Friday, February 26, 2021

KITA TIDAK AKAN MENCURI

"Jangan mencuri''– Keluaran 20: 15.


Baik dosa-dosa umum maupun secara pribadi tercakup dalam larangan ini. Hukum yang kedelapan ini menghukum penculikan dan soal perbudakan, dan melarang peperangan untuk menguasai orang lain. Itu menghukum pencurian dan perampokan. Dituntutnya kejujuran dalam hal-hal yang paling kecil dalam segala urusan hidup. Hukum itu melarang ketamakan dalam perdagangan, dan dituntutnya pembayaran utang atau upah yang adil. Menyatakan bahwa setiap usaha untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri dari kelalaian, kelemahan, atau kemalangan orang lain, dicatat sebagai penipuan di dalam buku surga."

Hukum yang kedelapan itu harus menjadi benteng jiwa, dan memagari manusia di dalamnya, sehingga ia tidak akan mengadakan pelanggaran yang berbahaya--yang cinta dirinya dan keinginannya untuk laba akan dibuat atas hak-hak sesamanya manusia. Dilarangnya segala macam ketidaktulusan, ketidakadilan,atau penipuan, biarpun itu umum, betapapun itu dimaafkan oleh dalih-dalih yang mungkin masuk akal.

"Jangan mencuri" ditulis oleh jari Allah di atas loh batu, namun betapa banyaknya pencurian terhadap kasih sayang dilakukan dan itu dimaafkan. Pertunangan yang dapat menyesatkan dipelihara, hubungan-hubungan rahasia diteruskan, hingga kasih sayang seorang yang tidak berpengalaman dan yang tidak mengetahui ke mana pertunangannya akan bertumbuh, berada dalam satu tindakan yang ditarik menjauh dari orang tua dan diletakkan di atas seseorang yang sebenarnya tidak layak dicintai. Alkitab menyalahkan segala jenis ketidakjujuran.

Meremehkan hati ialah suatu kejahatan yang bukan main besarnya di pandangan Allah yang suci.

Sebagaimana kita berurusan dengan sesama manusia dalam cara yang tidak jujur atau mengadakan penyelewengan secara berani, demikian pula kita akan memperlakukan Allah. Orang-orang yang terus berbuat hal-hal yang tidak jujur akan terus melakukan kebiasaan mereka hingga mereka menipu jiwa mereka sendiri serta kehilangan surga dan hidup yang kekal.

Selama langit dan bumi ada, prinsip suci dari hukum Allah itu akan tetap ada, suatu sumber berkat, memancarkan aliran-aliran untuk menyegarkan bumi.

    

Thursday, February 25, 2021

KITA AKAN MENJADI SUCI

"Jangan berzinah''– Keluaran 20: 14.


Perintah ini melarang bukan saja perbuatan-perbuatan yang tidak suci, melainkan pikiran dan keinginan yang penuh dengan hawa nafsu, atau setiap perbuatan yang cenderung untuk membangkitkan nafsu. Kesucian dituntut bunkan saja dalam kehidupan yang dapat dilihat dari luar tetapi juga dalam keinginan-keinginan yang tersembunyi serta perasaan hati. Kristus, yang mengajarkan tentang tuntutan hukum Allah yang jangkauannya sangat luas, menyatakan bahwa pikiran atau pandangan jahat itu adalah juga dosa sama seperti kalau melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

Kalau pikiran yang jahat dikasihi dan dihargai, sekalipun tersembunyi, Yesus mengatakan, itu menunjukkan bahwa dosa masih tetap berkerajaan di dalam hati. Jiwa masih tetap dalam empedu kepahitan dan dalam perbudakan kejahatan. Orang yang mendapat kesenangan dalam memikir-mikirkan adegan kecabulan, yang memanjakan pikiran yang jahat, pandangan yang penuh nafsu, dapat melihat dalam dosa terbuka, dengan beban malunya dan duka yang menghancurkan hati, sifat yang sebenarnya dari kejahatan yang telah disembunyikannya di dalam bilik-bilik jiwa. Masa penggodaan, yang olehnya seseorang bisa jatuh ke dalam dosa yang memilukan, tidak menciptakan kejahatan yang dinyatakan, tetapi hanya mengembangkan atau menyatakan apa yang tersembunyi dan terpendam dalam hati. "Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia;" karena dari dalam hati "terpancar kehi dupan." Hati yang di dalamnya Kristus tinggal, akan dipenuhi, dipuaskan, dengan kasih-Nya sehingga hati itu tidak akan dihanguskan dengan keinginan untuk menarik simpati dan perhatian kepada dirinya sendiri. Maka oleh penyerahan jiwa kepada Allah, hikmat-Nya dapat melaksanakan apa yang gagal dilakukan hikmat manusia.

Selama kehidupan masih berlangsung, selalu ada keperluan untuk menjaga kasih sayang hati dan hawa nafsu dengan maksud yang teguh. Tidak sesaat pun kita dapat aman kecuali kalau kita bersandar pada Allah, hidup tersembunyi dengan Kristus.

Makin dekat kita hidup kepada Yesus, semakin besar kemungkinan kita ambil bagian dalam tabiat-Nya yang murni dan suci; dan semakin menjijikkan dosa dosa itu tampaknya bagi kita, lalu kemurnian dan kegemilangan Kristus akan tampak semakin ditinggikan dan diinginkan.

    

Wednesday, February 24, 2021

KITA TIDAK AKAN MEMBUNUH

"Jangan membunuh''– Keluaran 20: 13.


Semua perbuatan yang tidak adil, yang cenderung memendekkan umur; roh kebencian dan dendam, atau pemanjaan hawa nafsu yang membawa kepada perbuatan-perbuatan yang membahayakan terhadap orang lain, atau menyebabkan kita sampai menginginkan mereka celaka (karena "setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia"); kelalaian untuk mengurus orang-orang miskin atau menderita; semua pemanjaan diri atau penahanan diri yang tidak perlu atau pekerjaan yang berlebihan sehingga cenderung merusak kesehatan--semuanya ini, sampai kepada tingkat yang 1ebih besar, atau kecil adalah pelanggaran hukum yang keenam.

Beberapa orang mengorbankan kewajiban jasmani dan moral, berpikir hendak mendapat kebahagiaan, dan mereka kehilangan baik jiwa maupun tubuh. Yang lain akan mencari kebahagiaan mereka dalam pemanjaan selera yang bukan sewajarnya, dan menganggap pemanjaan selera itu lebih diperlukan daripada kesehatan dan hidup. Banyak membiarkan dirinya dirantai oleh hawa nafsu kebinatangan, dan akan mengorbankan kekuatan jasmani, intelek, dan moral, untuk memuaskan nafsu berahi. Mereka akan membawa diri mereka ke dalam kubur yang belum waktunya, dan pada hari pengadilan akan dibebankan dengan pembunuhan diri sendiri.

Roh kebencian dan dendam berasal dari Iblis; dan itu mengajak dia membunuh Anak Allah. Barang siapa menyayangi dengki atau perangai yang tidak bermurah hati berarti menyayangi roh Iblis itu; dan buahnya akan membawa kepada maut. Dalam pikiran dendam, perbuatan jahat itu ada terbungkus, seperti tanaman dalam bibit.

Hukum Allah memperhatikan kecemburuan, iri hati, kebencian, fitnah, rasa dendam, hawa nafsu, dan ambisi yang meluap dalam jiwa, tetapi tidak dinyatakan dalam tindakan secara luar, oleh karena kesempatan, bukan kehendak, sudah lama diinginkan. Dan emosi yang penuh dosa ini akan dipertanggungjawabkan pada hari bilamana ''Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi."

Kristus adalah kebenaran, penyucian, dan penebusan bagi barang siapa yang percaya pada-Nya .... Ia menaruh di hadapan kita suatu teladan yang sempurna akan penurutan kepada hukum Allah.

    

Tuesday, February 23, 2021

UMUR PANJANG DIJANJIKAN BAGI ORANG YANG MENGHORMATI ORANG TUA

 "Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu''– Keluaran 20: 12.


Mereka yang sungguh-sungguh mau menuruti Kristus harus membiarkan Dia tinggal dalam hati, dan menobatkan Dia di sana sebagai yang tertinggi. Mereka mesti menyatakan semangat dan karakter-Nya·dalam kehidupan rumah tangga, dan menunjukkan budi bahasa dan kemurahan hati kepada semua orang dengan siapa mereka bertemu. Banyak anak-anak yang mengaku mengetahui kebenaran, tetapi tidak memberi kepada orang tuanya hormat dan kasih sayang yang seharusnya diberikan kepada mereka, dan yang menyatakan hanya sedikit kasih kepada bapa dan ibu, gagal menghormati mereka dalam menangguhkan harapan mereka, atau dalam usaha melepaskan mereka dari kecemasan. Banyak orang yang mengaku Kristen tidak mengetahui apakah artinya "Hormatilah ayahmu dan ibumu," dan sebagai akibatnya akan mengetahui begitu sedikit juga tentang apakah artinya "supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu"....Penyelidik hati itu mengetahui apakah sikapmu terhadap ibu dan bapamu; karena Ia sedang menimbang tabiat moral dalam neraca keemasan yang di dalam bait suci yang di surga. Oh, akuilah kelalaianmu akan ibu dan bapamu, akuilah sikapmu yang kurang peduli terhadap mereka, dan penghinaanmu akan hukum Allah yang suci.

Orang tua berhak mendapatkan kasih dan penghormatan, yang tidak patut diberikan kepada orang lain. Allah Sendiri, yang telah menaruh atas mereka t:anggung jawab bagi jiwa-jiwa yang diserahkan kepada penjagaan mereka, telah menentukan bahwa pada tahun-tahun pertama dalam hidup, ibu dan bapa akan berdiri pada tempat Allah untuk anak-anak mereka. Maka barang siapa menolak kekuasaan yang sah dari orang tuanya, berarti menolak kekuasaan Allah. Hukum yang kelima menuntut anak-anak bukan saja supaya memberikan penghormatan, taat, dan penurutan kepada ibu bapanya, melainkan juga supaya memberikan kepada mereka itu kasih dan kelemahlembutan, untuk meringankan keluh kesah mereka, menjaga nama baik mereka, dan menyokong dan menghiburkan mereka pada masa tua.

Hukum kelima mengikat anak-anak seumur hidup mereka dan kehidupan orang tua mereka bertahan.

    

Monday, February 22, 2021

KITA AKAN MEMELIHARA KESUCIAN HARI SABAT

"Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat''– Keluaran 20: 8.


Allah berfirman, "Hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu." Dia menaruh kesucian-Nya atas hari ini dan memberkatinya serta menyucikannya sebagai hari perhentian.... Itulah satu-satunya perintah dalam Sepuluh Hukum, yang memberitahukan siapakah Allah itu. Ditaruhnya perbedaan antara Allah dengan segala ilah yang lain. Hukum itu mengatakan Allah yang menjadikan langit dan bumi, Allah yang menjadikan pohon-pohon dan bunga-bunga dan menjadikan manusia; inilah Allah yang engkau harus turuti di hadapan anak-anakmu, dan engkau hanya perlu menunjuk kepada bunga-bunga dan beritahukan kepada mereka bahwa Dialah yang menjadikan semuanya ini dan Dia berhenti pada hari yang ketujuh dari segala pekerjaan-Nya .... Hari yang ketujuh itulah suatu peringatan yang diberikan Allah.

Menunjuk kepada Allah sebagai Khalik langit dan bumi, dibedakannya Allah yang benar dari semua ilah palsu. Setiap orang yang memelihara hari ketujuh, menyatakan oleh perbuatan ini bahwa mereka adalah penyembah-penyembah Yahwe. Demikianlah hari Sabat itu menjadi suatu tanda kesetiaan manusia kepada Allah selama masih ada di atas bumi untuk berbakti kepada-Nya ....

Allah telah memberikan kepada manusia enam hari di mana harus bekerja, dan Ia menuntut agar pekerjaan mereka sendiri harus dilakukan dalam enam hari kerja itu. Segala perbuatan yang perlu dan kemurahan dibolehkan pada hari Sabat, orang-orang sakit dan yang menderita pada segala waktu haruslah dirawat; tetapi pekerjaan yang tidak perlu haruslah dihindarkan dengan keras....Dan di dalam hukum itu termasuk semua orang yang di dalam pintu gerbang kita. Penghuni rumah kita harus mengesampingkan semua usaha duniawi pada saat-saat yang suci itu. Semuanya harus bersatu untuk memuliakan Allah oleh perbaktian sukarela pada hari-Nya yang suci.

Selama langit dan bumi masih utuh, hari Sabat itu akan terus menjadi suatu tanda kuasa Khalik. Maka apabila Eden kelak berkembang di atas bumi ini, hari perhentian Allah yang suci itu akan dihormati oleh semua orang di bawah matahari. "Sabat berganti Sabat," segala penduduk dunia baru yang dipermuliakan itu akan datang "sujud menyembah di hadapan-Ku, firman TUHAN."

    

Sunday, February 21, 2021

KITA TIDAK AKAN MENYEBUT NAMA TUHAN DENGAN SEMBARANGAN

"Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan''– Keluaran 20: 7.


Alasan mengapa perintah ini diberikan supaya: kita jangan bersumpah "baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, maupun demi bumi, karena

bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak ber kuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rarnbut pun." Segala sesuatu berasal dari Allah. Kita tidak punya sesuatu yang belum kita terima; dan lebih daripada itu, kita tidak punya suatu apa pun yang belum dibeli bagi kita oleh darah Kristus.

Perkataan hawa nafsu yang bernyala-nyala sekali-kali tidak boleh diucapkan, karena di dalam pemandangan Allah dan malaikat-malaikat yang suci, semuanya itu adalah sesuatu jenis bersumpah.

Perintah ini bukan saja melarang sumpah-sumpah palsu dan sumpah yang biasa, melainkan dilarangnya kita dari menggunakan Nama Allah dengan cara yang ringan atau kurang berhati-bati, tanpa memandang kepada artinya yang sangat hebat itu. Oleh menyebut Allah tanpa pikir dalam pembicaraan yang biasa, oleh seruan-seruan kepada-Nya dalam perkara-perkara yang kecil, dan oleh menyebut-nyebut Nama-Nya berulangkali tanpa perasaan, kita menghinakan Dia. "Nama-Nya pun suci dan hebat adanya." Semuanya haruslah merenungkan kemuliaan-Nya, kemurnian dan kesucian-Nya, agar hati boleh dikesankan dengan suatu perasaan akan tabiat-Nya yang mulia; dan Nama-Nya yang suci itu haruslah diucapkan dengan hormat dan khidmat.

Bukannya manusia yang harus kita tinggikan dan sembah; melainkan hanya Allah, satu-satunya Allah yang benar dan hidup, kepada-Nya penyembahan dan penghormatan kita patut diberikan. Menurut pengajaran Alkitab, adalah menghinakan Allah apabila menyebut pendeta-pendeta sebagai "Reverend" artinya yang lebih dihormati atau yang mulia. Tiada seorang manusia fana mempunyai hak menyangkutkan gelar ini kepada namanya sendiri, atau kepada nama mauusia mana pun. Itu hanyalah milik Allah, untuk membedakan Dia dari segala makhluk yang lain .... "Nama-Nya pun suci dan hebat adanya." Kita menghinakan Allah kalau kita menggunakan kata ini pada yang bukan tempatnya .... Bapa dan Anak sajalah yang harus ditinggikan.

    

Saturday, February 20, 2021

KITA TIDAK AKAN MENYEMBAH PATUNG APAPUN

"Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya''– Keluaran 20: 4,5.


Khalik kita menuntut pengabdian kita yang tertinggi, kesetiaan kita yang terutama. Segala sesuatu yang cenderung mengurangi kasih kita terhadap Allah, atau menghalangi perbaktian yang patut diberikan kepada-Nya, dengan demikian itu telah menjadi berhala. Bagi sebagian orang, tanahnya, rumahnya, dagangannya, itulah berhala-berhala. Perusahaan-perusahaan dijalankan dengan semangat dan tenaga, sedang perbaktian kepada Allah dijadikan pertimbangan yang nomor dua. Perbaktian keluarga dilalaikan, doa pribadi dilupakan. Banyak orang mengaku bertindak adil terhadap sesamanya manusia, tetapi tampaknya mereka hanya sekadar menutupi kewajibannya saja. Tetapi tidaklah cukup hanya memeliharakan enam hukum yang terakhir dari sepuluh hukum. Kita harus mengasihi Tuhan Allah kita dengan segenap hati. Tidak ada suatu apa pun yang kurang dari penurutan kepada setiap perintah ...dapat memenuhi segala tuntutan hukum Ilahi itu.

Banyak orang yang hatinya telah dikeraskan oleh kekayaan duniawi sehingga mereka lupa kepada Allah, dan lupa kepada segala keperluan sesamanya manusia. Orang-orang yang mengaku dirinya Kristen menghiasi dirinya dengan permata intan, kain-kain renda, pakaian-pakaian yang mahal, sementara umat Tuhan yang miskin kekurangan segala keperluan hidup. Laki-laki dan perempuan yang menuntut penebusan oleh darah Juruselamat akan memboroskan segala kekayaan yang dipercayakan kepada mereka untuk penyelamatan jiwa- jiwa yang lain, lalu kemudian dengan bersungut-sungut membagikan dengan kikirnya persembahan mereka untuk agama, memberikan dengan bebas hanya kalau pemberian itu akan mendatangkan kehormatan kepada mereka. Inilah orang-orang penyembah berhala.

Apa pun yang mengalihkan pikiran dari Allah mengambil rupa sebuah berhala, dan itulah sebabnya ada begitu sedikit kuasa di dalam jemaat dewasa ini.

Hukum kedua melarang penyembahan Allah yang benar oleh patung-patung atau sesuatu yang menyerupai apa pun .... Pikiran, yang dipalingkan dari kesempurnaan Yahwe yang tiada terhingga, akan tertarik kepada makhluk dan bukan lagi kepada Khalik.

Allah adalah penyelidik hati. Ia membedakan antara perbaktian hati yang benar dengan penyembahan berhala.

    

Friday, February 19, 2021

KITA TIDAK AKAN PUNYA ILAH LAIN

"Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku''– Keluaran 20: 3.


Sepuluh hukum yang berisi, Hendaklah kamu, dan Jangan kamu, adalah sepuluh janji yang dipastikan kepada kita kalau kita mau menuruti hukum yang memerintah alam semesta.

Tidak ada hukum moral yang diperintahkan dalam bagian mana pun dari Alkitab yang tidak diukir dengan jari Allah dalam hukum-Nya yang suci itu pada loh batu. Satu salinan diberikan kepada Musa di atas Bukit Sinai. Empat hukum yang pertama memerintahkan manusia di dalam kewajibannya berbakti kepada Tuhan Allah kita dengan segenap hati, dan segenap jiwa, dan dengan segenap pikiran, dan dengan segenap kekuatan. Ini meliputi manusia seluruhnya. Ini menuntut kasih yang begitu hangat, begitu bersemangat, sehingga manusia tidak dapat menghargai apa pun dalam pikirannya atau kasih sayangnya dalam persaingan dengan Allah; dan pekerjaannya akan membawa tanda tangan surga. Segala sesuatu adalah yang kedua kepada kemuliaan Allah. Bapa kita yang di surga haruslah selalu disayangi sebagai yang terutama, kesukaan dan kemakmuran, terang dan kecukupan hidup kita, serta bagian pusaka kita untuk selama-lamanya.

Biarlah manusia menyembah dan berbakti kepada Tuhan Allah, dan hanya Dia saja. Janganlah kesombongan yang mementingkan diri diangkat dan disembah sebagai suatu dewa. Janganlah uang dijadikan dewa. Kalau hawa nafsu tidak ditaklukkan ke bawah pemerintahan segala kuasa pikiran yang lebih tinggi, hawa nafsu kebinatangan akan memerintahkan manusia. Segala sesuatu yang dijadikan pokok pikiran dan pemujaan yang tidak sepantasnya, pikiran yang dimanjakan, ialah suatu dewa yang dipilih terlebih daripada Allah.

Yahwe, yang kekal, yang ada dengan sendirinya, Oknum yang tidak dijadikan, Dia Sendirilah sumber dan pemelihara semuanya, yakni satu-satunya yang berhak disembah serta menerima penghormatan tertinggi. Manusia dilarang untuk memberikan kepada objek yang lain tempat terutama dalam kasih sayangnya ataupun pelayanannya. Barang apa pun yang kita cintai, kalau cenderung kepada pengurangan kasih kita kepada Allah atau menghalangi perbaktian yang patut diberikan kepada-Nya, hal itulah yang kita jadikan suatu ilah.

    

Thursday, February 18, 2021

KRISTUS DATANG KE DUNIA UNTUK MENGGENAPI HUKUM TAURAT

"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya''– Matius 5: 17.


Allah memilih Israel sebaga tempat penyimpanan harta kebenaran yang tidak ternilai harganya untuk segala bangsa, dan Ia memberikan hukum-Nya kepada mereka sebagai standar karakter yang mereka harus perkembang di hadapan dunia, di hadapan malaikat-malaikat, dan di hadapan dunia-dunia yang belum jatuh dalam dosa....Melalui ketidaktaatan dan ketidaksetiaan, bangsa pilihan Tuhan memperkembang suatu tabiat yang berlawanan dengan tabiat yang dimaksudkan Allah supaya mereka perkembang oleh menuruti hukum-Nya. Mereka menaruh bentuk dan tujuan mereka atas kebenaran sendiri, membuangkan dari padanya tujuan Allah....Hukum Allah sedang ditanam di bawah catatan bentuk-bentuk upacara secara lahiriah saja seperti pembasuhan tangan sebelum makan, dan pembasuhan cawan-cawan dan mangkok-mangkuk. Persepuluhan dituntut keras atas rempah-rempah kebun yang sederhana. Bagi orang-orang yang lebih mengutamakan perkara yang kecil-kecil ini, Kristus berkata, ".... yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikaan"....

Di tengah-tengah segala bunyi suara hiruk pikuk yang membingungkan ini perlu seorang guru yang langsung dari alam surgawi untuk berbicara dari bibir yang diilhamkan kepada hati manusia, dan menyiarkan segala kebenaran penguji yang begitu penting kepada tiap-tiap orang....

Sebaga seorang Guru yang diutus Allah, pekerjaan Kristus ialah menjelaskan arti yang sebenarnya dari hukum-hukum pemerintahan Allah .... Menaruh kembali kebenaran dalam kerangka hukum Allah sendiri, Ia menyebabkan hukum itu bercahaya dalam sinar aslinya yang surgawi .... Ia menobatkan hukum-hukum Ilahi itu sejalan dengan kebenaran kerajaan kekal, kebenaran yang murni menghasilkan persetujuan Allah, sumber segala kebenaran....

Kristus datang bukan saja untuk membenarkan hukum itu di hadapan penduduk dunia ini, melainkan oleh hidup-Nya menetapkan untuk selama-lamanya keabadian hukum Allah....Ia (Allah) tidak pernah membiarkan seseorang yang menyerahkan pemeliharaan jiwanya kepada penjagaan-Nya. Setelah mengasihi mereka karena kasih rnereka kepada Yesus, Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahan.

    

Wednesday, February 17, 2021

KITA MENGASIHI HUKUM-HUKUM ALLAH LEBIH DARIPADA EMAS

"Itulah sebabnya aku mencintai perintah-perintah-Mu lebih dari pada emas, bahkan dari pada emas tua''– Mazmur 119: 127.


Pada hari-hari yang penuh bahaya ini apakah kita akan tunjukkan kurang penyerahan kepada kebenaran Allah, dan kurang hubungan yang bersemangat kepada hukum-Nya, lebih daripada tahun yang sudah-sudah? Justru keadaan hal-hal yang dikatakan Kristus akan terjadi sebelum kedatangan-Nya yang kedua kali dalam kuasa dan kemuliaan, sudah terjadi sekarang ini. Keadaan berdosa yang merajalela cenderung melumpuhkan bahkan membinasakan iman dan peribadatan yang benar. Tetapi justru inilah waktunya di mana emas keikhlasan umat Kristen akan bercahaya paling cemerlang, bertentangan dengan sikap munafik dan korupsi. Sekaranglah waktunya bagi umat pilihan Kristus untuk menunjukkan penyerahan mereka kepada pekerjaan-Nya--waktunya bagi semua pengikut-Nya untuk memberikan kesaksian yang paling mulia bagi Tuhannya oleh berdiri teguh melawan arus ke jahatan yang merajalela.

Bilamana kita melihat akibat-akibat dari melalaikan hukum Allah--ketidakjujuran, pencurian, percabulan, mabuk-mabuk, dan pembunuhan--kita harus bersedia mengatakan dengan pemazmur, "Aku mencintai perintah-perintah-Mu lebih daripada emas, bahkan daripada emas tua;" "dan orang yang berpegang padanya mendapat upah yang besar." Kalau hukum Ilahi itu dikesampingkan, kemelaratan yang paling besar akan diakibatkannya, baik kepada para keluarga maupun kepada masyarakat. Satu-satunya pengharapan kita yang lebih baik terdapat dalam penurutan yang lebih setia kepada hukum-hukum Yahwe. Prancis yang tidak percaya kepada Allah pernah mencoba menolak kekuasaan Allah. Betapa mengerikannya peristiwa yang menyusul! Manusia mengesampingkan hukum Ilahi itu sebagai kuk perbudakan, dan dalam kebebasan yang disombongkannya itu mereka menaruh dirinya di bawah pemerintahan orang yang paling lalim. Anarki dan pertumpahan darah memerintah pada hari yang mengerikan itu. Dipertunjukkanlah pada waktu itu kepada dunia bahwa cara yang paling pasti untuk menggali fondasi peraturan dan pemerintahan ialah meniadakan hukum Allah ....

Gantinya merasa bahwa kita sekarang ini dalam keadaan paling mudah dimaafkan dalam pelanggaran lebih lanjut, kita harus insaf seperti belum pernah, di hadapan tuntutan keadilan Allah atas kita, dan tabiat yang suci dari hukum-Nya, oleh karena Kristus harus mati untuk mempertahankan kekuasaan hukum itu. Kelak nanti, penurut akan melihat hasil-hasil yang berbahagia, yang mengikuti pemeliharaan semua perintah Allah.

    

Tuesday, February 16, 2021

KEMURAHAN DITUNJUKKAN KEPADA RIBUAN YANG MENGASIHI HUKUM ALLAH

"Tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku''– Keluaran 20:6.

Sepuluh perintah suci yang diucapkan oleh Kristus di atas Bukit Sinai ialah penyataan tabiat Allah, dan memberitahukan kepada dunia fakta bahwa Dia mempunyai kekuasaan atas seluruh bangsa manusia. Bahwa hukum yang berisi sepuluh perintah tentang kasih terbesar yang dapat dinyatakan kepada manusia ialah suara Allah dari surga berbicara kepada jiwa dalam perjanjian. "Perbuatlah ini, maka engkau tidak akan berada di bawah pemerintahan dan penjajahan Iblis." Tidak ada yang negatif dalam hukum itu, meskipun tampaknya demikian. Itu adalah LAKUKAN, dan Hidup .... Tuhan telah memberikan perintah-Nya yang suci untuk menjadi suatu tembok perlindungan sekeliling makhluk-makhluk ciptaan- Nya."

Segala sesuatu yang Allah dapat buat, Ia telah lakukan untuk menyatakan kasih dan kemurahan-Nya yang besar kepadamu. "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." Sebab itu bersandarlah dalam jaminan kasih Allah .... Bukan oleh sebab kita lebih dahulu mengasihi Dia barulah Allah mengasihi kita, tetapi "ketika kita masih berdosa," Kristus mati bagi kita, menyediakan dengan sempurna dan limpah perlengkapan untuk penebusan kita. Meskipun oleh pendurhakaan kita telah patut mendapat murka dan hukuman Allah, namun Ia tidak meninggalkan kita, membiarkan kita bergumul dengan kuasa musuh dalam kekuatan kita sendiri yang fana. Malaikat-malaikat surga membantu perjuangan kita di dalam peperangan melawan kejahatan, dan oleh bekerja sama dengan mereka, kita boleh menang atas segala kuasa kejahatan itu .... Kalan kita menghampiri Allah oleh iman, Ia pun mendekat kepada kita, mengangkat kita ke dalam keluarga-Nya, dan mengangkat kita anak-anak-Nya laki-laki dan perempuan.

Kepada barang siapa yang setia dalam pekerjaan-Nya, kemurahan dijanjikan bukan hanya kepada keturunan yang ketiga dan yang keempat ... melainkan kepada beribu-ribu keturunan.

Kemurahan Allah yang penuh belas kasihan tidak dapat diukur, dan mereka yang menghargai kasih Kristus akan dibarui dalam kesucian yang benar, dan dibawa kepada Kristus, Pemimpin mereka. Mereka akan menjadi pengikut-pengikut Allah sebagai anak-anak yang terkasih.

    

Monday, February 15, 2021

Kita Akan Mengasihi Sesama Kita Seperti Diri Kita Sendiri

"Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri''– Matius 22: 39.


Hukum Ilahi menuntut kita untuk mengasihi Allah lebih daripada semuanya, dan mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri. Tanpa menjalankan kasih ini, pengakuan iman yang setinggi-tingginya hanyalah kemunafikan saja.

Orang yang berbakti kepada Allah akan mendapati bahwa ia tidak dapat menyayangi satu serabut pun dari akar kekikiran. Ia tidak dapat melakukan kewajibannya kepada Allahnya lalu mempraktikkan penindasan terhadap sesamanya manusia. Prinsip yang kedua dari hukum itu sama seperti yang pertama, "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." "Perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup." Ini adalah perkataan Yesus Kristus, dari perkataan ini tidak mungkin ada penyimpangan, pada pihak laki-laki, perempuan, ataupun orang muda yang mau menjadi orang Kristen yang benar. Penurutan kepada prinsip-prinsip perintah Allah itulah, yang membentuk tabiat serupa dengan peta Ilahi......

Mernbiarkan seorang sesama yang menderita tanpa dibantu berarti suatu pelanggaran hukum Allah .... Barang siapa yang mengasihi Allah tidak saja akan mengasihi sesamanya manusia, melainkan akan memandang dengan penuh belas kasihan yang lemah lembut segala makhluk yang telah dijadikan oleh Allah. Apabila Roh Allah ada di dalam manusia, itu akan menuntun dia kepada usaha meringankan lebih daripada menciptakan penderitaan .... Kita harus peduli kepada setiap penderitaan. dan memandang kepada diri kita sebagai perwakilan Allah untuk membantu orang-orang yang di dalam kesusahan sampai kepada puncak kesanggupan kita. Kita haruslah menjadi pekerja bersama dengan Allah. Ada beberapa orang yang menyatakan belas kasihan yang besar kepada anggota keluarganya, sahabat-sahabat dan orang-orang yang mereka sukai, namun gagal bermurah hati dan berbelas kasihan kepada orang-orang yang memerlukan simpati yang lemah lembut, yang memerlukan kemurahan hati dan kasih. Dengan hati yang tekun, marilah kita bertanya, Siapakah sesamaku manusia? Sesama manusia kita bukan hanya tetangga kita dan sahabat yang istimewa, bukan hanya orang-orang yang menjadi anggota jemaat kita atau yang berpikir serupa dengan kita. Sesama manusia kita ialah segenap keluarga manusia. Kita wajib melakukan kebaikan kepada semua manusia, dan teristimewa kepada saudara-saudara seiman. Kita wajib memberikan kepada dunia suatu pertunjukan tentang apakah artinya menjalankan hukum Allah. Kita wajib mengasihi Allah dengan sekuat tenaga dan mengasihi sesama kita manusia seperti diri kita sendiri.

    

Sunday, February 14, 2021

Kita Harus Mengasihi Tuhan Dengan Segenap Hati Kita

"Jawab Yesus kepadanya: 'Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu'''– Matius 22: 37.


Barang siapa yang mempunyai kasih Allah dipancarkan dalam hatinya, akan memantulkan kesucian dan kasih yang ada dalam Yahwe, dan yang dinyatakan oleh Kristus dalam dunia kita ini. Orang yang mempunyai kasih Allah di dalam hatinya tidak punya perseteruan terhadap hukum Allah, melainkan menyerahkan penurutan sukarela kepada segala perintah-Nya, dan inilah yang membentuk Kekristenan. Barang siapa yang mempunyai kasih yang terutama kepada Allah akan menyatakan kasih kepada sesamanya manusia, yang merupakan milik Allah baik oleh penciptaan maupun oleh penebusan. Kasih itulah kegenapan hukum Taurat; dan adalah kewajiban setiap anak Allah melakukan penurutan kepada segala perintah-Nya.....

Hukum Allah, yang suci dan sempurna, ialah satu-satunya standar tabiat yang benar. Kasih itu diucapkan dalam penurutan, dan kasih yang sempurna membuangkan segala ketakutan. Mereka yang mengasihi Allah, mempunyai cap Allah pada dahinya, dan mengerjakan pekerjaan Allah. Betapa kalau kiranya semua orang yang mengaku Kristen mengetahui apa artinya mengasihi Allah dengan praktik ....Mereka akan memperoleh keinsafan terhadap kesucian Allah yang tidak terhingga, mengetahui bahwa Dia mulia dan ditinggikan, dan kemurahaan-Nya memenuhi bait suci. Mereka tentu akan mempunyai pengaruh yang berkuasa atas hidup dan tabiat orang-orang di sekelilingnya, yang akan bekerja sebagai ragi di tengah-tengah kumpulan manusia, mengubahkan orang-orang lain oleh kuasa Yesus Kristus. Berhubungan dengan Sumber kuasa, mereka tidak akan pernah kehilangan pengaruh yang hidup, melainkan akan selalu bertambah-tambah dalam efisiensi.

Kasih kepada Allah harus menjadi suatu prinsip yang hidup, mendasari setiap perbuatan dan perkataan dan pikiran. Kalau dalam kekuatan Kristus kita sedang berusaha hendak mempertahankan suatu penyerahan yang demikian, kita akan setiap hari mengadakan hubungan dengan Allah .... Asas-asas hukum Allah akan berdiam di dalam hati, dan mengendalikan segala perbuatan. Maka akan wajarlah bagi kita mencari kemurnian dan kesucian, menghindarkan roh dan teladan dunia ini, lalu berusaha membahagiakan semua orang yang sekeliling kita, sama seperti malaikat-malaikat kemuliaan melaksanakan tugas kasih yang ditentukan kepada mereka.