Wednesday, March 21, 2018

Renungan Pagi 22 Maret 2018

Renungan Pagi “POTRET KASIH ALLAH”
22 Maret 2018

Hari Perhitungan bagi Salomo

“Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel”. (1 Raja-raja 11:9)

Tahun demi tahun, dasawarsa demi dasawarsa, Raja Salomo menikmati kehidupan yang baik. Para pecinta kebijaksanaan dari pelbagai negeri menghormatinya. Bait Allah yang dibangunnya membuat banyak orang terpesona. Istana tempat tinggalnya dibangun dari bahan-bahan yang langka. Singgasananya terbuat dari gading besar yang dilapisi emas. Mejanya dipenuhi makanan lezat. Kekayaan pribadinya membuat orang menelan ludah. Nafsu berahinyapun terpuaskan, berkat 1.000 orang kekasihnya. Kuda perangnya berjumlah 12.000 ekor. Armada niaganya (nampaknya Salomo mempunyai dua armada) mengunjungi pelabuhan-pelabuhan di negeri yang jauh dan pulang dengan barang-barang dan hewan yang eksotis. Dalam “hikmat” yang dia miliki, ia menjadi orang yang sangat liberal sehingga ia tidak cukup hanya menyembah TUHAN, tapi juga menyembah Asytoret, Kamos, dan Milkom.

“Raja Salomo melebihi semua raja di bumi dalam hal kekayaan dan hikmat” (1 Raj. 10.23). Orang-orang yang “memiliki segalanya” seringkali lupa kepada siapa ia harus bertanggung jawab. Kepemilikan yang berlebih amat sering membimbing pada hilangnya akal sehat dan kebaikan. Orang-orang seperti itu menjadi hukum bagi dirinya sendiri, melupakan segala larangan, kesucian dan kesalehan. Mereka—termasuk Salomo—kehilangan pijakan pada kenyataan, dan melupakan kebenaran sederhana bahwa “Tuhan itu Maha adil” (William Sloane Coffin, Credo,hlm.51). Allah tidak pernah melupakan kenyataan itu. Ia memberitahu raja yang takabur ini, “Oleh karena begitu kelakuanmu…Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu” (1 Raj.11:11).

Kemudian “TUHAN membangkitan seorang lawan Salomo, yakni Hadad” (ay.14). Dan juga, “Allah membangkitkan pula seorang lawan Salomo, yakni Rezon…Dialah yang menjadi lawan Israel sepanjang umur Salomo” (Ay.23-25). Tiga kali dalam tiga ayat Alkitab ini penulis merujuk pada Iblis (diterjemahkan sebagai “lawan” atau “malapetaka”) yang dibiarkan oleh Allah untuk menentang Salomo.

Akhirnya, Allah memberitahu Yerobeam, salah seorang pejabat tinggi di pemeritahan Salomo, bahwa ia akan memerintah suku Israel di Utara, dan Rehabeam, anak Salomo, hanya memerintah suku-suku Yehuda.

Ini adalah akhir yang tragis bagi seorang raja yang telah menunjukkan kerendahan hati dan kesetiaan di masa awal pemerintahannya.

Tuesday, March 20, 2018

Renungan Pagi 21 Maret 2018


Renungan Pagi “POTRET KASIH ALLAH”
21 Maret 2018

Kelebihan Salomo

“Raja Salomo melebihi semua raja dibumi dalam hal kekayaan dan hikmat” (1 Raja-raja 10:23)

Salomo memiliki hikmat yang melegenda. Bukan hanya ratu Syeba yang datang untuk membuktikan ketenarannya, tetapi “Seluruh bumi berikhtiar…menyaksikan hikmat yang telah ditaruh Allah di dalam hatinya” (1 Raj.10:24).

Ketenaran Salomo bukan hanya karena kebijaksanaannya. Ia memiliki kekayaan yang luar biasa, bergelimang kemewahan sehingga minumnya pun dari cawan emas. Emas menjadi hal yang biasa di Yerusalem, karena “perak…sama seperti batu” (ay.27). dalam satu tahun emas yang dimiliki Salomo bertambah 666 talenta (ay.14). tergantung dari berapa berat satu talenta, yang kadang bervariasi, jumlah tersebut kurang lebih antara 30 hingga 85 ton emas (Berit Olam; 1 Kings, hlm.129).

Belum lagi kuda dan kavaleri di dalam perbendaharaannya, dicatat bahwa Salomo memiliki “seribu empat ratus kereta dan dua belas ribu orang berkuda” (ay.26). kuda-kuda itu didatangkan dari negara-negara lain, karena di Kanaan tidak terdapat kuda.

Selain itu, Salomo juga tercatat memiliki koleksi tempat kediaman gundik terbesar dalam sejarah—“tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik” (1 Raj.11:3) Seolah-olah 700 istri tak bisa memuaskannya, ia mengumpulkan juga 300 gundik bagi dirinya sendiri.

Banyak dari wanita-wanita itu diambil dari bangsa-bangsa penyembah berhala. Dan Salomo menyediakan keperluan ibadah mereka, membangun kuil-kuil bagi dewa-dewa suku Moab dan Amori. Tapi di samping istri-sitrinya menyembah dewa-dewa berhala, Salomo pun “sujud menyembah kepada Asytoret, dewi orang Sidon, kepada Kamos, allah orang Moab dan kepada Milkom, allah bani Amon” (ay.33).

Jika ditelaah, maka Salomo telah memenuhi apa yang dilarang dalam kitab Ulangan 17:16, 17: “Janganlah ia memelihara banyak kuda… janganlah ia mempunyai banyak istri…emas dan perakpun janganlah ia kumpulkan terlalu banyak.”

Tentu saja tidak ada yang salah dengan menunggang kuda, menikahi seorang wanita, dan memiliki emas. Namun memiliki secara berlebihan hal-hal tersebut dapat menjadi jerat bahkan bagi seorang seperti Salomo yang setia…pada awalnya. Segala sesuatu yang berlebihan dapat mengakibatkan keruntuhan moral. Orang-orang yang taat, rendah-hati, dapat berubah menjadi kebalikannya di saat mereka memiliki sesuatu terlalu banyak. “Perbedaan antara yang terbaik dan yang terburuk hanya setipis sehelai rambut.” (William Sloane Coffin, Credo, hlm.53).

Monday, March 19, 2018

Renungan Pagi 20 Maret 2018


Renungan Pagi “POTRET KASIH ALLAH”
20 Maret 2018

Proyek Pembangunan Salomo

“Setelah lewat dua puluh tahun selesailah Salomo mendirikan kedua rumah itu, yakni rumah TUHAN dan istana raja” (1 Raja-raja 9:10).

Di antara banyak pembangunan yang dilakukan Salomo, ada Bait Allah dan istana raja. Keduanya memakan waktu 20 tahun, hamper separuh masa pemerintahannya.

Bait Allah memiliki tiga lantai itu dibangun selama tujuh tahun. Bangunan itu sendiri (dengan asumsi satuan panjangnya adalah +52 cm menurut The Seventh-day Adventist Bible Commentary) memiliki panjang +34 meter, lebar +11 meter, dan tingginya +17 meter. Menurut Mordechai Cogan, perluasan Bait Allah ini mencapai “tiga kali luas ibu kota kerajaan” (Anchor Bible,, 1 Kings, hlm.251).

Disamping biaya-biaya lainnya, Salomo membayar Hiram, raja Tirus, 20.000 kor gandum dan 20 kor minyak zaitun murni setiap tahunnya (1 Raj.5:11). Para ahli waris tidak tahu berapa banyak 1 kor dalam ukuran modern, tetapi Jerome T. Walsh memperkirakan bahwa Salomo setiap tahunnya mengirim “kepada Hiram antara 2.500 hingga 6.000 ton gandum ditambah minyak zaitun murni antara 3.000 hingga 7.500 liter banyaknya “ (Berit Olam: 1 Kings, hlm.98).

Setelah Bait Allah itu selesai, butuh 13 tahun lagi bagi Salomo untuk mendirikan istananya, dua kali lipat waktu yang dibutuhkan untuk membangun bait Allah. (Ia juga membangun gedung untuk wanita-wanita Mesir yang disuntingnya, dan sebuah apartemen untuk istri-istrinya yang lain.) “Istana Hutan Libanon” ini empat kali lebih luas daripada bait Allah.

Salomo Nampak seperti memberi teladan dengan membangun bait Allah lebih dulu daripada membangun istananya. Namun melihat lamanya pembangunan dan luasnya istana yang dibangunnya membuat orang berpikir ulang tentang apa prioritas Salomo sebenarnya, terlebih lagi karena kemegahan istananya jauh melebihi bait Allah.

Manakah yang lebih besar—rumahku atau gerejaku? Manakah yang lebih penuh dengan perabotan—rumahmu atau gerejamu? Banyak orang Kristen yang berpendapat bahwa kita tak perlu membuang-buang uang untuk membangun gedung gereja yang besar, karena Yesus akan datang tak lama lagi. Tetapi bagaimanakah dengan rumah besar mereka dan yang lainnya—mobil, kapal pesiar, dll? Saya sering melihat bangunan-bangunan gereja yang bobrok, bagaimanakah dengan Anda? Jika rumah-rumah kita lebih mewah ketimbang gereja-gereja kita, apakah kita benar-benar mencari lebih dahulu kerajaan Allah?

28 Dasar Kepercayaan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh

1. Kitab Suci
Kitab Suci yang terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, adalah Firman Allah yang tertulis, yang diberikan oleh inspirasi llahi melalui orang-orang kudus Allah yang bericara dan menulis karena mereka digerakkan oleh Roh Kudus. Dalam Firman tertulis ini, Allah telah memberikan kepada manusia pengetahuan yang perlu untuk keselamatan. Kitab Suci adalah pemyataan tentang kehendak Allah yang tidak mungkin salah. Itu merupakan ukuran tabiat, ujian pengalaman, pengungkap doktrin yang sah, dan catatan yang terpercaya perihal tindakan-tindakan Allah dalam sejarah. (2 Ptr. 1:20,21; 2 Tim. 3:16,17; Mzm. 119:105; Ams. 30:5,6; Yes. 8:20; Yoh. 17:17; 1 Tes. 2:13; Ibr. 4:12.)


2. Trinitas
Ada satu Allah: Bapa, Anak, dan Roh Kudus, suatu kesatuan dari tiga Pribadi yang kekal. Allah itu abadi, Mahakuasa, Mahatahu, lebih dari segalanya, dan hadir di mana-mana. Allah itu tidak terbatas dan lebih dari pemahaman manusia, namun dikenal melalui penyataan diriNya. Dia itu layak disembah, dipuja dan dilayani selama-lamanya oleh segenap ciptaan. (Ul. 6:4; Mat.28:19; 2 Kor. 13:14; Ef. 4:4-6; 1 Ptr.1:2; 1 Tim. 1:17; Why. 14:7.)


3. Bapa
Allah Bapa yang kekal adalah Pencipta, Sumber, Pemelihara, dan Raja yang berkuasa atas segala ciptaan. Dia itu benar dan suci, penuh kemurahan dan rahmat, sabar, dan belimpah kasih dan kesetiaan. Sifat-sifat serta kuasa yang ditunjukkan dalam Anak dan Roh Kudus adalah juga menggambarkan Bapa. (Kej. 1:l; Why. 4:11; 1 Kor. 15:28; Yoh. 3:16; 1 Yoh. 4:8; 1 Tim. 1:17; Kel. 34:6, 7; Yoh. 14:9.)


4. Anak
Allah Anak yang kekal menjelma di dalam Yesus Kristus. Melalui Dialah segala sesuatu diciptakan, karakter Allah dinyatakan, keselamatan umat manusia dilaksanakan, dan dunia dihakimi. Allah yang kekal telah menjadi manusia sesungguhnya, Yesus Kristus. la dikandung dari Roh Kudus dan lahir dari perawan Maria. la hidup dan mengalami pencobaan sebagai seorang manusia, tetapi dengan sempuma menunjukkan kebenaran dan kasih Allah. Oleh mukjizat-mukjizat-Nya la menunjukkan kuasa Allah dan terbukti sebagai Mesias yang dijanjikan oleh Allah. La menderita dan mati secara sukarela di salib menggantikan kita dan demi dosa-dosa kita, bangkit dari kematian, dan naik kesurga untuk melayani di bait suci surga untuk kita. la akan datang kembali dalam kemuliaan untuk kelepasan kekal umat-Nya dan untuk memulihkan segala sesuatu. (Yoh. 1:1-3, 14; Kol. 1:15-19; Yoh. 10:30; 14:9; Rm. 6:23; 2 Kor. 5:17-19; Yoh. 5:22; Luk. 1:35; Flp. 2:5-11; Ibr. 2:9-18; 1 Kor. 15:3, 4; Ibr. 8:1, 2; Yoh. 14:1-3.)


5. Roh Kudus
Allah Roh yang kekal telah aktif bersama dengan Bapa dan Anak pada saat penciptaan, penjelmaan, dan penebusan, la mengilhami para penulis Alkitab. la memenuhi kehidupan Kristus dengan kuasa. la menarik dan meyakinkan manusia, dan barang siapa yang menyambut-Nya dibarui dan diubahkan menjadi peta Allah. Diutus oleh Bapa dan Anak untuk menyertai anak-anak-Nya selamanya, la memberikan karunia rohani kepada gereja, menyanggupkan gereja bersaksi untuk Kristus, dan memimpin gereja kedalam seluruh kebenaran sesuai dengan Alkitab. (Kej. 1:1, 2; Luk. 1:35; 4:18; Kisah 10:38; 2 Ptr. 1:21; 2 Kor. 3:18; Ef. 4:11,12; Kisah 1:8; Yoh. 14:16-18, 26; 15:26, 27; 16:7-13.)


6. Penciptaan
Allah adalah Pencipta segala-galanya, dan telah menyatakan dalam Alkitab cerita yang asli tentang perbuatan penciptaan-Nya. Dalam enam hari Tuhan menjadikan “langit dan bumi" dan semua makhluk hidup di atas dunia, dan berhenti pada hari ketujuh dalam minggu pertama itu. Dengan demikian la mendirikan Sabat sebagai tanda peringatan kekal terhadap selesainya pekejaan penciptaan-Nya. Manusia laki-laki dan perempuan pertama yang dijadikan sesuai dengan peta Allah sebagai mahkota Penciptaan, mendapatkan kekuasaan atas seluruh dunia, dan mendapatkan tanggung jawab untuk memeliharanya. Ketika dunia telah selesai diciptakan itu "sangat baik," menyatakan kemuliaan Allah. (Kej. 1; 2; Kel. 20:8-11; Mzm. 19:1-6; 33:6, 9; 104; Ibr. 11:3.)


7. Keadaan Manusia
Manusia telah diciptakan menurut peta Allah dan memiliki sifat kepribadian, kuasa dan kebebasan berpikir dan berbuat. Walaupun diciptakan sebagai makhluk yang merdeka, masing-masing adalah kesatuan tubuh, pikiran, dan roh yang tidak terpisahkan, napas hidup dan segalanya bergantung pada Allah. Ketika nenek moyang kita yang pertama tidak setia pada Allah, mereka menyangkal ketergantungan mereka kepada-Nva dan jatuh dari posisi mereka yang tinggi di bawah Allah. Peta Allah dalam diri mereka rusak dan mereka akan mati. Keturunan mereka juga mewarisi sifat yang telah jatuh itu dan segala akibatnya. Mereka dilahirkan dengan kelemahan dan kecenderungan untuk berbuat dosa. Tetapi Allah dalam Kristus mendamaikan dunia kepada Diri-Nya sendiri dan oleh Roh Kudus memulihkan peta Pencipta dalam diri orang berdosa yang menyesal. Diciptakan untuk kemuliaan Allah, mereka dipanggil untuk mengasihi Dia dan sesama, dan memelihara lingkungan mereka. (Kej. 1:26-28; 27; Mzm. 8:4-8; Kisah 17:24-28; Kej. 3; Mzm. 51:5; Rm. 5:12-17; 2 Kor. 5:19, 20; Mzm. 51:10; 1 Yoh. 4:7, 8, 11, 20; Kej. 2:15.)


8. Pertentangan Besar
Seluruh umat manusia sekarang ini terlibat dalam suatu pertentangan besar antara Kristus dan Setan mengenai karakter Allah, hukumNya, dan kekuasaan-Nya atas alam semesta. Konflik tersebut telah dimulaikan di surga ketika salah satu makhluk ciptaan, yang mendapatkan kebebasan memilih, dalam kesombongannya telah menjadi Setan, musuh Allah, dan memimpin sebagian malaikat untuk memberontak. la memperkenalkan roh pemberontakan kepada dunia ini ketika ia menuntun Adam dan Hawa untuk berbuat dosa. Dosa manusia ini mengakibatkan rusaknya peta Allah dalam diri umat manusia, kacaunya dunia yang telah diciptakan, dan pada akhimya mengakibatkan kehancuran dunia pada saat air bah melanda seluruh dunia. Seluruh ciptaan menonton dunia ini menjadi arena konflik semesta, di mana kasih Allah pada akhirnya akan terbukti benar. Untuk mendampingi umat-Nya di dalam pertentangan tersebut, Kristus mengutus Roh Kudus dan malaikat-malaikat yang setia untuk menuntun, melindungi, dan memelihara mereka di jalan keselamatan. (Why. 12:4-9; Yes. 14:12-14; Yeh. 28:12-18; Kej. 3; Rm. 1:19-32; 5:12-21; 8:19-22; Kej. 6-8; 2 Ptr 3:6; 1 Kor. 4:9; Ibr. 1:14.)


9. Kehidupan, Kematian, dan Kebangkitan Kristus
Di dalam kehidupan penurutan Kristus yang sempuma terhadap kehendak Allah, penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya. Allah menyediakan satu-satunya sarana penebusan atas dosa umat manusia, agar mereka yang menerima penebusan ini oleh iman boleh mendapatkan hidup yang kekal, dan keseluruhan ciptaan boleh memahami dengan lebih baik akan kesucian dan ketidakterbatasan kasih Pencipta. Penebusan yang sempuma ini membuktikan kebenaran hukum Allah dan keagungan tabiat-Nya; karena penebusan itu menyalahkan dosa kita dan memberikan pengampunan bagi kita. Kematian Kristus itu mengganti dan menebus, mendamaikan dan mengubahkan. Kebangkitan Kristus menyatakan kemenangan Allah atas kuasa kejahatan, dan bagi mereka yang menerima penebusan maka kemenangan mereka atas dosa dan kematian menjadi pasti. Penebusan itu menyatakan Ketuhanan Yesus Kristus, di mana di hadapan-Nya semua lutut di surga dan di bumi akan bertekuk menyembah. (Yoh. 3:16; Yes. 53; 1 Ptr. 2:21, 22; 1 Kor. 15:3, 4, 20-22; 2 Kor. 5:14, 15, 19-21; Rm. 1:4; 3:25; 4:25; 8:3, 4; 1 Yoh. 2:2; 4:10; Kol. 2:15; Flp. 2:6-11.)


10. Pengalaman Keselamatan
Dalam kemurahan dan kasih yang tidak terbatas Allah telah membuat Kristus, yang tidak mengenal dosa, menjadi dosa untuk kita, supaya di dalam Dia kita dapat dijadikan kebenaran Allah. Dengan dipimpin oleh Roh Kudus kita merasakan kebutuhan kita mengakui keadaan kita yang berdosa, bertobat dari pelanggaran-pelanggaran kita, dan menghidupkan iman pada Yesus sebagai Tuhan dan Kristus, sebagai Pengganti dan Teladan. Iman yang menerima keselamatan ini berasal dari kuasa Firman Allah dan merupakan karunia dari rahmat Allah. Melalui Kristus kita dibenarkan, diangkat sebagai putra dan putri Allah, dan dilepaskan dari kekuasaan dosa. Melalui Roh Kudus kita dilahirkan kembali dan disucikan; Roh memperbaruii pikiran kita, menuliskan hukum Allah yaitu kasih di dalam hati kita, dan kita memperoleh kuasa untuk menghidupkan suatu kehidupan yang suci. Dengan tinggal dalam Dia kita mengambil bagian dalam sifat Ilahi dan memiliki kepastian keselamatan sekarang dan pada saat penghakiman. (2 Kor. 5:17-21; Yoh. 3:16; Gal. 1:4; 4:4-7; Titus 3:3-7; Yoh. 16:8; Gal. 3:13, 14; 1 Ptr. 2:21, 22; Rm. 10:17; Luk. 17:5; Mrk. 9:23 ,24; Ef. 2:5-10; Rm. 3:21-26; Kol. 1:13, 14; Rm. 8:14-17; Gal. 3:26; Yoh. 3:3-8; 1 Ptr. 1:23; Rm. 12:2; Ibr. 8:7-12; Yeh. 36:25-27; 2 Ptr. 1:3, 4; Rm. 8:1-4; 5:6-10.)


11. Bertumbuh di Dalam Kristus
Oleh kematian-Nya di salib Yesus mengalahkan kuasa kejahatan. la yang menaklukkan roh-roh iblis selama pelayanan-Nya di dunia telah menghancurkan kuasa mereka dan memastikan kebinasaan mereka yang kekal. Kemenangan Yesus memberikan kepada kita kemenangan atas kuasa-kuasa kejahatan yang masih terus berusaha untuk mengendalikan kita, sementara kita berjalan bersama Dia dalam damai, sukacita, dan jaminan kasih-Nya. Sekarang Roh Kudus tinggal dalam kita dan memberi kita kuasa. Oleh berserah secara terus menerus kepada Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan kita, kita dibebaskan dari beban perbuatan kita di masa lalu. Kita tidak lagi hidup di dalam kegelapan, takut tehadap kuasa-kuasa kejahatan, kebodohan, dan kesia-siaan jalan hidup kita dahulu. Dalam kebebasan baru dalam Yesus ini, kita dipanggil untuk bertumbuh menjadi serupa dengan tabiat-Nya, bersekutu dengan Dia setiap hari dalam doa, makan dari Firman Allah, merenungkan firman dan pemeliharaan-Nya, menyanyikan lagu-lagu pujian bagi-Nya, berkumpul bersama untuk berbakti, dan ikut serta dalam misi gereja. Sementara kita merelakan diri kita dalam kasih pelayanan kepada orang-orang di sekitar kita dan bersaksi tentang keselamatan yang dari pada-Nya, maka kehadiran-Nya yang tetap bersama kita melalui Roh Kudus akan mengubah setiap saat dan setiap tugas menjadi suatu pengalaman rohani. (Mzm. 1:1, 2; 23:4; 77:11, 12; Kol. 1:13, 14; 2:6, 14, 15; Luk. 10:17-20; Ef. 5:19, 20; 6:12-18; 1 Tes. 5:23; 2 Ptr. 2:9; 3:18; 2 Kor. 3:17, 18; Flp. 3:7-14; 1 Tes. 5:16-18; Mat. 20:25-28; Yoh. 20:21; Gal. 5:22-25; Rm. 8:38, 39; 1 Yoh. 4:4; Ibr. 10:25.)


12. Gereja
Gereja adalah persekutuan orang-orang percaya yang mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Sebagaimana umat Allah di masa Pejanjian Lama, kita dipanggil keluar dari dunia; dan kita berkumpul untuk berbakti, untuk bersekutu, untuk mendapatkan petunjuk Firman, untuk merayakan Perjamuan Tuhan, untuk pelayanan kepada seluruh umat manusia, dan untuk pengabaran injil keseluruh dunia. Gereja memperoleh wewenangnya dari Kristus, yang adalah Firman yang menjelma, dan dari Kitab Suci, yang merupakan Firman tertulis. Gereja adalah keluarga Allah; karena diangkat-Nya sebagai anak, maka anggota-anggotanya hidup berdasarkan perjanjian baru. Gereja adalah tubuh Kristus, suatu masyarakat iman yang Kristus sendiri merupakan Kepalanya. Gereja adalah pengantin yang baginya Kristus mati agar la dapat menguduskan dan menyucikannya. Pada saat la datang dalam kemuliaan, la akan mempersembahkannya sebagai sebuah gereja yang mulia bagi diri-Nya sendiri, orang-orang setia dari segala zaman, yang telah dibeli dengan darah-Nya, suci dan tanpa cacat, noda atau kerut. (Kej. 12:3; Kisah 7:38; Ef. 4:11-15; 3:8-11; Mat. 28:19, 20; 16:13-20; 18:18; Ef. 2:19-22; 1:22, 23; 5:23-27; Kol. 1:17, 18).


13. Gereja yang Sisa dan Misinya
Gereja universal merupakan gabungan dari semua yang sungguh-sungguh percaya pada Kristus, tetapi di hari-hari terakhir, yaitu saat kemurtadan besar, suatu umat telah dipanggil keluar untuk menuruti hukum-hukum Allah dan iman akan Yesus. Umat sisa ini memaklumkan datangnya saat penghakiman, mengabarkan keselamatan melalui Kristus, dan menyerukan dekatnya kedatangan Yesus kedua kali. Pekabaran ini dilambangkan oleh tiga malaikat di Wahyu 14; pekabaran itu bertepatan dengan pekerjaan penghakiman di surga dan menghasilkan terjadinya pertobatan dan reformasi di dunia. Semua orang percaya dipanggil untuk ambil bagian secara pribadi dalam kesaksian ke seluruh dunia ini. (Why. 12:17; 14:6-12; 18:1-4; 2 Kor. 5:10; Yud. 3, 14; 1 Ptr. 1:16-19; 2 Ptr. 3:10-14; Why. 21:1-14).


14. Kesatuan dalam Tubuh Kristus
Gereja adalah satu tubuh dengan banyak anggota, yang dipanggil dari semua bangsa, suku, bahasa, dan kaum. Dalam Kristus kita adalah ciptaan baru; perbedaan ras, budaya, pendidikan, dan kebangsaan, serta perbedaan-perbedaan antara yang tinggi dan rendah, kaya dan miskin, laki-laki dan perempuan, tidak boleh memecah belah kita. Kita semua sama di dalam Kristus, yang oleh satu Roh telah mengikat kita menjadi satu persekutuan dengan Dia dan dengan satu sama lain; kita harus melayani dan dilayani tanpa membeda-bedakan atau memiiih muka. Melalui ilham Yesus Kristus di dalam Alkitab kita memiliki iman dan pengharapan yang sama, dan membagikan kesaksian yang sama kepada semua orang. Kesatuan ini sumbemya adalah kesatuan dari Allah Tritunggal, yang telah mengangkat kita sebagai anak-anak-Nya. (Rm. 12:4, 5; 1 Kor. 12:12-14; Mat. 28:19, 20; Mzm. 133:1; 2 Kor. 5:16, 17; Kisah 17:26, 27; Gal. 3:27, 29; Kol. 3:10-15; Ef. 4:14-16; 4:1-6; Yoh. 17:20-23).


15. Baptisan
Oleh baptisan kita mengakui iman kita pada kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, dan bersaksi tentang kematian kita terhadap dosa dan tujuan kita untuk berjalan dalam kehidupan yang baru. Demikianlah kita mengakui Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat, menjadi umat-Nya, dan diterima sebagai anggota gereja-Nya. Baptisan adalah lambang persekutuan kita dengan Kristus, pengampunan dosa-dosa kita, dan penerimaan kita akan Roh Kudus. Baptisan itu dilakukan dengan cara diselamkan kedalam air dan merupakan suatu penegasan iman di dalam Yesus dan bukti pertobatan dari dosa. Itu mengikuti petunjuk yang terdapat dalam Kitab Suci dan penerimaan akan ajaran-ajarannya. (Rm. 6:1-6; Kol. 2:12, 13; Kisah 16:30-33; 22:16; 2:38; Mat. 28:19, 20.)


16. Perjamuan Kudus
Perjamuan Kudus merupakan keikutsertaan dalam lambang tubuh dan darah Yesus sebagai suatu ungkapan iman kepada-Nya, sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Dalam pengalaman komuni ini Kristus hadir untuk bertemu dan menguatkan umat-Nya. Pada saat kita ambil bagian, kita dengan sukacita mengabarkan kematian Tuhan sampai la datang lagi. Persiapan perjamuan itu meliputi pemeriksaan diri, pertobatan, dan pengakuan. Tuhan mengesahkan upacara pembasuhan kaki yang menandakan pembersihan kembali, mengungkapkan suatu kesediaan untuk melayani satu sama lain dengan rendah hati seperti Kristus, dan mempersatukan hati kita dalam kasih. Upacara perjamuan terbuka bagi semua orang Kristen yang percaya. (1 Kor. 10:16, 17; 11:23-30; Mat. 26:17-30; Why. 3:20; Yoh. 6:48-63; 13:1-17).


17. Karunia Rohani dan Pelayanan
Allah mencurahkan ke atas semua anggota gereja-Nya dalam setiap zaman karunia-karunia rohani yang harus digunakan oleh setiap anggota dalam pelayanan kasih untuk kebaikan bersama jemaat dan umat manusia. Diberikan oleh Roh Kudus yang dengan adil membagi kepada setiap anggota sesuai kehendak-Nya, karunia-karunia itu memberikan segala kesanggupan dan pelayanan yang dibutuhkan oleh gereja untuk melaksanakan fungsi-fungsinya sebagaimana yang ditentukan oleh Tuhan. Menurut Alkitab, karunia-karunia ini mencakup pelayanan-pelayanan seperti iman, penyembuhan, bernubuat, menginjil, mengajar, administrasi, mendamaikan, belas kasihan, dan pelayanan pengorbanan dan kemurahan hati untuk menolong dan menguatkan orang lain. Sebagian anggota dipanggil oleh Allah dan dipakai oleh Roh untuk tugas-tugas yang diakui oleh gereja seperti tugas-tugas penggembalaan, evangelisasi, kerasulan, dan pelayanan mengajar khususnya dibutuhkan untuk memperlengkapi anggota-anggota bagi pelayanan, untuk membangun jemaat kepada kedewasaan rohani, dan mendorong kesatuan iman dan pengetahuan akan Allah. Bila anggota-anggota menggunakan karunia-karunia yang bermacam-macam ini sebagai penatalayanan Allah yang setia, gereja terlindung dari pengaruh-pengaruh merusak yang ditimbulkan oleh doktrin-doktrin palsu, bertumbuh dengan suatu pertumbuhan yang berasal dari Allah, dan dibangun dalam iman dan kasih (Rm. 12:4-8; 1 Kor. 12:9-11, 27, 28; Ef. 4:8, 11-16; Kisah 6:1-7; 1 Tim. 3:1-13; 1 Ptr. 4:10, 11).


18. Karunia Nubuat
Salah satu karunia Roh Kudus ialah karunia bernubuat. Karunia ini menjadi suatu tanda pengenal gereja yang sisa dan ditunjukkan dalam pelayanan Ellen G. White. Sebagai utusan Tuhan, tulisan-tulisannya merupakan sumber kebenaran yang terus-menerus dan berwenang yang memberikan penghiburan, bimbingan, nasihat, dan perbaikan kepada gereja. Tulisan-tulisan tersebut juga menjelaskan bahwa Alkitab merupakan standar oleh mana semua pengajaran dan pengalaman harus diuji. (Yoel 2:28, 29; Kisah 2:14-21; Ibr. 1:1-3; Why. 12:17; 19:10)


19. Hukum Allah
Prinsip-prinsip besar hukum Allah diwujudkan dalam Sepuluh Perintah dan ditunjukkan dalam kehidupan Kristus. Hukum-hukum itu menyatakan kasih, kehendak, dan maksud Allah perihal perilaku dan hubungan manusia dan mengikat semua orang di setiap zaman. Aturan ini merupakan dasar perjanjian Allah dengan umat-Nya dan standar penghakiman Allah. Melalui agen Roh Kudus hukum itu menunjuk dosa dan menimbulkan suatu perasaan membutuhkan seorang Juruselamat. Keselamatan sepenuhnya berasal dari kasih karunia dan bukan oleh usaha, tetapi buahnya adalah penurutan kepada hukum-hukum Allah. Penurutan ini memperkembang karakter Kristen dan menghasilkan suatu perasaan sejahtera. Itu merupakan bukti kasih kita kepada Tuhan dan kepedulian kita kepada sesama. Penurutan iman menunjukkan kuasa Kristus yang mengubahkan kehdupan, dan dengan demikian menguatkan kesaksian orang Kristen. (Kel. 20:1-17; Maz. 40:7,8; Mat. 22:36-40; Ul. 28:1-14; Mat. 5:17-20; Ibr. 8:8-10; Yoh. 15:7-10; Ef. 2:8-10; 1 Yoh. 5:3; Rm. 8:3, 4; Mzm. 19:7-14).


20. Sabat
Pencipta yang berkemurahan, setelah enam hari Penciptaan, berhenti pada hari ketujuh dan mendirikan Sabat untuk semua orang sebagai suatu peringatan Penciptaan. Hukum keempat dari hukum Allah yang tidak terubahkan itu menuntut pengudusan Sabat hari ketujuh ilu sebagai suatu hari perhentian, perbaktian, dan pelayanan yang sesuai dengan ajaran dan kebiasaan Yesus, Tuhan atas hari Sabat. Sabat adalah suatu hari persekutuan yang sangat menyenangkan dengan Allah dan dengan sesama. Itu merupakan suatu lambang penebusan kita di dalam Kristus, suatu lambang pengudusan kita, tanda kesetiaan kita, dan merupakan suatu pendahuluan terhadap masa depan kita yang kekal di dalam kerajaan Allah. Sabat adalah tanda yang terus-menerus dari pejanjian kekal-Nya antara Dia dan umat-Nya. Dengan sukacita menguduskan hari yang suci ini dari petang hingga petang berikutnya, dan masuk matahari hingga masuk matahari, merupakan suatu perayaan dari perbuatan penciptaan dan penebusan Allah. (Kej. 2:1-3; Kel. 20:8-11; Luk. 4:16; Yes. 56:5, 6; 58:13, 14; Mat. 12:1-12; Kel. 31:13-17; Yeh. 20:12, 20; Ul. 5:12-15; Ibr. 4:1-11; Im. 23:32; Markus 1:32).


21. Penatalayanan
Kita adalah penatalayan Allah, yang la percayakan dengan waktu dan kesempatan, kesanggupan dan harta milik, dan berkat-berkat dunia dan segala kekayaannya. Kita bertanggung jawab kepada-Nya untuk penggunaan yang tepat akan berkat-berkat itu. Kita mengakui kepemilikan Allah oleh pelayanan yang setia kepada-Nya dan kepada sesama kita manusia, dan oleh mengembalikan persepuluhan dan memberikan persembahan untuk pengabaran lnjil-Nya dan menjadi sokongan dan pertumbuhan gereja-Nya. Penatalayanan adalah suatu kesempatan istimewa yang diberikan oleh Allah bagi kita untuk memelihara kasih dan kemenangan atas cinta diri dan ketamakan. Penatalayan bersukacita dalam berkat-berkat yang datang kepada orang-orang lain sebagai hasil dari kesetiaannya. (Kej. 1:26-28; 2:15; 1 Taw. 29:14; Hag. 1:3-11; Mal. 3:8-12; 1 Kor. 9:9-14; Mat. 23:23; 2 Kor. 8:1-15; Rm. 15:26, 27).


22. Perilaku Orang Kristen
Kita dipanggil untuk menjadi suatu umat saleh yang berpikir, merasa, dan bertindak, serasi dengan prinsip-prinsip surga. Agar Roh menciptakan kembali di dalam diri kita karakter Tuhan kita, maka kita melibatkan diri kita hanya pada hal-hal yang akan menghasilkan kemurnian yang serupa dengan Kristus, kesehatan, dan sukacita di dalam hidup kita. Ini berarti bahwa hiburan dan kesenangan kita harus sesuai dengan standar tertinggi dari selera dan keindahan Kristen. Sementara kita mengakui adanya perbedaan-perbedaan budaya, pakaian kita haruslah sederhana, sopan, dan rapi, merias orang yang memiliki kecantikan sejati tidaklah dengan menggunakan perhiasan-perhiasan lahiriah tetapi perhiasan yang tidak dapat binasa yaitu suatu roh lemah lembut dan tenang. Itu juga berarti bahwa karena tubuh kita adalah bait Roh Kudus, maka kita harus merawatnya dengan hati-hati. Selain dengan olahraga dan istirahat yang cukup, kita harus memakan makanan yang paling menyehatkan yang bisa diperoleh dan tidak memakan makanan yang haram yang dijelaskan dalam Alkitab. Karena minuman keras beralkohol, tembakau, dan penggunaan obat bius dan narkotik yang tidak bertanggung jawab merusak tubuh kita, maka kita harus juga berpantang dari semuanya itu. Malahan, kita harus menggunakan segala sesuatu yang membawa pikiran dan tubuh kita ke dalam disiplin Kristus, yang menginginkan kita sehat, gembira, dan baik. (Rm. 12:1, 2; 1 Yoh. 2:6; Ef. 5:1-21; Flp. 4:8; 2 Kor. 10:5; 6:14; 7:1; 1 Ptr. 3:1-4; 1 Kor. 6:19, 20; 10:31; Im. 11:1-47; 3 Yoh. 2).


23. Pernikahan dan Keluarga
Pernikahan didirikan oleh Tuhan di Eden dan diteguhkan oleh Yesus sebagai ikatan seumur hidup antara seorang pria dan seorang wanita dalam kebersamaan kasih. Bagi seorang Kristen suatu janji pernikahan diucapkan kepada Allah dan juga kepada pasangannya, dan hanya dapat dilakukan oleh pasangan yang seiman. Saling mencintai, menghormati, menghargai, dan bertanggung jawab merupakan unsur dari hubungan khusus ini, yang memantulkan kasih, kesucian, keintiman, dan kelanggengan hubungan antara Kristus dan gereja-Nya. Mengenai perceraian, Yesus mengajarkan bahwa orang yang menceraikan pasangannya, kecuali karena zina, dan menikah dengan orang lain, berarti melakukan perzinaan. Walaupun beberapa hubungan keluarga mungkin tidak seperti yang diharapkan, pasangan nikah yang benar-benar saling menyerahkan diri satu sama lain dalam Kristus bisa saja mencapai suatu kesatuan yang mengasihi melalui tuntunan Roh dan bimbingan gereja. Allah memberkati keluarga dan bermaksud bahwa anggota-anggotanya harus saling mendampingi satu sama lain menuju kedewasaan penuh. Orangtua harus mengajar anak-anak mereka untuk mengasihi dan menuruti Tuhan. Oleh teladan dan kata-kata, mereka harus mengajar anak-anak mereka bahwa Kristus itu pengasih yang berdisiplin, selalu lembut dan mempedulikan, yang ingin agar mereka menjadi anggota-anggota tubuh-Nya, yaitu keluarga Allah. Menjadikan keluarga lebih intim merupakan satu dari ciri-ciri Injil yang terakhir. (Kej. 2:18-25; Mat. 19:3-9; Yoh. 2:1-11; 2 Kor. 6:14; Ef. 5:21-33; Mat. 5:31,32; Markus 10:11, 12; Luk. 16:18; 1 Kor. 7:10, 11; Kel. 20:12; Ef. 6:1-4; Ul. 6:5-9; Ams. 22:6; Mal. 4:5, 6).


24. Pelayanan Kristus di Bait Suci Surga
Ada sebuah bait suci di surga, tempat ibadah sejati yang didirikan oleh Allah bukan oleh manusia. Di dalamnya Knstus melayani untuk kepentingan kita, agar orang-orang percaya mendapatkan faedah dan korban penebusan-Nya yang dipersembahkan sekali untuk semua di salib. la dilantik sebagai Imam Besar kita yang agung dan memulaikan pelayanan pengantaraan-Nya pada saat la naik ke surga. Pada tahun 1844, pada akhir periode nubuatan 2300 hari, la memasuki fase kedua dan terakhir dari pelayanan penebusan-Nya. Itu adalah pekerjaan penyelidikan penghakiman yang merupakan bagian dari keputusan akhir bagi semua dosa, ditandai dengan penyucian bait suci orang Ibrani dahulu kala pada hari Grafirat. Dalam pelayanan khusus tersebut bait suci disucikan dengan darah hewan korban, tetapi bait suci surgawi itu disucikan oleh darah korban yang sempurna yaitu Yesus. Penyelidikan penghakiman menyatakan kepada makhluk-makhluk surgawi siapa di antara orang-orang mati yang telah mati di dalam Kristus dan oleh sebab itu, di dalam Dia, mereka dianggap layak untuk mengambil bagian dalam kebangkitan pertama. Itu juga menunjukkan dengan jelas siapa di antara orang-orang hidup yang tinggal di dalam Kristus, memelihara hukum-hukum Allah dan iman akan Yesus, dan oleh sebab itu, di dalam Dia, mereka siap untuk diubahkan dan masuk ke dalam kerajaan-Nya yang kekal. Penghakiman ini membuktikan benarnya keadilan Allah dalam menyelamatkan orang-orang yang percaya kepada Yesus. Itu menyatakan bahwa orang-orang yang tetap setia kepada Allah akan menerima kerajaan itu. Penyelesaian pelayanan Kristus ini akan menandai berakhirnya masa percobaan bagi manusia sebelum Kedatangan-Nya kedua kali. (Ibr. 8:1-5; 4:14-16; 9:11-28; 10:19-22; 1:3; 2:16, 17; Dan.7:9-27; 8:13, 14; 9:24-27; Bil. 14:34; Yeh. 4:6; Im. 16; Why. 14:6, 7; 20:12; 14:12; 22:12).


25. Kedatangan Kristus Kedua Kali
Kedatangan Kristus kedua kali merupakan pengharapan yang berbahagia dari gereja, puncak terbesar dari lnjil. Kedatangan Juruselamat itu literal, personal, dapat dilihat, dan meliputi seluruh dunia. Ketika la datang kembali, orang-orang benar yang telah mati akan dibangkitkan dan bersama-sama dengan orang-orang benar yang masih hidup diangkat ke surga, tetapi orang-orang jahat akan mati. Penggenapan yang hampir sempurna dari garis nubuatan, bersamaan dengan keadaan dunia sekarang ini, mengindikasikan bahwa kedatangan Kristus itu sudah dekat. Saat peristiwa itu tidak dinyatakan, dan oleh sebab itu kita didesak untuk bersedia setiap saat. (Tit. 2:13; Ibr. 9:28; Yoh. 14:1-3; Kis. 1:9-11; Mat. 24:14; Why. 1:7; Mat. 24:43, 44; 1 Tes. 4:13-18; 1 Kor. 15:51-54; 2 Tes. 1:7-10; 2:8; Why. 14:14-20; 19:11-21; Mat. 24; Mrk. 13; Luk. 21; 2 Tim. 3:1-5; 1 Tes. 5:1-6).


26. Kematian dan Kebangkitan
Upah dosa ialah maut. Tetapi Allah, yang tidak dapat mati, akan memberikan kehidupan kekal kepada orang-orang yang ditebus-Nya. Hingga hari itu kematian adalah keadaan tidak sadar bagi semua orang. Bilamana Kristus, yang adalah kehidupan kita, nampak, orang-orang benar yang telah dibangkitkan dan orang-orang benar yang hidup akan dimuliakan dan bersedia untuk bertemu dengan Tuhan mereka. Kebangkitan kedua, yaitu kebangkitan orang-orang jahat, akan tejadi seribu tahun kemudian. (Rm. 6:23; 1 Tim. 6:15, 16; Pkh. 9:5, 6; Mzm. 146:3, 4; Yoh. 11:11-14; Kol. 3:4; 1 Kor. 15:51-54; 1 Tes. 4:13-17; Yoh. 5:28, 29; Why. 20:1-10).


27. Milenium dan Berakhirnya Dosa
Milenium adalah pemerintahan Kristus selama seribu tahun bersama umat kudus-Nya di surga, antara kebangkitan pertama dan kebangkitan kedua. Selama masa tersebut orang-orang jahat yang mati akan dihakimi; dunia ini akan menjadi sunyi sepi, tanpa penghuni manusia yang hidup, tetapi dihuni oleh Setan dan para malaikatnya. Pada penutupan masa seribu tahun itu Kristus bersama umat kesucian-Nya dan kota suci akan turun dari surga ke bumi. Kemudian orang-orang jahat yang mati akan dibangkitkan, dan bersama Setan dan para malaikatnya akan mengepung kota itu; tetapi api dari Allah akan menghanguskan mereka dan membersihkan dunia. Maka alam semesta akan bebas dari dosa dan orang-orang berdosa selama-lamanya. (Why. 20; 1 Kor. 6:2, 3; Yer. 4:23-26; Why. 21:1-5; Mal. 4:1; Yeh. 28:18, 19).


28. Dunia Baru
Di dunia baru, di mana orang-orang benar akan tinggal, Allah akan menyediakan rumah yang kekal bagi umat tebusan dan suasana sempurna untuk kehidupan kekal, kasih, sukacita, dan belajar di hadirat-Nya. Karena di sini Allah sendiri akan tinggal bersama umat-Nya, dan tidak akan ada lagi penderitaan serta kematian. Pertentangan besar akan berakhir, dan tidak akan ada dosa lagi. Segala sesuatu, baik yang bernyawa maupun yang tidak bernyawa, akan menyatakan bahwa Allah adalah kasih; dan la akan memerintah selama-lamanya. Amin. (2 Ptr. 3:13; Yes. 35; 65:17-25; Mat. 5:5; Why. 21:1-7; 22:1-5; 11:15).

    

Sunday, March 18, 2018

Sejarah Para Nabi (Patriarchs and Prophets)


Sejarah para Nabi (Partriachs and Prophets) Adalah volume pertama dalam Konflik Besar berdasarkan catatan Alkitab menceritakan perjuangan dunia kita antara baik dan jahat. Ini mencakup panorama sejarah manusia dari penciptaan bumi ke pemerintahan Daud Raja Israel. 

Dengan wawasan yang tidak biasa, penulis menggambarkan peran planet kita dalam konflik kosmis antara benar dan salah, kebenaran dan kesalahan. Dia menggambarkan pemberontakan tragis yang terjadi di surga ribuan tahun yang lalu dan membuat jelas bahwa konflik yang sedang berlangsung antara Setan dan Tuhan mempengaruhi setiap orang yang tinggal di Bumi. 

Sejarah ara Nabi menunjukkan bagaimana konflik ini bekerja sendiri di dalam kehidupan laki-laki dan perempuan di zaman Perjanjian Lama. Ini menjawab pertanyaan seperti, dari mana kita berasal? kemana kita akan pergi? Jika Tuhan adalah sangat berkuasa, mengapa Dia tidak mencegah penyebaran kejahatan akibatnya yang tragis?

Download Link :
    

Tulisan-Tulisan Permulaan (Early Writings)


Sesungguhnya adalah  langka  pada  zaman  yang tidak berketentuan ini bahwa sebuah  buku bertahan sampai satu abad dalam tuntutan yang senantiasa bertambah-tambah dan  buku  itu  mendapat tempat dalam dunia bacaan di samping buku-buku  yang mengetengahkan  masalah-masalah masa   kini.  

Na­mun inilah catatan mengenai  buku yang membuat  iri hati yang berjudul Early Writings of Ellen G. White. Selama bertahun-tahun telah banyak kali dicetak beberapa edisi.  Kini  sudah   muncul  edisi  Amerika yang kelima.  Buku kecil yang laris ini memang tepat namanya, yang merupakan penerbitan kembali  tiga  buku  per­ tama  Ellen   G.  White-Christian Experience   and Views   of Mrs.  Ellen G.  White, dicetak   pertama  kali tahun 1851; A Supplement to Experience  and Views, diterbitkan tahun  1854; dan  Spiritual  Gifts,  Jilid  I, yang muncul tahun  1858.


Ketenaran Early  Writings (Tulisan-tulisan Permulaan) yang luas dan abadi dapat dikenakan  kepada kerinduan yang menggebu-gebu untuk  memiliki dan mempelajari pekabaran  penerangan dan  dorongan yang mula-mula datang kepada  gereja  melalui karu­nia nubuat.

Download Link :
    

Kebahagiaan Sejati (Steps to Christ)


PENUNTUN menuju kebahagiaan yang sejati ini akan menuntun Saudara ke dalam hubungan pribadi yang akrab dengan Tuhan, bab demi bab menimbulkan kesan yang mendalam bila dibaca dengan doa yang tekun. Penulisnya, Ellen G. White, memperoleh satu hubungan pribadi yang sangat bermakna dengan Tuhan pada masa mudanya dan ketika dia berusia tujuh belas tahun memasrahkan sepenuh hidupnya bagi Tuhan.

Pada setiap akhir bab ini ada halaman berjudul Jawab Saya. Apabila Saudara membaca satu bab seluruhnya dengan penuh minat, isilah kertas itu, gunakan Alkitab membantu Saudara menjawab pertanyaan itu. Gunakanlah waktu Saudara. Ingat, Saudara bertumbuh dalam pengetahuan mengenai Tuhan dan menemukan jalan yang sesungguhnya menuju kebahagiaan yang sejati.

Bagi para sahabat yang ingin menikmati berkat TUHAN yang termuat di dalam buku ini, baik yang berbahasa Inggris maupun yang versi Indonesia, saya sediakan link untuk mendownload buku Kebahagiaan Sejati ataupun Steps to Christ dalam versi pdf. 

Semoga bermanfaat.

Download Link :
    

Kerinduan Segala Zaman (The Desire of Ages)


Adalah merupakan volume ke-3 dari seri Pertentangan Besar yang didasarkan pada Injil Kristus dalam kitab Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Berfokus kepada Yesus satu-satunya yang berdiri pada pusat seluruh sejarah manusia. Tidak seorang pun diatas Planet Bumi ini yang memiliki pengaruh sebesar Yesus Kristus. Dalam buku ini penulis tidak mengemukakan peristiwa-peristiwa kehidupan Yesus dalam urutan kronologis yang ketat, tapi dia menyajikan Nya sebagai Dia yang dapat memenuhi hasrat terdalam dari hati manusia. Dia menyajikan keindahan ilahi dari kehidupan Juruselamat, kasih Allah sebagaimana dinyatakan dalam Anak-Nya. Baru dan mulia cahaya berkedip dari bagian-bagian Kitab Suci yang dikenal dengan baik. Mengikuti Yesus dalam halaman-halaman buku ini sejak kelahiran-Nya di kandang Bethlehem hingga kematian-Nya di kayu salib, kebangkitan-Nya yang mulia, dan kemenangan kembali ke surga.

Download Link :
    

Kemenangan Akhir (The Great Controversy)


DAPATKAN BERITA MASA DEPAN HARI INI!
Memahami Masa Depan! Pergi dibalik Berita Utama! Baca Beberapa Berita-berita Masa Depan pada hari ini! Ketika Anda memahami Alkitab dan nubuatan, Anda akan memiliki kedamaian hati! Anda akan mengerti pesan khusus Allah untuk Anda! Melalui halaman ini Allah akan berbicara kepada hati Anda secara langsung. Tuhan menggunakan buku nubuatan besar ini untuk berbicara dengan "setiap bangsa, bahasa, dan orang-orang." Wahyu 14:06. Kemenangan Akhir (The Great Controversy) adalah buku terakhir dalam seri Pertentangan Besar. Ini membawa kisah pertentangan antara Allah dan Iblis. Dimulai dengan kehancuran Yerusalem dan berlanjut melalui penganiayaan orang Kristen di zaman Kekaisaran Romawi, kemurtadan dari Abad Kegelapan, cahaya bersinar dari Reformasi, dan kebangkitan keagamaan di seluruh dunia abad kesembilan belas, buku ini menelusuri konflik ke masa depan , hingga Kedatangan Kedua Yesus dan kemuliaan bumi yang dijadikan baru. Sebagai akhir menarik yang pernah dekat, masalah vital dari kesetiaan kepada Tuhan akan menjadi menentukan. Dalam buku ini menyimpulkan, penulis dengan tegas menunjukkan prinsip-prinsip yang terlibat dalam konflik yang akan datang dan bagaimana setiap orang dapat berdiri teguh bagi Allah dan kebenaran-Nya.

Download Link :
Kemenangan Akhir (Bahasa Indonesia)
    

Renungan Pagi 19 Maret 2018


Renungan Pagi “POTRET KASIH ALLAH”
19 Maret 2018

Hikmat Salomo

“Sesudah itu raja berkata: ‘Ambilkan aku pedang,’ lalu dibawalah pedang ke depan raja. Kata raja: “Penggallah anak yang hidup itu menjadi dua dan berikanlah setengah kepada yang satu dan yang setengah lagi kepada yang lain’” (1 Raja-raja 3:24, 25).

Salomo akan selalu diingat karena banyak hal—banyaknya selir yang dimilikinya, kedamaian yang terjadi dalam masa pemerintahannya, kekayaannya yang luar biasa, dst. Tetapi Salomo menjadi legenda bukan karena hal-hal itu, melainkan karena hikmatnya.

Di awal pemerintahannya, ketika beribadah di kota Gibeon, Allah menawarkan di dalam mimpinya apa saja yang diinginkan oleh raja. Meskipun sedang bermimpi, Salomo cukup sadar untuk meminta hikmat dari Allah agar bisa memerintah dengan baik. Allah memuji kerendahan hati Salomo dan menjanjikannya kekayaan dan kehormatan sekaligus.

Beberapa waktu kemudian, dua orang wanita muncul dihadapannya. Yang seorang memeluk bayi di tanganya. Wanita yang satu menuduh yang lainnya telah mencuri bayinya tadi malam dengan cara menukar dengan bayi yang baru saja meninggal. Kedua wanita itu saling tuduh di hadapan raja.

Ketika tiba saatnya bagi raja untuk memberikan keputusan, ia meminta sebilah pedang untuk membelah bayi itu menjadi dua, dan memberikan kepada dua wanita itu masing-masing separuh. Salah seorang dari wanita itu menolak dan rela memberikan bayi itu kepada lawannya daripada harus membunuhnya. Salomo akhirnya memutuskan bahwa wanita yang hendak menyelamatkan nyawa bayi itulah ibu kandung bayi tersebut.

Kita sering membedakan antara hikmat dan pengetahuan. Yang disebut terakhir adalah sesuatu yang diperoleh melalui kecerdasan dan proses belajar. Hikmat, di lain pihak, tidak selau dihasilkan oleh IQ yang tinggi. Kita semua tahu orang-orang luar biasa pintar yang tidak telalu cemerlang dalam menjalani hidup kesehariannya. Salomo memiliki keduanya, hikmat dan pengeahuan.

Menurut ajaran Alkitab, Allah adalah sumber hikmat, yang tertinggi. Michael V. Fox dalam Anchor Bible memberikan komentar bahwa di dalam kitab Amsal terdapat beberapa kata Ibrani untuk “hikmat”. Dan kata yang dipakai untuk hikmat Salomo adalah hokmah, yang berarti gabungan antara pengetahuan teoretis dan kemampuan praktis. Fox menyarankan istilah Bahasa Inggris yang setara, yaitu “expertise” (keahlian).

Kitab Amsal mengajarkan bahwa takut akan TUHAN adalah permulaan hikmat (9:10). Itu adalah sesuatu yang bisa kita peroleh dengan cara menyembah Allah, sumber segala hikmat.