Wednesday, April 7, 2021

DAMAI SEJAHTERA ALLAH MEMELIHARA HATI YANG BARU ITU

"Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus''– Filipi 4: 7.


Apabila kita menerima Kristus sebagai seorang tamu yang tinggal di dalam jiwa, damai Allah yang melebihi segala pengertian, akan memelihara hati dan pikiran kita melalui Kristus Yesus. Kehidupan Juruselamat di atas dunia, walaupun hidup di tengah-tengah pertentangan, adalah suatu kehidupan yang damai. Sementara musuh-musuh yang marah mengejar- Nya, Ia mengatakan, "Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya." Tidak ada topan manusia atau amarah Iblis yang dapat mengganggu ketenangan dari hubungan yang sempurna dengan Allah. Dan Ia katakan kepada kita, "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera Kuberikan kepadamu." "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan." Marilah sama-sama menanggung kuk pelayanan untuk kemuliaan Allah dan mengangkat pikiran umat manusia, dan engkau akan menemukan kuk itu empuk dan beban itu ringan.

Kebahagiaan yang diperoleh dari sumber-sumber duniawi berubah-ubah sebagaimana keadaan yang bermacam-macam dapat mengubahnya; tetapi damai dari Kristus adalah damai yang tetap dan abadi. Itu tidak bergantung kepada keadaan-keadaan dalam dunia, pada jumlah harta duniawi atau jumlah sahabat-sahabat duniawi. Kristus adalah mata air hidup, dan kebahagiaan yang diperoleh dari Dia tidak pernah gagal.

Setiap pengalaman manusia menyaksikan kebenaran perkataan Alkitab: "Tetapi orang-orang fasik adalah seperti laut yang berombak-ombak sebab tidak dapat tetap tenang....Tiada damai bagi orang-orang fasik itu", firman Allahku." Dosa telah membinasakan kedamaian kita. Apabila diri tidak ditaklukkan, kita tidak akan memperoleh sentosa. Tidak ada kuasa manusia yang dapat menguasai keangkuhan hawa nafsu hati. Kita pun tidak berdaya sama halnya dengan murid murid itu untuk meneduhkan gelora ombak. Tetapi Ia yang telah mendiamkan Danau Galilea juga telah mengucapkan perkataan damai bagi setiap jiwa. Bagaimanapun besarnya topan, orang-orang yang berpaling kepada Yesus serta berseru: "Tuhan, selamatkan kami", akan mendapat kelepasan. Kemurahan-Nyalah yang telah memperdamaikan jiwa kepada Allah, menenangkan peperangan hawa nafsu manusia, dan di dalam kasih-Nya hati itu tenang.

    

Tuesday, April 6, 2021

HATI YANG DIPERBARUI ADALAH HATI YANG SUCI

"Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah''– Matius 5: 8.


Hikmat yang dari atas "adalah pertama-tama murni." Ke dalam kota Allah tidak masuk orang-orang yang cemar. Semua yang menjadi penghuninya dalah orang-orang yang telah murni hatinya semasih di dunia ini. Di dalam diri orang yang belajar tentang Yesus akan nyata suatu kebencian yang berkembang terhadap sikap sembarangan, bahasa yang tak pantas, dan pikiran yang kasar. Apabila Kristus tinggal di dalam hati akan terdapat kemurnian dan kehalusan pikiran dan perilaku.

Tetapi kata-kata Yesus, "Berbahagialah orang yang suci hatinya", mempunyai arti yang lebih dalam--bukan hanya suci dalam perasaan di mana dunia memahami kesucian, bebas dari hawa nafsu badani, suci dari nafsu berahi, tetapi benar di dalam maksud-maksud yang tersembunyi dan motif-motif jiwa, bersih dari kesombongan dan memikirkan diri sendiri, rendah hati, tidak mementingkan diri, dan murni seperti anak-anak.

Orang yang suci hatinya melihat Allah dalam suatu hubungan yang baru dan penuh kasih sayang seperti Penebus mereka; dan sementara mereka melihat kesucian dan keindahan tabiat-Nya, mereka rindu untuk memantulkan gambar-Nya. Mereka melihat-Nya sebagai seorang Bapa yang rindu memeluk seorang anak yang bertobat, dan hati mereka penuh dengan sukacita.

Orang yang suci hatinya melihat Pencipta itu dalam hasil pekerjaan tangan-Nya yang perkasa, dalam benda-benda yang indah yang meliputi alam semesta. Dalam Firman-Nya yang tertulis mereka baca dengan deretan yang lebih jelas penyataan tentang kemurahan-Nya, kebaikan dan kasih karunia-Nya. Kebenaran yang disembunyikan dari orang bijak dan arif dinyatakan kepada orang-orang sederhana. Keindahan dan harga kebenaran senantiasa dibukakan kepada mereka yang mempunyai keinginan yang penuh keyakinan dan lugu seperti anak-anak untuk mengetahui dan melakukan kehendak Allah.

Orang yang suci hatinya hidup seperti di hadirat Allah selama waktu yang Dia berikan kepada mereka di dunia ini. Dan mereka juga akan melihatNya muka dengan muka pada masa mendatang, keadaan abadi, seperti yang dilakukan Adam ketika dia berjalan dan berbicara dengan Allah di Eden. "Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka."

    

Monday, April 5, 2021

HATI YANG DIPERBARUI MENGELUARKAN HAL-HAL YANG BAIK

"Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal-yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat''– Matius 12: 35.

Penyucian yang benar mempersatukan orang-orang percaya kepada Kristus dan kepada satu sama lain dalam ikatan sambutan hati yang lemah lembut. Persatuan ini menyebabkan kasih yang sama seperti Kristus, mengalir terus-menerus ke dalam hati, yang mengalir lagi dalam kasih kepada satu sama lain.

Kualitas yang penting dimiliki oleh semua orang ialah sifat-sifat yang menandai kesempurnaan tabiat Kristus,--kasih-Nya, kesabaran-Nya, keadaan-Nya yang tidak mementingkan diri sendiri, dan kebaikan-Nya. Sifat-sifat ini diperoleh dengan melakukan tindakan-tindakan kebaikan dengan hati yang berkemurahan....Umat Kristen mengasihi orang-orang yang di sekitarnya sebagai jiwa-jiwa yang indah yang untuknya Kristus telah mati. Tidak ada orang Kristen yang tidak mempunyai kasih; karena ''Allah kasih adanya" .... "Inilah perintahKu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu." Inilah buah yang harus dikembalikan kepada Allah.

Tuhan akan menolong masing-masing kita di mana kita sangat memerlukan pertolongan dalam pekerjaan yang mulia untuk mengalahkan dan menaklukkan diri. Biarlah hukum kemurahan terdapat pada bibirmu dan minyak anugerah di dalam hatimu. Ini akan mengeluarkan hasil-hasil yang ajaib. Engkau akan menjadi lemah lembut, berpengasihan, berbudi bahasa. Engkau memerlukan segala anugerah ini. Roh Suci mesti diterima dan dimasukkan ke dalam tabiatmu; kemudian itu akan menjadi seperti api yang suci, mengeluarkan dupa yang akan naik kepada Allah, bukan dari bibir yang mencela, melainkan sebagai suatu penyembuhan jiwa-jiwa manusia. Wajahmu akan menyatakan peta Ilahi ....Allah menuntut tiap- tiap jiwa dalam pekerjaan-Nya supaya menyalakan pedupaan mereka dari api yang suci. Perkataan-perkataan biasa yang keras dan kasar, yang keluar dari bibirmu dengan begitu mudah mesti ditahankan, dan Roh Allah berbicara melalui alat manusia. Oleh memandang tabiat Kristus engkau akan diubahkan ke dalam rupa-Nya. Anugerah Kristus sajalah yang dapat mengubahkan hatimu dan kemudian engkau akan memantulkan peta Tuhan Yesus. Allah meminta supaya kita menjadi seperti Dia--murni, suci, dan tiada bercela. Kita harus memperlihatkan peta Ilahi.
    

Sunday, April 4, 2021

HATI YANG DIPERBARUI MENGASIHI SEPERTI KRISTUS MENGASIHI

"Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi''– Yohanes 13: 34.


Yesus berkata, "Supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu." Kasih itu bukanlah hanya suatu pendorong hati, emosi sementara, bergantung pada situasi; itu adalah suatu prinsip yang hidup, satu kuasa yang tetap. Jiwa diberi makan oleh arus kasih murni yang mengalir dari hati Kristus sebagai suatu pancaran air yang tidak pernah gagal. Oh, betapa hati dihidupkan, betapa motifnya dimuliakan, kasih sayangnya diperdalam, oleh persekutuan ini! Di bawah pendidikan dan disiplin Roh Suci, anak-anak Allah mengasihi satu sama lain, dengan sebenarnya, dengan tulus, dan dengan tidak pura-pura--"tanpa memihak, dan tanpa kemunafikan." Dan ini dilakukan karena mengasihi Yesus. Kasih sayang kita terhadap satu sama lain terpancar dari hubungan kita dengan Allah. Kita suatu keluarga, kita mengasihi satu sama lain sama seperti Ia mengasihi kita. Kalau dibandingkan dengan kasih sayang yang benar, disucikan, dan kasih yang didisiplin ini, maka keramah-tamahan dunia yang dangkal, ucapan-ucapan persahabatan yang berlebih-lebihan, adalah bagaikan sekam kepada gandum.

Mengasihi seperti Kristus mengasihi, berarti menyatakan sifat yang tidak mementingkan diri pada setiap waktu dan di segala tempat, oleh perkataan-perkataan yang ramah dan muka yang manis .... Kasih sejati adalah suatu sifat indah yang berasal dari surga, yang meningkatkan keharumannya dengan seimbang selama itu disalurkan kepada orang-orang lain.

Kasih Kristus sangat dalam dan sungguh-sungguh, mengalir kepada semua orang yang mau menerimanya seperti sungai yang tidak dapat dihentikan. Tidak ada sifat mementingkan diri dalam kasih-Nya. Kalau kasih yang lahir di surga ini tinggal di dalam hati, akan dinyatakannya dirinya, bukan hanya kepada orang-orang yang terkasih dalam perhubungan keluarga yang kudus, melainkan kepada semua orang dengan siapa kita memperoleh perhubungan. Itu akan menuntun kita memberikan tindakan perhatian, mengadakan konsesi, melakukan perbuatan-perbuatan kemurahan, berbicara lemah lembut, benar, dan kata-kata yang menguatkan. Akan menuntun kita untuk bersimpati kepada orang-orang yang hatinya lapar akan simpati.

    

Saturday, April 3, 2021

ALLAH MENJANJIKAN KEPADA KITA HATI YANG BARU

"Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat''– Yehezkiel 36: 26.


Orang-orang muda khususnya tersandung atas frasa ini, "Hati yang baru." Mereka tidak tahu apa artinya. Mereka mengharapkan suatu perubahan istimewa terjadi dalam perasaan mereka. Inilah yang mereka sebut pertobatan. Atas kesalahan ini ribuan orang telah tersandung ke dalam kebinasaan, karena tidak mengerti ucapan, "Kamu harus dilahirkan kembali" .... Ketika Yesus berbicara tentang hati yang baru, yang dimaksudkan-Nya ialah pikiran, hidup, seluruh kehidupan. Untuk memperoleh perubahan hati berarti menarik segala kasih sayang dari dunia ini, dan mengikatkannya atas Kristus. Memperoleh hati yang baru berarti memperoleh pikiran yang baru, maksud-maksud yang baru, segala pendorong hati yang baru. Apakah tandanya suatu hati yang baru? --Suatu kehidupan yang berubah. Di sanalah kematian setiap hari dan setiap jam kepada egois dan kesombongan.

Kemudian suatu roh kemurahan hati akan dinyatakan, bukan secara tidak beraturan, melainkan terus-menerus. Akan ada suatu perubahan sikap yang tegas, dalam tingkah laku, dalam perkataan dan perbuatan terhadap semua orang dengan siapa engkau berhubungan bagaimanapun caranya. Engkau tidak akan membesar-besarkan kelemahan mereka itu, engkau tidak akan membuat mereka dalam keadaan yang tidak menyenangkan. Engkau akan bekerja di jalan Kristus....

Gantinya membukakan dan mengedarkan kesalahan-kesalahan seseorang kepada orang-orang lain, engkau akan mengerahkan segala usaha yang paling sabar untuk menyembuhkan dan membebat....Seorang yang bersemangat kejam tidaklah berakhlak, kasar; ia tidak rohani; ia tidak memiliki hati kemanusiaan; melainkan hati yang tidak bisa dikesankan, seperti batu. Satu-satunya pertolongan baginya ialah jatuh di atas Batu Karang, dan dihancurkan. Tuhan akan menaruh semua orang yang demikian dalam kuali peleburan menguji mereka dalam api, seperti emas diuji. Apabila Ia dapat melihat peta-Nya Sendiri dipantulkan di dalam mereka, Ia akan memisahkan mereka .... Agama Kristus haruslah memiliki segenap kehidupan, dan mengerahkan tenaga dan kuasa kepada segala daya kita, memperbarui, membersihkan, dan menghaluskan. Dinyatakannya dirinya tanpa suatu pertunjukan dan perkataan-perkataan yang tinggi-tinggi, melainkan ditunjukkan dalam kehidupan yang saleh dan tidak bersifat mementingkan diri.

Kuasa Allah sajalah yang dapat mengubahkan hati batu kepada hati kemanusiaan.

    

Friday, April 2, 2021

PEMELIHARAAN HATI DENGAN TEKUN PENTING UNTUK PERTUMBUHAN DALAM ANUGERAH

"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar hidupan''– Amsal 4: 23.


Pemeliharaan hati dengan tekun penting untuk pertumbuhan yang sehat dalam anugerah. Hati dalam keadaan alamiahnya adalah suatu tempat kediaman pikiran yang tidak suci dan hawa nafsu yang jahat: Kalau ditaklukkan kepada Kristus, hati itu mesti dibersihkan oleh Roh dari segala kekotoran. Ini tidak dapat dikerjakan tanpa persetujuan orang yang bersangkutan.

Kalau jiwa telah dibersihkan, adalah kewajiban orang Kristen untuk memelihara hati itu jangan sampai dicemarkan. Banyak orang tampaknya berpikir bahwa agama Kristus tidak menuntut meninggalkan dosa setiap hari, melepaskan diri dari segala kebiasaan yang telah menahan jiwa dalam perbudakan. Mereka tidlak mengakui berbagai hal yang dlisalahkan oleh hati nurani, tetapi mereka gagal untuk berbicara dan bertindak seperti Kristus dalam kehidupan setiap hari. Mereka tidak membawa keserupaan dengan Kristus ke dalam rumah tangga. Mereka tidak menunjukkan kehati-hatian yang bijaksana dalam memilih kata-kata. Terlalu sering diucapkan kata-kata yang cerewet, kurang sabar, yang membangkitkan hawa nafsu yang sejahat-jahatnya dari hati manusia. Orang-orang yang demikian memerlukan hadirat Kristus yang tetap di dalam jiwa. Hanya dalam kuasa-Nya mereka dapat berhati-hati terhadap perkataan dan perbuatan. Dalam pekerjaan memelihara hati, kita harus selalu berdoa, tidak jemu-jemu memohon bantuan dari takhta anugerah. Orang-orang yang memakai nama Kristen haruslah datang kepada Allah dalam ketekunan dan kerendahan hati, memohonkan pertolongan. Juruselamat telah menyuruh kita supaya berdoa dengan tiada berkesudahan. Orang Kristen tidak selamanya dalam sikap berdoa, tetapi pikiran dan keinginannya dapat selamanya ditujukan ke atas. Keyakinan pada diri kita sendiri akan lenyap, kalau saja kita sedikit berbicara dan lebih banyak berdoa.

Kasih sayang haruslah dipusatkan kepada Allah. Renungkanlah kebesaranNya, kemurahan dan kemuliaan-Nya. Biarlah kebajikan dan kasih-Nya serta kesempurnaan tabiat-Nya menawan hatimu.

Juruselamat dunia ini suka supaya anak-anak dan orang-orang muda menyerahkan hati mereka kepada-Nya.

    

Thursday, April 1, 2021

HATI KITA PERSEMBAHAN YANG TERINDAH

"Hai anakku, berikanlah hatimu kepadaku, biarlah matamu senang dengan jalan-jalanku''– Amsal 23: 26.


Berikanlah kepada Allah persembahan yang paling indah yang mungkin bagimu untuk memberikannya; serahkan hatimu kepada-Nya. Ia berbicara kepadamu dengan berkata, "Hai putra-Ku, putri-Ku, berikanlah hatimu kepadaKu". Sekalipun dosamu seperti kirmizi, Aku akan membuatnya putih seperti salju; karena Aku akan membersihkan engkau dengan darah-Ku Sendiri. Aku akan menjadikan engkau anggota keluarga-Ku-anak-anak Raja surga. Terimalah pengampunan-Ku, kedamaian-Ku yang Kuberikan dengan cuma-cuma kepadamu. Aku akan mengenakan kepadamu pakaian kebenaran-Ku Sendiri--pakaian nikah--dan melayakkan engkau untuk perjamuan nikah Anak Domba itu. Bilamana mengenakan pakaian kebenaran-Ku, melalui permintaan doa, berjaga-jaga, dan mempelajari Firman-Ku dengan rajin, maka engkau akan sanggup mencapai suatu standar yang tinggi. Engkau akan mengerti kebenaran, lalu tabiatmu pun akan dibentuk oleh pengaruh Ilahi.

Hati yang di dalamnya Yesus tinggal akan diberi semangat, disucikan, dituntun, dan diperintahkan oleh Roh Suci, maka alat manusia itu akan mengadakan usaha sekuat tenaga untuk menyesuaikan tabiatnya selaras dengan Allah. Ia akan menghindarkan segala sesuatu yang bertentangan kepada kehendak dan pikiran Allah yang dinyatakan.

Kehidupan seperti itu akan penuh dengan penghiburan, penuh dengan kepuasan hati, karena engkau sedang membawa surga ke dalam hidupmu, damai sejahtera ke dalam jiwamu. Saya menyukainya, sehingga semua orang muda dapat mengerti betapa indahnya penyerahan hati yang muda kepada Allah. Betapa penuh kasih sayang malaikat-malaikat itu menjaga langkah-langkah orang muda yang takut akan Allah, dan mengasihi-Nya. Yesus mengenal mereka, dan teladan mereka menolong orang-orang muda lain untuk berbuat yang benar. Orang muda yang telah menyembunyikan di dalam hati dan pikiran suatu perbendaharaan Firman Allah yang berisi amaran dan dorongan semangat, perbendaharaan mutiara perjanjian-Nya yang indah-indah, yang darinya ia dapat mengambil setiap waktu, akan menjadi suatu saluran terang yang hidup.

    

Wednesday, March 31, 2021

MOAB SATU KEGAGALAN KARENA IA MENOLAK PERUBAHAN

"Moab hidup aman dari sejak masa mudanya, dia hidup tenang seperti anggur di atas endapannya, tidak dituangkan dari tempayan yang satu ke tempayan yang lain, tidak pernah masuk ke dalam pembuangan; sebab itu rasanya tetap padanya, dan baunya tidak berubah''– Yeremia 48: 11.


Seseorang boleh menolak untuk mendengar nasihat-nasihat dan teguran-teguran Allah. Boleh jadi ia memilih untuk membuat aturan kelakuannya menurut caranya sendiri. Seperti Moab, ia menolak untuk berubah. Ia menolak memperbaiki perangai buruk dari tabiatnya, meskipun Tuhan telah menunjukkan dengan jelas pekerjaannya, hak-hak istimewanya, kesempatannya, dan kemajuan yang harus diadakan. Terlalu banyak kesulitan untuk meninggalkan cara-cara hidupnya yang lama, dan mengubah ide dan metode-metodenya. "Caranya tetap ada padanya." Ia melekat pada cacatnya.

Ada banyak orang yang tidak merasa puas dengan pekerjaan yang telah Allah berikan kepada mereka. Mereka tidak puas untuk melayani Dia dengan senang di tempat yang telah dipilih-Nya bagi mereka, atau melakukan tanpa bersungut-sungut pekerjaan yang telah dipercayakan-Nya kepada mereka. Adalah baik bagi kita untuk merasa tidak puas dengan cara kita sendiri melakukan kewajiban, tetapi janganlah kita tidak merasa puas dengan kewajiban itu sendiri, karena dalam pemeliharaan-Nya, Allah menaruh di hadapan umat manusia pelayanan yang akan menjadi seperti obat bagi pikiran mereka yang sakit. Sebagian orang ditempatkan-Nya di mana disiplin yang kendur dan pemanjaan yang keterlaluan tidak akan menjadi jerat bagi mereka, di mana mereka diajar untuk menghargai nilai waktu, dan menggunakannya dengan sebaik-baiknya dan penuh hikmat.

Ada juga sebagian orang yang ingin menjadi penguasa yang memerintah, dan yang memerlukan penyucian ketaatan. Mereka adalah orang yang memenuhi syarat untuk mengisi tempat-tempat di mana kemampuan mereka yang didisiplin akan membuat mereka berjasa sebesar-besarnya. Sebagian orang dilatih Allah dengan membawa mereka kepada kekecewaan dan yang tampak seperti kegagalan. Maksud-Nya adalah supaya mereka kelak belajar untuk menaklukkan kesukaran.

Banyak orang yang tidak mengetahui bagaimana bekerja bagi Allah, bukan karena mereka perlu menjadi orang bodoh, melainkan karena mereka tidak mau taat kepada proses pendidikan-Nya. Moab disebut sebagai suatu kegagalan, karena kata Firman itu, "Moab hidup aman dari sejak masa mudanya."

    

Tuesday, March 30, 2021

PAULUS DIBUTAKAN SUPAYA IA MELIHAT KRISTUS

"Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: 'Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus''– Kisah Para Rasul 9: 17.


Di sekolah-sekolah militer di Mesir, Musa diajari hukum kekerasan dan begitu kuat ajaran ini melekat pada tabiatnya sehingga ia memerlukan empat puluh tahun untuk melayakkan dia menjadi pemimpin bangsa Israel dengan hukum kasih. Pelajaran yang sama harus dipelajari Paulus.

Di gerbang Damaskus penglihatan tentang Orang Yang Disalibkan itu mengubah seluruh jalan hidupnya. Si penganiaya menjadi seorang murid, sang guru menjadi pelajar. Hari-hari kegelapan yang dilewati dalam kesunyian di Damaskus sama dengan bertahun-tahun dalam pengalamannya. Perjanjian Lama yang ditanamkan dalam ingatannya adalah pelajarannya, dan Kristus adalah gurunya. Bagi dia kesunyian alam juga menjadi sekolahnya. Ia pergi ke padang gurun Arab, untuk mempelajari Kitab Suci dan belajar tentang Allah. Ia mengosongkan jiwanya dari prasangka dan tradisi yang telah membentuk hidupnya, dan menerima pengajaran dari Sumber kebenaran.

Kehidupannya setelah itu diilhami oleh satu prinsip pengorbanan diri, yakni pelayanan kasih. "Aku berutang," katanya, "baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar."

Sementara ia memiliki karunia-karunia kecerdasan yang tinggi, kehidupan Rasul Paulus menunjukkan kuasa hikmat yang jarang terlihat. Prinsip-prinsip yang sangat penting, yakni prinsip-prinsip yang sama sekali tidak terjangkau oleh pemikir-pemikir terbesar dewasa ini, dibentangkan dalam pengajaran-pengajarannya, dan diteladankan dalam hidupnya. Ia memiliki hikmat paling besar, yang memberi pandangan tajam dan hati yang bersimpati, yang membawa manusia berhubungan baik dengan banyak orang, dan menyanggupkan dia untuk membangun sifat mereka yang lebih baik serta mengilhami mereka untuk mencapai kehidupan yang lebih tinggi.

"Kalau kami dimaki," katanya, "kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar; kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah," "sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu."

    

Monday, March 29, 2021

MESKIPUN DICOBAI DENGAN KERAS AYUB TETAP SALEH DAN JUJUR

"Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan''– Ayub 1: 1.


Sifat tidak mementingkan diri, prinsip kerajaan Allah, adalah prinsip yang dibenci oleh Iblis; ia menolak adanya prinsip itu. Sejak permulaan peperangan besar itu ia berusaha membuktikan bahwa prinsip-prinsip tindakan Allah adalah mementingkan diri, dan ia memperlakukan dengan cara yang sama semua orang yang melayani Allah. Untuk menyanggah tuduhan Iblis, itulah tugas Kristus dan semua orang yang menyandang nama-Nya.

Mula-mula sekali dalam sejarah dunia telah diberikan catatan kehidupan tentang satu orang atas siapa peperangan dengan Iblis meraih kemenangan.

Tentang Ayub, bapa dari tanah Us, kesaksian Penyelidik hati ialah "Tiada seorang pun di bumi seperti dia yang demikian saleh dan jujur yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."

Terhadap orang ini, Iblis mendatangkan tuduhan menghina: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya?"

Tuhan berkata kepada Iblis, "Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya."

Setelah diizinkan, Iblis menyapu bersih semua milik Ayub--kawanan domba dan ternak, hamba laki-laki dan perempuan, anak-anak laki-laki dan perempuan; dan "ditimpanya Ayub dengan barah yang busuk dari telapak kaki sampai ke batu kepalanya."

Masih ada unsur kepahitan lain yang ditambahkan pada cawannya. Sahabat-sahabatnya, melihat dalam kesengsaraan tidak lain kecuali ganjaran dosa, menekan rohnya yang terluka dan berbeban berat dengan tuduhan-tuduhan mereka karena perbuatan salah.

"Seandainya Ia menguji aku," katanya, "aku akan timbul seperti emas." Begitulah yang terjadi. Dengan kesabarannya yang alot, ia mempertahankan tabiatnya sendiri, dan begitulah tabiat Dia yang diwakilinya. Tuhan memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu. Tuhan memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih daripada dalam hidupnya yang dahulu.

    

Sunday, March 28, 2021

MUSA BERTAHAN SAAT MELIHAT DIA YANG TIDAK KELIHATAN

"Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan''– Ibrani 11 : 27.


Demi kehormatan Allah dan kelepasan umat-Nya yang tertindas, Musa, mengorbankan kehormatan Mesir. Kemudian, dalam suatu makna yang khusus, Allah mengambil alih pendidikannya. Ia masih harus mempelajari pelajaran bergantung atas kuasa Ilahi. Ia salah menduga maksud Allah. Pengharapannya ialah melepaskan Israel dengan kekuatan senjata. Untuk hal itu ia mempertaruhkan segala sesuatu, dan gagal. Dalam kekalahan dan kekecewaan ia menjadi seorang buronan dan orang buangan di negeri asing. Tampaknya sudah putus sama sekali dari tugas hidupnya, ia sedang menerima disiplin penting untuk menggenapi tugas itu. Ia harus memperoleh pengalaman yang akan menjadikannya seorang gembala yang setia dan panjang sabar bagi bangsa Israel. Dalam kesederhanaan yang keras di padang gurun, Musa memperoleh apa yang menyertainya sepanjang tahun-tahun kerja keras dan beban hidupnya--suatu pengertian akan kehadiran Pribadi Ilahi. Ketika salah mengerti dan salah memberi gambaran, ketika dipanggil untuk menegur dan mencela, ketika menghadapi bahaya dan kematian, ia dapat "bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan."


Musa berdiri lebih tinggi dalam hikmat dan keikhlasan daripada semua raja-raja dan negarawan-negarawan dunia. Ia murah hati, berbudi luhur, seimbang; ia tidak bercacat, dan kualitasnya tidak hanya setengah berkembang. Ia dapat dengan sukses mendesak sesamanya manusia, karena hidupnya sendiri merupakan suatu gambaran hidup dari menjadi apa bisanya manusia itu dan mengerjakannya dengan Allah sebagai penolongnya. Ia berbicara dari hati dan itu mencapai hati. Ia terampil dalam pengetahuan namun sederhana bagaikan seorang anak dalam manifestasi simpatinya yang dalam. Dikaruniai dengan naluri yang luar biasa, ia dapat menimbang dengan segera segala keperluan semua orang yang mengelilingi dia. Tentang dia yang terkenal karena kelemahlembutannya, Kristus berkata, Ia dapat dipercaya. Oleh dia Aku dapat menyatakan diri-Ku kepada dunia. Ia tidak akan merajut ke dalam jaringan itu suatu benang sifat mementingkan diri.

    

Saturday, March 27, 2021

KESETIAAN ELISA DIBERI PAHALA

"Setelah Elia pergi dari sana, ia bertemu dengan Elisa bin Safat yang sedang membajak dengan dua belas pasang lembu, sedang ia sendiri mengemudikan yang kedua belas. Ketika Elia lalu dari dekatnya, ia melemparkan jubahnya kepadanya''– 1 Raja-raja 19: 19.


Nabi Elia sudah hampir hendak mengakhiri pekerjaannya di dunia ini. Seorang yang lain harus dipanggil untuk meneruskan pekerjaan pada zaman itu. Dalam perjalanannya, Nabi Elia ditujukan ke arah utara. Ke mana saja Nabi Elia memandang, tanah yang dilihatnya adalah dimiliki oleh seseorang--seorang yang tidak sujud menyembah Baal, yang hatinya telah tetap tidak bercabang dalam pekerjaan Allah. Pemilik tanah itu adalah Safat.

Perhatian Nabi Elia tertarik kepada Elisa, anak Safat, yang bersama para hambanya sedang membajak dengan dua belas pasang lembu. Elisa adalah seorang pendidik, pemimpin, dan pekerja. Elisa tidak berdiam di kota-kota yang padat penduduknya. Ayahnya adalah pengolah tanah, seorang petani. Jauh dari pemborosan kota dan istana. Elisa telah menerima pendidikannya. Ia telah dilatih dalam kebiasaan kesederhanaan, penurutan kepada orang tuanya dan kepada Allah. Tetapi meskipun mempunyai roh yang lemah lembut dan pendiam, Elisa tidak mempunyai tabiat yang berubah-ubah. Dia memiliki keikhlasan dan kesetiaan serta kasih dan takut akan Allah. Ia mempunyai sifat-sifat seorang pemerintah, tetapi bersama itu semuanya adalah kelemahlembutan seorang yang mau melayani. Pikirannya telah dilatih dalam perkara-perkara yang kecil, supaya setia dalam apa pun yang harus dikerjakannya; dengan demikian sekiranya Allah memanggil dia untuk bertindak lebih langsung bagi Dia, ia akan bersedia mendengar suara-Nya.

Keadaan sekeliling tempat kediaman Elisa adalah kekayaan; tetapi ia menyadari bahwa agar memperoleh suatu pendidikan yang serba guna, ia harus menjadi seorang pekerja yang tetap dalam pekerjaan apa pun yang perlu dilakukan. Ia tidak pernah menyetujui dalam hal apa pun kurang pengetahuan dari hamba-hamba ayahnya. Ia telah belajar bagaimana melayani lebih dahulu, agar ia dapat mengetahui bagaimana memimpin, mengajar, dan memberikan perintah.

Sejak saat itu Elisa menggantikan Elia. Dan ia yang setia dalam perkara yang terkecil, membuktikan dirinya juga setia dalam perkara yang besar.

    

Friday, March 26, 2021

LAZARUS DIBANGKITKAN UNTUK MENYATAKAN KEMULIAAN ALLAH

 "Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: 'Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan''– Yohanes 11: 4.


Penundaan Kristus dua hari setelah mendengar bahwa Lazarus sakit bukanlah suatu pengabaian atau penolakan di pihak-Nya. Ini harus menjadi suatu dorongan semangat bagi kita. Kita harus bersandar pada Tuhan, dan menantikan Dia dengan sabar. Jawaban kepada doa kita mungkin tidak datang selekas yang kita inginkan, dan mungkin juga tidak persis seperti yang kita telah minta; tetapi Dia yang mengetahui apa yang terbaik bagi anak-anak-Nya akan mencurahkan suatu kebajikan yang jauh lebih besar daripada apa yang kita telah minta, jikalau kita tidak menjadi tanpa iman dan tawar hati.

Kristus tidak hanya memikirkan orang-orang yang dikasihi di Betania; Ia juga memikirkan pelatihan murid-murid-Nya. Mereka harus menjadi wakil-wakil-Nya kepada dunia, agar berkat-berkat Bapa dapat mencakup semua. Demi kepentingan mereka Ia membiarkan Lazarus mati. Kalau sekiranya Ia memulihkannya dari kesakitan kepada kesehatan, mukjizat yang menjadi bukti yang paling pasti akan tabiat-Nya yang Ilahi itu tidak akan diadakan.

Kalau sekiranya Kristus ada di kamar sakit itu, Lazarus tidak akan mati, karena Iblis tidak akan mempunyai kuasa atas dia. Dalam hadirat Pemberi hidup itu, maut tidak dapat membidik anak panahnya pada Lazarus. Ia mengizinkan Lazarus berlalu di bawah kuasa kematian, dan kedua perempuan bersaudara yang menderita itu melihat saudaranya dimasukkan ke dalam kubur. Kristus mengetahui bahwa ketika mereka melihat wajah saudaranya yang mati itu, iman mereka pada Penebus mereka akan dicobai dengan keras. Demikianlah Ia sedang memangkas cabang-cabang, agar dikeluarkannya lebih banyak buah. Ia mengetahui bahwa karena pergumulan yang sekarang mereka sedang lalui, iman mereka akan bersinar dengan kuasa yang jauh lebih besar.

Kepada semua orang yang menjangkau hendak merasakan tangan Allah yang menuntun, saat kekecewaan yang paling besar merupakan saat bila pertolongan Ilahi paling dekat. Dari setiap pencobaan dan setiap ujian Ia akan membawa mereka keluar dengan iman yang lebih teguh serta suatu pengalaman yang lebih limpah.