Thursday, April 5, 2018

PERTENTANGAN KOSMIS

Triwulan II 2018
Sekolah Sabat Dewasa Pelajaran 1
PERTENTANGAN KOSMIS


PELAJARAN 1, *31 Mar - 6 Apr
Saya ingin kita memulai dengan melihat ayat hafalan untuk Sabat ini: Wahyu 12:17 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus. Inilah yang akan kita pelajari sepanjang sabat ini “peperangan"ataupun yang kita sering dengan “pertentangan besar."Dalam pelajaran kita kali ini, kita akan melihat bagaimana akar dosa itu terjadi dalam diri Lucifer yang kemudian membawa pemberontakannya kedunia ini dengan mengikuti sertakan Adam dan Hawa. Mari kita memulaikannya dengan pertanyaan “bagaimana hal ini (dosa ataupun kejahatan) dapat dimulaikan?" mengingat bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatunya adalah sempurna. Sebelum kita menjawab pertanyaan diatas, saya ingin menyelipkan satu pengertian yang kita terima, bahwa tentu dosa itu berasal atau bermula dari Lucifer, kita bisa lihat ayatnya dalam Yehezkiel 28:1, 2, 11-17 dan Yesaya 14:12-14. [1] Serta tulisan Roh Nubuat berikut ini:
“Telah begitu lama seluruh makhluk ciptaan menyatakan kesetiaan kasih, yang adalah telah menjadi kesempurnaan yang selaras bagi seluruh alam semesta milik Tuhan. Itu adalah kebahagiaan dari seluruh penduduk surgawi untuk memenuhi tujuan dari pencipta mereka. Mereka telah berbahagia didalam merefleksikan kemuliaan-Nya dan menunjukkan pujian dihadapan-Nya. Dan ketika kasih kepada Allah telah menjadi hal yang terpenting, kasih kepada satu dengan yang lain bersifat tulus dan tidak mementingkan diri sendiri. Tidak ada satu nada sumbang yang menganggu keselarasan alam semesta. Tetapi perubahan telah terjadi atas kebahagiaan yang ada saat ini. Ada satu pribadi yang telah menyalahgunakan kebebasan yang telah diberikan Tuhan kepada semua ciptaan-Nya. Dosa berasal dari dia, yang setingkat lebih rendah dari Kristus, dan yang paling dihormati oleh Tuhan. Patriarchs and Prophets, p. 35. [2]
—tetapi pertanyaan yang lebih dalam adalah darimana dan bagaimana bisa ada timbul embrio dosa dalam diri atau hati Lucifer yang adalah ciptaan yang sempurna ini? Mari kita lihat langsung jawabannya dalam Alkitab dan tulisan E. G. White
2 Tesalonika 2:7-8 Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.
Saya tidak akan membahas perkataan setelah yang saya garis bawahi, tetapi agar tidak kehilangan konteks ayatnya maka saya ikut sertakan sampai ayat 8. Perhatikan bahwa kedurhakaan, kejahatan, dosa itu telah mulai bekerja secara rahasia—alias susah untuk dapat diterangkan “misterius"—bagaimana mungkin dalam dunia tanpa dosa, tidak mengenal dosa, sempurna—bisa terjadi dosa? How come? Ingat tidak semua pertanyaan kita manusia yang terbatas ini dapat terjawab! Kemudian Ellen White mengatakan demikian: “Adalah tidak mungkin untuk menjelaskan asal mula dosa juga sebagaimana dalam memberikan sebuah alasan untuk keberadaan dosa itu sendiri... dosa adalah penyusupan, sehingga tidak ada alasan yang dapat diberikan untuk keberadaan dosa itu sendiri. Dosa adalah sesuatu yang misterius, dan tidak dapat diketahui; mengijinkan keberadaan dosa adalah sama dengan mempertahankannya, kemudian itu akan menjadi dosa."Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 516. [3]

Kemudian mari kita melihat catatan Alkitab untuk kejatuhan manusia. Kita bisa melihat dalam Kejadian 3:1-7—ada beberapa hal yang menarik yang dapat kita tarik dari pelajaran, yang mungkin sudah sering kita dengar ini. Perhatikan kata-kata Hawa kepada ular yang mengatakan bahwa "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" ... jawaban Hawa: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati. —Hawa dan Adam bukan tidak mengerti tentang firman Tuhan, bukan tidak meresapi arti dari setiap firman itu—tetapi ada satu hal penting yang tidak ada dalam pikiran Adam dan Hawa yaitu gantinya berserah dan percaya pada firman Tuhan, mereka menaruh kepercayaan mereka kepada iblis. Mari kita belajar untuk berserah dan percaya kepada firman Tuhan, bukan hanya sekedar mengetahui atau bahkan ahli dalam menjelaskan firman Tuhan—tetapi kita harus berserah, percaya dan melakukan firman Tuhan itu. Peperangan itu telah terjadi dan kita bisa melihatnya dengan lebih jelas melalui Alkitab dalam Wahyu 12:1-17—yang akan saya coba bagi sebagai berikut:

Wahyu 12:1-17 = peperangan sepanjang zaman sejak surga sampai saat ini
Wahyu 12:7-9 = ini adalah pertempuran pertama yaitu antara setan dan Mikhael (Who is like God?)—Yesus. Setan kalah disurga
Wahyu 12:4 = setan berusahan menyerang-Nya di dunia setelah kelahiran manusia-Nya. Gagal melawan Kristus, dan kemudian gagal melawan Dia di padang gurun dan kemudian di Salib, Setan—setelah kekalahan yang tidak dapa diubah di Golgota—pergi berperang melawan umat Allah.
Wahyu 12:6, 14-17 = Peperangan disepanjang sejarah pengikut Kristus (Kristena) dan dilanjutkan sampai akhir zaman.

Artinya jika kita membaca baik-baik kitab Wahyu 12 kita melihat peperangan ini adalah antara ciptaan (setan) dengan pencipta (Tuhan). Lalu dilanjutkan serangan kepada Yesus sebagai manusia, anak perempuan itu, kemudian kepada perempuan itu sendiri, lalu kepada keturunan perempuan yang lain—yang menuruti hukum Allah dan kesaksian Yesus. Satu pertanyaan yang sangat penting adalah bagaimana kita dapat bertahan? Umat-umat Tuhan dapat bertahan menang menghadapi serangan-serangan setan? Karena jika Tuhan menang, tentu itu wajar. Tapi bagaimana dengan kita? Bagaimana suapaya menang? Sama halnya dengan Adam dan Hawa, mereka tidak akan kalah bila tetap percaya dan berserah pada firman-Nya—karena Allah mengasihi mereka dan kita juga wajib merespons kasih-Nya dengan percaya dan melakukan firman-Nya, meskipun mungkin kematian menjadi resiko kita mengikuti Yesus. Seperti yang dikatakan oleh Paulus:
2 Timotius 4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.
Inilah yang telah memberikan kekuatan disepanjang jaman, keriduan akan kedatagan Yesus Kristus yang kedua kali—menjadi pengharapan bagi semua orang, termasuk mereka yang telah dianiyaya—yang disebutkan dalam Wahyu 12:6, 14—(satu masa, dua masa dan setengah masa; 1260 hari = tahun 538-1798) . Disebutkan oleh Ellen G. White sebagai berikut:
“Penganiayaan ini bermula pada zaman Kaisar Nero, pada waktu Rasul Paulus mati syahid, berlangsung terus dengan semakin kejam atau tidak kurang kejam selama berabad-abad. Orang-orang Kristen dituduh dengan tuduhan palsu melakukan kejahatan yang paling mengerikan, dan dinyatakan sebagai penyebab bencana-bencana besar seperti bahaya kelaparan, wabah dan gempa bumi. Sementara mereka menjadi sasaran kebencian dan kecurigaan, para penuduh, demi keuntungannya menkhianati orang yang tidak bersalah itu. Mereka dituduh sebagai pemberontak yang melawan kerajaan, sebagai musuh agama, dan sebagai wabah bagi masyarakat. Banyak yang dilemparkan kepada binatang buas dan dibakar hidup-hidup di amfiteater."—Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 41. [4]
Dan ini semua tergambar dengan jelas dalam nama kita. Pengharapan kita dan yang kita ingin lakukan diatas dunia ini dalam menantikan pengharapan itu. Gereja Masehi Advent hari Ketujuh. Bagian hari ketujuh menunjukkan Sabat hari ketujuh, yang menunjuk kepada keyakinan kita, bukan hanya dalam satu hukum itu sendiri tetapi, melalui maksud, keyakinan kita dan sepuluh hukum. Advent menunjuk kepada keyakinan pada kedatangan Yesus yang kedua kali. Oleh karena itu, nama Masehi Advent Hari Ketujuh menunjuk kepada dua komponen kebenaran masa kini yang krusian yang tidak dapat dipisahkan: hukum dan Injil. [5] Yang tentunya sesuai dengan firman Tuhan yang mengatakan:
Wahyu 14:12 Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.
Marilah kita menjadi para pengikut Kristus yang menuruti firman ataupun perintah Allah dan yang percaya (iman) kepada Yesus serta melakukannya.
Tuhan memberkati 

Sumber : https://www.gerejaadventdhi.org

Renungan Pagi 6 April 2018

“POTRET KASIH ALLAH”
6 April 2018

Musik di Bait Allah

“Juga diangkatnya dari orang Lewi itu beberapa orang sebagai pelayan…TUHAN, Allah Israel dan menyanyikan syukur dan puji-pujian bagi-Nya…Yeiel yang harus memainkan gambus dan kecapi, sedang Asaf harus memainkan ceracap” (1 Tawarikh 16:4,5).

Bukan hal yang mengejutkan apabila Daud, “pemazmur yang disenangi di Israel” (2 Sam.23:1), sangat memperhatikan musik yang digunakan dalam menyembah Allah. Ia bukan hanya pemain musik istana yang berpengalaman (di istana Raja Saul, Anda ingat?) tapi juga seorang penulis lagu yang berbakat. Para ahli Perjanjian Lama mengaitkannya dengan terbentuknya kelompok musik Bait Allah.

Sejak zaman Perjanjian Lama, musik telah menjadi bagian dari ibadah penyembahan. Sejak saat itu menyanyikan lagu-lagu pujian atau memainkannya dengan alat musik telah menjadi bagian tak terpisahkan untuk menyembah dan memuji Allah, serta menambah kekhidmatan ibadah umat-Nya.

Musik yang dimainkan di Timur Dekat kuno mungkin terdengar aneh dan kurang harmonis bagi telinga kita. Tetapi penelitian baru-baru ini menemukan bahwa musik Timur Dekat kuno tidak sepenuhnya buruk bagi citarasa orang Barat (sebagai contoh, Anda dapat membuka situs: www.oeaw.ac.at/kal/mane/ [khususnya dengarkan RS h.6] atau www.mythinglinks.org/neareast.html [perhatikan Hurrian Hymn di bagian bawah situs ini].) Orang Yahudi bukan satu-satunya bangsa Timur Dekat yang menggunakan musik untuk mendukung ritual penyembahan mereka. Orang Mesir, Mesopotamia, dan Kanaan juga melakukannya. Apakah Anda tahu bahwa petikan musik paling awal yang diketemukan memiliki usia yang sama dengan abjad dalam bentuknya yang paling awal juga—sebuah lagu pujian kepada Nikkal, seorang dewi bulan?

Saat ini hampir tidak mungkin bagi seorang ahli arkeologi musik untuk mengetahui dengan tepat bagaimana bunyi musik timur Dekat kuno sebenarnya, tapi mereka mengetahui bahwa alat musik yang digunakan mencakup senar, tiupan, dan alat-alat perkusi. Diduga setidaknya beberapa musik religious ini memiliki irama ketukan yang kuat, yang membantu para penyembah untuk mencapai kondisi gembira yang luar biasa, seperti yang dialami Daud ketika ia menari di depan tabut sampai membuat malu Mikhal, anak perempuan Saul (2 Sam. 6:16), atau ketika Elisa meminta seorang pemain harpa untuk membantunya mendapatkan inspirasi (2 Raj.3:15).

Seperti dicatat sebelumnya, nampaknya Allah dapat menerima perbedaan budaya kita masing-masing, seperti juga ekspresi musikal kita dalam penyembahan. Jadi marilah kita bersikap lebih toleran terhadap mereka yang memiliki selera musik rohani yang berbeda dengan kita.

Wednesday, April 4, 2018

Renungan Pagi 5 April 2018


“POTRET KASIH ALLAH”
5 April 2018

Oh, Menjadi Seorang Suku Isakhar!

“Dari bani Isakhar orang-orang yang mempunyai pengertian tentang saat-saat yang baik, sehingga mereka mengetahui apa yang harus diperbuat orang Israel: dua ratus orang kepala dengan segala saudara sesukunya yang di bawah perintah mereka” (1 Tawarikh 12:32).

Tiba-tiba kita menemukan daftar nama-nama…lagi. Hanya saja, kali ini daftar nama tersebut tidak berupa daftar keturunan seperti sebelumnya, tapi berkenaan dengan orang-orang yang ditunjuk oleh Raja Daud untuk melayani bait suci—tenda yang dibangunnya sebagai rumah tabut perjanjian (dan kemudian menjadi pelayan Bait Allah yang dibangun oleh Salomo) dan untuk mengawasi administrasi pemerintahan.

Di pasal 12 kita menjumpai daftar nama prajuirt yang bergabung di sekeliling Daud sebelum dan sesudah ia menjadi raja. Konteks ayat hari ini terdapat dalam 1 Taw. 12:23: “Inilah jumlah pasukan bersenjata untuk berperang yang datang kepada Daud di Hebron untuk menyerahkan jabatan raja dari pada Saul kepada Daud.” Menurut perhitungan ini, suku Zebulon menyertakan prajurit paling banyak—50.000 orang (ay.33) dan suku Isakhar mengirimkan jumlah paling sedikit—200 orang.

Meskipun suku Isakhar paling sedikit secara kuantitas, kitab Tawarikh memuji-muji mereka sebagai: “orang-orang yang mempunyai pengertian tentang saat-saat yang baik, sehingga mereka mengetahui apa yang harus diperbuat orang Israel,” Sebuah rangkaian empat pembeda kata Ibrani yang menggambarkan dua karakteristik suku Isakhar seperti yang ditonjolkan oleh kitab ini.

Pertama, para pria suku Isakhar bisa membedakan waktu yang istimewa dalam hidup mereka. Mereka mengetahui bahwa ada waktu-waktu yang tidak berbeda dengan saat lainnya, yaitu saat-saat rutin—menjemukan. Tetapi ada saat-saat tertentu di mana situasinya berbeda dengan yang lain—sebuah kesempatan yang langka. Kemampuan untuk membedakan mana yang biasa dan mana yang luar biasa sangatlah penting. Tidak setiap orang mempunyai ketajaman untuk membedakan kedua saat tersebut.

Kedua, para pria suku Isakhar memiliki kearifan untuk mengetahui tindakan tepat yang harus dilakukkan pada saat-saat istimewa tersebut. Mereka tahu bagaimana harus mengambil tindakan. Tindakan istimewa untuk saat istimewa. Tidak cukup hanya mengenali keunikan sebuah situasi. Seorang bijaksana juga mengetahui bagaimana mengambil manfaat dari saat yang istimewa tersebut.

Betapa sering kita merasa gagal ketika harus memutuskan langkah terbaik apa yang harus diambil. Oh, menjadi seorang suku Isakhar—mengetahui apa yang harus dilakukan dan kapan harus melakukannya! Sungguh merupakan anugerah dari Allah sendiri, yang maha mengetahui.

Tuesday, April 3, 2018

Renungan Pagi 4 April 2018

“POTRET KASIH ALLAH”
4 April 2018

Kematian Tragis Uza

“Uza mengulurkan tangannya memegang tabut itu, karena lembu-lembu itu tergelincir. Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Ia membunuh dia oleh karena Uza telah mengulurkan tangannya kepada tabut itu: (1 Tawarikh 13:9,10).

Dalam keseluruhan Alkitab, terkadang kita menjumpai ayat-ayat yang membingungkan. Untungnya yang seperti itu tidak banyak, namun cukup untuk menantang cara pandang yang biasa kita anut. Penggalan kisah Uzi ini adalah salah satu cerita yang membingungkan itu.

Raja Saul telah menelantarkan tabut perjanjian, yang pada saat itu berarti sangat menyepelekan Allah, karena tabut itu mewakili kehadiran pribadi TUHAN sendiri. Seperti halnya bangsa Israel telah “menampar” Allah langsung di wajah-Nya dengan meminta seorang raja, demikianlah kerajaan pertama mereka melanjutkan penghinaan itu dengan menelantarkan tabut-Nya. Daud memutuskan untuk memperbaiki situasi ini.

Setelah meminta pendapat para pengikutnya, Daud bersama-sama dengan rombongannya pergi ke Kiryat Yearim, dimana tabut ditempatkan di rumah Abinadab. Mereka meletakkan tabut di atas sebuah kereta lembu, dan dengan semangat tinggi bernyanyi, bermain musik dan menari, dan memulai perjalanan +130 km ke Yerusalem, di mana Daud sudah mendirikan sebuah tempat suci—tenda untuk menaunginya.

Ketika menjejakkan kaki mereka di tanah Kidon, lembu-lembu itu terantuk sesuatu sehingga keretanya bergoyang, dan tabut terjungkit. Uza, anak Abinadab yang mengemudikan kereta mengulurkan tangannya menahan tabut agar tidak terjatuh ke tanah dan hancur berantakan. Malang baginya, TUHAN menganggapnya sesuatu yang lancang, dan “membunuh dia.”

Maka iring-iringan itu pun tidak beranjak lebih jauh, dan benda berlapis emas itu pun disemayamkan di tempat kediaman Obed-Edom. Lama setelah kejadian itu barulah Daud mencoba lagi usahanya. Kali ini ia menyuruh suku Lewi untuk membawa tabut dengan cara mengusungnya di atas bahu mereka sesuai apa yang diajarkan Musa. Sekali lagi prosesi tabut berjalan diiringi tari-tarian dan nyanyian sukacita menuju ke Yerusalem, di mana tabut itu ditaruh di tempat suci yang telah disiapkan oleh Daud.

Daud dengan tulus hati hendak memberikan rumah bagi tabut Allah di ibukota. Uza, juga dengan tulus hati mencoba menyelamatkan tabut agar tidak jatuh dan hancur berantakan. Lalu mengapa Allah murka sebagaimana yang dilakukan-Nya? Di saat lain TUHAN berkenan menerima situasi yang ada. Reaksi Allah cukup membingungkan—karena biasanya murka Allah dijatuhkan pada mereka yang memberontak kepada-Nya. Barangkali, betapapun baiknya niat seseorang, yang terpenting adalah melakukan dengan cara yang benar.

Monday, April 2, 2018

Renungan Pagi 3 April 2018


“POTRET KASIH ALLAH”
3 April 2018

Daud Menjadi Raja dari Kerajaan yang Bersatu

“Lalu makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab TUHAN semesta alam menyertainya” (1 Tawarikh 11:9).

Daud adalah seorang buronan, memimpin gerombolan 400 hingga 600 pemberontak yang menjadi pelarian karena memiliki utang yang tak sanggup mereka bayar atau orang-orang yang marah dan kecewa karena satu dan lain hal. Dan selama waktu itu ia dan gerombolannya yang selalu membuat onar itu terus diburu seperti binantang oleh tentara kerajaan Saul.

Setelah meninggalnya Raja Saul, Daud, yang jauh hari sebelumnya telah diurapi secara diam-diam oleh Samuel, menyatakan dirinya sebagai raja di Hebron. Selama tujuh tahun ia memerintah Yehuda dari kota itu, sementara Isyboset (“orang yang memalukan”) yang berusia 40 tahun, satu-satunya anak Saul yang masih hidup, menjadi lawannya dan memerintah Israel. Pada suatu saat setelah kematian Isyboset di tangan Rekhab dan Baana, para penjahat dari pemerintahan Saul yang telah tak berfungi itu mengunjungi Daud di Hebron. Meskipun sediki sekali rincian yang tersedia tentang ini, pertemuan itu menghasilkan sebuah perjanjian antara Daud dengan mereka. Dan sebagai puncaknya, mereka mengurapi Daud (pengurapan Daud yang ketiga kalinya) sebagai penguasa atas Yehuda dan Israel—sebuah kerajaan yang bersatu.

Dalam sebuah langkah diplomatik yang jenis Daud memutuskan untuk memindahkan ibukota ke Yerusalem, sebuah kota yang dihuni oleh orang-orang Yebusi dan merupakan daerah netral bagi Israel maupun Yehuda, meskipun hal ini bukan merupakan berkat bagi penduduk di sana! Setelah menaklukkan Zion dan daerah sekitarnya, kejayaan Daud semakin bertambah kuat karena “TUHAN semesta alam menyertainya”.

Agak mengagetkan saat membaca bahwa Daud “makin lama makin besar.” Pertama, ia lahir di keluarga Isai dan tidak diperhitungkan. Kedua, ia adalah seorang pembelot dan orang paling dicari oleh penguasa sebelumnya. Ketiga, ia hanya memimpin 600 orang pria dan belakangan hanya segelintir orang Israel. Keempat, ia telah menaklukkan diri kepada penguasa lain, seperti Akhis, raja Filistin di Gat.

Tapi bahkan lebih mengagetkan lagi membaca bahwa “Allah tidak pernah menghendaki umat-Nya hidup dalam sebuah kerajaan. Bahkan Allah menganggap permintaan mereka akan seorang raja sebagai tamparan di wajah-Nya. Meskipun Allah kecewa terhadap perkembangan situasi ini, Ia dengan murah hati menyesuaikan diri-Nya pada kondisi yang disebabkan oleh kehausan umat-Nya untuk menjadi sama dengan dunia, dan “menyertai” Daud—meskipun seorang raja Israel adalah sesuatu yang dalam istilah kita “di luar kehendak Allah.”

Sunday, April 1, 2018

Renungan Pagi 2 April 2018


“POTRET KASIH ALLAH”
2 April 2018

Doa Yabes

“Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!”                        (1 Tawarikh 4:10).

Kitab terakhir dalam Alkitab Ibrani (ya benar, kitab Tawarikh) dimulai dengan daftar silsilah yang menjemukan (bagi kita) berhalaman-halaman. “Abraham memperanakkan Ishak. Anak-anak Ishak ialah Esau dan Israel. Anak-anak Esau ialah Elifas… Anak-anak Elifas…” (1 Taw. 1:34-36).

Namun secara berkala, daftar nama “anak-anak” dan yang “memperanakkan” itu diberi selingan-selingan singkat yang sering tidak kita sadari. Salah satu selingan itu bercerita tentang seorang bernama Yabes, yang “lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya” (1 Taw.4:9). Mengapa ia “lebih dimuliakan” merupakan sebuah misteri” tapi bukan suatu rahasia mengapa Yabes saat ini “lebih dimuliakan” ketimbang seluruh keluarganya. Bruce Wilkinson menulis sebuah buku laris berjudul The prayer of Jabez, dan yang menjadi sangat terkenal.

Wilkinson menulis: “Saya ingin mengajarkan kepada Anda bagaimana mendoakan sebuah doa yang berani yang selalu dijawab oleh Allah” dan menyuruh pembacanya untuk mengulangi doa Yabes setiap hari sehingga hari-hari mereka boleh diberkati oleh Allah dengan mukjizat-mukjizat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Apakah yang didoakan oleh Yabes? Permintannya yang unik terdapat pada ayat hari ini. Ia berdoa untuk memperluas wilayah kekuasaannya dan memohon dilepaskan dari “malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa” dia. Sementara berjuta-juta pembaca saat ini mengulangi doa tersebut setiap hari, akan bermanfaat bagi kita untuk membandingkannya dengan doa Salomo: “Berilah sekarang kepadaku hikmat dan pengertian, supaya aku dapat keluar dan masuk sebagai pemimpin bangsa ini” ( 2 Taw. 1:10). Kelihatan sekali bahwa kedua doa ini sangat berbeda. Di satu pihak, doa Yabes menonjolkan kepentingan sendiri—bertambah luasnya kepemilikan tanah dan kebebasan dari kesulitan dan penyakit. Di lain pihak, doa Salomo menunjukkan penyangkalan diri—kehausan akan hikmat sehingga dapat memimpin dengan bijak.

Barangkali yang paling mengejutkan tentang doa Yabes ini adalah “Allah mengabulkan permintaannya itu’ (1 Taw. 4:10). Bukankah kebanyakan kita belum mengalami hal yang serupa dalam hidup ini—padahal doa yang kita panjatkan sudah sangat egois? Seperti seorang gembala yang sering mengatakan, “Allah itu baik,” yang dijawab oleh jemaat, “Setiap waktu.” Dan ia mengulangi, “Setiap waktu,” dan disambut oleh jemaat dalam satu suara, “Allah itu baik.”

Tentu saja doa Salomo, yang juga dikabulkan oleh Allah, adalah contoh doa yang jauh lebih baik untuk ditiru oleh kita.

Saturday, March 31, 2018

Renungan Pagi 1 April 2018

“POTRET KASIH ALLAH”
1 April 2018

Keluarga Raja Daud

“Semuanya itu anak-anak Daud, belum terhitung anak-anak dari gundik-gundik” (1 Tawarikh 3:9).

Sungguh bacaan yang aneh untuk sebuah renungan pagi! Tetapi teks ini ada di Alkitab. Bagaimanakah menurut Anda? Apakah memang beberapa bagian Alkitab tidak cocok untuk saat teduh? Mungkin saja demikian. Tetapi bisa jadi kita menemukan potret kasih Allah yang lain di sini untuk mengisi album potret yang sudah kita dapat dari Daud…dan yang lainnya.

Bukan rahasia lagi (meski mungkin mengejutkan bagi anak-anak) bahwa Daud memiliki banyak istri dan gundik, begitu pula tokoh-tokoh Alkitab lainnya. Apakah yang harus kita perbuat dengan data yang anomali (bagi kita) ini?

Tradisi keluarga pada zaman Alkitab (ingat bahwa budaya Timur Dekat sangat berbeda dengan cara hidup orang Barat) sering mengagetkan—bahkan membuat kita terperanjat. Mereka biasa menganggap kaum wanita sebagai harta benda, bukan sebagai manusia. Bahkan dalam Sepuluh Firman, diucapkan dan kemudian ditulis oleh Allah sendiri, seorang istri disebut dalam satu tarikan napas bersama dengan rumah, lembu, keledai, budak, dan harta milik lainnya (kel.20:17). (Bahkan ada beberapa bukti dalam beberapa kebudayaan yang memandang wanita sebagai makluk yang berbeda dari pria!)

Selain itu, dalam masyarakat Israel kuno (di Mesir misalnya) pernikahan yang ideal adalah antar kerabat dekat—terutama antar sepupu, atau bahkan antar saudara tiri. Dan memiliki banyak istri bukan hal luar biasa. Selain itu, budak perempuan dapat menjadi kekasih majikannya sehingga naik statusnya menjadi lebih tinggi daripada pembantu rumah tangga lainnya tetapi dengan hak-hak yang lebih sedikit dibandingkan istri-istri utama. Para istri level kedua ini disebut gundik. Kebiasaan yang aneh (bagi kita) lainnya adalah “perkawinan turun ranjang” (dalam Bahasa Inggris Levirate Marriage, istilah yang tidak ada kaitannya dengan suku Lewi). Lembaga ini, yang masih berlaku dalam beberapa masyarakat adat, mengharuskan seorang pria untuk mengawini istri adik/kakaknya yang belum memiliki anak saat suaminya meninggal.

Begitulah Daud membentuk sebuah keluarga yang berbeda dari keluarga masa kini. Meskipun demikian, Samuel menyebut bahwa bagi TUHAN ia adalah ‘seorang yang berkenan di hati-Nya” (1 Sam.13:14). (Abraham, yang keluarganya juga berbeda dengan keluarga kita saat ini, disebut sebagai “Sahabat Allah” dan “yang Kukasihi” [Yak.2:23; Yes.41:8]). Syukur kepada Allah yang menerima siapa kita, apa adanya, di manapun kita berada. Ia dapat menggunakan kita bila kita membuka diri pada bimbingan-Nya dan mengabdi kepada-Nya. Allah lebih besar daripada budaya manusia dan dapat bekerja di dalamnya sambil juga mengubahnya.

Friday, March 30, 2018

Misteri Nubuatan Alkitab (2)

Dalam artikel MISTERI NUBUATAN ALKITAB (1) kita telah pelajari mimpi populer dari Nebukadnezar dalam Daniel 2. Nabi Daniel yang masih sangat muda telah menjelaskan apakah mimpi misterius itu kepada raja Nebukadnezar. Namun rasa ingin tahu raja belum seluruhnya terjawab karena belumlah diceritakan oleh Daniel apa makna dari mimpi itu. Dengan tetap sabar dan menunjukkan rasa hormat, berkatalah Daniel kepada Nebukadnezar, “Tuankulah kepala yang dari emas itu.”
Babel, kerajaan besar yang dipimpin oleh Nebukadnear adalah kerajaan yang dilambangkan oleh emas dalam mimpi itu. Mereka adalah kerajaan emas di era emas pula yang berkuasa dari 605-539 SM, dan sejarah membuktikan kebenarannya.  Hampir seluruh bangunan mereka dilapisi dengan emas, dan ada lebih dari 200 kuil kubah emas di dalam tembok kerajaan itu. Tidak hanya itu, mereka memiliki persediaan bahan makanan yang tidak akan habis dimakan dalam kurun waktu 20 tahun. Dan yang membuat mereka berpikir sangat yakin dan percaya diri bahwa kerajaan mereka akan bertahan selamanya adalah tembok pertahanan mereka yang menjulang setinggi 100 meter dan lebar 30 meter. Dengan semua fakta ini pantaslah Nebukadnezar begitu percaya diri bahwa kerajaan yang dipimpinnya akan berkuasa selamanya. Ditemukan sebuah tablet yang berisi sebuah kalimat pernyataan Nebukadnezar, “Kiranya Babel bertahan selamanya.”
Pertanyaannya adalah: “Benarkah Babel bertahan selamanya?” Kekuasaan Babel adalah berdasarkan yang Alkitab nubuatkan, maka untuk menjawab pertanyaan itu pun mari kita cari jawabannya pula dari Alkitab. Dalam ayat 39 Daniel memberitahukan kepada Nebukadnezar bahwa “akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku.” Sederhananya bahwa kerajaan Babel tidak akan bertahan selamanya dan itu terbukti benar seperti yang Alkitab nubuatkan.
Setiap logam dalam patung itu melambangkan setiap kerajaan yang silih berganti menguasai dunia. Emas melambangkan Babel. Lalu perak pada dada dan lengan yang menunjuk kepada kerajaan yang menguasai dunia setelah Babel, melambangkan kerajaan apakah itu? Sejarah mencatat bahwa kerajaan yang menguasai dunia setelah mengalahkan Babel adalah Media-Persia.
Bagaimanakah Media-Persia mengalahkan Babel yang memiliki tembok pertahanan yang menjulang tinggi dan tebal itu? Namun yang pasti sekitar 150 tahun sebelum Media-Persia mengalahkan Babel pada tahun 539 SM, melalui nabi Yesaya Tuhan sudah menubuatkannya lengkap dengan siapa yang akan memimpin penaklukan itu dan cara menaklukkannya. “Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa dan melucuti raja-raja, membukakan baginya dua pintu, supaya pintu-pintu gerbang tidak ditutup.” (Yesaya 45: 1, KJV).
Bagaimanakah nubuatan Yesaya ini tergenapi? Tepat pada tanggal 13 Oktober 539 SM, di bawah pimpinan Koresh, Media-Persia mengepung Babel. Namun Babel begitu percaya diri dengan kekuatan tembok pertahanan mereka. Di malam pengepungan itu mereka mengadakan pesta besar dan banyak dari tentara mereka yang mabuk. Di saat bersamaan tentara Media-Persia menghentikan aliran sungai Efrat yang mengalir tepat melintasi kerajaan Babel menjadi beberapa saluran supaya mereka dapat menyusup masuk ke dalam area Babel melalui saluran sungai yang telah kering; meski pun masih ada dua dinding pada kedua sisi sungai itu lengkap dengan gerbangnya. Namun dalam keadaan mabuk, tentara Babel membiarkan gerbang yang ada di dinding sungai  itu dalam keadaan terbuka. Sehingga selama malam itu tentara Media-Persia berjalan berbaris di aliran sungai yang telah mengering tepat di bawah dinding, lalu melewati pintu gerbang yang terbuka itu dan menaklukkan kota Babel, tepat seperti yang telah nabi Yesaya nubuatkan. Demikianlah Media-Persia mengalahkan Babel dan menguasai dunia dari 539-331 SM.
Catatan prestasi luar biasa ini dicatat dalam batu Silinder Koresh. Hari ini bukti itu berada di sebuah museum di London, Inggris. Ini adalah bukti bahwa nubuatan Alkitab itu benar. Melalui Alkitab, Tuhan meramalkan kejatuhan Babel dan kemenangan Media-Persia jauh sebelum itu terjadi. Dan tentu saja, Dia tahu masa depan dan kita bisa mempercayai Dia.
Lalu adakah kerajaan ketiga yang akan menguasai dunia setelah Media-Persia? Apakah Alkitab juga menubuatkannya?  “Kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi.” Ayat 39. Sekali lagi, setiap logam pada patung itu melambangkan kerajaan-kerajaan adidaya yang bergantian menguasai dunia. Setelah emas melambangkan Babel, perak melambangkan Media-Persia, lalu melambangkan apakah tembaga? Itu adalah Yunani. Di bawah kepemimpinan yang ambisius dari Alexander Yang Agung, Yunani menguasai dunia. Dalam sebuah buku History Library, Arian, Book 17, pasal 12, “Saya yakin bahwa tidak ada bangsa, kota, atau seseorang … dimana tidak terjangkau oleh namanya… Tampak bagi saya seperti ada tangan Tuhan memimpin baik kelahiran maupun tindakannya.”  Tuhanlah yang memegang kendali semua peristiwa ini, maka Tuhan pula bisa memegang kendali dunia sekarang ini dan tentunya juga kehidupan kita jika kita mengijinkan-Nya untuk melakukannya dalam kehidupan kita. Nabi Yesaya mengatakan, TUHAN akan menuntun engkau senantiasa…”—Yesaya 58: 11.
Mari kembali ke Yunani. Orang-orang  Yunani dikenal dengan tembaga mereka, sama seperti Babel dikenal dengan emas atau Media-Persia dikenal dengan perak. Mereka menggunakan senjata dan baju perang yang semuanya terbuat dari tembaga. Yunani adalah kerajaan  dilambangkan dengan pinggang dan paha dari tembaga pada patung logam itu. Mereka memerintah pada 331-168 SM.
Hal yang menakjubkan disini adalah sebagaimana penaklukan Babel oleh Media-Persia telah dinubuatkan jauh sebelum itu terjadi, begitu pula bahwa 200 tahun sebelum Yunani menaklukkan Media-Persia dan memerintah dunia, Tuhan telah memprediksikan peristiwa itu dalam Daniel 8:21. “Dan kambing jantan yang berbulu kesat itu ialah raja negeri Yunani, dan tanduk besar yang di antara kedua matanya itu ialah raja yang pertama.”  Kita lihat disini, bagaimana Tuhan memegang kendali atas masa depan.  Sungguh menakjubkan betapa sejarah dengan akurat telah membuktikan nubuatan Alkitab itu benar dan Tuhan mengetahui masa depan dari sebuah sejarah dunia ini.
Bagaimana dengan kerajaan selanjutnya yang memerintah dunia setelah Yunani? Daniel 2: 40, “Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya.” Kita sampai pada kaki yang terbuat dari besi yang melambangkan kerajaan keempat, yaitu kerajaan Roma. Sama seperti kaki adalah bagian terpanjang dari tubuh, maka Roma adalah kerajaan yang pernah memerintah dunia dengan periode waktu paling panjang. Sejarah mencatat bahwa Roma memerintah dunia lebih dari 600 tahun dari 168 SM-476 M.
Di bawah pemerintahan Roma pula Yesus datang ke dunia ini. Meski orang-orang Farisi adalah otak dibalik penyaliban Yesus, namun gubernur Roma-lah yang menjatuhkan hukuman salib bagi Yesus. Tentara Roma juga yang membagi-bagi pakaian-Nya dan yang menjaga makam-Nya sampai pada kebangkitanNya.
Kita telah mendapati Roma sebagai kerajaan keempat yang dilambangkan dengan paha dan kaki dari besi. Lalu siapakah kerajaan kelima setelah Roma? Kita mendapati Babel ditaklukkan oleh Media-Persia. Media-Persia harus menyerahkan kekuasaannya setelah dikalahkan Yunani. Lalu Roma menjadi kerajaan selanjutnya setelah menaklukkan Yunani. Lalu siapakah yang menaklukkan Roma? Sejarah mencatat bahwa berakhirnya pemerintahan Roma bukanlah karena ada kerajaan lain yang menaklukkan mereka, namun karena terbagi-bagi menjadi kerajaan kecil-kecil. Apakah Alkitab juga meramalkan ini? Daniel 2: 41 mencatat, “Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat.”
Di tahun 476 M adalah saat dimana Roma terbagi menjadi kerajaan kecil-kecil. Terbaginya kerajaan ini dilambangkan dalam nubuatan nabi Daniel dengan percampuran antara tanah liat dan besi pada jari-jari kaki patung logam dalam mimpi raja Nebukadnezar itu. Sebagaimana jari kaki berjumlah sepuluh, begitu pula kerajaan Roma terbagi menjadi sepuluh kerajaan pada waktu itu. Mereka adalah Alamanni (Jerman), Burgundian (Swiss), Franks (Prancis), Lombards (Italia), Anglo-Saxon (Inggris), Suevi (Portugal), Visigoth (Spanyol), dan tiga kerajaan lainnya yang sudah lenyap, yaitu Heruli, Vandals, Ostrogoths.
“Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.” Daniel 2: 43. Di masa lalu banyak kepala mahkota di Eropa melakukan perkawinan silang dan berusaha untuk membentuk aliansi dengan tujuan supaya ada persatuan Negara di Eropa. Namun seperti yang Alkitab katakan, sama seperti besi yang tidak dapat bercampur dengan tanah liat, demikian juga perkawinan silang antar mahkota yang mereka lakukan tidak akan pernah membuat mereka bersatu.
Beberapa tokoh terkenal Eropa penah juga mencoba menyatukan Eropa. Di antaranya adalah Napoleon. Dalam usahanya itu seorang pendeta mendatanginya dan mengatakan, “Napoleon, berdasarkan nubuat di dalam Daniel pasal dua, saya memprediksi Anda tidak akan pernah menaklukkan seluruh Eropa.“ Dengan penuh kecongkakan dan menantang Tuhan Napoleon menjawab, “Bahkan Allah sendiri tidak bisa menghentikan saya.“ Namun, Tuhan menghentikan Napoleon. Pada Pertempuran Waterloo, terjadi hujan lebat, dan pasukan meriam (artileri) mereka terjebak di lumpur sehingga pasukan Napoleon kalah. Siapakah yang mengirim hujan itu? Sangat jelas, Tuhan Yang Maha Kuasa yang melakukannya. Barulah setelah kekalahannya Napoleon mengakui kekuasaan Tuhan dan berkata, “Tuhan yang Maha Kuasa adalah terlalu kuat bagiku.”
Selain Napoleon ada beberapa usaha lainnya yang berusaha untuk menyatukan Eropa. Ada orang Jerman yang sangat kejam yang bernama Adolf Hitler. Rezim Komunis juga pernah mencobanya. Namun seperti Napoleon, mereka semua juga mengalami kegagalan.
Bagaimanakah sesungguhnya masa depan Uni Eropa? Sekarang ini melalui peraturan Uni Eropa dan mata uang Euro, mereka bisa bersama-sama, tapi mereka tidak akan merupakan kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.  Kita tidak akan pernah mendapati seluruh Eropa bersatu di bawah satu pemerintahan-sesuai dengan nubuatan Alkitab.
Saudaraku, kita mempelajari bahwa emas melambangkan kekuasaan Babel. Perak menggambarkan bagaimana Media-Persia menguasai dunia. Tembaga mewakili kekuasaan Yunani atas dunia setelah mengalahkan Media-Persia. Munculnya Roma setelah Yunani. Dan terbaginya kerajaan itu menjadi sepuluh kerajaan serta usaha-usaha yang gagal dari berbagai pihak untuk menyatukan Eropa (begitu pula di masa sekarang atau pun akan datang Eropa tidak akan pernah bersatu). Tanpa kita sadari kita telah meringkas 2500 tahun sejarah dunia berdasar nubuatan dalam kitab Daniel pasal yang kedua.
Kita telah melihat pada salah satu bukti terbesar yang mana Alkitab adalah otoritas Ilahi. Alkitab telah terbukti dapat dipercaya dan akurat. Kita juga melihat bahwa Tuhan mengetahui masa depan. Sejarah dunia membuktikan kenyataan itu. Sejarah telah mengikuti garis besar nubuatan dengan tepat. Tapi masih ada satu peristiwa lagi yang harus terjadi sesuai dengan nubuatan Daniel 2. Apa itu?
Adalah kedatangan Batu itu. Daniel mengatakan, “Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya, tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu. Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai.” Daniel 2: 44, 45.
Daniel menubuatkan bahwa akan ada satu kerajaan yang kekuasaannya bertahan selama-lamanya. Dan kerajaan yang akan datang itu dilambangkan dengan kedatangan batu dalam mimpi Nebukadnezar. Sebagaimana nubuatan lain dalam mimpi ini digenapi, kita juga dapat percaya dengan keyakinan penuh bahwa kedatangan kerajaan yang dilambangkan dengan batu itu adalah benar dan pasti. Nubuatan kedatangan batu itu pasti akan segera terjadi. Namun melambangkan kerajaan siapakah kedatangan batu itu? Biarkan Alkitab memberikan jawabannya untuk kita. “Batu karang itu ialah Kristus.” 1 Korintus 10: 4. “Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!” Yesaya 28: 16. Dari dua ayat ini kita mendapati bahwa kedatangan Batu itu melambangkan kedatangan Kristus yang kedua kali untuk mendirikan kerajaan-Nya. Suatu hari nanti dan tak lama lagi Yesus akan memerintah dunia ini! Kristus akan datang kembali! Batu itu akan datang! Kita tahu, berdasarkan nubuat ini, bahwa kita memang hidup di zaman akhir. Kita tidak hidup di kepala dari emas yang melambangkan Babel. Kita tidak hidup dimasa  dada dan lengan dari perak yang melambangkan Media-Persia. Kita tidak hidup pada pinggang dari tembaga yang adalah Yunani.Dan kita tidak hidup dikaki dari besi yang melambangkan Roma. Sebaliknya, kita berada pada jari-jari kaki dari patung logam itu yang siap menunggu datangnya batu itu. Kita hidup di hari-hari terakhir  sejarah dunia ini. Kita hidup di zaman dimana Yesus akan segera datang.
Banyak ilmuwan percaya bahwa kita mendekati akhir dari dunia. Terutama setelah beberapa peristiwa yang terjadi pada abad ini, memperingatkan bahwa kita sedang mendekati kesudahan dengan sangat cepat. Perang, kejahatan, bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, kebakaran, banjir, angin topan, kelaparan, penyakit, kerusakan moral dan peristiwa lainnya. Dalam http://earthquake.usgs.gov/regional/world/historical.php dicatat bahwa perkembangan frekuensi gempa bumi yang terjadi antara tahun 2000-2008 meningkat antara 6 sampai 8 kali lipat bila dibandingkan dengan yang terjadi antara tahun 1900-2000. Ini semua adalah bukti bahwa kita hidup di hari-hari terakhir sejarah dunia.
Namun masih ada harapan untuk masa depan kita umat manusia. Kedatangan Kristus yang kedua kali dan kerajaanNya tidak lama lagi akan segera terjadi. Dia akan mendirikan kerajaan-Nya yang kekal. Tidak akan ada kejahatan di kerajaan tersebut. Tidak ada gempa bumi. Tidak ada rasa sakit di sana, tidak ada penderitaan, tidak ada kesedihan, tidak ada stres. Tidak ada politikus yang mengumbar janji bohong disana, dan tidak ada kematian di kerajaan itu! Saudaraku, kita hidup dimana satu peristiwa dalam Daniel 2 yang akan segera terjadi. Kedatangan dari batu itu—yang melambangkan kedatangan Kristus. Yesus sendiri berjanji akan datang kembali. “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.”
Kita memiliki pengharapan karena Batu itu, Yesus sendiri akan segera berada dalam perjalanan menjemput umat-umatNya yang menanti kedatanganNya. Yohanes yang Kekasih memberikan kesaksian setelah penglihatan yang dialaminya, “Pemerintahan dunia ini menjadi pemerintahan Tuhan kita  dan Dia yang diurapi-Nya, dan Dia akan memerintah untuk selama-lamanya.” Wahyu 11: 15.
Kerajaan kekal Kristus segera akan didirikan. Suatu hari segera Yesus Kristus ini akan datang. Dia akan melintas melewati planet-planet dan datang semakin mendekat. Suatu hari nanti bumi akan bergoncang. Namun umat-umatNya dengan sukacita memandang kepadaNya sambil berkata, “Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!”  Tak lama lagi setiap mata akan melihat Dia jauh di atas langit. Umat-umatNya akan diangkat dan akan memerintah bersama Dia selama-lamanya di dalam kerajaan-Nya yang kekal. Saudaraku, kedatangan Kristus adalah satu-satunya pengharapan kita akan suatu kehidupan yang lebih baik sebagai suatu kelepasan dari dunia yang sudah semakin rusak karena dosa ini. Satu panggilan dari Yesus untuk kita semua adalah apakah kita mau berketetapan hati untuk rindu mengatakan, “Tuhan Yesussaya rindu untuk bersiap dan bersedia bagi kedatangan-Mu yang kedua kali dan kerajaan-Mu yang akan Engkau dirikan.

Sumber : http://amazingfacts.id

Misteri Nubuatan Alkitab (1)

Banyak orang di penjuru dunia yang tertarik dengan berbagai hal yang berhubungan dengan misteri. Bagi orang-orang yang suka dengan bahan-bahan bacaan mereka mengoleksi banyak buku-buku misteri. Dari ribuan buku yang pernah ditulis, mungkin Alkitab adalah buku paling misterius, dan saat bersamaan juga menjadi buku yang paling laris dan paling diminati di seluruh penjuru dunia. Hampir di setiap rumah yang penghuninya adalah orang Kristen, maka ada pula Alkitab di dalamnya. Tetapi buku ini adalah juga buku yang paling disalah mengerti oleh yang membacanya, terlebih jika itu adalah bagian yang bersifat nubuatan.
Janganlah pikiran kita yang terbatas berusaha memahami dengan pengertian sendiri setiap sisi kebenaran Tuhan yang tertulis dalam Alkitab. Lalu apakah petunjuk Tuhan dalam memahami Alkitab dan nubuat-nubuat supaya penafsirannya bukanlah oleh pengertian kita sendiri? Ada dua prinsip yang harus kita perhatikan saat membaca FirmanNya yang kudus.
Pertama, biarkan Alkitab menginterpretasikan dirinya sendiri. Rasul Petrus mengatakan, “Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri.” 2 Petrus 1:20. Pengertian Alkitab bukanlah apa yang manusia katakan meskipun itu adalah pendeta sekalipun. Juga bukan berdasar apa yang gereja ajarkan. Kedua, bandingkan ayat Alkitab yang satu dengan ayat Alkitab yang lain. Yesaya 28:9,10 (KJV), “Baris demi baris, ajaran demi ajaran, di sini sedikit, di sana sedikit.”  Dengan membandingkan ayat demi ayat maka suatu pemahaman yang utuh dan benar akan kita dapatkan sesuai yang Alkitab sendiri ajarkan. Tanpa menggunakan dua prinsip ini dalam mempelajari Alkitab maka akan ada lebih banyak lagi orang-orang Kristen yang semakin salah mengerti apa yang Tuhan rindukan dalam kehidupan umat manusia.
Kembali kepada topik misteri nubuatan Alkitab, sekitar 2500 tahun silam ada satu peristiwa yang sangat berhubungan erat dengan kehidupan seluruh alam semesta sampai di zaman kita sekarang ini. Namun banyak orang Kristen yang tidak mampu memahami yang Tuhan maksudkan melalui peristiwa ini.
Dalam Daniel 2 mencatat seorang bernama Nebukadnezar, seorang raja dari kerajaan Babel yang besar dan kaya dan makmur. Dalam kegelisahan yang meliputi pikirannya raja ini memikirkan berapa lamakah kejayaan kerajaan yang dipimpinnya, dan akan menjadi seperti apakah Babel kalau dia nanti sudah tiada.  Dengan diliputi pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu benaknya ini, tertidurlah penguasa yang perkasa ini. Malam itu bukanlah malam yang biasa dalam kehidupan Nebukadnezar. Dalam tidurnya muncullah suatu mimpi tentang sebuah patung yang menjulang tinggi dan terbuat dari berbagai macam logam dengan panorama warna yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
Namun dia lupa dengan mimpi itu ketika membuka matanya. Melemparkan selimutnya yang bersulam indah itu, sang raja melompat dari tempat tidurnya dan berteriak kepada para pengawalnya: “Panggil semua ahli sihir dan ahli ilmu perbintangan untuk datang dengan segera. Aku harus tahu arti mimpi itu!”  Para orang Kasdim dibangunkan dan dibawa ke hadirat raja yang sedang kebingungan. “Kata raja kepada mereka: “Aku bermimpi, dan hatiku gelisah, karena ingin mengetahui mimpi itu.”” Daniel 2: 3. Salah satu nabi palsu itu menjawab raja, “Ceritakanlah kepada hamba-hambamu itu, maka kami akan memberitahukan maknanya.” Ayat 4. Tetapi seperti yang sering terjadi dengan mimpi kebanyakan orang, rincian kejadiannya pun sudah tidak jelas lagi dalam pikiran Nebukadnezar. Para Kasdim mengaku berwawasan ilahi, namun raja mulai meragukan kemampuan mereka. Hal ini akan menjadi suatu tes yang sempurna. “Aku telah mengambil keputusan, yakni jika kamu tidak memberitahukan kepadaku mimpi itu dengan maknanya, maka kamu akan dipenggal-penggal dan rumah-rumahmu akan dirobohkan menjadi timbunan puing!” Ayat 5.  Para penyihir dan ahli perbintangan itu tidak punya pilihan lain selain mengakui bahwa mereka tidak berdaya untuk menjelaskan mimpi sang raja tanpa mendengar mimpi itu terlebih dahulu. Merasa geram terhadap para penipu tersebut, sang raja memerintahkan agar semua orang bijaksana di Babel dikumpulkan untuk dijatuhi hukuman mati.
Namun Tuhan masih mempunyai satu orang di Babel yang masih sangat muda yang bisa menjelaskan mimpi itu kepada Nebukadnezar. Melalui dia nantinya Tuhan meyatakan kepada Nebukadnezar (dan juga kepada kita) apa mimpi itu dan artinya. Ya, dia adalah Daniel. Menghadaplah Daniel kepada raja, dan dengan penuh pengharapan bertanyalah raja kepada Daniel, “Sanggupkah engkau memberitahukan kepadaku mimpi yang telah kulihat itu dengan maknanya juga?” ayat 26. Dengan berani dan penuh hormat Daniel menjawab,”Rahasia yang ditanyakan tuanku raja, tidak dapat diberitahukan kepada raja oleh orang bijaksana, ahli jampi, orang berilmu atau ahli nujum.” Ayat 27. Dilanjutkan jawabannya untuk meninggikan Tuhan bahwa “di sorga ada Allah yang menyingkapkan  rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari (terakhir) yang akan datang.” Ayat 28. Jika kita percaya bahwa kita hidup di zaman akhir telah tiba, maka mimpi ini sangat erat hubungannya dengan kita.
Rasa penasaran yang kita alami ini pula yang dialami oleh Nebukadnezar pada waktu itu. Apakah sebenarnya mimpi itu? Mari kita lihat penjelasan Daniel kepada raja: “Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan. Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga, sedang pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat. Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk. Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.” Begitu Daniel mengakhiri ceritanya dan mengatakan “itulah mimpi tuanku” (ayat 36), pastilah Nebukadnezar heran. “Seorang anak muda datang dan menjelaskan semuanya”; mungkin itulah yang ada di benaknya.
Apa yang menjadi rahasia dari Daniel sehingga dia bisa dengan detail mengetahui dan menjelaskan mimpi itu kepada Nebukadnezar?  Ketika dia pertama kali mendengar bahwa raja hendak memusnahkan semua orang bijaksana di Babel karena tidak sanggup menjelaskan mimpi itu kepada Nebukadnezar, dia meminta ijin supaya dapat  “menghadap raja dan meminta kepadanya, supaya ia diberi waktu untuk memberitahukan makna itu kepada raja. Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya, dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel.” Ayat 16-18.
Daniel tidak menggunakan kebijaksanaan dan kepandaiannya sendiri. Dia tidak gegabah untuk mencoba menjawab dengan caranya sendiri, melainkan dia mencari teman-temannya yang juga takut akan Tuhan. Bersama-sama mereka Daniel “memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu.” Dan setelah Tuhan memberitahukan semuanya itu, dengan penuh ucapan syukur dia mengatakan  “ya Allah nenek moyangku, kupuji dan kumuliakan Engkau, sebab Engkau mengaruniakan kepadaku hikmat dan kekuatan, dan telah memberitahukan kepadaku sekarang apa yang kami mohon kepada-Mu: Engkau telah memberitahukan kepada kami hal yang dipersoalkan raja.” Ayat 23.
 Betapa pentingnya dengan siapa kita menghubungkan diri dengan sahabat-sahabat dunia ini karena itu akan menentukan, apakah kita menjadi dekat kepada Tuhan atau menjauh dari padaNya. Dan lebih lagi adalah bagaimana kita selalu terhubung dengan Tuhan untuk setiap pergumulan dan permasalahan yang kita hadapi, serta mengucap syukur kepadaNya untuk setiap campur tanganNya.
Kembali kepada mimpi Nebukadnezar. Telah kita dapati apakah mimpi itu sebenarnya. Lalu bagaimana dengan arti mimpi itu sendiri? Kita akan temukan jawabannya dalam artikel MISTERI NUBUATAN ALKITAB bagian 2.

Sumber : http://amazingfacts.id

Beberapa Manfaat Stroberi

Selain rasanya yang nikmat dan menyegarkan, ternyata stroberi juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Mulai dari mencegah penyakit hingga meningkatkan daya tahan tubuh.
Si mungil yang menawan ini mengandung vitamin C hingga 1,4 kali dari kebutuhan vitamin C harian Anda. Hal ini membuat konsumsi stroberi dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan demikian, Anda pun tidak mudah jatuh sakit akibat flu.
Berikut manfaat lain yang dengan mudah Anda dapatkan dari stroberi:
Melawan Penyakit
Kaya akan antioksidan dan serat, stroberi diketahui dapat menurunkan risiko terhadap penyakit jantung, degenerasi makula mata (penyakit mata yang bisa menyebabkan kebutaan), diabetes (kencing manis), dan juga katarak.
Penyerapan Zat Besi
Karena bersifat asam dan mengandung banyak vitamin C, stroberi juga dapat meningkatkan penyerapan zat besi yang dapat turut membantu memelihara kesehatan Anda.
Melawan Kanker
Dalam stroberi terkandung zat yang bernama asam ellagic yang diteliti dapat menekan perkembangan sel kanker. Radikal bebas yang terdapat dalam stroberi juga turut berperan dalam melawan kanker.
Atasi Rematik
Selain penyakit-penyakit di atas, stroberi juga memiliki kandungan anti-peradangan yang dapat membantu mengatasi peradangan akibat rematik. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Harvard, Amerika, wanita yang rutin mengonsumsi 16 stroberi per minggu memiliki risiko terkena rematik 14% lebih rendah.
Tidak Takut Gemuk
Makan stroberi, tidak perlu takut gemuk. Satu gelas stroberi (kurang lebih 320 gram) hanya mengandung 45 kalori, tanpa lemak!
Ternyata stroberi memiliki manfaat yang sangat banyak bagi kesehatan tubuh. Bahkan Anda bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar tak perlu berurusan dengan penyakit bila rutin mengonsumsi makanan cantik ini. Selamat mencoba kebaikannya.


dr. Karin W

BEBERAPA TANDA ANDA KURANG MINUM AIR PUTIH

Air merupakan komponen penting yang dibutuhkan tubuh manusia. Air juga merupakan zat penting bagi kesehatan tubuh karena berperan sebagai pelarut, katalisator, pelumas, pengatur suhu tubuh, serta penyedia mineral dan elektrolit. Karena itu, penting untuk selalu minum air putih.
Kurang minum air putih dapat menyebabkan tubuh dehidrasi dan susah konsentrasi. Inilah tanda-tanda tubuh Anda kekurangan air, seperti yang dilansir dari laman Style Craze, Selasa (8/8/2017)
1. Haus tak terkendali
Haus menandakan bahwa tubuh sudah mengalami dehidrasi. Inilah mengapa disarankan agar Anda cukup minum air putih saat akan atau sebelum memulai aktivitas fisik yang berat.
Jika Anda melanjutkan aktivitas meskipun haus, Anda mungkin akan mengalami mulut yang terlalu kering. Hentikan aktivitas dengan segera dan isi kembali tubuh dengan minum banyak air.
2. Kelaparan
Dehidrasi bermanifestasi dalam bentuk kelaparan. Tubuh salah menafsirkan kekurangan air dengan rasa lapar, dan ini bisa menyebabkan Anda menginginkan makanan tertentu dan makan berlebih. Minum air putih secara teratur tidak hanya akan memastikan Anda terhidrasi tetapi juga akan mengatasi rasa lapar tengah malam dan keinginan makan manis di pagi hari.
3. Kelelahan
Mungkin ada penyebab yang tak terhitung di balik kelelahan, tapi salah satu penyebab yang paling diabaikan adalah dehidrasi. Anda tidak hanya merasa lelah tapi juga bisa mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian pada tugas saat Anda mengalami dehidrasi.
Hindari mengkonsumsi stimulan seperti kopi jika Anda memiliki masalah kelelahan kronis. Stimulan bertindak sebagai diuretik dan membuat Anda buang air kecil berkali-kali menyebabkan semakin hilangnya air.
4. Sakit Kepala
Air dibutuhkan oleh setiap organ tubuh untuk bekerja secara efisien, tidak terkecuali otak. Tengkorak dienkapsulasi sedemikian rupa sehingga dikelilingi oleh Cerebro Spinal Fluid yang memastikan tidak ada gumpalan mekanis yang mengganggu fungsi otak.
Bila cairan di otak ini hilang, Anda akan mengalami sakit kepala karena tidak ada bantalan yang melindunginya dari tekanan mekanik dan gumpalan.
Jangan menunggu haus untuk tetap terhidrasi karena pada saat itu tubuh Anda sudah kekurangan cairan yang dibutuhkan. Minumlah air 6-8 gelas per hari agar terhindar dari dehidrasi.
5. Urine kental
Urine juga bisa jadi penanda dehidrasi. Cermati warna dan frekuensi Anda berkemih untuk tahu apakah tubuh cukup air atau tidak. Jika urine berwarna kuning gelap, ini tandanya tubuh kekurangan cairan. Jika urine berwarna kuning muda ini tandanya tubuh mendapatkan cukup cairan.
Saat dehidrasi, hindari aktivitas berat dan berada di bawah terik matahari agar kondisi tubuh tidak memburuk. Segerakan minum empat gelas air untuk menghidrasi tubuh.

MT