Wednesday, March 28, 2018

Renungan Pagi 29 Maret 2018

“POTRET KASIH ALLAH”
29 Maret 2018

Bagaimana Menolong Mereka yang Tertindas

“Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu” (2 Raja-raja 4:7).

Pria tanpa nama dalam kisah kita ini adalah seorang suami, ayah, dan salah seorang anak nabi. Karena beberapa alasan yang tidak diketahui, pria ini mati, meninggalkan keluarganya dalam kondisi mengenaskan karena utang. Para penagih utang hendak menjadikan dua anaknya sebagai budak untuk melunasi utangnya, seperti yang diatur oleh Hukum Musa.

Ketika jandanya melaporkan persoalannya kepada Elisa, nabi ini menjawab, “Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah.” (2 Raj.4:2). Dalam kemiskinannya janda itu tidak memiliki apa-apa—hanya sebuah buli-buli berisi minyak zaitun; yang tentu saja tidak cukup berharga. Maka kata Elisa, “Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit. Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!” (ay.3:4).

Ketika melakukan perintah itu, secara ajaib minyak di dalam buli-buli tidak habis-habisnya mengisi bejana yang terus didatangkan anak-anaknya dari tetangga mereka. Ketika tida ada lagi bejana tersisa, janda itu pun bertanya kepada Elisa apa yang harus mereka lakukan. Ia menjawab, “Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu” (ay.7).

Dalam menolong mereka yang tertindas, kita dapat melakukan tiga hal berikut. Ketiganya tidak saling bertentangan satu sama lain.

Kita dapat melakukan perbuatan baik dengan memberikan sumbangan uang untuk mengatasi kebutuhan mereka selama beberapa waktu. Tapi banyak orang yang menganggap bantuan uang merendahkan martabat, dan betapa pun miskinnya, mereka akan menolak. Meskipun demikian, terkadang bantuan semacam itulah yang dapat kita lakukan untuk mengatasi sebuah situasi dengan segera.

Di saat lain kita dapat melakukan hal yang lebih baik dengan menyediakan cara agar mereka dapat menolong diri sendiri, seperti yang dilakukan oleh elisa pada kisah hari ini. Anda sering mendengar ungkapan: “Berikan ikan pada orang lapar, maka kau hanya memberinya makan untuk hari ini. Tapi ajarkan orang itu memancing, maka kau memberinya makan seumur hidupnya.”

Yang terbaik dapat kita lakukan adalah menghapus penyebab ketertindasan itu, karena penderitannya biasa hasi ldari kesalahan manusia. Kita dapat secara proaktif berjuang demi keadilan bagi semua orang. “Jika melihat kebaikan manusia, maka kita bisa berharap adanya kesadaran dari setiap orang, tapi melihat keberdosaan manusia, aturan hukum sangatlah dibutuhkan. Perbuatan amal, selalu dibutuhkan; tapi itu tidak pernah bisa menggantikan keadilan” (William Sloane Coffin).

Tuesday, March 27, 2018

Renungan Pagi 28 Maret 2018


“POTRET KASIH ALLAH”
28 Maret 2018

Pertempuran Melawan Moab

“Lalu berkatalah raja Israel: “Wahai, TUHAN telah memanggil ketiga raja ini untuk menyerahkan mereka ke dalam tangan Moab!’ Tetapi bertanyalah Yosafat: ‘Tidak adakah di sini seorang nabi TUHAN, supaya dengan perantaraannya kita meminta petunjuk TUHAN?” (2 Raja-raja 3:10:11).

Mesa, raja Moab, telah menjadi sekutu raja Israel, Ahab. Setiap tahun ia harus membayar upeti kepada Israel berupa 100.000 anak domba dan bulu dari 100.000 domba jantan (2 Raj. 3:4). Jumlah sebanyak itu tentunya sangat membebani kondisi keuangan negaranya.

Begitu Ahab mati dan digantikan oleh Yoram anaknya, Mesa pun melancarkan pemberontakan dan membatalkan perjanjian yang memberatkannya itu. Maka Yoram pun meminta bantuan militer kepada Yosafat, raja Yehuda, dan juga kepada raja Edom. Tentu saja persekutuan tiga negara ini sangat rapuh mengingat hubungan mereka yang kurang harmonis.

Selama tujuh hari tentang gabungan menyerang Moab, tapi mereka kehabisan “air untuk tentara dan untuk hewan yang mengikuti mereka” (ay.9). Situasi ini berubah menjadi bencana dan seluruh bala tentara itu segera menjadi seperti barisan mayat hidup yang berjalan di terik matahari Timur Tengah.

Menghadapi situasi mengerikan ini, Raja Yoram berkata, “Wahai, TUHAN telah memanggil ketiga raja ini untuk menyerahkan mereka ke dalam tangan Moab!” (ay.10). Kata-katanya terdengar saleh, seolah-olah dia berkata, “Ini adalah kehendak Allah.” Tetapi teologi seperti itu di satu pihak terdengar Calvinistis, tapi di lain pihak fatalistis. Ia menganggap bahwa apapun yang terjadi—baik, buruk, netral—adalah apa yang telah diatur oleh Allah sejak kekekalan. Tapi apakah semuanya melulu kehendak Allah? Apakah Ia menghendaki hilangnya 10 hingga 20 hektar hutan tropis setiap menitnya? Pelecehan yang dialami dua puluh lima persen anak perempuan? Angin topan, tornado, dan tsunami yang meluluhlantakkan? Dua puluh ribu hingga 40.000 orang yang mati kelaparan setiap harinya? Sembilan puluh delapan ribu pasien yang mati setiap tahun karena malpraktik?

Dari menganggap semua kejadian sebagai kehendak Allah, lebih baik kiranya bersikap seperti Yosafat yang memiliki cara pandang positif. Ia merasa sudah waktunya berpaling kepada Allah, ‘Tidak adakah di sini seorang nabi TUHAN, supaya dengan perantaraannya kita meminta petunjuk TUHAN?” (ay.11).

Tentu saja saat ini tidak ada nabi yang tinggal di sekitar kita, tapi kita dapat menyelidiki nasihat tertulis dari Allah. Dan pasti banyak cara untuk melangkah sesuai dengan kehendak-Nya, meski hal itu tidak selalu dapat kita mengerti dengan gamblang.

Monday, March 26, 2018

Renungan Pagi 27 Maret 2018

“POTRET KASIH ALLAH”
27 Maret 2018

Api dari Langit

“Tetapi Elia menjawab, katanya kepada perwira itu: “Kalau benar aku abdi Allah, biarlah turun api dari langit memakan engkau habis dengan kelima puluh anak buahmu.’Maka turunlah api dari langit memakan dia habis dengan kelima puluh anak buahnya’” (2 Raja-raja 1:10).

Ahazia, raja Israel mengalami kecelakaan di istananya sendiri, ia jatuh “dari kisi-kisi kamar atasnya” (2 Raj.1:2). Kemungkinan ia terjatuh dari atap rumahnya. Karena tidak yakin apakah bisa sembuh dari sakitnya, ia mengirimkan utusannya untuk bertanya kepada Baal-Zebub (“allah serangga”), di Ekron, perihal kesembuhannya.

Malaikat TUHAN mengunjungi Elia dan memerintahkannya untuk mencegat utusan-utusan Ahazia. Nabi pun menanyakan kepada mereka, apa maksud kedatangan mereka ke allah di Ekron. Tidak adakah Allah di Israel untuk dimintai nasihat? Lalu disampaikan pula oleh Elia firman TUHAN tentang Ahazia: “Engkau pasti akan mati” (ay.4). (Terdengar seperti kata-kata di Kejadian 2:17, bukan? Di saat engkau memakannya, “pastilah engkau mati.” Kata-kata Ibrani yang digunakan sama persis!)

Raja merasa tidak puas dengan campur tangan Elia, maka ia mengirim “seorang perwira dengan kelima puluh anak buahnya” (2 Raj.1:9) untuk menangkap Elia. Namun Elia tidak gentar melihat unjuk kekuatan tersebut dan menjawab dengan, “biarlah turun api dari langit memakan engkau habis dengan kelima puluh anak buahmu” (ay.10). Dan terjadilah seperti itu. Ahazia mengirim pasukan kedua berjumlah 50 orang, dan menemui hasil yang sama. Kemudian pasukan ketiga berjumlah 50 orang. Tapi kepala pasukan ketiga ini tidak bodoh, dan memohon pengampunan kepada Elia. Lalu Allah menyuruh Elia untuk pergi bersama-sama pasukan itu ke Samaria.

Elia terkenal sangat meledak-ledak. Nabi inilah yang mengatur pertempuran antara Baal dan TUHAN di Gunung Karmel. Dia pula yang membunuh para nabi Baal (1 Raj.18:40). Kali ini ia mendatangkan api dari langit untuk membinasakan 100 tentara dan pemimpin mereka (berbeda dengan Yesus yang menolak mendatangkan api dari langit untuk membinasakan orang-orang). Nabi-nabi lainnya tidak begitu menyolok. Musa sangat lembut hatinya. Yunus kabur dari tugasnya. Yeremia gampang menangis. Hosea lebih mirip seorang yang romantic. Yehezkiel nampak seperti orang yang tidak waras. Dan Allah menghargai kepribadian yang berbeda-beda itu. Sepertinya Ia tidak menghendaki penyampaian pesan yang seragam pribadinya. Pria dan wanita dengan karakter beraneka ragam dapat melayani-Nya…dengan baik.

Sunday, March 25, 2018

Renungan Pagi 26 Maret 2018


Renungan Pagi “POTRET KASIH ALLAH”
26 Maret 2018

Nubuatan yang Tergenapi Sebagian

“Lalu mereka menguburkan raja di Samaria… Ketika kereta itu dicuci di tepi telaga Samaria, maka darah raja dijilat anjing” (1 Raja-raja 22:37, 38).

Ahab, raja Israel, bersekutu dengan Yosafat, raja Yehuda untuk berseteru dengan suku Ramot-Gilead. Namun serangan tidak dilakukan begitu saja. Ahab berkonsultasi terlebih dulu dengan 400 nabinya, yang segera meyakinkannya—meskipun dalam kalimat yang mendua arti—bahwa mereka akan memenangkan pertempuran. Yosafat menginginkan pendapat keduanya, maka Nabi Mikha pun dimintai pendapat. Meskipun awalnya Mikha membeo apa yang dikatakan 400 orang nabi itu, akhirnya ia mengemukakan bahwa ia melihat “seluruh Israel bercerai-berai di gunung-gunung seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala, sebab itu TUHAN berfirman: Mereka ini tidak punya tuan” (1 Raj.22:17).

Ahab dan Yosafat tetap maju ke medan perang. Ahab berperang dengan menyamar, sementara ia menyuruh Yosafat memakai pakaian kebesarannya ke medan perang. (Para ahli berbeda pendapat apakah Ahab dengan tindakannya itu melindungi Yosafat atau dirinya sendiri.)

Akhirnya muslihat Ahab itu malah menyelamatkan hidup Yosafat. Sebaliknya, seorang pemanah berhasil menyarangkan anak panahnya di titik lemah baju zirah Ahab. Raja Israel itu pun mati karena kehabisan darah di kereta perangnya. Jasadnya lalu dibawa ke Samaria, dan darahnya, setelah dicuci dari kereta, dijilati oleh anjing-anjing. Dan “perempuan-perempuan sundal mandi” (ay.38) di dalam air yang bercampur darahnya.

Kita raja-raja bercerita betapa Ahab menemui nasib yang telah dinubuatkan. Satu nubuatan tercatat (anjing menjilati darahnya), sedangkan nubuat lainnya tidak tercatat (para pelacur mandi, entah untuk apa, di kubangan darahnya).

Elia telah menubuatkan, “Di tempat anjing telah menjilat darah Nabot, di situ jugalah anjing akan menjilat darahmu” (1 Raj.21:19). Elia benar…sebagian. Darah Ahab memang dijilati anjing seperti darah Nabot, tetapi peristiwa ini tidak terjadi di tempat yang sama seperti disebut dalam perkataan Elia. Jasad Nabot di Yizreel, sedangkan jasad Ahab di Samaria.

Baik Elia maupun Mikha tidak berbicara sepatah pun tentang perempuan sundal yang “mandi darah” Ahab, sehingga barangkali kejadian aneh ini merupakan penggenapan sebuah nubuatan yang tidak diketahui.

Kejadian-kejadian aneh menyisakan misteri bagi kita. Bagaimanakah mungkin Elia, Mikha, dan seorang nabi tak dikenal lainnya bisa bernubuat dengan tepat tentang suatu kejadian, tetapi Elia bisa salah tentang tempat jadian itu? Nubuatan dapat salah (Paulus di kemudian hari menyatakan hal yang serupa dalam 1 Kor.13:8), terutama karena para nabi pun memiliki kehendak bebas. Di sinilah nampak betapa Allah menghargai kebebasan kita.

Saturday, March 24, 2018

Renungan Pagi 25 Maret 2018

Renungan Pagi “POTRET KASIH ALLAH”
25 Maret 2018

Pertarungan

“Mereka…memanggil nama baal dari pagi sampai tengah hari, katanya: “Ya Baal, jawablah kami!’ Tetapi tidak ada suara, tidak ada jawaban” (1 Raja-raja 18:26).

Ahab, raja dari kerajaan utara Israel, sujud menyembah Baal. Sebagai tanda ketidaksenangan Allah, tanah di kerajaan ini mengalami kekeringan selama tiga tahun. Akhirnya Allah menyuruh Elia, “Pergilah, perlihatkanlah diriku kepada Ahab” (1 Raj.18:1). Elia menghadap raja dan memerintahkannya untuk “mengumpulkan seluruh Israel ke Gunung Karmel, juga nabi-nabi Baal yang empat ratus lima puluh orang itu dan nabi-nabi Asyera yang empat ratus itu” (ay.19) untuk mengatur sebuah pertarungan antara TUHAN dan Baal.

Elia mengusulkan agar para nabi palsu itu mempersembahkan seekor lembu kepada Baal, dan ia juga akan mempersembahkan seekor kepada TUHAN. Allah mana yang menjawab, dengan api, menjadi pemenangnya. “Seluruh rakyat menyahut, katanya: ‘Baiklah demikian!’” (ay.24).

Sepanjang hari para nabi Baal berdoa dan menari di sekeliling mezbah, sambal melukai tubuh mereka untuk memancing Baal agar bertindak. “Tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab” (1 Raj.18:26).

Ketika Elia berdoa, setelah menggenangi parit di sekeliling mezbahnya dengan 12 buyung air, “Turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran dengan kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya” (ay.38).

Pendapat umum mengatakan bahwa Allah selalu menjawab doa-doa. Kadang-kadang Ia berkata tidak; kadang, ya; dan terkadang pula, tunggu. Dengan logika ini, diamnya Baal adalah sebuah jawaban—“tidak”! (Atau mungkin Baal menjawab ‘tunggu”, tapi Elia terlalu tidak sabar.) Namun kisah Gunung Karmel ini memberitahu kita bahwa dua kali Baal tidak menjawab doa nabi-nabinya (ay.26 dan 29).

Jawaban sebuah doa mestilah berhubungan dengan permohonan doa tersebut. Bila suatu doa dijawab artinya Allah mengabulkan doa itu. Pendapat umum di atas menimbulkan masalah karena sebuah doa belum dijawab kecuali doa itu dikabulkan. Sehingga, apa pun yang terjadi—atau tidak terjadi—dapat dipelintir menjadi sebuah “jawaban” doa, dan jawaban dari Allah menjadi sebuah trik “ekor, aku yang menang; kepala, kamu yang kalah.”

Sebaiknya kita tidak terburu-buru menerima gagasan bahwa doa selalu dijawab—dengan ya, tidak, atau tunggu. Jika kita percaya bahwa doa dapat membuat perubahan, maka kita harus membuktikan kepercayaan itu dengan jelas dan meyakinkan. Bila tidak demikian, diamnya Allah bisa disalahmengerti sebagai sebuah jawaban atas doa.

Friday, March 23, 2018

KEBIASAAN SEORANG PENATALAYAN

Sekolah Sabat Dewasa Pelajaran 12
KEBIASAAN SEORANG PENATALAYAN

PELAJARAN 12, *17 - 23 Mar
Saya senang membuka pelajaran sekolah sabat kita dengan tulisan dari Ellen G. White berikut ini: “We shall be individually, for time and eternity, what our habits make us. The lives of those who form right habits, and are faithful in the performance of every duty, will be as shining lights, shedding bright beams upon the pathway of others." - Ellen G. White, Testimonies for the Church, vol. 4, p. 452.

Tabiat kita terbentuk oleh kebiasaan-kebiasaan yang kita buat. your habits reveal purpose and direction in your life. Stewards who develop good habits are the most faithful stewards. Daniel had a habit of daily prayer (Dan. 6:10). Paul’s custom was to be in the synagogue (Acts 17:1, 2). He also writes: “Do not be deceived: ‘Evil company corrupts good habits" (1 Cor. 15:33, NKJV). We are to cultivate good habits in order to replace bad ones. Saya pernah mengikuti satu seminar yang mengatakan bahwa satu-satunya cara terbaik untuk menghilangkan kebiasaan buruk adalah dengan membangun kebiasaan baik! Dan setelah kebiasan itu terbangun maka secara otomatis tanpa dikomando, kita dapat melakukan kebiasan baik dan benar itu!—ibarat bila sudah biasa mengendarai mobil dengan jalur yang sama—seolah-olah otomatis tangan dan kaki ini bergerak sendiri tanpa ada komando. Dalam pelajaran sekolah Sabat kita minimal ada empat kebiasaan yang selayaknya dimilik oleh seorang penatalayan. Empat kebiasaan itu adalah:

Lima kebiasaan seorang penatalayan:
  1. Mencari Allah yang pertama
  2. Menanti kedatangan Yesus kembali
  3. Menggunakan waktu dengan bijaksana
  4. Menjaga pikiran, tubuh dan jiwa yang sehat
  5. Mendisiplin diri
Kelima hal ini sebenarnya dapat disimpulkan dalah satu kalimat yaitu “kebiasaan berjalan dengan Allah" atau kebiasaan hidup didalam Tuhan, tepat seperti yang dituliskan oleh tulisan Roh Nubuat berikut ini: Down through the ages, people have walked with God just as Enoch and Noah did. For instance, Daniel and his friends “realized that in order to stand as representatives of true religion amid the false religions of heathenism they must have clearness of intellect and must perfect a Christian character. And God Himself was their teacher. Constantly praying, conscientiously studying, keeping in touch with the Unseen, they walked with God as did Enoch." - Ellen G. White, Prophets and Kings, p. 486.[1] Saat ini mari kita lihat kelima detail yang akan menjadi pelajaran kita sepanjang minggu ini: mencari Allah yang pertama. Dengan membuat Allah sebagai yang pertama dalam setiap keseharian kita dan jadikanlah ini kebiasaan. Sebagaimana pelajaran sekolah Sabat mengambil contoh kehidupan Yesus. Berdoa setiap saat, merenungkan kasih Allah dan melakukan pekerjaan-pekerjaan Tuhan. “Every morning dedicate yourself, soul, body, and spirit, to God. Establish habits of devotion and trust more and more in your Saviour." - Ellen G. White, Mind, Character, and Personality, vol. 1, p. 15.[2] Termasuk cara mendidikasikan diri kita kepada Tuhan adalah melalui doa dan membaca firman Tuhan. Throughout His life, Jesus craved communion with His Father, as evidenced by His habitual prayer life. This habit was something that the disciples did not fully understand. All the powers of darkness could not separate Jesus from the Father, because Jesus made it a habit to keep totally connected with Him. [3] Yang berikutnya yang tidak kalah penting adalah mengarahkan pandangan kita kepada kedatangan Yesus yang kedua kali. Mengapa ini penting? Pelajaran Sekolah Sabat kita mengatakan sebagai berikut: The promise of the Second Coming gives us direction in our lives, provides a proper perspective to the present, and helps us remember what is important in life. The habit of looking for the return of Jesus gives a steward definition and purpose. [4]

Menggunakan waktu dengan bijaksana. Sekolah Sabat kita mengatakan bahwa If we lose money we may eventually get it back, maybe even more than what we first lost. Not so with time. A moment lost is a moment lost forever. [5] Seorang penatalayan Tuhan tentu akan menggunakan waktunya dengan sebaik mungkin, karena dengan waktu kita dapat membentuk kebiasaan yang akan membentuk karakter.
Efesus 5:15-16 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
Waktu kita didunia ini terbatas, seperti uap air, hanya sebentar saja—seperti yang telah kita baca dalam pelajaran sekolah Sabat hari selasa, oleh sebab itu adalah baik bila kita sebagai penatalayan Tuhan menggunakan waktu yang singkat ini untuk kemuliaan nama Tuhan. Yang keempat, menjaga pikiran, tubuh dan jiwa yang sehat. Dari apa yang saya catat dalam pelajaran sekolah Sabat kita, hal-hal praktikal dalam menjaga pikiran, tubuh dan jiwa yang sehat adalah tentu dengan menenangkan pikiran kita, menaruh damai dalam hati kita yang bisa kita dapatkan melalui apa yang disebutkan dalam Filipi 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. –lalu lakukanlah semua itu! Termasuk gerak tubuh, olahraga dan diet yang tepat. Kemudian langkah berikutnya adalah a steward will develop good habits to invigorate the soul. Lift your soul up to God (Ps. 86:4, 5) and wait (Ps. 62:5). Your soul will prosper “as you walk in the truth" (3 John 3, NKJV) and will be “preserved blameless at the coming of our Lord Jesus Christ" (1 Thess. 5:23, NKJV) .[6]

Yang kelima, kebiasaan seorang penatalayan adalah mendisiplin diri. Seperti yang Paulus tuliskan dalam ayat berikut ini: 1 Korintus 9:26-27 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukulTetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Pengendalian diri adalah hal yang sangat penting. Bila kita tidak dapat mengendalikan diri kita maka kita akan kesulitan didalam mempelajari dan melakukan firman Tuhan. seperti yang dikatakan oleh Ellen G. White berikut ini: “The world is given to self-indulgence. Errors and fables abound. Satan’s snares for destroying souls are multiplied. All who would perfect holiness in the fear of God must learn the lessons of temperance and self-control. The appetites and passions must be held in subjection to the higher powers of the mind. This self-discipline is essential to that mental strength and spiritual insight which will enable us to understand and to practice the sacred truths of God’s word." - Ellen G. White, The Desire of Ages, p. 101.[7] Marilah kita hidup didalam Tuhan, berjalan bersamanya dengan mengutamakan Tuhan setiap mengawali hari, mengarahkan pandangan kita pada pengharapan kita—kedatangan Yesus yang keduakali dengan menggunakan waktu dengan baik, menjaga pikiran tubuh dan jiwa serta melakukannya terus menerus dalam disiplin diri yang kudus.
Tuhan memberkati 

Sumber : https://www.gerejaadventdhi.org

UTANG - SEBUAH KEPUTUSAN SETIAP HARI

Sekolah Sabat Dewasa Pelajaran 11
UTANG - SEBUAH KEPUTUSAN SETIAP HARI

PELAJARAN 11, *10 - 16 Mar
Saya ingin memulaikan pelajaran sekolah Sabat kita dengan membaca ayat hafalan kita pada pekan ini:
Roma 13:7-8 Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat. Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.
Ayat ini memberikan penekanan kepada kita bahwa, bila memang kita terlibat dalam satu bisnis; dimana kita harus bayar pajak, cukai, memberikan penghormatan kepada yang wajib kita hormati, tentu dalam hal ini bisa jadi atasan atau pemerintahan yang benar—kita wajib melakukan itu. Namun yang menarik! Untuk hutang—ayat ini mengatakan agar kita jangan berhutang kepada siapapun! Tidak ada ayat ini menyebutkan untuk membayar hutang! Yang ada bayar pajak, cukai dan seterusnya.. jika demikian bolehkah kita berhutang? Atau saya lebih spesifikasikan anggota gereja masehi advent hari ke-7 berhutang? Apa kata sekolah Sabat kita? We should do all that we can to avoid debt. Of course, in certain circumstances, such as buying a house or a car, building a church, or getting an education, we need to borrow money. But it must be done as wisely as possible, with the intent of getting out of the debt as soon as possible.[1] Namun sebelum kita mengambil keputusan untuk berhutang ingatlah tulisan hamba Tuhan berikut ini:
“There must be a strict regard to economy or a heavy debt will be incurred. Keep within bounds. Shun the incurring of debt as you would shun leprosy."- Ellen G. White, Counsels on Stewardship, p. 272.[2]
Nah ini mungkin kira-kira adalah aplikasi kesimpulan terbaik yang bisa kita ambil dari pelajaran selama pekan ini. Nah saat ini mari kita lihat detailnya sehingga bisa mendapatkan kesimpulan seperti diatas. Menarik dari pelajaran sekolah sabat kita mengumampakan “pinjaman"dari kisah berikut ini:
2 Raj. 6:5-7 Dan terjadilah, ketika seorang sedang menumbangkan sebatang pohon, jatuhlah mata kapaknya ke dalam air. Lalu berteriak-teriaklah ia: "Wahai tuanku! Itu barang pinjaman!" Tetapi berkatalah abdi Allah: "Ke mana jatuhnya?" Lalu orang itu menunjukkan tempat itu kepadanya. Kemudian Elisa memotong sepotong kayu, lalu dilemparkannya ke sana, maka timbullah mata kapak itu dibuatnya. Lalu katanya: "Ambillah." Orang itu mengulurkan tangannya dan mengambilnya
Saya yakin dan percaya adalah lebih baik memberi daripada menerima—atau bahkan meminjam! Tetapi satu hal yang pasti jika kita akhirnya “terjebak[3] "untuk meminjam maka kita harus betul-betul menaruh perhatian—bahwa kita akan mengembalikannya dan ingat pinjaman itu bukan pendapatan! Perhatikan ayat berikut ini:
Mzm. 37:21 Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali, tetapi orang benar adalah pengasih dan pemurah.
Saya ingat pernah menggunakan ayat diatas untuk menjelaskan bahwa hutang itu harus dibayar karena bila tidak kita akan dianggap orang fasik—arti kata fasik adalah tidak peduli terhadap perintah Tuhan atau bisa juga percaya kepada Tuhan tetapi tidak melakukan perintah-Nya. [4] Lebih jauh lagi pelajaran sekolah Sabat kita pada hari minggu mengulangi kembali bahwa We may borrow money with the idea to use it wisely, but the temptation to spend what we have, even of borrowed money, can lead to some very difficult problems. Don’t start the bad habit of borrowing money. If you already have, pay it back as soon as possible. We must learn to spend wisely and be masters of God’s money, and not be mastered by the world’s money instead. [5] Oleh sebab itu kita wajib menahan nafsu sesaat kita! Sekolah Sabat memberikan contoh mengenai Yakub dan Esau, dimana Esau mau menjual hak kesulungannya dengan semangkuk sop kacang merah—Alkitab menyebutkan demikian:
1 Yohanes 2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.

Ibrani 12:16-17 Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.
Kembali kepada hutang, jangan sampai kita berhutang hanya untuk memenuhi nafsu kita! Dan adalah selalu lebih baik bila kita tidak berhutang! Itulah sebabnya pelajaran sekolah sabat kita mengajarkan untuk kita dapat menahan nafsu kita! Bahkan bukan hanya itu, kita wajib mengatur berkat-berkat yang Tuhan telah berikan untuk dapat memuliakan nama Tuhan. Perhatikan ayat berikut ini dan apa yang dikatakan oleh pelajaran sekolah Sabat kita: We should think of our means not as income but as resources that we have a responsibility to manage. A budget is the method we should use to accomplish this task. Planning a budget is a learned skill that needs to be studied thoughtfully. [6]
Amsal 14:15 Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.

Amsal 21:5 Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.
Marilah kita mengatur sedemikian rupa setiap berkat-berkat yang telah Allah karuniakan bagi kita. Pak pendeta bagaimana kalau saya sekarang sudah ada utang? Demikian kata roh Nubuat..
“Make a solemn covenant with God that by His blessing you will pay your debts and then owe no man anything if you live on porridge and bread. It is so easy in preparing your table to throw out of your pocket twenty-five cents for extras. Take care of the pennies, and the dollars will take care of themselves. It is the mites here and the mites there that are spent for this, that, and the other, that soon run up into dollars. Deny self at least while you are walled in with debts. . . . Do not falter, be discouraged, or turn back. Deny your taste, deny the indulgence of appetite, save your pence and pay your debts. Work them off as fast as possible. When you can stand forth a free man again, owing no man anything, you will have achieved a great victory."- Ellen G. White, Counsels on Stewardship, p. 257.
Rencanakanlah didalam Tuhan atas berkat-berkat yang Tuhan telah berikan kepada kita! Hindarkan berhutang dan bila saat ini ada hutang yang memang layak untuk diambil, selesaikan dan lekas-lekaslah menjadi orang bebas! Tentu untuk dapat menjadi seorang penatalayan yang baik bukanlah hal yang sehari belajar! Ini harus diulangi dan dipelajari termasuk dalam terbebas dari jerat hutang. Ada hal penting yang sekolah Sabat kita anjurkan didalam menggunakan berkat yang ada pada kita, tentu setelah mengembalikan apa yang menjadi milik Tuhan melalui Perpuluhan dan mengatur persembahan kita.

2 Saran pelajaran Sekolah Sabat untuk mengatur berkat Tuhan.
Amsal 24:27 Aturkanlah pekerjaanmu di luar dahulu, dan sediakanlah bendangmu[7] , kemudian bolehlah engkau membangunkan rumahmu. (Terjemahan lama)

Amsal 15:22 Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.
Saya ingin menutup pelajaran sekolah Sabat kita dengan kata-kata dari pelajaran sekolah Sabat kita yang mengatakan berikut ini: We can learn to be better stewards and specifically to eliminate debt while living in a materialistic world. We should always be developing our skills through reading, seminars, formal education, (whenever possible), and ultimately practice what we have learned. Growing our skills enables us to give our best to God and to be good stewards. [8]
Tuhan memberkati 

Renungan Pagi 24 Maret 2018

Renungan Pagi “POTRET KASIH ALLAH”
24 Maret 2018

Keangkuhan Rehabeam

“Kemudian Rehabeam pergi ke Sikhem, sebab seluruh Israel telah datang ke Sikhem untuk menobatkan dia menjadi raja” (1 Raja-raja 12:1).

Awal kelihatan bahwa nubuatan Nabi Ahia tidak akan terlaksana. “Seluruh Israel” datang untuk menobatkan Rehabeam. Kesepuluh suku yang telah dihubungi oleh Ahia mengirimkan Yerobeam ke Sikhem sebagai juru bicara mereka. Selama ini Salomo yang pilih kasih terhadap suku dari mana ia berasal, membebankan pajak dan kerja keras kepada 10 suku ini. Sekarang mereka berharap mendapat keringanan.

Yerobeam berkata kepada Rehabeam, “Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, maka sekarang ringankanlah pekerjaan yang sukar yang dibebankan ayahmu dan tanggungan yang berat yang dipikulkannya kepada kami, supaya kami menjadi hambamu” (1 Raj.12:4). Perhatikan di sini bahwa 10 suku itu tidak menuntut perlakuan yang sama dengan dua suku lainnya. Mereka hanya menginginkan keringanan. Sebuah tuntutan yang masuk akal, sebenarnya.

Rehabeam, sebagaimana layaknya orang yang penuh pertimbangan, meminta waktu. Setelah tiga hari ia akan memberikan keputusannya.

Pertama-tama Rehabeam meminta pendapat para penasihat ayahnya. “Apakah nasihatmu untuk menjawab rakyat itu?” (ay.6). Para politisi musiman itu pun memberikan pendapat yang kelihatannya seperti nasihat yang baik. “Jika hari ini engkau mau menjadi hamba rakyat, mau mengabdi kepada mereka dan menjawab mereka dengan kata-kata yang baik, maka mereka menjadi hamba-hambamu sepanjang waktu.” (ay.7). Para ahli membaca makna yang tersirat di sini, bahwa jika Rehabeam mau bersikap sebagai hamba sekarang, maka nanti rakyatnya bisa ditekan sebagai hamba pula, seperti pada masa pemerintahan Salomo.

Lalu Rehabeam berpaling kepada para penasihat barunya, sekelompok anak muda kawan sepermainannya. Kelompok yang masih hijau ini bukan hanya memberi jawaban yang berani tetapi juga dengan kata-kata yang kasar. Mereka berkata, “Ayahku telah membebankan kepada kamu tanggung jawab yang berat, tetapi aku akan menambah tanggungan kamu; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi” (ay.11). Cambuk berduri besi adalah alat penyiksa yang dapat merobek-robek kulit dan meninggalkan luka yang dalam.

Rehabeam lalu menjawab Yerobeam dengan kata-kata dari penasihat barunya yang tak berpengalaman itu. Maka 10 suku itu bereaksi dengan menobatkan Yerobeam sebagai raja. Sudah terlambat saat Rehabeam menyadari bahwa sikap yang kasar bukanlah milik seorang pemimpin.

Thursday, March 22, 2018

Makanan-Makanan Sehat Yang Menyerupai Bagian-Bagian Tubuh Kita

Apakah makanan-makanan sehat yang menyerupai bagian-bagian tubuh yang sesuai dengan manfaatnya?
Nampaknya Tuhan memberikan kepada kita isyarat visual untuk mengenali berbagai buah-buahan dan sayuran yang bermanfaat untuk bagian-bagian tubuh kita. Mari kita lihat kemiripan-kemiripan yang luar biasa ini ….
Tomat : Tomat adalah makanan super untuk jantung dan darah. Dan seperti jantug manusia, tomat berwara merah da memiliki empat ruang!




Walnut : Walnut yang berkulit terlihat seperti otak yang kecil, dengan belahan kiri kanan, cerebrum, cerebellum, dan bahkan kerutan dan lipatan dari neo korteks! Kita tahu sekarang bahwa walnut adalah makanan yang luar biasa untuk otak.




Kacang Merah : Kacang Merah (kidney Beans) dinamakan demikian karena terlihat sangat mirip dengan organ manusia, dan sebenarnya membantu menyembuhkan ginjal dan memelihara fungsinya.




Wortel : Irisan wortel lebih terlihat seperti Pupil, iris, dan garis pancaran mata manusia. Tentu saja, ilmu pengetahuan telah menunjukkan bahwa wortel meningkatkan fungsi mata.





Seledri : Seledri dan kelembak kelihatan seperti tulang, dan masing-masing membantu menguatkan tulang. Tulang adalah 23 persen sodium, demikian juga dengan seledri dan kelembak! Jika Anda tidak mempunyai cukup sodium dalam makanan Anda, tubuh mengambilnya dari tulang-tulang dan membuat tulag menjadi lemah. Makanan ini melengkapi lagi keperluan kerangka dalam tubuh!

Alpukat : Terung dan alpukat mennyerupai rahim dan serviks. Penelitian menunjukkan bahwa ketika wanita memakan alpukat sekali seminggu, itu dapat menyeimbangkan hormon-hormon, mengurangi berat kelahiran yang tidak diinginkan dan mencegah kanker serviks. Dengan menakjubkan, diperlukan waktu tepat sembilan bulan bagi alpukat untuk bertumbuh dari bunga yang mekar sampai menjadi buah yang matang!


Anggur :  Anggur yang menggantung berbentuk seperti jantung dan terlihat seperti sel-sel darah. Penelitian saat ini menunjukkan bahwa anggur sesungguhnya adalah makanan yang sangat meningkatkan vitalitas jantung dan darah.



Itulah beberapa jenis makanan tumbuhan yang menyerupai bagian-bagian dari tubuh kita dengan manfaatnya, dan masih banyak lagi tumbuh-tumbuhan yang lainnya. Oleh karena itu sangat baik sekali untuk kita konsumsi.
Firman Tuhan katakan didalam Roma 12:1 “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati”.
*Diambil dari Majalah time, oleh David Bjerklie, Oktober 2003.

Sayuran-Sayuran Penurun Hipertensi


Sayuran merupakan makan bergizi yang banyak memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Mengonsumsi sayuran juga diaggap salah satu cara terbaik untuk menurunkan darah tinggi atau hipertensi.
Ada beberapa macam sayuran tertentu yang dinilai efektif untuk menurunkan atau mengontrol hipertensi, sehingga tidak ada salahnya bagi Anda yang mempunyai darah tinggi untuk terus mengonsumsinya setiap hari. Sayur-sayuran ini mudah dijumpai dan harganya pun sangat terjangkau, apa saja itu? Berikut ulasannya :
Wortel
Apabila tekanan darah Anda sudah mengakibatkan permasalahan pada jantung, maka perbanyaklah mengonsumsi wortel. Ini di karenakan wortel banyak mengandung beta-karoten serta kalium yang dapat memberikan manfaat terhadap fungsi ginjal dan membantu mengendalikan denyut jantung. Mengonsumsi sayuran berwarna oranye ini secara rutin diyakini dapat mengontrol tekanan darah Anda.



Seledri
  
Selain mengandung kalium, seledri juga mengandung Phthalide, yakni suatu senyawa yang dapat meningkatkan aliran darah dan melemaskan dinding arteri. Senyawa tersembut juga dapat mengurangi hormon stres yang diakibatkan oleh tekanan darah tinggi. Selain itu, seledri juga bisa membantu mengelola tekanan darah saat sedang tinggi.



Bayam
Bayam adalah salah satu sayuran yang sering kita jumpai. Kandungan gizi dan nutrisinya memberikan manfaat bagi kesehatan. Magnesium yang terkandung di dalamnya dinilai dapat mengontrol dan bahkan menurunkan tekanan darah saat sedang tinggi. Apabila dikonsumsi secara rutin, bayam dapat membantu mengatur dan mengelola hipertensi seseorang.


Ketiga sayuran tersebut bisa dilibatkan ke dalam suatu masakan atau dibuat menjadi jus sayuran. Sayuran yang dapat membantu mengontrol hipertensi tidak hanya terbatas pada tiga sayuran tersebut. Ada beberapa jenis sayuran lainnya yang bisa mengontrol tekanan darah seseorang, dan Anda bisa mencampur sayur-sayuran tersebut dengan ketiga sayuran di atas untuk dijadikan segelas jus yang menyehatkan.
Untuk mengetahui sayuran lainnya yang dapat mengontrol hipertensi, Anda bisa tanyakan hal tersebut pada ahli gizi atau dokter. Mengonsumsi jus sayuran dua kali sehari dipercaya dapat mengontrol dan bahkan menurunkan hipertensi seseorang.
Sumber: artikelkesehatan99.com

10 Manfaat Brokoli Bagi Kesehatan

Manfaat Brokoli – Brokoli, sayuran ‘cantik’ yang sebagian orang menyukainya dan ada pula yang membencinya. Namun demikian, tidak ada alasan untuk membantah bahwa brokoli memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.
Senyawa-senyawa yang ada pada brokoli diketahui dapat menjaga kesehatan tubuh dan mencegah berbagai timbulnya penyakit. Ada setidaknya 10 manfaat brokoli yang bisa kita dapatkan. Apa saja itu?
Manfaat Brokoli Bagi Kesehatan
  1. Menjaga sitem saraf
Brokoli mengandung Kalium yang tinggi, yang membantu menjaga sistem saraf yang sehat dan fungsi otak yang optimal, serta mendorong perkembangan otot.
  1. Mengatur tekanan darah
Brokoli juga diketahui mengandung magnesium dan kalsium yang dapat membantu dalam mengatur tekanan darah.
  1. Melawan radikal bebas
Secangkir brokoli mengandung vitamin C yang tinggi, antioksidan yang diperlukan untuk melawan radikal bebas. Selain itu, vitamin C adalah antihistamin yang efektif untuk meringankan ketidaknyamanan dari flu yang menyerang.
  1. Menjaga kesehatan tulang
Brokoli mempunyai kandungan kalsium dan vitamin K yang tinggi. Keduanya sangat penting bagi kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis.
  1. Menjaga Kesehatan kulit
Brokoli sangat membantu dalam memperbaiki kulit yang rusak dikarenakan hal-hal tertentu seperti luka akibat sinar matahari. Glucoraphanin yang terkandung di dalam brokoli dapat membantu memperbaiki kerusakan kulit.
  1. Menjaga Sistem kekebalan tubuh
Secangkir brokoli mengandung beta-karoten yang tinggi, yang dapat menjaga sistem kekebalan tubuh. Kandungan mineral-mineral seperti seng dan selenium adalah aktor utama yang menjaga pertahanan kekebalan tubuh.
  1. Mencegah kanker
Brokoli mengandung glucoraphanin, di mana tubuh akan memprosesnya menjadi senyawa anti-kanker, sulforaphare. Senyawa ini akan mengusir bakteri yang ada di tubuh, Helicobacter pylori, sebuah bakteri yang diketahui dapat meningkatkan fungsi hati.
Selain itu, brokoli mengandung indole-3-carbinol, sebuah senyawa antioksidan dan anti-karsinogen yang hebat dalam menghambat pertumbuhan kanker payudara, kanker prostat, kanker leher rahim (kanker serviks), serta dapat meningkatkan fungsi hati.
  1. Tinggi serat
Brokoli kaya akan serat, yang dapat membantu pencernaan, mencegah sembelit, mempertahankan kestabilan gula darah, dan membantu Anda dalam mencegah makan yang berlebihan. Selain serat, secangkir brokoli juga mengandung protein yang tinggi, hampir sama dengan secangkir beras atau jagung, namun dengan kalori yang lebih sedikit.
  1. Menjaga kesehatan mata
Brokoli diketahui juga dapat membantu menjaga kesehatan mata. Penelitian menunjukkan bahwa karotenoid lutein (pigmen organik) yang terdapat pada brokoli dapat mencegah degenerasi makular terkait usia dan juga katarak, serta memiliki efek anti kanker. Selain itu, brokoli merupakan sumber utama vitamin A yang diperlukan untuk membentuk retina.
  1. Menjaga Kesehatan Jantung
Karotenoid lutein yang terkandung dalam brokoli dapat memperlambat atau mencegah penebalan arteri dalam tubuh manusia, sehingga dapat memerangi penyakit jantung dan stroke. Vitamin B6 dan asam folat dalam brokoli juga dapat mengurangi aterosklerosis, radang pada pembuluh darah manusia.
Itulah beberapa manfaat brokoli bagi kesehatan. Masih tidak menyukai brokoli? Pikirkan lagi…
Terimakasih semoga bermanfaat. Tuhan memberkati.
Sumber : artikelkesehatan99.com