Sunday, April 15, 2018

Bagaimana Cara Mengusir Roh Jahat


Pernahkah Anda merasa takut akan kegelapan?
Mungkin saat anda masih anak-anak, anda takut sesuatu yang mengerikan berada di dalam kloset kamar anda atau bersembunyi di bawah ranjang anda di malam hari. Namun menariknya, saat ketakutan akan kegelapan paling umum terjadi pada umur empat hingga enam tahun, sebuah penyelidikan pendapat umum Gallup mengungkapkan bahwa lima persen orang dewasa masih memiliki ketakutan yang tidak masuk akal akan kegelapan. Ketakutan yang traumatis akan hal-hal tak terlihat dalam kegelapan disebut Nyctophobia.
Tentu saja, kebanyakan orang tidak khawatir tentang boogeyman, alien, atau gremlin. Tidak ada klaim mengenai makhluk-makhluk tersebut tiba-tiba muncul di malam hari- termasuk hantu dan arwah orang mati- yang pernah dibuktikan secara serius.
Namun ketika banyak orang menertawakan semua klaim mengenai perjumpaan ini, perlu dicatat bahwa Alkitab sendiri menyarankan bahwa memang ada kekuatan-kekuatan supernatural yang bekerja di dunia kita, mengganggu manusia dan menyebabkan kecemasan yang nyata.
Jadi apakah hal-hal tersebut?
Roh Jahat Bekerja
Alkitab menjelaskan bahwa seorang malaikat yang sempurna bernama Lucifer dulu diusir dari surga. “Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar” (Yesaya 14:12). Alkitab berkata, “Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu,” Lucifer, yang sekarang dikenal sebagai Setan (Wahyu 12:7). Kemanakah setan pergi ketika ia diusir? “Ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.” (Ayat 9)
Setan adalah seorang penipu
Menurut alkitab, malaikat-malaikat yang telah jatuh membuat markas-markas mereka di bumi. Alkitab juga menjelaskan bahwa makhluk-makhluk ini tidak hanya dapat mengganggu orang-orang, namun juga merasuki mereka.  Contohnya, Kristus menyuruh murid-muridnya untuk “mengusir setan-setan” (Markus 16:17). Setan tampaknya memiliki nama dan terkadang dapat berbicara melalui manusia. (Markus :1-10). Rasul Paulus bertemu dengan seorang wanita muda “dengan roh tenung” yang “dengan tenungan-tenungannya tuan-tuannya memperoleh penghasilan besar.” (Kisah Para Rasul 16:16)
Agar lebih jelas, kebanyakan pengalaman-pengalaman ngeri di malam hari bukanlah pengalaman supernatural dan dapat dijelaskan dengan mudah. Seekor kucing bisa saja melompat diatas lemari dan menjatuhkan sesuatu ke lantai. Juga benar apabila tingkah laku aneh beberapa orang hanyalah hasil dari ketidakseimbangan kimiawi dalam tubuh mereka.
Namun, menurut alkitab, ada kalanya ketika orang-orang menyerahkan diri mereka kepada malaikat-malaikat jahat. Roh-roh gelap ini, dengan tingkat dan cara yang berbeda-beda, dapat mengambil alih pikiran mereka secara sebagian ataupun total.
Tidak semua gangguan malaikat-malaikat yang telah jatuh se dramatis ini. Setan adalah seorang penipu dan dapat menggunakan cara-cara yang halu untuk mengganggu dan menggoda kita dari keselamatan Kristus. Mereka jarang bergantung pada tindakan-tindakan menakutkan untuk mempengaruhi kita, namun seringkali bekerja diam-diam untuk membuat hidup kita berantakan.
Menaklukan Kejahatan
Jika anda percaya anda sedang diganggu oleh roh jahat, baik dengan godaan-godaan halus secara terus menerus, gangguan fisik, atau bahkan kerasukan, apakah ada sesuatu yang dapat diperbuat untu menaklukannya?
Kita menemukan jawaban dengan melihat pada kehidupan Kristus.
Pada awal pekabaran Yesus, ia menjumpai roh-roh jahat. Suatu kali hal ini bahkan terjadi di tempat ibadah. “Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak, ‘Apa urusan Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah’” (Markus 1:23,24)
Perhatikanlah apa yang terjadi: “Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya, ‘Diam, keluarlah dari padanya!’ Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan smabil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.” (Ayat 25,26). Kristus tidak menghabiskan waktu yang lama untuk berbincang-bincang dengan iblis. Ia langsung memerintahkan mereka untuk pergi. Saksi-saksi akan kejadian ini bahkan berkata, “Ia berkata dengan penuh kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya” (Ayat 27)
Alkitab mengatakan bahwa Tuhan menciptakan manusia “sedikit lebih rendah daripada malaikat-malaikat” (Ibrani 2:7). Meski kita tidak memiliki kekuatan unguk mengalahkan iblis yang bertekad menyebabkan kesedihan dan memimpin kita jauh dari Tuhan, kita dapat mengetahui bahwa “Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.” (Mazmur 34:8) Hanya dengan kuasa Tuhan kita dapat melawan setan dan malaikat-malaikatnya agar tidak mengganggu kita. Tuhan menciptakan segala sesuatu, bahkan malaikat, dan lebih dari sanggup untuk membantu anda di saat anda membutuhkan.
Jika anda sedang diserang roh jahat, datang kepada Tuhan dalam nama Yesus Kristus sebagai pertolongan. Berdoalah kepada Tuhan untuk kebebasan.  Jadilah sedekat mungkin dengan Nya dengan bertobat dari segala dosa dalam kehidupan anda dan dengan membaca alkitab dan memuji Dia melalui lagu dan puji-pujian. Anda dapat menemukan kekuatan dan dorongan dalam kitab-kitab seperti Mazmur 56:3, Amsal 3:23-26, dan 2 Timotius 1:7. Ketika anda menemukan diri anda lemah secara spiritual dan siap untuk menyerah, kembalilah pada kebenaran Alkitab dan janji-janji Nya agar terbaharui lagi dan lagi. Dan bila anda merasa membutuhkan pertolongan khusus dari seorang pemimpin spiritual, anda juga dapat meminta doa khusus dan urapan di gereja anda.
Terakhir, dan yang paling penting, ambil waktu setiap hari untuk mengenakan perlengkapan senjata Allah, mengingat bahwa “perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemeritah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara” (Efesus 6:12). Kita harus “mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah” (Ayat 11) untuk melawan kekuatan-kekuatan ini dan menjadi terang bagi sesame. Bacalah Efesus 6:10-20 untuk mempelajari lebih.
Dan jangan lupa- kapanpun iblis mencoba menggoda atau mengganggu anda,”Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan… Roh yang ada di dalam kamu lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia” (1 Yohanes 4:4)

Merasa Takut? 10 Ayat-Ayat Alkitab Untuk Membantu Menghalau Rasa Takut Anda…


Di planet ini membusuk dengan cepat di mana hal-hal buruk terjadi 24/7, mudah untuk terjebak dalam pola yang tidak sehat dari pikiran yang menyerah pada rasa takut. Tuhan tidak ingin kita dikendalikan oleh rasa takut. Dia menginginkan agar kita menaklukkan ketakutan kita dengan percaya di dalam Dia. Membaca firman-Nya …
  1. ”Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.” (Mazmur 34:5 TB). Jika Anda mencari hadirat-Nya dan kehendak-Nya, Tuhan akan memberikan keberanian untuk apa pun yang Anda hadapi dalam kehidupan.
  2. ”Ia berkata kepada mereka: ‘Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?’ Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.”(Matius 08:26). Yesus memiliki kuasa untuk menghilangkan rasa takut dan membawa ketenangan besar untuk hidup Anda.
  3. ”janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan”(Yesaya 41:10). Allah dengan Anda setiap saat dan merupakan sumber tetap kekuatan Anda.
  4. ”Janganlah takut kepada kekejutan yang tiba-tiba, atau kepada kebinasaan orang fasik, bila itu datang. (26) Karena Tuhanlah yang akan menjadi sandaranmu, dan akan menghindarkan kakimu dari jerat.  “(Amsal 03:25, 26). Yakinlah bahwa bahkan dalam situasi menakutkan Allah tepat di samping Anda untuk membantu Anda.
  5. ”Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.”(1 Yohanes 4:18). Biarkan Tuhan mengisi hati Anda dengan kasih-Nya, tetap fokus pada-Nya, dan ketakutan Anda akan memudar.
  6. ”TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?”(Mazmur 27:1). Dengan yang paling kuat Berada di alam semesta sebagai penahan Anda, Anda akan benar-benar tidak memiliki ketakutan satupun.
  7. ”Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut”(Mazmur 46:1, 2). Melalui peristiwa yang terjadi, Anda dapat menaruh iman Anda kepada Tuhan; Dia akan selalu dengan Anda dan Anda akan aman.
  8. “Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: ‘ya Abba, ya Bapa!’” (Roma 8:15). Ketika Anda menjadi anak Tuhan, Dia mematahkan ikatan Anda dari ketakutan.
  9. “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”(Yohanes 14:27). Jika Anda membiarkan Dia, Yesus akan memberikan kedamaian-Nya yang lebih kuat dari rasa takut.
  10. ”Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” (2 Timotius 1: 7). Ini adalah keinginan Tuhan untuk semua Nya anak-hati tidak dikendalikan oleh rasa takut, tetapi oleh kasih dan kuasa-Nya, sehingga masuk akal, pikiran logis dan kejelasan kognitif.

Mengapa tidak membawa ketakutan Anda kepada Tuhan sekarang? Firman-Nya menegaskan bahwa Dia rindu untuk membantu Anda mengesuai rasa takut dalam hidup Anda hari!

6 Cara Sederhana Mengontrol Kadar Asam Urat


Penyakit asam urat terjadi karena pengonsumsian zat purin yang berlebihan. Purin diolah di dalam tubuh menjadi asam urat, namun apabila kadarnya berlebihan, ginjal tidak mampu mengeluarkannya melalui urin.
Hal ini pada akhirnya membuat asam urat menumpuk di persendian. Jika penumpukan ini terjadi, maka bagian sendipun akan terasa nyeri, meradang, dan kemudian bengkak. Oleh sebab itu, kita harus pintar-pintar mengontrol kadar asam urat di dalam tubuh kita.
Tips sederhana mengendalikan kadar asam urat
  1. Mengonsumsi banyak serat
Menurut sejumlah penelitian, makanan kaya serat dapat mengendalikan asam urat di dalam tubuh. Jadi tidak ada salahnya anda mencoba tips ini dengan mengonsumsi makanan kaya serat seperti sayuran agar kadar asam urat dalam tubuh tetap terjaga normal.
  1. Memasak dengan minyak zaitun
Dibandingkan dengan minyak lainnya, minyak zaitun mengandung asam lemak yang rendah. Oleh sebab itu, cobalah mengganti minyak goreng biasa dengan minyak zaitun ketika memasak (kalau perlu tidak memasak memakai minyak).
  1. Hidari makanan manis
Makanan manis memiliki kadar gula yang sangat tinggi dan hal ini dapat meningkatkan asam urat di dalam tubuh. Oleh karena itu, hindari atau kurangilah pengonsumsian makanan tinggi gula dan beralihlah ke makanan yang lebih sehat seperti buah-buahan.
  1. Perbanyak minum air putih
Asam urat akan keluar dengan mudahnya melalui urin apabila anda meningkatkan pengosumsian air putih. Pastikan kebutuhan cairan anda terpenuhi dengan baik. Air putih adalah minuman terbaik bagi tubuh.
  1. Makan buah ceri
Ceri merupakan salah satu jenis buah yang baik untuk dimakan saat anda menderita penyakit asam urat. Buah ceri mempunyai sifat anti-inflamasi atau anti peradangan yang baik untuk mengontrol asam urat.
  1. Tingkatkan asupan vitamin C
Vitamin C adalah satu satu jenis vitamin yang dapat mengendalikan asam urat di dalam tubuh anda. Ada banyak buah-buahan yang mengandung vitamin C seperti contoh jeruk, delima, lemon dan lain sebagainya.
Asam urat bisa menimbulkan rasa nyeri yang cukup parah pada bagian tubuh tertentu. Semoga tips sederhana ini dapat membantu anda untuk mengontrol kadar asam urat dalam tubuh anda.

Sumber: artikelkesehatan99.com

9 Manfaat Tomat Bagi Kesehatan Tubuh


Manfaat Tomat – Tomat termasuk salah satu makanan yang menyehatkan di muka bumi ini. Sebagian orang menganggap bahwa tomat adalah buah dan sebagian lainnya menganggap sebagai sayuran.
Namun terlepas dari itu semua, yang pasti tomat adalah makanan yang mengandung segudang manfaat bagi kesehatan tubuh. Hal ini karena tomat menawarkan sejumlah nutrisi yang penting bagi tubuh.
Kandungan nutrisi dalam tomat
Satu sajian tomat mentah (sekitar 150 gram) mengandung vitamin A, C, K, Folat dan kalium. Tomat secara alami rendah akan sodium, lemak jenuh, koleterol, dan kalori. Tomat juga mengandung tiamin, niasin, vitamin B6, magnesium, fosfor dan tembaga, di mana semua kandungan tersebut sangat diperlukan untuk menunjang kesehatan tubuh. Selain itu, seporsi tomat menyediakan 2 gram serat, yang merupakan 7% dari jumlah asupan serat harian yang disarankan. Tomat juga memiliki kandungan air yang relative tinggi.
Manfaat Tomat Bagi Kesehatan Tubuh
Secara umum, makan buah dan sayuran, termasuk tomat, sangat bermanfaat untuk melindungi tubuh dari ancaman berbagai penyakit seperti penyakit jantung, stroke, hipertensi, dan lain sebagainya. Lebih dari itu, ada beberapa lagi manfaat tomat bagi kesehatan tubuh yang mungkin belum anda ketahui. Simak ulasan lebih lanjut berikut ini :
1.Menjaga Kesehatan kulit
Tomat membuat kulit Anda tetap sehat dan indah. Beta-karoten yang terkandung dalam buah tomat (juga ditemukan pada wortel dan ubi jalar), membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari. Buah tomat juga mengandung likopen, di mana senyawa ini dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV, penyebab utama garis-garis halus dan kerutan pada kulit.
2. Membantu tulang tetap kuat 
Vitamin K dan kalsium dalam tomat sangat baik untuk memperkuat dan memperbaiki tulang. Likopen dalam tomat juga telah diketahui dapat meningkatkan massa tulang, dan hal ini sangat baik untuk mencegah osteoporosis.
3. Membantu melawan kanker
Tomat adalah pelawan kanker alami. Sekali lagi, likopen dalam tomat dinilai mampu dalam mengurangi resiko beberapa jenis kanker termasuk kanker prostat, serviks, mulut, faring, tenggorokan, kerongkongan, lambung, usus besar, dubur, dan kanker ovarium. Tomat mengandung vitamin A dan C, antioksidan yang sangat berperan dalam melawan radikal bebas penyebab kerusakan sel.
4. Membantu Mengatur gula darah
Manfaat tomat lainnya adalah dapat menjaga gula darah anda tetap seimbang. Tomat merupakan sumber yang baik dari kromium yang dapat membantu mengatur gula darah dalam tubuh.
5. Membantu meningkatkan daya penglihatan
Tomat dipercaya dapat meningkatkan daya penglihatan mata anda. Vitamin A dalam tomat memiliki peran dalam memperbaiki penglihatan dan membantu mencegah rabun senja. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi tomat dapat membantu mengurangi resiko degenerasi macula, sebuah gangguan mata yang serius dan sulit untuk dipulihkan.
6. Menjaga kesehatan rambut
Tomat  bahkan diketahui bermanfaat bagi rambut anda. Vitamin A dalam tomat dapat bekerja untuk membuat rambut adna tetap kuat dan indah.
7. Membantu mencegah batu ginjal
Tomat diketahui dapat membantu mencegah terjadinya batu ginjal dan batu empedu dalam tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa batu ginjal dan batu empedu jarang terjadi pada orang yang rutin makan tomat tanpabijinya.
8. Membantu meredakan peradangan
Jika Anda adalah salah satu dari jutaan orang yang berurusan dengan penyakit yang melibatkan peradangan (seperti artritis atau nyeri punggung), konsumsilah tomat secara teratur. Tomat dipercaya dapat meredakan nyeri atau sakit yang anda alami. Hal ini karena tomat kaya akan bioflavonoid dan karotenoid yang dikenal sebagai agen anti-inflamasi. Neri kronis sering melibatkan peradangan kronis, sehingga menyerang langsung di bagian yang mengalami peradangan adalah cara yang baik untuk meredakan sakit yang Anda alami.
9. Membantu menurunkan berat badan
Jika Anda sedang menjalankan program diet, libatkanlah tomat ke dalam menu makanan makanan harian Anda. Tomat mengandung banyak air dan serat, yang memberikan rasa kenyang dengan cepat dan tahan lama tanpa menambahkan banyak kalori.
Hal ini membuat tomat menjadi teman yang baik untuk menyukseskan program diet Anda dalam menurunkan berat badan. Anda bisa mengonsumsi tomat dan melibatkannya pada menu makanan lain seperti salad, roti lapis, sup, dan lain sebagainya.
Demikian artikel tentang manfaat tomat bagi kesehatan tubuh, semoga bermanfaat, Tuhan memberkati.
Sumber : artikelkesehatan99.com

9 Manfaat Timun Bagi Kesehatan


Timun adalah sayuran nomor 4 yang paling dibudidayakan di dunia dan dikenal sebagai salah satu makanan terbaik untuk kesehatan tubuh.
Di Indonesia sendiri, timun sudah tidak asing lagi dijumpai sebagai pelengkap hidangan-hidangan khas tanah air mulai dari gado-gado hingga nasi goreng. Namun banyak dari kita masih belum mengetahui seberapa besar manfaat timun bagi kesehatan.
Timun ialah tanaman yang termasuk suku labu-labuan. Timun sebenarnya adalah buah yang tinggi nutrisi yang bermanfaat, serta senyawa tanaman tertentu dan antioksidan yang dapat membantu mengobati dan bahkan mencegah beberapa kondisi.
Manfaat Timun
Setidaknya ada 9 manfaat timun yang bisa kita peroleh, diantaranya adalah:
  1. Sumber Vitamin B
Timun kaya akan kandungan vitamin B yang dapat menjaga tubuh Anda dari serangan penyakit.
  1. Rehidrasi tubuh dan Mengisi Ulang Vitamin Harian
Timun mengandung 95% air sehingga dapat menjaga tubuh Anda dari dehidrasi sambal membantu tubuh menghilangkan racun. Timun memiliki sebagian besar vitamin yang dibutuhkan tubuh dalam satu hari. Kulit timun juga mengandung vitamin C yang cukup banyak.
  1. Perawatan Kulit dan Rambut
Jika Anda tidak suka makan kulit timun, bisa Anda gunakan untuk mengatasi iritasi kulit dan luka bakar. Manfaatkan juga sepotong timun diatas mata yang bengkak, karena sifat anti-inflamasinya dapat membantu mengurangi pembengkakan. Selain itu, silicon dan sulfur yang terkandung di dalam timun juga dapat membantu merangsang pertumbuhan rambut.
  1. Melawan Kanker
Timun diketahui mengandung lariciresinol, pinoresinol, dan secoisolariciresinol. Ketiganya memiliki sejarah kuat dari penelitian sehubungan dengan penurunan resiko beberapa jenis kanker seperti kanker payudara, kanker ovarium, kanker Rahim, dan kanker prostat.
  1. Meredakan Bau Mulut
Ambil seiris timun dan tekan ke langit-langit mulut Anda dengan lidah selama 30 detik, fitokimia akan membunuh bakteri yang bertanggung jawab dalam menyebabkan bau mulut.
  1. Menghidari ‘Morning Sickness’
Untuk menghindari ‘morning sickness’ atau sakit kepala di pagi hari, makanlah beberapa iris timun sebelum tidur (3 jam sebelum tidur). Atau bisa juga dengan menjaga pola istirahat kita di malam hari yaitu tidur di bawah jam 10 malam, dan jangan makan malam terlalu banyak kalau perlu makanannya ringan saja, seperti contoh buah-buahan (3 jam sebelum tidur). Timun mengandung gula, vitamin B, dan elektrolit untuk menambah nutrisi yang penting, mengurangi intensitas baik mabuk atau sakit kepala.
  1. Membantu menurunkan berat badan & mengatasi masalah pencernaan
Karena timun rendah kalori dan mengandung air yang sangat tinggi, timun adalah diet yang ideal untuk orang-orang yang sedang ingin menurunkan berat badan. Kandungan air yang tinggi dan serat makanan dalam timun sangat efektif dalam membersihkan tubuh dari racun yang ada pada system pencernaan. Mengonsumsi timun setiap hari dapat diaggap sebagai obat untuk sembelit kronis.
  1. Mengobati diabetes, mengurangi kolesterol dan mengontrol tekanan darah
Jus timun mengandung hormon yang dibutuhkan oleh sel-sel pancreas untuk memproduksi insulin yang telah diketahui sangat bermanfaat bagi pasien diabetes. Para peneliti menemukan bahwa senyawa yang disebut sterol dalam timun dapat membantu mengurangi kadar kolesterol.
Timun mengandung banyak kalium, magnesium dan serat. Ini akan bekerja efektif untuk mengatur tekanan darah. Hal ini membuat timun sangat membantu dalam mengatasi tekanan darah rendah dan tekanan darah tinggi.
  1. Meningkatkan kesehatan sendi, mengurangi nyeri sendi
Timun merupakan sumber yang sangat baik dari silika, yang diketahui  dapat membantu meningkatkan kesehatan sendi dengan memperkuat jaringan ikat. Timun juga kaya akan vitamin A, B1, B6, C dan D, Folat, Kalsium, Magnesium dan Kalium. Ketika dicampur dengan jus wortel, timun bisa meredakan encok dan nyer artritis dengan cara menurunkan kadar asam urat.
Itulah beberapa manfaat timun yang bisa kita peroleh. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi acuan untuk melakukan atau menjalani hidup yang sehat khususnya, dan  dapat memperhatikan pola makan anda setiap hari. Tuhan memberkati.
Sumber : artikelkesehatan99.com

Renungan Pagi 16 April 2018


“POTRET KASIH ALLAH”
16 April 2018

Barang Tiruan yang Murah

“Maka majulah Sisak, raja Mesir itu, menyerang Yerusalem. Ia merampas barang-barang…juga perisai-perisai emas yang dibuat Salomo. Sebagai gantinya raja Rehabeam membuat perisai-perisai tembaga” (2 Tawarikh 12:9,10).

Yehuda mengalami masa yang sukar. Rehabeam, anak Salomo yang naik takhta pada sekitar 931 S.M., tidaklah sebijaksana ayahandanya. Ia menolak mengikuti nasihat dari para penasihat ayahnya, dan malahan menekan rakyatnya sendiri, sehingga kerajaan terpecah menjadi kerajaan Israel di utara dan kerajaan Yehuda di Selatan.

Alkitab juga menambahkan bahwa ia “meninggalkan hukum TUHAN” (2 Taw. 12:1), dan segera saja segala sesuatunya berkembang dari buruk menjadi semakin buruk. Pada tahun 926 S.M., Sisak, raja Mesir, menyerang ke utara dengan 1.200 kereta kuda dan 60.000 pasukan berduka (ay.3). menurut Jacob, M. Myers, ia “adalah raja terkuat yang pertama selama dua puluh dua dinasti” di Mesir (2 Chronicles, Anchor Bible, hlm.74). Meskipun ia tidak menghancurkan Yerusalem, Sisak pulang ke negaranya dengan membawa banyak jarahan, termasuk 200 perisai besar yang masing-masing terbuat dari 3,75 kilogram emas, yang Salomo jadikan hiasan dinding di “Istana Hutan Libanon” miliknya.

Hilangnya perisai-perisai yang mahal harganya itu tidak terlalu merisaukan Rehabeam. Ia menggantinya begitu saja dengan perisai-perisai dari perunggu, barang-barang tiruan yang murah. “Setiap kali raja masuk ke rumah TUHAN, bentara-bentara datang membawa masuk perisai-perisai itu, dan mereka pula yang mengembalikannya ke kamar jaga para bentara” (ay.11). Demikianlah Rehabeam memuaskan dirinya dengan barang-barang tiruan yang kualitasnya rendah itu.

Jika Anda pernah menonton Antiques Roadshow di televisi, Anda pasti tahu bahwa barang-barang tiruan memiliki nilai yang sangat rendah bila dibandingkan dengan barang-barang aslinya. Pada umumnya kita, seperti halnya Raja Rehabeam, telah terbiasa dengan barang-barang tiruan. Banyak orang puas dengan permata “tiruan” ketimbang yang asli. Kita menaruh bunga tiruan di depan gereja. Kita melahap makanan yang beberapa diantaranya mengandung lebih banyak kandungan tiruan ketimbang bahan makanan asli! Beberapa karpet oriental pun dibuat bukan dari wol melainkan serat tiruan. Dan memang kita hidup di abad serba plastic. Bahkan ada orang-orang Kristen yang mengganti doktrin asli (perisai iman yang terbuat dari emas) dengan yang palsu (perisai perunggu yang kemilaunya murahan).

Tetapi untuk urusan kebenaran, kita semestinya tidak menerima apa pun yang tidak asli.

Saturday, April 14, 2018

Renungan Pagi 15 April 2018

“POTRET KASIH ALLAH”
15 April 2018

Keagungan Allah

“Tetapi benarkah Allah hendak diam bersama dengan manusia di atas bumi? Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langitpun tidaklah dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini” (2 Tawarikh 6:18).

Persemian bait suci Salomo merupakan peristiwa yang luar biasa. Alkitab bercerita bahwa ia menyembelih persembahan korban dalam jumlah besar—22.000 ekor lembu dan 120.000 ekor domba (2 Taw.7:5). Darah pastilah telah menganak sungai, dan pekerjaan yang memakan waktu tujuh hari itu membuat para petugas kelelahan. Hal ini dilanjutkan dengan tujuh hari pesta, di mana sesudahnya Salomo menyuruh “bangsa itu pulang ke kemah-kemah mereka sambil bersukacita dan bergembira” (ay.10). Tentulah perayaan yang luar biasa ini akan dikenang terus seumur hidup mereka.

Selain itu yang akan dikenang juga, menurut saya, adalah suatu hal lain yang terjadi selama perayaan persembahan tersebut. Ketika music memenuhi udara, sebentuk awan menandakan kehadiran Allah muncul dan memenuhi bait suci. Kemudian raja melupakan segala tata krama kerajaan menjatuhkan diri berlutut dan memanjatkan sebuah doa yang panjang, yang diikuti dengan datangnya api dari langit yang memakan habis korban persembahan di mezbah korban bakaran.

Doa sang raja berisikan hal yang besar—gagasan yang dapat dikupas hingga berhalaman-halaman. Salah satu buah pikiran Salomo dapat dilihat dalam ayat kita hari ini. Salomo dan rombongannya telah menyaksikan awan kemuliaan Allah memenuhi bait suci sehingga para imam harus keluar dan menghentikan tugas mereka. Namun, di balik pertunjukan akbar kehadiran Allah itu, Salomo berkata bahwa Allah tidak dapat sungguh-sungguh “diam bersama dengan manusia di atas bumi”. Bagaimana mungkin sebuah gedung semegah bait suci Salomo dapat “memuat” Allah, sedangkan “langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat”-Nya?

Pengakuan iman Salomo telah melampaui zamannya! Pengakuan tersebut merupakan lompatan besar teologis yang jauh melampaui zaman di mana masyarakat saat itu dipenuhi takhyul. ((Ingat, Timur Dekat kuno bukanlah Amerika atau peradaban Barat lainnya).

Para ahli teologi menemukan sebuah paradox (kadang-kadang disebut sebuah “antinomy”) tentang hal ini. Dalam keberadaan-Nya, Allah ada di sini beserta kita—di sisi kita sebagian kawan seperjuangan. Tetapi hal itu bukanlah pandangan yang utuh tentang Allah. Ia juga transenden—“di atas,” “di luar”, dan “melampaui” ciptaan-Nya dan melampaui pengetahuan kita. Terlalu menekankan salah satu aspek akan membawa pada kesesatan.

Friday, April 13, 2018

Renungan Pagi 14 April 2018


“POTRET KASIH ALLAH”
14 April 2018

Bait Allah Versus Sinagoge

“Pada ketika itu rumah itu, yakni rumah TUHAN, dipenuhi awan, sehingga imam-imam itu tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah Allah” (2 Tawarikh 5:13,14).

Pada hari peresmian bait suci Salomo, dua kali kemuliaan Allah hadir memberkati bangunan baru itu, menjadikannya sebuah tempat suci. Salah satu perabotan penting di dalam bait suci tersebut adalah mezbah korban bakaran. Pada tempat itulah orang Israel membawa persembahan penghapus dosa mereka dan disanalah para imam menjalankan tugas suci mereka yang mengatur persembahan korban tersebut, dan mewakili mereka untuk menghadap kepada Allah. (Akses kepada Allah sangatlah terbatas: orang hanya diperkenankan masuk ke dalam halaman, sambil membawa hewan korban; para imam lalu menyembelih hewan-hewan itu dan memercikkan darahnya di dalam bilik kudus; dan imam besar hanya sekali dalam setahun—pada hari Yom Kippur—diperkenankan memasuki Bilik Mahakudus, di hadapan hadirat Shekinah.)

Setelah Nebukadnezar menghancurkan bait yang megah itu, orang-orang Israel dalam pelarian mereka menemukan penggantinya—dalam bentuk sinagoge. Tidak ada persembahan korban, sehingga tidak dibutuhkan imam. “Dikelola” oleh umat awam, gulungan Taurat menggantikan altar perunggu sebagai pusat ibadah. Di sinagoge itu pula, kehadiran Allah digantikan dengan Firman-Nya. Pada masa Yesus (dan sesudahnya), sinagoge ada (terkadang di rumah-rumah) di kota-kota di mana masyarakat Yahudi berdiam.

Meskipun orang Kristen mula-mula rajin berkunjung ke bait Allah di Yerusalem, ibadah mingguan mereka secara garis besar mirip dengan ibadah di sinagoge. Firman Allah, bukan persembahan korban, yang menjadi pusat perhatian, dan orang awam, bukan imam, yang bertugas. Gereja Kristen dan aturan ibadahnya memiliki banyak kemiripan dengan ibadah di sinagoge, dan hanya sedikit kesamaan dengan ibadah di Bait Allah, tanpa mezbah dan tanpa imam. (Kekristenan yang dijalankan oleh Katolik Roma lebih mirip dengan ritual bait Allah, dan setiap minggu imam-imam mereka mempersembahkan—dan masih melakukan—korban Misa.)

Yang masih sedikit membingungkan, adalah ketika mendengar orang berbicara mengenai “panggilan mezbah” (altar calls), karena tidak ada mezbah di gereja-gereja kita. Bagian penting dalam ibadah kita adalah penjabaran Alkitab bukannya persembahan korban. Selain itu, penekanan untuk menjaga keheningan di hadirat Allah juga agak kurang tepat sasaran karena gereja bukanlah bait suci yang menyimpan wujud kehadiran Allah. Karenanya suara-suara yang nyaring diangkat memuji Allah dan bahkan saling menyapa antar peserta ibadah boleh saja dilakukan.

Thursday, April 12, 2018

Renungan Pagi 13 April 2018

“POTRET KASIH ALLAH”
13 April 2018

Para Pekerja yang Tidak Kudus?

“Dan Huram membuat juga kuali-kuali, penyodok-penyodok dan bokor-bokor penyiraman. Demikianlah Huram menyelesaikan pekerjaan yang harus dilakukannya bagi raja Salomo di rumah Allah” (2 Tawarikh 4:11).

Dari waktu ke waktu pertanyaan ini muncul di lingkungan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh tentang pantas tidaknya mempekerjakan orang-orang non-Advent dalam pekerjaan gereja—misalnya untuk mencetak literature kita yang berisi kebenaran (“Apakah kita mencetak Adventist Review di percetakan yang juga mencetak majalah Playboy?”); untuk membiayai pekerjaan gereja (dengan uang “kotor”); atau untuk bekerja secara fisik di pembangunan gereja, sekolah, rumah sakit, dan lembaga lainnya (“tangan-tangan kotor” menyentuh material untuk bangunan suci?). Banyak orang Advent mula-mula yang bahkan menolak menyebutkan nama-nama hari dan menggantinya dengan hari kesatu, hari kedua, hari keenam, dst. Mengapa? Karena hari-hari dalam seminggu itu kita tahu berkaitan dengan nama-nama dewa kaum penyembah berhala—hari matahari, hari bulan, hari Thor, dst.

Mari pertama-tama kita perhatikan apa yang dilakukan oleh orang Advent masa kini. Apakah kita harus menghilangkan istilah-istilah yang memiliki akar penyembahan berhala? Haruskah kita menyebut “hari keempat” dan bukannya hari Rabu (Wednesday) yang mengandung nama Odin, dewa tertinggi suku Skandinavia di Jerman? Apakah ada contoh di dalam Alkitab yang dapat menolong kita dalam hal ini? Ternyata ada, di dalam 1 Raja-raja 8:2 dikatakan bahwa bait Allah buatan Salomo diresmikan pada bulan Etanim, dari bahasa Kanaan, dan bukannya Tishri, Bahasa Ibrani yang sama-sama memiliki arti bulan ketujuh. Orang Israel juga menyebut bulan kesepuluh dalam tahun upacara (bulan keempat penanggalan umum) dengan Tammuz, nama dewa yang sekaligus juga nama bulan—sebuah istilah Mesopotamia yang mereka pelajari selama pembuangan di Babel.

Sekarang kita dapat kembali ke topik semula. Mungkin akan mengejutkan sebagian orang jika melihat bahwa bukan hanya orang Israel yang bekerja dalam pembangunan bait suci Salomo. Seperti yang ditunjukkan oleh ayat Alkitab hari ini, Huram, yang memiliki ibu dari suku Dan dan ayah orang Tirus, membuat beberapa benda yang akan digunakan sebagai persembahan kudus bagi TUHAN. Huram, raja Tirus, mengirimkan orang ini dan ahli-ahli lainnya untuk membantu proyek tersebut. Selain itu, Salomo juga mempekerjakan (katanya yang diperhalus untuk “memperbudak”) lebih dari 100.000 orang asing yang tinggal di wilayahnya dalam pelbagai pekerjaan di proyeknya (2 Taw.2:2, 17,18).

Jadi mungkin mulai saat ini, kita tidak boleh membiarkan hati nurani kita menjadi terlalu peka. Atau barangkali saraf spiritual kita akan selalu gelisah bila berkenaan dengan standar dan cita rasa kita.

Wednesday, April 11, 2018

Renungan Pagi 12 April 2018


“POTRET KASIH ALLAH”
12 April 2018

Allah Pantas Mendapatkan yang Terbaik dari Kita

“Dan rumah yang hendak kudirikan itu harus besar, sebab Allah kami lebih besar dari segala allah” (2 Tawarikh 2:5).

Baik Daud maupun Salomo ingin membangun Bait bagi Allah sebagai monumen yang kemegahannya tiada banding. Saat itu, kemah pertemuan Musa telah menjadi semacam benda keramat saja. Kemah tersebut telah menjalankan fungsinya dengan baik sebagai kemah suci yang dapat berpindah-pindah, tetapi sekarang dengan berdirinya sebuah kerajaan dengan ibukota yang tetap di Yerusalem, sudah waktunya untuk mendirikan sebuah bangunan yang lebih megah—sesuatu yang sesuai dengan kemuliaan Allah.

Daud, setelah dilarang oleh TUHAN untuk membangun Bait Allah selama masa pemerintahannya, mulai mengumpulkan bahan-bahan berharga untuk bangunan besar yang akan didirikan oleh anaknya. Menurut 1 Tawarikh 22:14 dan 29:1-6, untuk keperluan itu Daud telah mengumpulkan 3.883 ton emas dan 37.964 ton perak. Sebagai tambahan, para pejabat di pemerintahannya turut menyumbang 188,5 ton emas, 377 ton perak, 678,6 ton perunggu, dan 3.770 ton besi, belum termasuk permata berharga dan 10.000 uang emas ( 1 Taw.29:7,8, satu talenta sama dengan 75,4 pon, sedangkan 1 pon = 0,454 kg).

Raja Salomo membayar kepada Huram, raja Tirus, untuk mengirimkan sejumlah besar ahli kerajinan beserta kayu aras, sanobar dan cendana dari gunung Libanon yang dibutuhkan untuk pembangunan itu: 2.540 ton gandum, 2.540 ton jelai, 416.395 liter anggur, dan 416.395 liter minyak zaitun ( 2 Taw.2:10). Sebagai tambahan, Salomo juga mempekerjakan orang asing di daerah kekuasaannya sebagai budak—70.000 sebagai tukang angkut, 80.000 sebagai pemecah batu, dan 3.600 orang sebagai mandor (ay.17,18). Setelah jadi, bangunan tersebut akan berukuran kira-kira 30.5 meter panjangnya, 9,14 meter lebarnya, dan 15,24 meter tingginya.
Padahal kita mengira bahwa proyek pembangunan gereja kita memakan biaya terlalu banyak!

Ada kalangan Advent yang berpendapat bahwa kita tidak perlu berlebihan dalam mengeluarkan biaya pembangunan sebuah gereja baru, dan dari penampilan banyak gereja rupanya pendapat kalangan inilah yang dipakai! Lagipula, menurut kalangan ini, Tuhan segera datang, dan kita seharusnya menyumbang untuk bidang yang lain, misalnya bidang misi. Proyek-proyek misi tentu pantas mendapatkan dukungan kita, tapi benarkah ke sana kita sumbangkan uang kita? Sedihnya, fakta menunjukkan bahwa orang-orang yang berpendapat demikian seringkali menempati rumah-rumah yang lebih megah ketimbang gereja mereka—situsi yang tidak dapat diterima oleh Daud. Sudah seharusnyalah, tempat ibadah kita mencerminkan rasa cinta kita kepada Allah. Ups! Barangkali mereka pun (merasa) demikian…dan itulah masalahnya.

Tuesday, April 10, 2018

Renungan Pagi 11 April 2018


“POTRET KASIH ALLAH”
11 April 2018

Kekuatan Musik

“Mereka bernubuat dengan diiringi kecapi, gambus dan ceracap” (1 Tawarikh 25;1).

Musik memiliki efek yang kuat bagi jiwa, sesuatu yang sudah diketahui sejak zaman dahulu. Ia dapat menenangkan, seperti pada lagu pengantar tidur dan lagu-lagu cinta. Ia dapat menggugah, seperti dalam musik perang atau musik yang menyeramkan. (Pernahkah Anda mematikan suara musik dari suatu film? Niscaya efek keseluruhan film itu akan berkurang secara drastis.) Musik telah lama digunakan untuk mengurangi stres, rasa sakit, gangguan emosi dan kekacauan mental.

Singkatnya, musik mempengaruhi dan mengungkapkan emosi, dan dapat terjadi sebaliknya seperti sebuah efek melingkar. Menyanyikan rasa cinta kita—kepada manusia atau kepada Allah—dapat juga meningkatkan emosi. Dan ketika tempo musik dimainkan, katakanlah, lewat dari 100 ketukan per menit, dan ketika iramanya meninggi, kita dapat mengalami suatu kondisi transenden dalam mana pikiran dan perasaan kita akan terangkat. (Terkadang kita menyebut keadaan ini”kegembiraan yang luar biasa.”)

Pengalaman semacam itulah yang kadang-kadang di dalam Perjanjian Lama dikaitkan dengan musik, dan menyebutnya dengan menggunakan kata benda “nubuat” atau kata kerja “bernubuat”. Ketika Saul pergi ke Gibea, ia bertemu dengan sekelompok nabi dengan “gambus, rebana, suling dan kecapi” yang “bernubuat,” dan ia sendiri pun mengalami kepenuhan itu (1 Sam.10:5),6,10,11). (Lihat juga 1 Sam. 19:20-24, di mana ia mengalami kepenuhan sambil telanjang semalaman.) Dan begitu pula ketika di kemudian hari Daud, ketia ia menjadi raja, menunjuk sekelompok musisi bait Allah untuk “bernubuat dengan diiringi kecapi, gambus dan ceracap” (1 Taw.25:1), untuk meningkatkan suasana penyembahan. Ketika Elisa ingin memunculkan karunia nubuatannya, ia pun memanggil pemain musik (2 Raj.3:15).

Kaum Pentakosta tidak berkeberatan dengan gagasan bahwasanya karunia rohani untuk bernubuat dapat (dan telah) terwujud di dalam gereja, termasuk di dalam gereja Advent. Namun mereka merasa sangat kebingungan menyaksikan ibadah gereja kita yang begitu hambar. Mengapa pula mereka membandingkan ibadah kelompok mereka yang penuh esktase emosional dengan ibadah kita yang tidak menampakkan emosi? Ibadah kelompok Advent mula-mula ditandai dengan antusiasme spiritual di mana orang-orang berteriak, menangis, dan pingsan dan kaum wanita memukuli kepala mereka begitu keras sehingga ikat rambut mereka terlepas. Saya belum siap dengan pertunjukan emosi semacam itu di gereja (bukan tipe saya, seperti kata mereka), tetapi mungkin kita juga tidak perlu takut menggunakan musik untuk menaikkan puji-pujian kita kepada Allah.

Ada yang memprotes beberapa jenis musik tertentu tidak tepat untuk digunakan dalam ibadah, tetapi mungkin kita harus mengurangi kritikan semacam itu karena tidak adanya jaminan Alkitabiah mengenai hal itu.

Monday, April 9, 2018

Renungan Pagi 10 April 2018

“POTRET KASIH ALLAH”
10 April 2018

Allah Mengubah Pikiran-Nya… Lagi

“Lalu menyesallah Ia karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya itu” (1 Tawarikh 21:15).

Allah sangat murka atas sensus yang dilakukan oleh Daud, dan Daud segera mengakui kesalahannya. Melihat penyesalan Daud, Allah mengirimkan pesan kepada sang raja melalui Gad, nabi di kerajaan Daud. Allah memberikan tiga pilihan kepada Raja Daud sebagai hukumannya: (1) tiga tahun kelaparan di negerinya, (2) tiga bulan lari dikejar-kejar lawannya, atau (3) tiga hari penyakit sampar yang mematikan. Daud memilih apa yang dikiranya paling ringan—tiga hari penyakit sampar yang disebarkan oleh malaikat maut Allah.

Maka dalam hitungan jam, 70.000 rakyat Daud mati, dan malaikat kematian berkeliling Yerusalem, menuangkan botol berisi wabah penyakit. Kota itu tidak lama lagi akan musnah, tetapi Allah “melihatnya, lalu menyesallah Ia karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya itu, lalu berfirmanlah Ia kepada malaikat pemusnah itu: “Cukup! Turunkanlah sekarang tanganmu itu!”” (1 Taw.21:15).

Kata kerja Ibrani yang menjelaskan perasaan Allah itu nacham. Artinya menyesali sesuatu dengan rasa sakit di dada. Tiga puluh tujuh kali dalam Perjanjian Lama kata ini digunakan untuk menunjukkan perubahan pikiran, dan dari 37 kali itu hanya 7 kali menunjukkan penyesalan manusia. Tiga puluh kali merujuk kepada Allah sebagai subjek—pihak yang menyesal.

Ketetapan Allah (istilah yang gemar digunakan kaum Calvinis) tidak seperti “undang-undang Media dan Persia,” yang tidak bisa berubah. Allah sedang berhubungan dengan umat-Nya. Sikap mereka dapat mengubahkan sikap Allah terhadap mereka. Sebagai contoh, penyesalan Daud yang mula-mula tidak cukup untuk menimbulkan perubahan dari Allah. Tetapi rasa sesalnya yang berlanjut akhirnya menggerakkan hati Allah bahwa Ia harus mengubah perintah yang diberikan-Nya kepada malaikat maut.

Ini hanyalah salah satu contoh dalam Alkitab mengenai dinamika yang terjadi antara manusia dan Allah dan sebaliknya yang menyebabkan berubahnya rencana Allah. Sama seperti kita manusia yang meiliki kebebasan untuk mengubah arah dan rencana dalam hidup, Allah juga memiliki kebebasan untuk bertindak—bahkan untuk mengubah rencana dan tindakan-Nya. Karena penyesalan Daud yang terus berlanjut, sebauh situasi yang baru pun muncul, dan Allah dalam kemurahan hati-Nya yang penuh kasih menyesuaikan tindakan-Nya, yang menurut kita digambarkan sebagai perubahan pikiran. Itulah pula mengapa Allah dapat berfirman tentang masa depan dengan istilah yang tidak pasti, seperti “mungkin” atau “jika”. Dalam kemurahan hati-Nya inilah, Allah disebut “mahacerdas” oleh Gregory Boyd. Kesediaan Allah untuk beradaptasi bukanlah sebuah cela, melainkan sebuah kebaikan hati.

Sunday, April 8, 2018

Renungan Pagi 9 April 2018


“POTRET KASIH ALLAH”
9 April 2018

Kesalahan Siapa?

“Iblis…membujuk Daud untuk menghitung orang Israel” (1 Tawarkih 21:1).

Setiap membaca kisah ini, pertanyaan membanjiri benak kita. Tentu saja kita tidak dapat membahas semuanya di sini. Namun ada satu aspek yang dapat kita sentuh: siapakah yang bertanggung jawab atas keputusan Daud untuk mengadakan sensus di Israel?

Menariknya, Alkitab memberikan berbagai sinyal petunjuk tentang siapa yang bertanggung jawab atas sensus yang menimbulkan kesedihan di hati Raja Daud dan rakyatnya itu. Saya mengajak kita untuk sejenak merenungkan hal ini.

Kitab Tawarikh di dalam ayat hari ini memberitahu kita bahwa Iblislah yang telah membujuk Daud untuk mengadakan sensus. Ini adalah satu-satunya ayat dalam Alkitab di mana kata Ibrani untuk Iblis tidak memakai kata sandang (dalam Bahasa Inggris, kata “Satan” di sini tidak memakai kata sandang “the”.) dengan kata lain, “Iblis” dalam ayat ini bukan merupakan kata ganti nama, sebutan, ataupun julukan. Di sini, meskipun tidak dipakai kata sandang, nampaknya pada saat kitab Tawarikh ini ditulis kata tersebut hendak merujuk pada seseorang. (Bandingkan dengan penggunaan kata “the pastor” dibandingkan “pastor”.) Jadi menurut kitab ini, Iblislah yang telah membujuk Daud untuk melakukan sensus.

Dalam 2 Samuel 24:1, yang mencatat juga kisah yang sama, kita diberitahu bahwa TUHAN murka kepada Daud dan “menghasut Daud…, firman-Nya: “Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda. “Jadi, menurut ayat ini, Allah yang membuat Daud melakukannya…dan kemudian menghukumnya karena telah menaati dorongan Ilahi!

Tapi kita belum sampai di akhir cerita. Catatan di dalam 2 Samuel dan 1 Tawarikh ternyata berisi sinyal yang salah, karena dalam ayat-ayat selanjutnya Daud mengakui bahwa dialah yang memutuskan dilakukannya sensus: “Bukankah aku ini yang menyuruh menghitung rakyat dan aku sendirilah yang telah berdosa dan yang melakukan kejahatan” (1 Taw. 21:17) dan “Sesungguhnya, aku telah berdosa, dan aku telah membuat kesalahan” (2 Sam.24:17). Daudlah yang bertanggung jawab untuk tindakan yang diambilnya (bahkan Yoab, tangan kanannya, sudah mencegahnya melakukan sensus itu), bukan Iblis dan bukan Allah.

Allah telah memberikan kita kehendak bebas dan memberikan kita ganjaran berat dengan memanggil kita untuk mempertanggungjawabkannya. Itulah yang disebut keadilan. Seperti Daud, kita juga perlu mengakui kesalahan kita. Alasan-alasan “Setan membuatku melakukan ini” atau “Tuhan yang menyuruhku melakukannya” tidak sah. Karena kita telah diberkati dengan kehendak bebas, jawaban kita satu-satunya adalah “Ya, saya bersalah.” Dan ketika kita mau bertanggung jawab atas tindakan kita, maka Allah, hakim kita yang pemurah, dapat memberikan ampunan yang kita butuhkan.