yang disukainya diperbuat orang lain kepadanya. Orang yang cemar diubahkan dari kenajisan kepada kesucian. Ia membentuk perangai yang benar; karena Injil Kristus baginya telah menjadi suatu kenikmatan menuju hidup.20

    Allah harus dinyatakan dalam Kristus, yang telah “mendamaikan dunia dengan diri-Nya.” Manusia telah menjadi begitu merosot keadaannya oleh dosa sehingga mustahillah dia, dating dengan kesempurnaannya sendiri kepada Dia yang suci dan penuh kebaikan itu. Tetapi setelah menebus manusia dari penghukuman pelanggaran hokum, Kristus dapat memberikan kuasa Ilahi, untuk bersatu dengan usaha manusia. Dengan demikian oleh pertobatan terhadap Allah dan iman dalam Kristus, anak-anak Adam yang jatuh dalam dosa dapat menjadi “anak-anak Allah” sekali lagi.21

Ketika satu jiwa menerima Kristus, ia menerima kuasa untuk hidup sebagaimana Kristus hidup.22

Tuesday, January 5, 2021

Bahwa Allah Mengutus Anak-Nya untuk Mati agar Kita Boleh Hidup

 “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita” (l Yohanes 4:10).

    Pada penebusan, Allah telah menyatakan kasih-Nya dalam pengorbanan, suatu korban yang begitu luas dan dalam dan tinggi sehingga tidak dapat diukur. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal ...”

Ketika dosa Adam menenggelamkan umat manusia ke dalam kemelaratan yang tiada harapan, Allah sebenarnya dapat memisahkan diri-Nya dari makhluk-makhluk yang berdosa itu. Ia sebenarnya dapat memperlakukan mereka itu sebagaimana orang-orang berdosa patut diperlakukan. Ia sebenarnya dapat memerintahkan malaikat-malaikat surga supaya menuangkan atas dunia kita ini cawan-cawan murka-Nya. Ia dapat membuangkan titik yang gelap ini dari alam semesta-Nya. Tetapi Ia tidak berbuat demikian. Ganti membuang mereka dari hadirat-Nya, Ia malahan datang lebih dekat lagi kepada manusia yang berdosa itu. Ia menyerahkan Anak-Nya yang tunggal menjadi tulang dari tulang kita dan daging dari daging kita. “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita... penuh kasih karunia dan kebenaran.” Kristus, oleh hubungan kemanusiaan-Nya dengan manusia, menarik mereka itu dekat kepada Allah. Ia membungkus sifat-Nya yang Ilahi itu dengan pakaian kemanusiaan, dan menunjukkan di hadapan seluruh surgawi, di hadapan dunia dunia yang belum berdosa, betapa Allah sangat mengasihi anak-anak manusia.

Manusia tidak sanggup menghitung karunia Allah. Tidak ada yang ditahankan. Allah tidak mau membiarkan dikatakan kelak bahwa la sebenarnya dapat berbuat lebih banyak lagi atau menyatakan kepada manusia suatu ukuran kasih yang lebih besar. Dalam karunia Kristus, Ia menyerahkan segenap surga.

Yang Mahatinggi, yang ada dengan Bapa sebelum dunia ini ada, telah diserahkan kepada penghinaan, agar Ia dapat mengangkat manusia. Nubuatan membukakan tabir, agar kita boleh memandang takhta surga, agar kita boleh melihat di atas takhta itu, ketinggian dan kemuliaan, Seorang dalam bentuk manusia, datang ke dunia kita ini hendak menderita, tubuh-Nya dirobek dan luka karena kejahatan kita.17

Demikianlah Allah menunjukkan kasih-Nya bagi manusia. Bersama dengan Kristus diserahkan-Nya segenap surga, agar gambar moral Allah dapat dipulihkan kembali dalam manusia .... Anugerah-Nya dalam segala kebesarannya disediakan bagi semua.18

Monday, January 4, 2021

Agar Kita Disucikan sebagaimana Kristus Suci Adanya

"Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci” (1 Yohanes 3:3)

 Kristus mau meninggikan dan menghaluskan pikiran manusia, menyucikannya dari segala dosa, agar ia boleh menghargai kasih yang tiada taranya."

Melalui pertobatan, iman, dan perbuatan baik ia boleh menyempurnakan tabiat yang benar, lalu enuntut melalui jasa-jasa Kristus, kesempatan istimewa menjadi anak-anak Allah. Azas-azas kebenaran Ilahi, yang diterima dan disimpan dalam hati, akan membawa kita kepada suatu ketinggian kemuliaan moral yang tidak kita duga mungkin untuk kita capai.... “Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.”12

Kesucian hati dan hidup ialah mata pelajaran yang terpenting diberikan oleh Kristus. Dalam khotbah-Nya di atas gunung, setelah merinci apa yang mesti dilakukan supaya berbahagia, dan apa yang sekali-kali tidak boleh dilakukan, Ia berfirman, “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurria ”Kesempurnaan, kesucian—ini akan memberikan kepada mereka keberhasilan dalam menjalankan azas-azas yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Tanpa kesucian ini, hati manusia itu kikir adanya, berdosa, dan jahat. Kesucian akan membawa pemiliknya berbuah banyak, dan berkelimpahan dalam segala perbuatan yang baik. Ia tidak akan pernah menjadi lelah dalam berbuat baik; tidak pula ia mencari kedudukan dalam dunia ini; melainkan ia akan memandang ke depanr dengan kedudukan yang akan diperoleh dari Raja Surga apabila la akan meninggikan umat-Nya yang disucikan dan saleh kepada takhta-Nya.... Kesucian hati akan menghasilkan tindakan-tindakan yang benar.13

Sebagaimana Allah suci adanya dalam lingkungan-Nya, demikian juga manusia harus suci adanya di lingkungannya. Dan dia akan menjadi suci kalau Kristus dibentuk di dalam hati, serta pengharapan kemuliaan; ditiru dan dipantulkan seperti tabiat Kristus.

Keagungan kemuliaan tabiat orang Kristen akan bercahaya seperti matahari, maka sinar terang dari wajah Kristus akan dipantulkan atas mereka yang telah menyucikan dirinya, sebagaimana Ia juga suci adanya.15

Kesucian hati akan membawa kepada kesucian hidup?6

    

Sunday, January 3, 2021

Bilamana Kristus Sudah Nyata Kelak, Kita pun Menjadi Sama seperti Dia

 “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya” (l Yohanes 3:2).

Kita tidak boleh berdiam diri, dengan pengharapan bahwa perubahan perangai akan datang kepada kita oleh sesuatu pekerjaan ajaib, ketika Yesus kelak tampak di awan-awan di langit, dengan kuasa dan kemuliaan besar. Tidak, hai saudara-saudaraku yang muda, kita harus menghadapi meja pengadilan, dan kesempatan diberikan pada kita di dalam hidup ini, Supaya kita boleh membentuk perangai untuk hidup yang kekal di kemudian hari.6

Jangan seorang pun seorangpun menyangka bahwa kekikiran, penghormatan diri, dan pemanjaan diri cocok dengan Roh Kristus. Pada tiap-tiap pria dan wanita yang sungguh-sungguh bertobat ada tanggung jawab yang tidak.dapat kita taksir dengan tepat. Adat istiadat dan cara-cara dunia sekali-kali tidak boleh dituruti oleh putra dan putri Raja Surga.7

Dalam memisahkan diri dan dunia, kita akan menghadapi kesukaran-kesukaran pada segala pihak. Tetapi di sinilah penghiburan bagi kita: “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya. kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melibat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.”8

Kita harus menunjukkan oleh perkataan dan perbuatan kita bahwa kita insaf akan tanggung jawab besar yang diletakkan atas kita. Terang kita harus bersinar begitu jelas sehingga orang-orang lain dapat melihat bahwa kita memuliakan apa dalam hidup kita sehari-hari; bahwa kita berhubungan dengan surga dan sewaris dengan Kristus.9

Memperoleh persekutuan dengan Bapa dan anak-Nya Yesus Kristus berarti dipermuliakan dan ditinggikan, serta ikut ambil bagian dalam sukacita yang tiada terkatakan dan megah. Makanan, pakaian, kedudukan, dan kekayaan mungkin ada nilainya; tetapi mempunyai hubungan dengan Allah... tiada ternilai harganya .... Maka meskipun “belum nyata apa keadaan kita kelak,” “apabila Kristus menyatakan diri-Nya,” “kita akan menjadi sama seperti Dia.”10

Saturday, January 2, 2021

Sehingga Kita Disebut Anak-Anak Allah

“Lihatlah, betapa besarnya kasih yang di karuniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia” (1 Yohanes 3:1).

Ketika Yohanes memikirkan kasih Kristus, ia berseru., ‘lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah ”

Orang menganggap suatu kehormatanlah melihat seorang tokoh kerajaan, dan ribuan orang berjalan jauh-jauh untuk melihatnya. Tetapi adalah lebih besar kehormatan untuk menjadi putra dan putri Yang Mahatinggi. Kehormatan yang lebih besar apakah lagi dapat dianugerahkan atas kita daripada diperbolehkan masuk ke dalam keluarga kerajaan?

Agar menjadi putra dan putri Allah, kita mesti terpisah dari dunia ini. “Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka? firman Tuhan. “Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan’ ....

Ada surga di hadapan kita, suatu mahkota kehidupan yang, hendak diperoleh. Tetapi hanya kepada orang yang menang sajalah pahala itu diberikan, barang siapa yang mau mendapat surga mesti dipakaikan dengan jubah kebenaran. “Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci!’ Di dalam perangai Kristus tidak ada perselisihan apa pun. Maka inilah yang mesti menjadi pengalaman kita. Hidup kita mesti didasarkan atas azas-azas yang sudah memerintahkan hidup. 4

Melalui kesempurnaan pengorbanan yang diberikan bagi umat yang berdosa, mereka yang percaya kepada Kristus, yang datang kepada-Nya, dapat diselamatkan dari kebinasaan kekal....

Janganlah seorang pun terperdaya oleh musuh dengan menganggap dirinya hina jika mereka merendahkan diri di hadapan orang, bagaimanapun terpelajar atau bertalenta atau terhormatnya seseorang, harus menerima Kristus. Setiap manusia harus memandang surga dengan sikap hormat dan rasa syukur, dan berseru dengan penuh takjub, “lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah?5

Friday, January 1, 2021

Bahwa Allah Menciptakan Manusia Menurut Gambar-Nya Sendiri

 “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka”(Kejadian 1:27)


Segenap surga menaruh perhatian yang dalam dan bergembira atas penciptaan dunia ini dan manusia. Makhluk manusia itu adalah suatu ciptaan yang baru dan berbeda. Mereka diciptakan "menurut gambar Allah,” dan maksud Pencipta ialah supaya mereka memenuhi bumi. Mereka harus hidup dalam persekutuan yang erat dengan surga, menerima kuasa dari Sumber segala kuasa. Melalui pembelaan Allah, mereka harus hidup tanpa berdosa.1

Pasangan yang suci itu bukanlah hanya anak-anak di bawah pemeliharaan Allah sebagai bapa mereka, melainkan sebagai murid-murid yang menerima pengajaran dari Pencipta yang maha bijaksana. Mereka dikunjungi oleh malaikat-malaikat, dan diperkenankan bersekutu dengan Penciptanya, tanpa ada tirai yang menyamarkan .... Segala keajaiban alam semesta yang tampak—"keajaiban-keajaiban dari Yang Mahatahu”—memberikan kepada mereka suatu sumber pengajaran dan kegemaran yang tiada habis-habisnya. Hukum-hukum serta cara kerja alam ini, yang telah dipelajari oleh manusia enam ribu tahun, dipaparkan kepada pikiran mereka oleh Khalik dan Penopang segala sesuatu. Mereka mempelajari daun-daunan, pepohonan serta bunga-bunga, dan mereka mengumpulkan segala rahasia hidup masing-masing. Adam bersahabat dengan segala makhluk hidup, binatang-binatang raksasa yang hidup di dalam air, sampai kepada serangga-serangga kecil yang beterbangan di bawah sinar matahari. Ia telah memberi nama kepada masing-masing, dan ia kenal sifat dan kebiasaan binatang-binatang itu semuanya. Kemuliaan Allah di dalam segala langit, dunia-dunia yang tiada terkira banyaknya dalam peredarannya yang teratur, "timbangan awan-awan,” segala rahasia cahaya dan suara, siang dan malam-semuanyadipelajari oleh leluhur kita yang pertama.2

Allah menjadikan manusia suatu makhluk yang utama; ia sendirilah yang dijadikan menurut gambar Allah, dan sanggup untuk memperoleh bagian dalam sifat Ilahi, bekerja sama dengan Khaliknya dan menjalankan segala rencana-Nya.3

Wednesday, September 23, 2020

RENUNGAN PAGI ANAK DAN PELAJAR, Rabu, 23 September 2020

 💖"RENUNGAN PAGI ANAK DAN PELAJAR 💖 BILINGUAL  2020

◐ JOURNEY TO GOD’S PROMISE LAND ◑

Guidance for My Daily Life

☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆

         ◦•●◉✿[ September 23 ]✿◉●•◦

“GOD PUNISHED MIRIAM IN HAZEROTH”

╔═════ஜ۩۞۩ஜ═════╗

📝 Memory Verse: Numbers 12:20 

╚═════ஜ۩۞۩ஜ═════╝

– “When the cloud lifted from above the tent, Miriam’s skin was leprous—it became as white as snow. Aaron turned toward her and saw that she had a defiling skin disease.”

💖


Miriam is the older sister of Moses. Aaron and Miriam is always accompanying Moses on the journey of Israel since leaving Egypt up to the promised land of God. Miriam loved her younger brother Moses very much. When Moses was born and still a baby, she was the one who took care of Moses, when his mother tried to save Moses from death.

However, when Israel traveled after leaving Kibroth-hattaavah where God punished the Israelites for being greedy for meat, and arrived at Hazeroth, God punished Miriam. Jealousy grew in the hearts of Miriam and Harun as well. “Miriam and Aaron began to talk against Moses because of his Cushite wife, for he had married a Cushite.” – Numbers 12:1 NIV. 

Miriam and Aaron questioned the duties and the position of Moses. “Has the Lord spoken only through Moses?” they asked. “Hasn’t he also spoken through us?” And the Lord heard this.” – Numbers 12:2 NIV.


“ALLAH MENGHUKUM MIRYAM DI HAZEROT”

╔═════ஜ۩۞۩ஜ═════╗

📝 Ayat Hafalan: Bilangan 12:10 

╚═════ஜ۩۞۩ஜ═════╝

– “Dan ketika awan telah naik dari atas kemah, maka tampaklah Miryam kena kusta, putih seperti salju; ketika Harun berpaling kepada Miryam, maka dilihatnya, bahwa dia kena kusta!”

 💖


Miryam adalah kakak perempuan Musa.  Harun dan Miryam selalu mendampingi Musa dalam perjalanan Israel sejak keluar dari Mesir menuju negeri perjanjian Tuhan.  Miryam sangat mengasihi adiknya Musa.  Ketika Musa lahir dan masih bayi, dialah yang menjaga Musa ketika usaha ibunya menyelamatkan bayi Musa dari maut.

Tetapi, ketika perjalanan Israel setelah meninggalkan Kibrot-Taawa dimana Tuhan menghukum bangsa Israel karena rakus makan daging, dan sekarang tiba di Hazerot, Tuhan menghukum Miryam.  Sifat cemburu bertumbuh di hati Miryam dan juga Harun. “Miryam serta Harun mengatai Musa berkenaan dengan perempuan Kush yang diambilnya, sebab memang ia telah mengambil seorang perempuan Kush” – Bilangan 12:1.  

Miryam dan Harun mempertanyakan tugas dan jabatan Musa. “Kata mereka: ‘Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?’ Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN” – Bilangan 12:2.  

Tuhan tidak berkenan atas sikap Miryam dan Harun.  Ketika itulah Tuhan menghukum Miryam dengan kusta.  Seketika Harun melihat Miriam bahwa kulitnya sudah kena kusta, dia bermohon kepada Musa agar Musa memaafkan mereka.  “Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi” – Bilangan 12:3. “Lalu berserulah Musa kepada TUHAN: "Ya Allah, sembuhkanlah kiranya dia" – Bilangan 12:13.  Jiwa besar dan sifat kerendahan hati Musa yang memaafkan abang dan kakaknya perempuan, sehingga oleh kemurahan Tuhan Miryam disembuhkan. 


"TETAPLAH BERPENGHARAPAN, ALLAH BESERTA KITA"

GOD BLESS US always 🙏

Friday, July 17, 2020

MELIHAT ORANG MELALUI PENGLIHATAN YESUS

MELIHAT ORANG MELALUI PENGLIHATAN YESUS
(Ringkasan Sekolah Sabat, Triwulan 3 Pelajaran 3)
       

PENDAHULUAN

a. Manusia melihat apa yang di depan mata sehingga mempengaruhi sikap dan tindakan yang berbeda dan cenderung negatif terhadap "seseorang" (1 Sam 16:7)

b. Tetapi Yesus melihat dari sudut pandang yang berbeda, Dia melihat hati dari sisi positif, yaitu kesempatan untuk selamat.

I. JAMAHAN KEDUA

a. Lebih dari setengah dari mujizat penyembuhan Yesus, sebagai hasil dari usaha kerabat atau teman yang membawa orang sakit itu pada Yesus.

b. Dengan iman orang membawa  dan memohon kesembuhan seorang buta kepada Yesus (Mark 8:22). Dan Yesus menyembuhkan orang itu (ay.23).

c. Karena tidak memiliki iman jamahan Yesus hanya membuat orang buta itu melihat tetapi tidak jelas (Mark 8:24). Jamahan kedua yang diterima dengan iman membuat orang buta itu melihat dengan jelas (Mark 8:25).

d. Kita yang percaya, memiliki tanggung jawab membawa kerabat kita yang buta rohani kepada Yesus agar melihat kebenaran. DAN kita memerlukan jamahan kedua agar dapat melihat semua orang sebagai calon Sorga.

II. PELAJARAN TENTANG PENERIMAAN:

a. Yesus mengajar murid-murid-Nya cara melihat orang, bukan sebagaimana mereka ada, tetapi melalui kaca mata Sorga yaitu seperti apa mereka kelak (1 Tim 2:3,4).

b. Orang Samaria adalah campuran orang Yahudi dan bangsa penyembah berhala. Orang Yahudi dan murid-murid-Nya memandang mereka sebagai orang najis dan tidak bergaul dengan mereka (Yoh 4:9).

c. Yesus melihat wanita samaria yang berdosa dan terbuang itu sebagai calon Sorga yang memerlukan air kehidupan atau firman dan keselamatan (Yoh 4:13,14)

d. "Mereka yang memiliki Roh Kristus  akan melihat semua orang melalui mata belas kasihan Ilahi" (Sign of the times, 20 Juni 1892)

III. MULAILAH DI MANA ANDA BERADA:

a. Kuasa Roh Kudus akan membuat kita bersemangat  untuk bersaksi mulai dari tempat di mana kita berada (Kis 1:8).

b. Mulailah bersaksi dengan hal-hal sederhana, dengan apa yang ada sesuai talenta dan karnia rohani yang dipercayakan Tuhan kepada Kita (1 Kor 12:7,11)

c. Andreas tidak pandai bicara, dia bersaksi sesuai talentanya mulai dari krluaganya dengan  membawa Petrus pada Yesus (Yoh 1:40,41).

d. Di luar rumahnya dia juga bersaksi sesuai kesanggupannya dengan membawa anak kecil pemilik 5 roti dan 2 ikan pada Yesus (Yoh 6:5-11) dan mempertemukan orang Yunani pada Yesus (Yoh 12:20-26).

IV. MENGHADAPI ORANG YANG SULIT:

a. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil (Mat 19:26) demikian juga tidak mustahil orang sekeras dan sesulit apapun bertobat di bawa pada Yesus.

b. Yesus sanggup mengubah para nelayan yang keras dan tidak berpendidikan tinggi itu menjadi penjala manusia (Mat 4:18,19).

c. Yesus mengasihi dan dengan sabar menghadapi ahli Taurat yang gila hormat dan suka menindas (Mark 12:28-4), Yesus ingin menyelamatkan mereka (Mat 13:52)

d. Hati Yesus yang penuh kasih terbuka untuk para penjahat yang bertobat (Luk 23:39-43). Yesus ingin menyelamatkan semua orang termasuk kita yang berdosa.

V. MERASAKAN PELUANG yang TERSEDIA:

a. Bersaksi bagi Yesus selalu ada tantangan dan halangan. Tetapi pasti ada peluang yang Tuhan sediakan. Diperlukan hikmat untuk melihat setiap peluang yang tersedia (2 Kor 2:12,13).

b. Menyelamatkan manusia adalah misi Yesus. Menuntun orang bertobat adalah karya Roh Kudus. Seperti Allah menggunakan Filipus, Allah mencari hati yang terbuka yang mau digunakan sebagai sarana menjangkau orang lain (Kisah Rasul 8:26-38).

c. Seperti Filipus, jika kita mau mendengar suara Tuhan dan melihat setiap peluang, kita akan dibimbing oleh malaikat yang tidak kelihatan untuk menjangkau para pencari kebenaran.

KESIMPULAN

Tuaian memang banyak tetapi pekerja sedikit (Mat 9:37). Kita harus berdoa agar Tuhan mengirim pekerja untuk menuai (Mat 9:38).

Dan pekerja yang Tuhan mau kirim itu adalah: Saya dan saudara, bukan orang lain.

Selamat Sabat, selamat beribadah, Tuhan memberkati.

Sunday, July 12, 2020

PELAJARAN DARI BETLEHEM

Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang; sesudah itu Ia menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka yang menantikan Dia. Ibrani 9:28

    Pada waktu kedatangan Kristus yang pertama kali para imam dan penulis tentang Kota Kudus, kepada siapa sabda Allah telah dipercayakan, seharusnya mengerti tanda-tanda zaman dan memaklumkan kedatangan Kristus yang dijanjikan. Nubuatan Mikha menunjukkan tempat kelahiran-Nya, Daniel mencantumkan waktu kedatangan-Nya. Allah menyerahkan nubuatan-nubuatan ini kepada para pemimpin Yahudi; tidak ada maaf bagi mereka jika mereka tidak mengetahui dan mengumumkan kepada orang banyak bahwa kedatangan Mesias sudah dekat. Ketidaktahuan mereka merupakan akibat kelalaian yang berdosa ….

    Semua orang seharusnya sudah bersiap-siap dan menunggu-nunggu supaya mereka boleh berada di antara yang pertama menyambut Penebus dunia. Tetapi, amboi, di Betlehem dua orang yang mengadakan perjalanan dari bukit-bukit Nazaret sudah lelah menyusuri jalan sempit yang panjang menuju ke bagian timur kota, dengan tidak berhasil mencari tempat istirahat untuk menginap malam itu. Tidak ada pintu yang terbuka untuk menerima mereka. Di dalam sebuah gubuk hina yang disediakan untuk binatang, akhirnya mereka mendapat tempat bermalam, dan di sanalah Juruselamat dunia lahir…

    Tidak ada bukti bahwa Kristus sudah ditunggu-tunggu, dan tidak ada persiapan untuk kedatangan Raja kehidupan. Dalam ketakjuban peusurh sorga sudah hampir pulang ke sorga dengan membawa berita yang memalukan, ketiak ia menemukan sekelompok gembala yang sedang menjaga ternak mereka pada malam hari, dan ketika mereka memandang ke langit yang penuh dengan bintang, sambal merenungkan nubuatan kedatangan mesias ke bumi, dan merindukan kedatangan Penebus dunia. Mereka inilah suatu kumpulan orang yang bersedia menerima kabar dari sorga itu. Maka tiba-tiba malaikat Tuhan muncul, memaklumkan kabar baik mengenai kesukaan besar …

    Oh, betapa suatu pelajaran yang indah cerita Betlehem yang ajaib ini! Betapa hal ini menegur ketidakpercayaan kita, kesombongan kita dan kesenangan diri. Betapa hal ini memberikan kita amaran supaya berjaga-jaga, jangan dengan pelbagai kejahatan kita, sehingga kitapun gagal mengerti akan tanda-tanda zaman, dan dengan demikian tidak mengetahui hari kedatangan Tuhan kita.


Saturday, July 11, 2020

KEDATANGAN YESUS YANG PERTAMA

Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya,…untuk menebus mereka, yang takluk kepada hokum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Galatia 4:4,5.

    Kedatangan Juruselamat telah dinubuatkan di Eden. Ketika Adam dan Hawa pertama kali mendengar perjanjian itu, mereka mengharap supaya hal itu segera digenapi. Dengan penuh kegembiraan mereka menyambut anak laki-laki mereka yang lahir pertama, dengan pengharapan bahwa dialah yang akan menjadi sang Pelepas. Tetapi kegenapan perjanjian itu lambat terjadi. Mereka yang eprtama menerima perjanjian itu meninggal dunia tanpa melihat kegenapannya. Dari zaman Henokh perjanjian itu diulang-ulang melalui para nabi dan bapa, menghidupkan terus pengharapan akan kedatangan-Nya, namun Ia belum juga dating. Nubuatan Daniel mengungkapkan waktu kedatangan-Nya, tetapi tidak langsung menafsirkan pekabaran itu. Abad demi abad berlalu; suara para nabi bungkam. Tangan si penindas berat terhadap Israel, dan banyak yang telah siap berseru, “Sudah lama berselang, tetapi satu penglihatanpun tak jadi.” Yehezkiel 12:22.

    Akan tetapi seperti bintang-bintang pada perjalanan keliling di lorong-lorong mereka yang telah ditetapkan, ternyata maksud Allah tidak terburu-buru dan tidak terlambat. Melalui lambang kegelapan besar dan daput api yang berasap, Allah telah menyatakan kepada Ibrahim perhambaan Israel di Mesir, dan telah memaklumkan bahwa waktu mereka menumpang di negri orang akan berlangsung empat ratus tahun. “Sesudah itu”, kata-Nya, “mereka akan keluar dengan membawa harta benda yang banyak.” Kejadian 15:14. Menentang perkataan itu, seluruh perlawanan kuasa kerajaan Firaun yang sombong itu sia-sia adanya. Pada “hari itu juga” sesuai dengan janji ilahi, “keluarlah segala pasukan Tuhan dari tanah mesir.” Keluaran 12:41. Jadi dalam rapat di sorga saat kedatangan Yesus telah ditetapkan. Ketika lonceng besar waktu menunjuk saat itu, lahirlah Yesus di Betlehem.

    “Setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya.” Tindakan Yang Mahakuasa telah mengendalikan pergerakan bangsa-bangsa, dan meningkatnya dorongan hati dan pengaruh umat manusia, sampai dunia sudah masak untuk kedatangan sang Pelepas…

    Kemudian datanglah Yesus untuk memulihkan manusia kepada citra Khaliknya. Tidak ada selain Kristus yang dapat memperbaharui tabiat yang telah dirusak oleh dosa. Ia dating untukmengusir setan yang mengendalikan kemauan. Ia dating untuk mengangkat kita dari debu, untuk membentuk kembali tabiat yang rusak menjadi seperti pola tabiat ilahi-Nya, dan menjadikannya indah dengan kemuliaan-Nya sendiri. 1


Sumber : Buku Maranatha Tuhan Datang, hal. 9