Friday, January 15, 2021

Dia adalah Gambar Wujud Bapa

 “Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi” (Ibrani 1: 3).

Siapakah Kristus?-Ia adalah Anak tunggal Allah yang hidup; Bagi Bapa, Dia adalah bagaikan perkataan yang menyatakan pikiran—seperti sebuah pikiran yang dapat didengar. Kristus ialah Sabda Allah. Kristus berkata kepada Filipus, “Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.” Perkataan-Nya adalah gema perkataan Allah. Kristus ialah sama dengan Allah'? cahaya kemuliaan-Nya, gambar Allah yang kelihatan.46

Sebagai oknum yang memiliki pribadi, Allah telah menyatakan Diri-Nya dalam Anak-Nya. Yesus, cahaya kemuliaan Bapa, “gambar wujud Allah” (Ibrani 1: 3), ada di dunia ini dalam rupa manusia. Sebagai Juruselamat yang memiliki pribadi, la telah datang ke dunia ini. Sebagai Juruselamat yang memiliki pribadi, la naik ke surga. Sebagai Juruselamat yang memiliki pribadi, la mengantarai di meja pengadilan yang di surga. Di hadapan takhta Allah demi kepentingan kita melayani “serupa Anak Manusia” (Wahyu 1:13).

Kristus, Terang dunia ini, menudungi kemuliaan Ilahi-Nya lalu datang untuk hidup sebagai manusia di antara manusia, agar mereka, tanpa sampai dihanguskan, dapat berkenalan dengan Khalik mereka .... Kristus datang untuk mengajar bangsa manusia apa yang diinginkan Allah supaya mereka ketahui. Di segala langit yang di atas, di dalam bumi, di dalam air lautan yang luas, kita melihat perbuatan tangan Allah. Semua alam ciptaan menyaksikan kekuasaan-Nya, hikmat-Nya, kasih-Nya. Tetapi bukannya dari bintang-bintang atau lautan atau air terjun kita dapat mempelajari kepribadian Allah sebagaimana yang dinyatakan dalam Kristus.47

Lemah lembut, berbelas kasihan, simpati, selalu mengingat kepentingan orang lain, la menampilkan tabiat Allah, dan selalu sibuk dalam melayani Allah dan manusia .... Sebagaimana adanya Yesus dalam sifat manusia, Allah menginginkan agar para pengikut-Nya juga demikian. Di dalam kuasa-Nya kita harus menghidupkan kesucian dan kemuliaan sebagaimana dihidupkan oleh
Juruselamat.48

Thursday, January 14, 2021

Henokh, Seorang Anak Allah, Berjalan dengan Bapa

 “Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah” (Kejadian 5:24).

Tentang Henokh ada tertulis bahwa ia hidup enam puluh lima tahun lamanya, lalu beroleh seorang anak laki-laki. Kemudian ia hidup dengan Allah tiga ratus tahun lamanya.... Setelah anaknya yang pertama itu lahir, Henokh mencapai suatu pengalaman yang lebih tinggi: ia tertarik kepada hubungan yang lebih dekat dengan Allah, Ia menginsafi lebih sempurna segala tanggung jawab dan kewajibannya sebagai seorang anak Allah.42

Kehidupan Henokh yang benar itu sangat bertentangan sekali dengan kehidupan orang-orang jahat di sekelilingnya. Kesalehannya, kesuciannya, ketulusan hatinya yang tiada menyimpang ke kiri atau ke kanan adalah hasil dari hidup dengan Allah, sedang kejahatan dunia ialah akibat mereka hidup dengan penipu manusia. Belum pernah ada dan tidak akan pernah ada suatu abad ketika kegelapan moral akan begitu gelap seperti ketika Henokh hidup dalam kebenaran yang tiada tercela.43

Di tengah-tengah suatu kehidupan yang bekerja keras. Henokh dengan tetap memelihara hubungannya dengan Allah. Makin besar dan makin mendesak pekerjaannya, makin tetap dan makin tekunlah permintaan doanya ... Setelah tinggal seketika lamanya di antara orang banyak, bekerja untuk mendatangkan kebajikan kepada mereka oleh pengajaran dan teladan ia akan menarik diri, memakai sedikit waktu dalam kesunyian, lapar dan haus akan pengetahuan Ilahi, yang hanya Allah saja dapat berikan. Berjalan demikian bersama dengan Allah, Henokh makin lama makin memantulkan peta Ilahi. Wajahnya bersinar-sinar dengan cahaya yang suci, bahkan cahaya yang bersinar pada wajah Yesus. Ketika ia keluar dari perhubungan Ilahi ini, orang-orang yang tiada beribadat sekalipun memandang dengan takut dan hormat akan cap surga yang ada di wajahnya.44

Kita pun juga haruslah hidup dengan Allah. Kalau kita berbuat ini, maka kita akan diterangi oleh kemuliaan hadirat-Nya, dan apabila kita bertemu satu sama lain, kita akan berbicara tentang kuasa-Nya, mengatakan, Puji Allah. Tuhan itu baik, dan Firman Tuhan itu baik.... Maka orang-orang yang akan diubahkan kelak pada penutupan waktu, ialah orang-orang yangberhubungan dengan Allah
di dunia ini,45

Wednesday, January 13, 2021

Dia Dekat kepada Semua Orang yang Berseru kepada-Nya

 “TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan” (Mazmur 145:18).

Allah merasa senang apabila kita terus menghadapkan wajah kita pada Matahari Kebenaran .... Apabila kita mengalami kesusahan dan tertekan oleh kegelisahan. Tuhan adalah dekat, dan disuruh-Nya kita menyerahkan segala kekhawatiran kita kepada-Nya, karena la peduli kepada kita ....

la datang kepada semua anak-anak-Nya dalam kesusahan mereka. Pada waktu bahaya Dialah perlindungan mereka. Dalam dukacita, Dia memberikan sukacita dan penghiburan. Akan berbalikkah kita dari Penebus, pancaran air hidup, untuk memahatkan diri kita ke palungan yang retak yang tidak dapat memuat air? Pada saat kita menghadapi bahaya, apakah kita mencari perlindungan pada manusia yang lemah seperti kita ataukah kita lari kepada Dia yang penuh kuasa menyelamatkan? Lengan-Nya terbuka lebar-lebar, dan Ia mengucapkan undangan yang penuh rahmah “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

Bukanlah kenyataan kemuliaan-Nya yang hebat dan kuasa-Nya yang tiada dapat dibandingkan itu, yang akan membiarkan kita tanpa maaf kalau kita menolak hendak memberikan kepada-Nya kasih dan penurutan kita. Melainkan kasih, belas kasihan, ketekunan, dan panjang sabar yang telah ditunjukkan-Nya itulah yang akan bersaksi melawan mereka yang tidak menyerahkan pelayanan hidupnya dengan sukarela kepada-Nya. Barang siapa yang berbalik kepada Allah dengan hati dan jiwa dan pikiran akan mendapat pada-Nya kesentosaan yang aman....

Ia mengetahui tepat apakah yang kita perlukan, apa yang dapat kita tanggung, dan Ia akan memberikan kepada tata rahmat untuk menahan segala pencobaan dan ujian yang didatangkan-Nya atas kita. Doa saya selalu ialah kedekatan yang lebih besar kepada Allah.40

Segala persediaan telah diadakan untuk memenuhi segala keperluan sifat kerohanian dan moral alami kita .... Terang dan keadaan baka dijelaskan oleh perantaraan Yesus Kristus Tuhan kita. Yesus telah bersabda bahwa Ia telah menghadapkan pada kita pintu terbuka, yang tiada seorang pun boleh menutupnya. Pintu terbuka itu ada di hadapan kita, dan oleh rahmat Kristus, sinar terang kemurahan memancar dari pintu gerbang yang terbuka itu.41

Tuesday, January 12, 2021

Ia Menyatakan Kasih-Nya kepada Kita

 “Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya” (1 Yohanes 4:9). 

Setiap manifestasi kuasa kreatif adalah suatu ucapan kasih yang tiada terhingga. Kedaulatan Allah meliputi kepenuhan berkat kepada semua makhluk ciptaan. Pemazmur berkata:

“Punya-Mulah lengan yang perkasa, kuat tangan-Mu dan tinggi tangankanan-Mu.

Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Mu, kasih dan kesetiaan berjalan di depan-Mu. Berbahagialah bangsa yang tahu bersorak-sorai, ya TUHAN, mereka hidup dalam cahaya wajah-Mu; karena nama-Mu mereka bersorak-sorak sepanjang hari, dan karena keadilan-Mu mereka bermegah. Sebab Engkaulah kemuliaan kekuatan mereka…”

Sejarah pertentangan besar antara yang baik dan yang jahat, sejak waktu peperangan itu mula-mula terjadi di surga sampai kepada akhirnya bilamana pemberontakan itu dibinasakan dan dosa dibasmi semata-mata, juga merupakan pertunjukan kasih Allah yang tiada berubah-ubah .... Karena hukum kasih itulah alasan pemerintahan Allah, kebahagiaan semua makhluk yang berpengertian tergantung atas persesuaian mereka yang sempurna dengan prinsip-prinsip kebenaran yang besar. Allah menginginkan pelayanan kasih dari semua makhluk ciptaan-Nya—pelayanan yang terpancar dari penghargaan karakter-Nya. Ia tidak menyukai penurutan yang terpaksa .... Selama semua makhluk ciptaan mengakui kesetiaan kasih, terdapatlah kerukunan yang sempurna di seluruh alam semesta Allah. Adalah kesukaan bagi para penghuni surga untuk melaksanakan maksud Khaliknya. Mereka bersukacita dalam memantulkan kemuliaan-Nya dan mempertunjukkan pujian-Nya. Maka sementara kasih kepada Allah yang terutama, kasih terhadap satu sama lain itu pun meyakinkan dan tidak bersifat mementingkan diri. Tiada kedengaran bunyi perselisihan sedikit pun untuk menodai keharmonisan semawi itu?39

Monday, January 11, 2021

Setiap Karunia yang Baik dan Sempurna adalah dari Dia

 “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran” (Yakobus 1:17).

Kuasa Allah dinyatakan dalam denyut jantung, dalam gerakan paru-paru dan peredaran darah melalui ribuan saluran yang berbeda-beda di dalam tubuh. Kita berutang kepada-Nya untuk tiap-tiap saat keadaan kita, dan bagi semua kesenangan hidup. Kuasa dan kesanggupan yang meninggikan manusia di atas segala ciptaan yang lebih rendah, adalah karunia Khalik, la mengisi kita penuh dengan segala kebajikan-Nya. Kita berutang kepada-Nya bagi makanan yang kita makan, air yang kita minum, pakaian yang kita pakai, udara yang kita hirup. Tanpa perbuatan yang Mahakuasa bahwa udara pasti akan dipenuhi dengan penyakit dan racun. Ia adalah pemberi kebajikan dan pemelihara yang berkelimpahan. Matahari yang menerangi bumi, serta memuliakan segenap alam kejadian, sinar bulan yang menakjubkan, kemuliaan ruang angkasa yang ditaburi dengan bintang-bintang gemerlapan, hujan yang menyegarkan tanah dan menjadikan tanam-tanaman bertumbuh subur, segala perkara yang indah-indah di alam kejadian dengan macam-macamnya yang gilang-gemilang, pohon-pohon yang indah, semak belukar serta tumbuh-tumbuhan lain, lambaian daun gandum, langit yang biru, bumi yang hijau perubahan siang dan malam, perubahan-perubahan musim, semuanya itu berbicara kepada manusia tentang kasih Khaliknya. Ia telah menghubungkan kita pada diri-Nya oleh segala tanda-tanda di langit dan di bumi.37

Kita boleh mengucapkan kepada-Nya segala perkara duniawi kita, memohon dari pada-Nya makanan dan pakaian sebagaimana roti hidup dan jubah kebenaran Kristus .... Karunia-Nya yang memiliki segala kuasa di langit dan di bumi disimpan untuk anak-anak Allah. Karunia itu sungguh indah, yang datang kepada kita oleh pengorbanan yang sangat mahal, yakni darah Penebus; karunia-karunia yang akan mengenyangkan kerinduan hati yang sedalam-dalamnya; karunia-karunia yang kekal seperti zaman kekekalan, akan diterima dan digemari oleh semua orang yang mau datang kepada Allah sebagai anak-anak kecil. Ambillah segala perjanjian Allah itu sebagai milikmu, mohonkanlah segala perjanjian itu di hadapan-Nya seperti perkataan-Nya sendiri, maka engkau pun akan menerima kekenyangan dengan sukacita.38

Sunday, January 10, 2021

Dia Mengetahui Keperluan Kita sebelum Kita Minta

 “Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya” (Matius 6; 8).

Kalau Allah, seniman Ilahi itu, memberikan kepada bunga-bunga yang sederhana, yang binasa dalam satu hari, coraknya yang halus-halus dan beraneka-warna, betapa lebih besar lagi penjagaan yang akan diberikan-Nya bagi orang-orang yang dijadikan menurut gambar-Nya sendiri? Kalau manusia mengasihi dan menuruti Allah, serta menjalankan perannya, Allah akan menyediakan segala keperluan mereka.... Tiada seorang pun dapat menambah tingginya, tidak peduli seberapa besar keinginannya berbuat demikian. Tak kurang dari tidak masuk akal mengkhawatirkan hari besok dan keperluannya. Lakukanlah kewajibanmu, dan berharap kepada Allah; karena Dia mengetahui hal-hal apa yang engkau perlukan.... Ia menjagamu dengan lebih lemah lembut daripada yang diperbuat oleh seorang ibu terhadap anaknya yang menderita .... Allah ialah Sahabat dalam kebingungan dan kesakitan, seorang pehndung dalam kesusahan, seorang pemelihara dalam ribuan bahaya yang tidak tampak oleh kita.34

Allah berada di setiap tempat kediaman; Ia mendengar tiap-tiap perkataan yang diucapkan, mendengar setiap doa yang dinaikkan, merasakan segala duka-cita dan kekecewaan-tiap-tiap jiwa, memandang perlakuan yang diberikan kepada bapa, ibu, saudara perempuan, sahabat, dan tetangga. Ia mempedulikan keperluan kita, dan kasih serta kemurahan dan anugerah-Nya selalu mengalir untuk mencukupkan keperluan kita.... Dalam penjagaan-Nya bolehlah kita bersandar dengan selamat.35

Allah menolong yang lemah, dan menguatkan orang-orang yang tak mempunyai kekuatan. Dalam ladang-ladang di mana pencobaan-pencobaan dan perselisihan-perselisihan serta kemiskinain adalah yang terbesar, para pekerja Allah pasti memperoleh perlindungan yang dipertambahkan. Bagi orang-orang yang bekerja di tengah-tengah kehangatan perjuangan itu, Allah berfirman, “Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.”

Tuhan kita beradaptasi kepada segala keperluan kita yang khusus. Dialah pelindung pada sebelah tangan kanan kita. Ia berjalan dekat disamping kita, bersedia mencukupkan segala keperluan kitar, la datang sangat dekat kepada orang-orang yang sibuk dalam pelayanan sukarela bagi Dia. Dia mengenal setiap orang sesuai dengan namanya. Oh, betapa besar jaminan yang kita peroleh tentang kasih Kristus yanglemah lembut itu.36

Saturday, January 9, 2021

"Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia” (Roma 8:17)

Semua yang turut membuat perjanjian dengan Yesus Kristus mereka diangkat menjadi anak-anak Allah. Mereka dibersihkan oleh kuasa Firman yang menghidupkan itu, maka malaikat-malaikat ditugaskan untuk melayani mereka. Mereka dibaptiskan di dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Suci. Mereka menjanjikan diri hendak menjadi anggota-anggota yang aktif dari jemaat-Nya di dunia ini. Mereka harus mati kepada segala bujukan keinginan-keinginan duniawi; tetapi dalam percakapan dan peribadatan, oleh penyucian Roh mereka harus mengerahkan suatu pengaruh yang hidup bagi Allah.

"Ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus”—betapa tinggi dan mulianya kedudukan ini! Terpisah dan berbeda dari dunia, selamat dari jerat licik Iblis! Oleh perjanjian baptisan mereka, orang-orang yang mengaku pengikut-pengikut Kristus telah menjanjikan dirinya hendak berdiri dalam perlawanan terhadap yang jahat. Musuh segala jiwa akan bekerja dengan segala tipu muslihat untuk merusakkan pikiran mereka. Ia akan berusaha memasukkan cara-caranya ke dalam pekerjaan mereka bagi Tuhan. Tetapi adalah keselamatan bagi mereka kalau mereka suka memperhatikan nasihat: “ ... hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata
Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.”31

Manusia dihormati oleh dijadikan rekan di dalam ladang Allah, dengan diterima sebagai seorang pekerja di kantor-kantor pusat besar yang telah didirikan-Nya .... Oleh penetapan, Tuhan Penebus kita ialah ahli waris Allah, dan barang siapa pekerja bersama dengan Dia dalam pekerjaan menyelamatkan jiwa-jiwa, adalah sewaris dengan Dia.... Menjadi seorang yang menang berarti ditaruh dalam barisan orang-orang yang memiliki berlimpah-limpah ... suatu kemuliaan kekal yang penuh.32 ..

Kepada kemuliaan yang lebih besar apakah dapat kita idam-idamkan selain disebut anak-anak Allah? Derajat yang lebih besar apakah dapat kita pegang, warisan yang lebih besar apakah dapat kita peroleh, daripada yang datang kepada segala orang yang menjadi waris Allah dan sewaris dengan Kristus?33

Friday, January 8, 2021

Kita adalah Anak-Anak-Nya Laki-Laki dan Perempuan

 “… Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa” (2 Korintus 6:17,18).

    Khalik alam semesta menyebut engkau sebagai Bapa yang penuh kasih sayang .... Bapamu yang di surga bertujuan hendak mengangkat engkau seorang anggota keluarga kerajaan, agar dengan perantaraan segala janji-Nya yang sangat besar dan indah, engkau boleh turut ambil bagian dalam sifat Ilahi.... Makin banyak engkau ambil bagian dalam tabiat Mmalaikat-malaikat yang suci dan tiada berdosa, dan tabiat Kristus, Penebusmu, makin jelaslah engkau akan membawa cap yang Ilahi, dan makin kaburlah kelak kesamaanmu dengan dunia ini.27

“Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan ...? Betapa besarnya suatu janji diberikan di sini atas syarat penurutan! ... Ia berjanji hendak menjadi Bapa bagimu. Oh, alangkah eratnya hubungan ini! Lebih tinggi dan lebih suci daripada sesuatu ikatan duniawi. Kalua engkau mengadakan korban, kalua engkau harus meninggalkan bapa, ibu, saudara-saudara perempuan, saudara-saudara laki-laki, istri, dan anak-anak karena Kristus, maka bukannya engkau tidak akan bersahabat lagi. Allah mengangkat engkau ke dalam keluarga-Nya; engkau menjadi anggota rumah tangga kerajaan, putra dan putri Raja yang Memerintah dalam langit segala langit.28

    Kalau engkau menyebuti Allah Bapamu, maka engkau mengaku dirimu sendiri anak-anak-Nya, untuk dituntun oleh hikmat-Nya, dan untuk menurut di dalam segala perkara karena mengetahui bahwa kasih-Nya tiada berubah adanya. Engkau akan menerima rencana-Nya untuk hidupmu. Sebagai anak-anak Allah, engkau akan meninggikan kehormatan-Nya, tabiat-Nya, keluarga-Nya, pekerjaan-Nya, sebagai tujuan-tujuan perhatianmu yang tertinggi. Itu akan menjadi kesukaan bagimu, mengakui dan menghormati hubunganmu kepada Bapamu, dan kepada tiap-tiap anggota keluarga-Nya.29

Allah adalah Bapa kita, orang tua yang lemah lembut dan selalu memikirkan anak-anak rohani-Nya. Ia dijanjikan hendak menjadi pelindung, penasihat, penuntun dan sahabat bagi semua orang yang menurut kepada-Nya.30

Thursday, January 7, 2021

Bahwa Jemaat menjadi Sasaran Perhatian Allah yang Tertinggi

 “Supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela’* (Efesus 5:27)

Jemaat, walaupun lemah dan bercacat adanya, ialah satu-satunya sasaran diatas dunia di mana Kristus mencurahkan perhatian-Nya yang tertinggi. Ia selamanya mengawasi jemaat itu dengan penuh pertarungan, dan menguatkannya dengan Roh Suci-Nya. Sebagai anggota jemaat-Nya, maukah kita membiarkan Dia mengesankan pikiran kita dan bekerja oleh perantaraan kita untuk kemuliaan-Nya?23

Kristus mengasihi jemaat-Nya. Ia akan memberikan semua pertolongan yang diperlukan kepada barang siapa yang berseru kepada-Nya meminta kekuatan untuk pertumbuhan tabiat yang sama seperti Kristus, Tetapi kasih-Nya itu bukanlah kelemahan. Ia tidak akan melayani dosa-dosa mereka itu atau memberikan kepadanya kemakmuran, sedang mereka terus mengikuti suatu haluan perbuatan yang salah. Hanyalah oleh pertobatan yang setia dosa-dosa mereka akan diampuni; karena Allah tidak akan menutupi kejahatan dengan jubah kebenaran-Nya. Ia akan memuliakan pelayanan yang setia. Ia akan memberkati dengan limpahnya barang siapa yang menyatakan kepada sesamanya manusia keadilan, kemurahan, dan kasih-Nya. Biarlah orang-orang yang sibuk di dalam pekerjaan-Nya berjalan di hadapan-Nya dengan rendah hati, menurut jejak kaki-Nya dengan setia menyayangi azas-azas suci yang akan hidup selama zaman yang kekal. Biarlah mereka menunjukkan dalam perkataan dan perbuatan bahwa mereka menuruti hukum-hukum sebagaimana yang dituruti dalam surga.24

Jemaat itulah penyimpanan segala kelimpahan anugerah Kristus; maka oleh perantaraan jemaat itulah akhirnya akan dinyatakan, bahkan kepada “segala pemerintah dan penguasa yang di surga,” hendaklah menjadi pertunjukan yang terakhir dan sempurna dari kasih Allah.... Jemaat itulah benteng Allah, kota perlindungan-Nya, yang dipertahankan-Nya dalam satu dunia yang memberontak.... Itulah tempat pertunjukan anugerah-Nya, di mana Ia bergemar menyatakan kuasa-Nya untuk mengubahkan hati.25

Kasih Allah bagi jemaat-Nya tiada terhingga adanya, Penjagaan-Nya atas warisan-Nya tiada berkeputusan.26

Wednesday, January 6, 2021

Agar Kita Disucikan sebagaimana Kristus Suci Adanya

“Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yohanes 1:12)

     Menjadi anak Ilahi bukanlah sesuatu yang kita peroleh atas kuasa kita sendiri. Hanyalah kepada setiap orang yang menerima Kristus sebagai Juruselamatnya diberikan kuasa untuk menjadi putra dan putri Allah. Oleh kuasanya sendiri, orang yang berdosa tidak dapat membersihkan dirinya dari dosa. Untuk mencapai maksud ini, ia harus memandang kepada suatu Kuasa yailg lebih tinggi. Yohanes berseru, “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” Kristus sajalah yang berkuasa untuk membersihkan hati. Barang siapa yang mencari keampunan dan penerimaan, hanya dapat mengatakan-

“Aku hampa datang pada-Mu;

Harapahku hanya pada salib-Mu.”

Tetapi janji akan menjadi anak itu dibuat untuk semua orang yang “percaya pada nama-Nya.” Tiap-tiap orang yang datang kepada Yesus dalam iman akan menerima keampunan.19

Agama Kristus mengubahkan hati. Agama itu membuat manusia yang memikirkan duniawi menjadi memikirkan surga. Di bawah pengaruhnya manusia yang kikir menjadi tidak kikir, karena inilah tabiat Kristus. Orang yang tidak jujur atau licik menjadi jujur, sehingga sudah menjadi tabiat yang kedua baginya untuk berbuat kepada orang lain apa yang disukainya diperbuat orang lain kepadanya. Orang yang cemar diubahkan dari kenajisan kepada kesucian. Ia membentuk perangai yang benar; karena Injil Kristus baginya telah menjadi suatu kenikmatan menuju hidup.20

    Allah harus dinyatakan dalam Kristus, yang telah “mendamaikan dunia dengan diri-Nya.” Manusia telah menjadi begitu merosot keadaannya oleh dosa sehingga mustahillah dia, dating dengan kesempurnaannya sendiri kepada Dia yang suci dan penuh kebaikan itu. Tetapi setelah menebus manusia dari penghukuman pelanggaran hokum, Kristus dapat memberikan kuasa Ilahi, untuk bersatu dengan usaha manusia. Dengan demikian oleh pertobatan terhadap Allah dan iman dalam Kristus, anak-anak Adam yang jatuh dalam dosa dapat menjadi “anak-anak Allah” sekali lagi.21

Ketika satu jiwa menerima Kristus, ia menerima kuasa untuk hidup sebagaimana Kristus hidup.22

Tuesday, January 5, 2021

Bahwa Allah Mengutus Anak-Nya untuk Mati agar Kita Boleh Hidup

 “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita” (l Yohanes 4:10).

    Pada penebusan, Allah telah menyatakan kasih-Nya dalam pengorbanan, suatu korban yang begitu luas dan dalam dan tinggi sehingga tidak dapat diukur. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal ...”

Ketika dosa Adam menenggelamkan umat manusia ke dalam kemelaratan yang tiada harapan, Allah sebenarnya dapat memisahkan diri-Nya dari makhluk-makhluk yang berdosa itu. Ia sebenarnya dapat memperlakukan mereka itu sebagaimana orang-orang berdosa patut diperlakukan. Ia sebenarnya dapat memerintahkan malaikat-malaikat surga supaya menuangkan atas dunia kita ini cawan-cawan murka-Nya. Ia dapat membuangkan titik yang gelap ini dari alam semesta-Nya. Tetapi Ia tidak berbuat demikian. Ganti membuang mereka dari hadirat-Nya, Ia malahan datang lebih dekat lagi kepada manusia yang berdosa itu. Ia menyerahkan Anak-Nya yang tunggal menjadi tulang dari tulang kita dan daging dari daging kita. “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita... penuh kasih karunia dan kebenaran.” Kristus, oleh hubungan kemanusiaan-Nya dengan manusia, menarik mereka itu dekat kepada Allah. Ia membungkus sifat-Nya yang Ilahi itu dengan pakaian kemanusiaan, dan menunjukkan di hadapan seluruh surgawi, di hadapan dunia dunia yang belum berdosa, betapa Allah sangat mengasihi anak-anak manusia.

Manusia tidak sanggup menghitung karunia Allah. Tidak ada yang ditahankan. Allah tidak mau membiarkan dikatakan kelak bahwa la sebenarnya dapat berbuat lebih banyak lagi atau menyatakan kepada manusia suatu ukuran kasih yang lebih besar. Dalam karunia Kristus, Ia menyerahkan segenap surga.

Yang Mahatinggi, yang ada dengan Bapa sebelum dunia ini ada, telah diserahkan kepada penghinaan, agar Ia dapat mengangkat manusia. Nubuatan membukakan tabir, agar kita boleh memandang takhta surga, agar kita boleh melihat di atas takhta itu, ketinggian dan kemuliaan, Seorang dalam bentuk manusia, datang ke dunia kita ini hendak menderita, tubuh-Nya dirobek dan luka karena kejahatan kita.17

Demikianlah Allah menunjukkan kasih-Nya bagi manusia. Bersama dengan Kristus diserahkan-Nya segenap surga, agar gambar moral Allah dapat dipulihkan kembali dalam manusia .... Anugerah-Nya dalam segala kebesarannya disediakan bagi semua.18

Monday, January 4, 2021

Agar Kita Disucikan sebagaimana Kristus Suci Adanya

"Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci” (1 Yohanes 3:3)

 Kristus mau meninggikan dan menghaluskan pikiran manusia, menyucikannya dari segala dosa, agar ia boleh menghargai kasih yang tiada taranya."

Melalui pertobatan, iman, dan perbuatan baik ia boleh menyempurnakan tabiat yang benar, lalu enuntut melalui jasa-jasa Kristus, kesempatan istimewa menjadi anak-anak Allah. Azas-azas kebenaran Ilahi, yang diterima dan disimpan dalam hati, akan membawa kita kepada suatu ketinggian kemuliaan moral yang tidak kita duga mungkin untuk kita capai.... “Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.”12

Kesucian hati dan hidup ialah mata pelajaran yang terpenting diberikan oleh Kristus. Dalam khotbah-Nya di atas gunung, setelah merinci apa yang mesti dilakukan supaya berbahagia, dan apa yang sekali-kali tidak boleh dilakukan, Ia berfirman, “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurria ”Kesempurnaan, kesucian—ini akan memberikan kepada mereka keberhasilan dalam menjalankan azas-azas yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Tanpa kesucian ini, hati manusia itu kikir adanya, berdosa, dan jahat. Kesucian akan membawa pemiliknya berbuah banyak, dan berkelimpahan dalam segala perbuatan yang baik. Ia tidak akan pernah menjadi lelah dalam berbuat baik; tidak pula ia mencari kedudukan dalam dunia ini; melainkan ia akan memandang ke depanr dengan kedudukan yang akan diperoleh dari Raja Surga apabila la akan meninggikan umat-Nya yang disucikan dan saleh kepada takhta-Nya.... Kesucian hati akan menghasilkan tindakan-tindakan yang benar.13

Sebagaimana Allah suci adanya dalam lingkungan-Nya, demikian juga manusia harus suci adanya di lingkungannya. Dan dia akan menjadi suci kalau Kristus dibentuk di dalam hati, serta pengharapan kemuliaan; ditiru dan dipantulkan seperti tabiat Kristus.

Keagungan kemuliaan tabiat orang Kristen akan bercahaya seperti matahari, maka sinar terang dari wajah Kristus akan dipantulkan atas mereka yang telah menyucikan dirinya, sebagaimana Ia juga suci adanya.15

Kesucian hati akan membawa kepada kesucian hidup?6

    

Sunday, January 3, 2021

Bilamana Kristus Sudah Nyata Kelak, Kita pun Menjadi Sama seperti Dia

 “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya” (l Yohanes 3:2).

Kita tidak boleh berdiam diri, dengan pengharapan bahwa perubahan perangai akan datang kepada kita oleh sesuatu pekerjaan ajaib, ketika Yesus kelak tampak di awan-awan di langit, dengan kuasa dan kemuliaan besar. Tidak, hai saudara-saudaraku yang muda, kita harus menghadapi meja pengadilan, dan kesempatan diberikan pada kita di dalam hidup ini, Supaya kita boleh membentuk perangai untuk hidup yang kekal di kemudian hari.6

Jangan seorang pun seorangpun menyangka bahwa kekikiran, penghormatan diri, dan pemanjaan diri cocok dengan Roh Kristus. Pada tiap-tiap pria dan wanita yang sungguh-sungguh bertobat ada tanggung jawab yang tidak.dapat kita taksir dengan tepat. Adat istiadat dan cara-cara dunia sekali-kali tidak boleh dituruti oleh putra dan putri Raja Surga.7

Dalam memisahkan diri dan dunia, kita akan menghadapi kesukaran-kesukaran pada segala pihak. Tetapi di sinilah penghiburan bagi kita: “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya. kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melibat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.”8

Kita harus menunjukkan oleh perkataan dan perbuatan kita bahwa kita insaf akan tanggung jawab besar yang diletakkan atas kita. Terang kita harus bersinar begitu jelas sehingga orang-orang lain dapat melihat bahwa kita memuliakan apa dalam hidup kita sehari-hari; bahwa kita berhubungan dengan surga dan sewaris dengan Kristus.9

Memperoleh persekutuan dengan Bapa dan anak-Nya Yesus Kristus berarti dipermuliakan dan ditinggikan, serta ikut ambil bagian dalam sukacita yang tiada terkatakan dan megah. Makanan, pakaian, kedudukan, dan kekayaan mungkin ada nilainya; tetapi mempunyai hubungan dengan Allah... tiada ternilai harganya .... Maka meskipun “belum nyata apa keadaan kita kelak,” “apabila Kristus menyatakan diri-Nya,” “kita akan menjadi sama seperti Dia.”10