Friday, February 12, 2021

Kasih Harus digenapi Dalam Hidup Kita

"Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat''– Roma 13: 10.

Betapa banyak orang berkekurangan dalam kasih! Oh, kasih dapat membasmi dari hati kebencian, cemburu, dan perselisihan, dan akar kepahitan, yang olehnya banyak orang dinajiskan. Tidak pernah kasih Yesus dapat diterima dan dipancarkan dalam hati sebelum segala perasaan dengki, kebencian, kecemburuan, dan sangka-sangka jahat dijauhkan ....

Banyak orang yang menipu dirinya sendiri; karena prinsip kasih tidak berdiam dalam hati mereka. Mereka boleh menutup mata kepada kesalahan dan kekurangan mereka sendiri; tetapi mereka tidak dapat menipu Allah. Haruslah diadakan suatu reformasi. Mata bajak kebenaran harus membajak petak-petak yang dalam di hati kita yang sombong, dan membongkar tanah sifat-sifat kita yang tidak disucikan, agar Roh dan kasih Yesus boleh ditanamkan di dalam hati kita. Waktu sedang berlalu dengan cepatnya, dan setiap pekerjaan akan segera dihadapkan kepada pengadilan, maka nama kita ataukah dosa-dosa kita akan dihapuskan dari Kitab Kehidupan ....

Kasih murni adalah sederhana dalam kerjanya, dan terpisah dari segala asas perbuatan yang lain. Apabila digabungkan dengan segala pendorong hati duniawi dan kepentingan- kepentingan yang menguntungkan diri sendiri, kasih itu tidaklah murni lagi. Allah mempertimbangkan lebih dengan betapa banyak kasih kita bekerja, daripada jumlah pekerjaan yang kita lakukan. Kasih adalah sifat surgawi. Hati jasmani tidak dapat menciptakannya. Tanaman semawi ini hanya dapat bertumbuh subur di mana Kristus memegang pemerintahan. Di mana ada kasih, di situ kuasa dan kebenaran ada dalam hidup. Kasih berbuat kebaikan, dan tiada yang lain daripada kebaikan. Barang siapa yang mempunyai kasih mengeluarkan buah kepada kesucian, dan pada akhirnya hidup yang kekal.

Yesus jugalah yang telah memerintahkan agar kasih seharusnya menjadi prinsip yang berkuasa dalam peraturan yang lama, yang memerintahkan agar kasih juga harus menjadi asas yang memerintah dalam hati para pengikut-Nya dalam Perjanjian Baru. Mengerjakan prinsip kasih adalah penyucian yang benar.

    

Thursday, February 11, 2021

KRISTUS MEMBESARKAN HUKUM DAN MEMULIAKANNYA

 Kamis, 11 Feb 202

"TUHAN telah berkenan demi penyelamatan-Nya untuk memberi pengajaran-Nya yang besar dan mulia''– Yesaya 42: 21.

Hukum pemerintahan Allah harus dibesarkan oleh kematian Anak Allah yang tunggal. Kristus menanggung kesalahan segala dosa dunia ini. Kecukupan kita terdapat hanya dalam penjelmaan dan kematian Anak Allah. Ia dapat menderita sengsara, karena dikuatkan oleh Keilahian. Ia dapat menanggungnya, karena Dia tanpa suatu cacat pendurhakaan atau dosa. Kristus beroleh kemenangan demi kepentingan manusia, dengan cara demikian Ia menanggung keadilan hukuman. Ia menjamin hidup yang kekal bagi manusia, sementara Ia meninggikan hukum dan memuliakannya.

Tiap-tiap jiwa adalah di bawah kewajiban untuk mengikuti jejak kaki Kristus, teladan yang besar untuk keluarga manusia. Ia berkata, "Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya." Orang-orang Farisi pikir bahwa Ia sedang berusaha hendak mengurangkan tuntutan-tuntutan hukum Allah, tetapi suara-Nya berdengung atas telinga mereka berkata, "Janganlah kamu menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya."

K ristus datang hendak membesarkan hukum itu dan memuliakannya; Ia datang untuk memuliakan hukum lama yang sudah kamu terima dari mulanya. Oleh sebab itu perlulah bagi kita hukum dan kitab nabi-nabi. Kita memerlukan Perjanjian Lama untuk membawa kita sepanjang jalan sampai kepada Perjanjian Baru, yang tidak menggantikan Perjanjian Lama, melainkan menyatakan kepada kita dengan lebih jelas lagi rencana keselamatan, memberikan arti kepada seluruh sistem korban dan persembahan, dan kepada Firman yang telah kita terima sejak dari mulanya. Penurutan sempurna diperintahkan atas setiap jiwa, dan penurutan kepada kehendak Allah yang dinyatakan akan menjadikan engkau satu dengan Kristus .... Tentang Dia ada tertulis, "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku."

    

Wednesday, February 10, 2021

KITA DIBERI JAMINAN HIDUP YANG KEKAL

"Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu''– Wahyu 22: 14.

Kasih sayang orang yang suka kepelesiran ditarik jauh dari hal-hal surgawi kepada hal-hal duniawi. Ia menurunkan derajat kemuliaan kekekalan kepada zaman yang memikat perhatian. Dalam keinginannya hendak memiliki kekayaan-kekayaan duniawi, harta surgawi hilang dari pemandangan. Tuntutan-tuntutan hidup yang akan datang tidak diindahkan, lalu segala kepentingan hidup yang sekarang ini jadi terguncang ....

Kristus membawa dunia yang lebih mulia itu kepada pemandangan. Ia menghadapkan segala keuntungan kewarganegaraan dalam kota itu yang memiliki fondasi, yang dibangunkan dan dijadikan oleh Allah. Ia membawa kita kepada ambang kekekalan, dan menunjukkan kepada kita segala kemuliaannya, menyatakan semuanya itu dapat tercapai oleh semua orang yang mau hidup setuju dengan hukum-hukum Allah. Oleh penurutan kepada hukum-hukum Allah, keluarga manusia boleh menjadi suatu keluarga yang bersatu dan berbahagia di dalam kota Allah; tetapi tidak ada tempat di sana bagi orang yang tak menaruh penghargaan bagi kehendak Tuhan. Semua orang yang mau boleh mendapat hidup yang kekal, tetapi mereka mesti memperolehnya oleh menerima hukum Allah sebagai penuntun mereka dalam hidup ini ketimbang berusaha untuk mengikuti hukum-hukum mereka sendiri .... Bagi mereka yang mau menghidupkan suatu kehidupan yang sesuai dengan Bapa, maka Kristus akan mencurahkan jasa-jasa hidup-Nya.

Apakah engkau berpikir bahwa para pemelihara hukum itu akan merasa menyesal, dan berduka apabila pintu-pintu gerbang mutiara Kota Keemasan Allah itu terbuka lebar-lebar atas engselnya yang berkilau-kilauan, dan mereka disambut masuk? Tidak, sekali-kali tidak. Mereka akan bersukaria pada waktu itu, bahwa mereka tidaklah di bawah perhambaan hukum, melainkan mereka telah memelihara hukum Allah, dan oleh sebab itu bebas dari hukum itu. Mereka akan berhak kepada pohon kehidupan, berhak kepada daunnya yang menyembuhkan."

Allah yang di surga telah menaruh suatu berkat atas mereka itu karena mereka memelihara segala perintah Allah.

Orang yang telah setia atas "hal-hal kecil" di dunia ini, akan dijadikan pemerintah "atas banyak hal" dalam dunia kemuliaan yang kekal.

    

Tuesday, February 9, 2021

Hukum Diberikan untuk Kebaikan Kita Senantiasa

“TUHAN, Allah kita, memerintahkan kepada kita untuk melakukan segala ketetapan itu dan untuk takut akan TUHAN, Allah kita, supaya senantiasa baik keadaan kita dan supaya Ia membiarkan kita hidup, seperti sekarang ini” (Ulangan 6:24)

 

Ketika orang-orang muda pergi ke dunia ini, untuk menghadapi segala bujukannya kepada dosa—nafsu untuk mendapat uang, untuk permainan dan pemanjaan diri, untuk pertunjukan, kemewahan, dan pemborosan, mencari laba yang besar, penipuan, perampokan dan kebinasaan—apakah pengajaran-pengajaran yang akan ditemukan di sana?

Spiritisme menyatakan bahwa manusia adalah setengah dewa yang belum jatuh dalam dosa; bahwa “tiap-tiap pikiran akan menghukumkan dirinya”; bahwa “pengetahuan yang benar menaruh manusia di atas segala hukum”; bahwa “semua dosa yang diperbuat adalah tidak merusak”; karena “apa pun yang ada, adalah benar”, dan “Allah tidak menghukum”. Yang terhina di antara manusia digambarkannya sebagai di surga, dan sangat ditinggikan di sana …. Jadi sangat banyak orang diajak untuk kemerdekaan dan bahwa manusia hanya bertanggung jawab kepada dirinya.

Dengan pengajaran seperti itu yang diberikan tepat pada permulaan hidup, ketika pendorong hati sedang sekuat-kuatnya, dan tuntutan supaya menahan diri dan suci adalah paling mendesak, dimanakah segala pelindung kebajikan? … Pada waktu itu juga durhaka sedang berusaha menghapuskan segala hukum, bukan saja yang Ilahi, melainkan manusia juga ….

Demikianlah pengaruh-pengaruh yang harus dihadapi oleh orang-orang muda dewasa ini. Untuk berdiri di tengah-tengah kegaduhan seperti itu mereka sekarang harus meletakkan alasan tabiat. Pada tiap-tiap keturunan dan di tiap-tiap negeri, alasan yang benar dan contoh bagi pembangunan tabiat adalah selamanya sama. Hukum Ilahi, “Kasihilah dirimu sendiri,” prinsip besar yang dinyatakan dalam tabiat dan hidup Juruselamat kita, itulah satu-satunya dasar yang aman dan satu-satunya penuntun yang pasti ….

Di sinilah satu-satunya pelindung untuk keikhlasan perseorangan, untuk kesucian rumah tangga, kesejahteraan masyarakat, atau keseimbangan bangsa. Di tengah-tengah segala kebingungan hidup dan bahaya dan tututan-tuntutan yang bertentangan, satu-satunya peraturan yang selamat dan pasti ialah melakukan apa yang dikatakan oleh Allah.


Monday, February 8, 2021

Menyegarkan Hati dan Membuat Mata Bercahaya

 “Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya” (Mazmur 19:9)

 

Kita hanya mempunyai terang yang berkedip-kedip tentang keleluasan hukum Allah …. Banyak di antara orang-orang yang mengaku percaya pada segala kebenaran yang menguji pada hari-hari terakhir ini, bertindak seolah-olah Allah tidak memperhatikan ketiadaan rasa hormat mereka terhadap hukum-Nya yang suci itu serta pelanggaran mereka yang nyata-nyata terhadap prinsip-prinsip hukum itu. Hukum itu adalah ekspresi kehendak-Nya, maka oleh penurutan kepada hukum itulah Allah mengusulkan untuk menerima anak-anak Adam sebagai putra dan putri-Nya …. Suatu pengorbanan yang tiada terduga telah diadakan agar peta moral Allah boleh dipulihkan pada manusia, oleh perantaraan penuturan sukarela kepada semua perintah Allah. Amat besarlah keselamatan kita, karena persediaan yang cukup telah diadakan oleh kebenaran Kristus, agar kita boleh menjadi murni, lengkap, tiada kekurangan suatu apa pun …. Kalau manusia mau memeliharakan hukum Allah oleh iman dalam Kristus, segala harta benda surga akan dapat diambilnya.

Bukalah mata pengertianmu; lihatlah keserasian yang elok dalam hukum-hukum Allah dalam alam, dan biarlah engkau takut dan gentar serta hormat kepada Khalikmu, Pemerintah Tertinggi dari langit dan bumi. Lihatlah Dia, oleh matai iman, yang menjangkaumu dalam kasih …. Imanmu dalam Yesus akan memberikan kekuatan kepada segala maksud, konsisensi kepada tabiat. Segala kebahagiaanmu, kedamaian hati, kesukaan, dan sukses dalam hidup ini tergantung atas iman yang tulen dan berharap pada Allah. Iman ini akan menggerakkan penurutan yang benar kepada segala perintah Allah. Pengetahuanmu dan iman kepada Allah itulah penahan yang terkuat dari kebiasaan yang jahat, dan pendorong hati kepada semua kebaikan. Percayalah pada Yesus sebagai Dia yang mengampuni dosa-dosamu, Dia yang mau supaya engkau berbahagia di tempat yang telah disediakan-Nya bagimu. Ia mau supaya engkau hidup di hadirat-Nya; memperoleh hidup yang kekal dan suatu mahkota kemuliaan.

Dalam memeliharakan segala perintah Allah ada pahala yang besar, bahkan di dalam hidup ini sekalipun. Angan-angan hati kita tidak menghukumkan kita. Hati kita tidak bermusuhan dengan Allah, melaikan berdamai dengan dia.


Sunday, February 7, 2021

Untuk Menjadi Kekuatan bagi Segala Bangsa

 “Kerahkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, tunjukkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, engkau yang telah bertindak bagi kami” (Mazmur 68:29).

 

Hukum-hukum Allah bukan hanya untuk bangsa Yahudi saja. Hukum moral itu telah diberikan sebelum orang Yahudi ada. Sepuluh hukum itu adalah kewajiban universal. Peraturan-peraturan pengorbanan dimaksudkan untuk mengibaratkan Korban yang besar itu, yakni Anak Domba Allah yang akan menyangkut dosa dunia ini, dan demi kepentingan si pelanggar memenuhi segala tuntutan keadilan Ilahi.

Tuhan tidak akan mengizinkan umat-Nya eksklusif. Utusan-utusan Kristus yang diwakilkan-Nya harus menyiarkan Injil anugerah-Nya kepada segala bangsa, bahasa, dan kaum. Kita harus menyiarkan bahwa Pengantara Besar itu sedang memberikan audiensi kepada seluruh dunia. Gereja Yahudi dipanggil sebagai wakil Allah kepada satu dunia yang mendurhaka, supaya melaksanakan tugas ini, bangsa Yahudi harus memelihara keadaan mereka sebagai suatu bangsa yang berbeda dari bangsa-bangsa yang menyembah berhala di atas dunia ini. Mereka harus berdiri di dunia ini memeliharakan keistimewaan dan tabiat mereka yang suci. Mereka dapat mempertahankan kerohanian mereka sendiri oleh melakukan apa yang telah gagal dilakukan oleh Adam dan Hawa—dengan memberikan penurutan kepada semua perintah Allah, dan di dalam tabiat mereka mewakilkan kemurahan, kebaikan, belas kasihan, dan kasih Allah. Dalam kemuliaan tabiat mereka yang seperti itu, mereka dapat berdiri lebih tinggi dari segala bangsa yang lain; karena oleh perantaraan suatu bangsa yang suci dan menurut, Tuhan akan menyatakan berkat-berkat-Nya yang limpah. Demikianlah prinsip-prinsip hukum yang memerintahkan kerajaan-Nya akan ditinggikan di seluruh muka bumi. Sebagaimana pasti mereka menyambut kepada kemurahan, terang, dan anugerah yang diberikan, mereka akan menjadi terang dunia ini. Mereka akan selalu menunjukan perhatian kepada Allah sebagai Pemerintah Tertinggi yang bijaksana dan tiada bersalah, dan pujian akan Allah meliputi seluruh bumi …. Tuhan itulah Allah kita, dan Ia mempunyai maksud yang sama berkenaan dengan umat-Nya yang percaya dan setiawan dewasa ini.22

Saturday, February 6, 2021

Dalam Rumah Tangga

"Dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu''– Ulangan 6: 9.


Sejak semula orang-orang yang setia di Israel telah memberikan banyak perhatian kepada soal pendidikan. Tuhan telah memberikan petunjuk agar anak-anak, sejak dari masa bayi, harus diajarkan tentang kebajikan-Nya dan kebesaran-Nya, teristimewa sebagaimana dinyatakan dalam hukum-Nya dan ditunjukkan dalam sejarah bangsa Israel. Oleh nyanyian dan doa, dan pelajaran-pelajaran dari Alkitab, disesuai.kan kepada pikiran yang sedang terbuka, para ayah dan ibu harus mengajar anak-anak mereka bahwa hukum Allah itulah suatu pernyataan tabiat-Nya, dan bahwa ketika mereka menerima prinsip-prinsip hukum itu ke dalam hati, peta Allah dilukiskan pada pikiran dan jiwa.

Kalau bagi Musa penting untuk menjelmakan hukum-hukum itu dalam nyanyian kudus, agar ketika mereka berjalan di padang belantara, anak-anak dapat belajar menyanyikan hukum itu ayat demi ayat, juga betapa penting pada dewasa ini mengajarkan Firman Allah kepada anak-anak kita!

Kebahagiaan yang benar dalam hidup di dunia ini dan hidup di dunia yang akan datang tergantung atas penurutan kepada "Beginilah firman TUHAN"....Biarlah hidup Kristus yang menjadi contoh. Iblis akan berbuat segala cara yang mungkin untuk merubuhkan ukuran peribadatan yang tinggi ini sebagai suatu ukuran yang semata-mata terlalu keras. Maka pekerjaanmulah untuk mengesankan pada anak-anakmu ketika mereka masih muda dan pikiran mereka dibentuk di dalam peta Allah. Kristus datang ke dunia ini memberikan kepada mereka suatu teladan yang hidup tentang bagaimana mereka seharusnya, dan para orang tua yang mengaku percaya kepada kebenaran zaman ini haruslah mengajar anak-anaknya mengasihi Allah dan menuruti hukum-Nya. Inilah pekerjaan yang paling besar dan paling penting, yang dapat dikerjakan oleh bapa-bapa dan ibu-ibu.

Gerakan pembaruan yang besar itu harus dimulai di dalam rumah tangga. Penurutan kepada hukum Allah itulah pendorong yang besar kepada kerajinan, penghematan, sifat berterus terang, dan tindakan yang adil di antara manusia dan manusia.

Kedewasaan yang mulia, dan kedewasaan yang serba guna tidaklah datang secara kebetulan. Itu adalah hasil dari suatu proses pembentukan tabiat dalam tahun-tahun yang pertama masa muda, dan hukum Allah yang dipraktikkan di dalam rumah tangga.

Friday, February 5, 2021

Penurutan yang Segera Membawa Berkat Berkelimpahan

 

“Aku bersegera dan tidak berlambat-lambat untuk berpegang pada perintah-perintah-Mu” (Mazmur 119:60) 

Penurutan kepada hukum-hukum Allah memperkembangkan dalam manusia suatu tabiat elok yang selaras dengan semua yang murni dan kudus dan tiada bercela. Dalam hidup orang yang demikian pekabaran Injil Kristus dijelaskan. Menerima kemurahan Kristus dan penyembuhan-Nya dari kuasa dosa, orang itu dibawa ke dalam perhubungan yang benar dengan Allah. Hidupnya, yang dibersihkan dari kesia-siaan dan kekikiran, dipenuhi dengan kasih akan Allah. Penurutannya setiap hari kepada hukum Allah menghasilkan suatu tabiat yang menjamin baginya hidup yang kekal di dalam kerajaan Allah.

Dalam hidup-Nya di dunia ini Juruselamat memberikan kepada kita suatu teladan akan kehidupan yang disucikan, yang boleh menjadi milik kita kalau kita mau menyediakan hari-hari kita untuk melakukan yang baik kepada jiwa-jiwa yang memerlukan pertolongan kita. Kesempatan kitalah membawa sukacita kepada yang berduka, terang kepada yang digelapkan, dan hidup kepada orang-orang yang hendak binasa. Pekabaran Tuhan kepada kita, “Mengapa kalian berdiri terus seharian di sini dengan tidak melakukan apa-apa? Bekerjalah selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.” Setiap perkataan yang kita ucapkan, tiap-tiap perbuatan yang kita lakukan, yang mendatangkan kebahagiaan orang lain, akan mendatangkan kebahagiaan kita sendiri pula, dan membuat hidup kita seperti hidup Kristus.

Kewajiban kita setiap hari haruslah diterima dengan gembira dan dilaksanakan dengan gembira. Kewajiban kita yang terutama ialah menyatakan dalam perbuatan dan kelakuan suatu hidup yang akan menyatakan sifat-sifat surga. Firman kehidupan diberikan kepada kita untuk dipelajari dan dipraktikkan. Segala perbuatan kita haruslah betul-betul sesuai kepada hukum-hukum kerajaan surga. Kemudian surga dapat menyetujui pekerjaan kita; dan talenta-talenta yang kita gunakan dalam pekerjaan-Nya akan berlipat ganda untuk kegunaan yang lebih besar. Hidup yang diserahkan itu akan bercahaya di tengah-tengah kegelapan moral dunia ini, menuntun jiwa-jiwa yang hampir binasa kepada kebenaran Firman itu….

Dalam karunia-Nya kepada dunia. Tuhan telah menyatakan betapa Ia sangat ingin agar kita membawa di dalam hidup kita tanda-tanda kewarga-negaraan surga oleh membiarkan tiap-tiap sinar terang yang telah kita terima bercahaya dalam segala perbuatan yang baik kepada sesama kita manusia.16

Thursday, February 4, 2021

Hukum Itu adalah Kebenaran dan Keadilan

“Keadilan-Mu adil untuk selama-lamanya, dan Taurat-Mu benar” Mazmur 119:142).

Allah mengirim kebenaran ke dalam dunia kita ini dalam kemuliaan yang tiada bercacat, elok, dan sempurna, dan menaruhnya bertentangan dengan kesalahan. Baik manusia maupun Iblis tidak dapat mencari suatu kekurangan di dalam tabiat Kristus; tetapi penyataan Terang sejati, yang menerangi tiap-tiap orang yang datang ke dalam dunia ini, menaruh kegelapan dalam pertentangan yang begitu rupa, sehingga manusia tidak mau menerima terang itu…. Tidaklah ada permusuhan yang sewajarnya di antara malaikat-malaikat yang jahat dengan manusia yang jahat; keduanya jahat adanya oleh pelanggaran hukum Allah, dan yang jahat akan selamanya bersekutu melawan Allah. Manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa dan malaikat-malaikat yang sudah berdosa masuk ke dalam persekutuan yang menyedihkan ….

Kemurnian dan kesucian tabiat Kristus menimbulkan amarah yang sejahat-jahatnya dalam hati manusia… Penurutan-Nya yang sempurna kepada segala perintah Allah adalah suatu teguran yang tetap bagi suatu generasi yang bernafsu dan jahat. Tabiat Kristus yang tiada bercela itu sedang memancarkan terang ke dalam kegelapan moral dunia ini ….

Barang siapa yang menjadi anak-anak Allah tidak dapat menghindar akan bertempur dengan tentara pendurhakaan …. Oleh perantaraan jasa-jasa Penebus, Allah menerima segala usaha manusia yang berdosa dalam memeliharakan hukum-Nya, yang kudus, adil, dan benar.

Barang siapa sungguh-sungguh bersatu dengan Kristus akan dapat melakukan pekerjaan yang pernah dilakukan oleh Kristus ketika di dunia ini—mereka akan didapati membesarkan hukum itu dan memuliakannya …. Apabila para penganjur kebenaran menyatakan efisiensi kebenaran di dalam hidup dan tabiat mereka, suatu pukulan diberikan terhadap kerajaan Iblis.14

Tabiat Allah ialah keadilan dan kebenaran; begitulah sifat hukum-Nya. Pemazmur berkata, “Taurat-Mu benar;” “segala perintah-Mu adil” …. Hukum yang demikian, yang merupakan ekspresi dari pikiran dan kemauan Allah, pastilah sama kekalnya seperti Pengarangnya.15 

Wednesday, February 3, 2021

Hukum Itu Kudus, Adil dan Sempurna

 “Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik” (Roma 7:12).

Sebagai Raja alam semesta, Allah telah menetapkan undang-undang untuk pemerintahan bukan saja bagi sekalian makluk-makluk yang hidup, tetapi juga bagi segenap pekerjaan alam. Segala sesuatu, apakah besar atau kecil yang bergerak ataupun tidak bergerak, adalah di bawah undang-undang tertentu yang tidak dapat diabaikan. Tidak ada pengecualian kepada peraturan ini; karena tida ada yang telah dijadikan oleh tangan Ilahi itu dilupakan oleh pikiran Ilahi… Kepada manusia saja, puncak pekerjaan penciptaan-Nya, Allah telah memberikan hati nurani untuk menginsafi segala tuntutan-tuntutan suci dari hukum Ilahi itu, dan suatu hati yang sanggup mengasihinya sebagai suci, adil, dan benar; dan dari manusia dituntut penurutan yang segera dan sempurna.10

Peraturan ini melarang semua penindasan dari para orang tua dan semua ketidaktaatan dari anak-anak. Tuhan penuh dengan belas kasihan, kemurahan, dan kebenaran. Hukum-Nya suci, adil, dan benar, dan mesti dituruti baik oleh para orang tua maupun anak-anak. Peraturan-peraturan yang akan mengatur hidup para orang tua dan anak-anak mengalir dari hati kasih yang tidak terduga, dan berkat Allah yang berkelimpahan akan hinggap atas para orang tua yang menjalankan hukum-Nya di bawah rumah tangganya, dan atas anak-anak yang menuruti hukum ini. Pengaruh gabungan dari kemurahan dan keadilan harus dirasai. “kasih dan kesetiaan akan bertemu, dan keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.” Rumah tangga yang di bawah disiplin ini akan berjalan dalam jalan Tuhan, hendak melakukan keadilan dan kebenaran.11

Biarlah orang-orang muda memandang kepada ukuran Ilahi itu, dan jangan pernah merasa puas dengan tujuan yang rendah … Janganlah berjalan dengan bimbang, melainkan di dalam kekuatan dan anugerah Yesus Kristus. Kepada-Nya diserahkan segala kuasa di surga dan di bumi. Berlindunglah pada Yesus Kristus, dan masuk ke dalam perjanjian yang teguh dengan Dia dalam iman, untuk mengasihi dan berbakti kepada-Nya.12

Karena hukum Allah itu “kudus, benar dan baik,” suatu Salinan dari kesempurnaan Ilahi, maka pastilah suatu tabiat yang dibentuk oleh penurutan kepada hukum tersebut akan kudus adanya. Kristuslah contoh yang sempurna dari tabiat yang demikian.13

Tuesday, February 2, 2021

Hukum Allah Itu Sempurna

“Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman” (Mazmur 19:8).

Hukum yang diberikan Allah kepada umat-Nya dahulu kala adalah lebih bijaksana, lebih baik, dan lebih bermurah hati daripada hukum bangsa-bangsa yang paling beradab dalam dunia ini. Hukum bangsa-bangsa membawa tanda-tanda kelemahan dan hawa nafsu yang tidak dibarui; tetapi hukum Allah membawa cap yang Ilahi.6

Pemazmur berkata, “Taurat Tuhan itu sempurna.” Betapa ajaib dalam kesederhanaannya, kelengkapan dan kesempurnaannya, yakni hukum Yahwe! Itu begitu singkat sehinga kita dengan mudah dan dapat menghafalkan tiap-tiap hukumnya, namun begitu luas jangkauannya sampai mengucapkan segenap kehendak Allah, dan mengambil pengetahuan bukan saja tentang perbuatan-perbuatan lahir, melainkan segala pikiran dan maksud, keinginan dan emosi. Hukum manusia tidak dapat melakukan ini. Hukum-hukum manusia hanya dapat bertindak dengan perbuatan-perbuatan lahir saja. Seseorang boleh jadi adalah seorang pelanggar, namun menyembunyikan segala perbuatannya yang salah dari pandangan manusia, boleh jadi ia seorang penjahat—seorang pencuri, seorang pembunuh, atau seorang yang berbuat zina—tetapi selama ia tidak kedapatan, hukum tidak dapat menyalahkan dia sebagai bersalah….

Hukum Allah itu sederhana, dan mudah dimengerti. Kalau anak-anak Adam mau, menurut hukum itu dengan segenap kekuatannya, mereka akan memperoleh tenaga pikiran dan kuasa pemandangan untuk mengerti lebih banyak lagi daripada maksud-maksud dan rencana-rencana Allah. Maka kemajuan ini akan diteruskan, bukan saja hanya pada waktu hidup di dunia ini, melainkan pada waktu zaman yang kekal; karena betapa jauh pun mungkin ia maju dalam pengetahuan akan hikmat dan kuasa Allah, masih tetap ada yang tidak terbatas dari seberang sana.7

Oleh karena “Taurat Tuhan itu sempurna,” segala perubahan dari padanya pastilah kejatahatan.8

Penurutan adalah satu-satunya syarat atas mana Israel dahulu kala akan menerima kegenapan segala perjanjian yang membuat mereka umat Allah yang sangat dicintai; dan penurutan kepada hukum itu akan membawa berkat-berkat yang besar kepada individu dan bangsa dewasa ini sebagaimana pada bangsa Ibrani.9

Monday, February 1, 2021

Perintah-Perintah-Nya Teguh

 “Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh, kokoh untuk seterusnya dan selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran” (Mazmur 111:7,8).

 Adam dan Hawa, ketika mereka dijadikan, mempunyai pengetahuan akan hukum Allah. Hukum itu dicetak dalam hati mereka, dan mereka mengerti segala tuntutannya atas mereka. Hukum Allah sudah ada sebelum manusia dijadikan. Hukum itu disesuaikan kepada keadaan makhluk-makhluk yang suci; malaikat-malaikat pun diperintahkan oleh hukum itu. Setelah manusia jatuh dalam dosa, prinsip-prinsip kebenaran tidak diubahkan. Tidak ada yang diambil dari hukum itu; tidak satupun dari peraturannya yang suci dapat diperbaiki. Dan sebagaimana hukum itu telah ada sejak permulaan, begitu pula hukum itu akan ada sepanjang zaman kekal yang tiada berkesudahan.1

Kewajiban kita untuk menuruti hukum ini adalah menjadi beban pekabaran rahmat yang terakhir kepada dunia. Hukum Allah itu bukanlah suatu perkara yang baru. Itu bukanlah kesucian yang dijadikan, melainkan kesucian yang diberitahukan. Itu adalah peraturan prinsip-prinsip yang menyatakan kemurahan, kebaikan, dan kasih. Itu menyatakan tabiat Allah kepada manusia yang telah jatuh dalam dosa, dan menyatakan dengan jelas segenap kewajiban manusia.2

Hukum kasih itu adalah dasar pemerintahan Allah, kebahagiaan semua makhluk cerdas tergantung pada keselarasan mereka yang sempurna dengan prinsip-prinsip kebenarannya yang besar. Allah menginginkan dari semua makhluk ciptaan-Nya pelayanan kasih—pelayanan yang berasal dari suatu penghargaan akan tabiat-Nya. Ia tidak berkenan pada penurutan paksaan; dan kepada semua orang Ia memberikan kebebasan kemauan, agar mereka boleh memberikan kepada-Nya pelayanan sukarela.3

“Segala titah-Nya teguh….” Apapun yang dibangun atas kekuasaan manusia akan dirubuhkan; tetapi apa yang dialaskan atas batu Firman Allah yang tiada dapat diubahkan akan berdiri tetap selama-lamanya”.4

Undang-undang suci yang dibenci oleh Iblis dan berusaha untuk membinasakannya, akan dihormati di seluruh alam semesta yang tiada berdosa.5

Sunday, January 31, 2021

Mereka selalu Turun Naik Tangga Surga

 “Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu” (Kejadian 28:12).

Dalam dunia yang bernoda ini, segenap surga menyatakan perhatian yang paling besar .... Namun kita bergaul dengan kegiatan yang sibuk di kota-kota kita, kita berbaur dengan orang banyak yang berdesak-desakan di jalan-jalan yang ramai, kita masuk ke dalam pasar-pasar perniagaan dan berjalan pada jalan-jalan besar; maka melalui seluruhnya, dari pagi hingga petang, orang banyak bertindak seolah-olah bisnis, sport, dan kepelesiran sajalah yang menjadi tujuan hidup seolah-olah dunia ini sajalah yang harus memenuhi pikiran. Betapa sedikit yang memikirkan perwakilan-perwakilan yang tidak kelihatan!

Segenap surga menaruh perhatian yang amat besar pada makhluk manusia yang begitu penuh dengan kesibukan, dan yang tidak menaruh pikiran pada yang tidak kelihatan .... Ada kalanya makhluk-makhluk cerdas surgawi itu membukakan tirai yang menyembunyikan dunia yang tiada kelihatan itu, agar pikiran kita boleh ditarik dari ketergesa-gesaan serta kesibukan, dan mempertimbangkan bahwa ada saksi-saksi untuk segala sesuatu yang kita perbuat dan katakan, apabila sibuk dalam urusan perdagangan, atau apabila kita berpikir sendirian ....

Makhluk-makhluk surga ini ialah malaikat-malaikat yang melayani, dan mereka sering kali menyamar dalam rupa manusia, dan sebagai orang-orang asing berbicara dengan orang-orang yang sibuk dalam pekerjaan Allah. Di tempat-tempat sunyi mereka telah menjadi teman-teman pengembara dalam bahaya. Dalam kapal-kapal yang diserang badai mereka telah mengucapkan perkataan-perkataan yang menghilangkan ketakutan dan mengilhamkan pengharapan pada saat bahaya. Banyaklah orang dalam berbagai macam keadaan yang telah mendengar kepada bunyi suara penduduk dunia-dunia yang lain. Berulang kali mereka itu telah memegang pimpinan balatentara. Mereka telah pernah disuruh untuk membasmi bala sampar. Mereka telah makan bahan-bahan makanan sederhana di rumah orang-orang miskin, dan sering kali mereka telah tampak sebagai musafir yang sudah lelah dan memerlukan perlindungan untuk malam....

Malaikat-malaikat surga sedang bekerja sama dengan kita dalam segala pekerjaan yang baik dan dengan demikianlah bumi ini dihubungkan dengan surga.89