Friday, March 12, 2021

MEMUSATKAN PIKIRAN KITA PADA KRISTUS

 "Supaya kamu dibarui di dalam roh dan pikiranmu '' - Efesus 4:23.


Orang-orang muda sekarang boleh dididik untuk kegenapan maksud-maksud yang mulia dan suci. Merekalah murid-murid dalam sekolah Kristus, belajar dari hari ke hari segala pelajaran dari Guru Ilahi itu.

Di dalam orang-orang mudalah kasih sayang itu paling hangat, ingatan paling baik dan hati paling mudah menerima kesan-kesan Ilahi; Maka pada waktu mudalah pula segala kuasa pikiran dan tubuh harus dikerahkan kepada tugas perbaikan-perbaikan yang besar boleh mengingat dunia yang sekarang ini akan datang.

Banyak pengetahuan yang bisa diperoleh orang-orang yang sungguh-sungguh diharapkan; Tetapi untuk mencapai ukuran yang tinggi, mereka harus menutup pintu kepada segala pemikiran rendah yang setan suka dorongkan ke dalam pikiran, dan tidak mau menyerah kepada segala penggodaannya. Orang-orang muda boleh mendapatkan apa yang tidak dapat dibeli dengan emas, oleh menyayangi suatu maksud yang bersih dan kuat dalam berusaha menjadi segala-galanya bagi mereka menurut rencana Allah. Pikiran harus memikirkan untuk memikir-mikirkan pokok pikiran yang benar. Mereka harus belajar Alkitab, dan mempraktikkan di dalam hidup peraturan-peraturan Ilahi yang telah ditentukan Allah untuk menuntun mereka. Mereka yang telah lama dalam pekerjaan Allah mungkin mengalami pikiran kosong dengan segala perkara yang sedang terjadi di sekelilingnya, dan transaksi-transaksi yang baru pun boleh lekas hilang dari ingatannya; tetapi pikirannya selamanya terjaga dengan segala pemandangan dan transaksi-transaksi pada masa ia kanak-kanak. Oh, kalau sekiranya orang-orang menyadari betapa pentingnya menyadari bahwa pikiran-pikiran yang terjaga, pikiran-pikiran yang merusak, dan pikiran jiwa dari segala kebiasaan-kebiasaan yang menurunkan derajat; karena kesucian atau kecemaran orang-orang muda dipantulkan pada usia orang tua. dan budaya jiwa dari segala kebiasaan-kebiasaan yang menurunkan derajat; karena kesucian atau kecemaran orang-orang muda dipantulkan pada usia orang tua. dan budaya jiwa dari segala kebiasaan-kebiasaan yang menurunkan derajat; karena kesucian atau kecemaran orang-orang muda dipantulkan pada usia orang tua.

Kebenaran Alkitab, kalau diterima, akan mengangkat pikiran dari keduniawiannya dan kehinaannya. Kalau Firman Allah kasih sayang atau patutnya, baik muda maupun tua akan memiliki aura, suatu prinsip, yang akan menyanggupkan mereka melawan penggodaan.

    

Thursday, March 11, 2021

KETERGANTUNGAN PADA ALLAH

 "... . sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa''–Yohanes 15: 5, bagian akhir.


Pelajaran pertama yang harus diajarkan adalah pelajaran ketergantungan pada Allah. Sebagaimana bunga di ladang yang memiliki akar di tanah; memerlukan udara, embun, hujan, dan sinar matahari, begitu pula kita harus menerima dari Allah apa yang menghidupkan jiwa.

Kehadiran Allah dijamin bagi orang Kristen. Batu karang iman ini adalah kehadiran nyata Allah. Yang paling lemah bisa bergantung pada-Nya. Mereka yang mengira dirinya paling kuat bisa jadi paling lemah kecuali bergantung pada Kristus, menjadikan mereka layak dan tepat guna. Inilah Batu di mana kita bisa membangun dengan baik. Allah itu dekat dalam pengorbanan penebusan Kristus, dalam pengantaraan-Nya, dalam pemerintahan-Nya yang penuh kasih dan lemah lembut atas gereja. Sambil duduk di takhta kekal, Ia mengawasi mereka dengan penuh perhatian. Selama anggota jemaat menyerap air dan nutrisi dari Yesus Kristus, dan bukan dari nasihat dan pendapat serta metode manusia; jika memiliki keyakinan akan kedekatan dengan Allah di dalam Kristus, mereka menaruh seluruh kepercayaan kepada Dia, maka mereka akan memiliki hubungan penting dengan Kristus sebagaimana ranting berhubungan dengan batang pohon. Jemaat didirikan bukan karena teori manusia, atau rencana dan formula panjang dan rumit. Namun tergantung pada Kristus sebagai kebenaran mereka. Dibangun atas iman di dalam Kristus, "dan alam maut tidak akan menguasainya.''

Kekuatan dari setiap jiwa ada di dalam Allah bukan di dalam diri manusia. Ketenangan dan kepercayaan harus menjadi kekuatan bagi mereka yang menyerahkan hatinya kepada Allah. Kristus tidak memiliki minat yang biasa-biasa saja kepada kita namun minat yang lebih kuat daripada kepedulian seorang ibu kepada anaknya. Juruselamat kita telah membeli kita dengan penderitaan dan kepedihan manusia, oleh hinaan, celaan, penganiayaan, caci maki, penolakan dan kematian. Ia sedang mengawasi engkau, anak Allah yang gemetar. Ia akan membuat engkau aman di bawah perlindungan-Nya. Kelemahan kita dalam sifat manusia tidak akan menghalangi akses kita kepada Bapa surgawi, karena Kristus mati untuk menjadi perantara bagi kita.

    

Wednesday, March 10, 2021

KITA MASUK KE DALAM PERHENTIAN KRISTUS

"Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah''– Ibrani 4: 9.


Kalau engkau mau belajar kelembutan dan kerendahan hati dalam sekolah Kristus, Ia pasti akan memberikan kepadamu ketenangan dan kedamaian. Merupakan suatu perjuangan yang hebat untuk meninggalkan kehendak hati dan jalanmu sendiri. Tetapi setelah menamatkan pelajaran itu, engkau akan mendapat ketenangan dan kedamaian. Kesombongan, ambisi, dan sifat mementingkan diri sendiri harus dikalahkan; kemauanmu mesti tenggelam dalam kemauan Kristus. Seluruh hidup boleh menjadi satu korban kasih yang tetap, setiap perbuatan suatu kenyataan, dan setiap perkataan suatu ucapan kasih. Sebagaimana hidup pokok anggur itu beredar melalui batang dan tandan, turun ke dalam jaringan yang paling bawah, dan sampai ke daun yang paling atas, demikianlah anugerah dan kasih Kristus menyala dan berkelimpahan di dalam jiwa, mengirimkan segala kebajikan-Nya kepada segala bagian kehidupan, dan menembusi segala penggunaan tubuh dan pikiran.

Menjadi pekerja bersama dengan Kristus dalam pekerjaan besar untuk mana Ia menyerahkan nyawa-Nya, kita akan mendapat sentosa yang benar. Ketika kita orang-orang berdosa, Ia menyerahkan nyawa-Nya bagi kita. Ia mau supaya kita datang kepada-Nya dan belajar dari pada-Nya. Jadi kita harus mendapat sentosa. Ia berkata akan memberikan kepada kita sentosa. "Belajarlah kepada-Ku; karena Aku lemah lembut dan rendah hati." Dalam melakukan ini maka engkau akan mendapat dalam pengalaman sendiri sentosa yang Kristus berikan, sentosa yang datang dari mengenakan kuk-Nya dan mengangkat beban -Nya.

Suatu bentuk kesalehan tanpa kuasa berarti kepenatan dan beban; tetapi apabila segenap hati dikerahkan dalam pekerjaan Kristus, adalah sentosa kepada jiwa; karena Allah menyebabkan yang demikian beroleh kemenangan tiap-tiap hari atas segala kuasa kegelapan. Allah menolong dia yang menyerahkan jiwanya kepada Tuhan sebagai Khalik yang setiawan.

Untuk mempelajari pelajaran yang Kristus ajarkan ialah suatu kekayaan terbesar yang para pelajar dapat peroleh. Sentosa datang kepada mereka dalam keinsafan bahwa mereka sedang berusaha untuk menyenangkan hati Tuhan.

    

Tuesday, March 9, 2021

KITA HARUS MEMPERHATIKAN PELAJARAN-PELAJARAN ALAM

"Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal''– Matius 6: 28.


Ilmu tentang alam ialah gudang Allah yang darinya setiap murid di sekolah Kristus boleh mengambil pelajaran. Cara-cara Allah di dalam filsafat alam, dan segala rahasia sehubungan dengan tindakan-Nya terhadap manusia, merupakan perbendaharaan yang darinya semua orang boleh ambil.

Bunga di padang, dengan segala jenisnya yang tidak terhitung, adalah senantiasa melayani kesukaan anak-anak manusia. Allah Sendiri telah memberi makan tiap-tiap akar, agar Ia boleh menyatakan kasih-Nya kepada semua yang mau dihaluskan dan ditaklukkan oleh segala perbuatan tangan-Nya. Kita tidak memerlukan pertunjukan palsu. Kasih Allah dinyatakan oleh hal-hal yang indah dari ciptaan-Nya.

Kristus berusaha menarik perhatian murid-murid-Nya jauh dari tiruan kepada yang asli atau alami: "Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya ?" Mengapakah Bapa kita yang di surga tidak menutupi bumi ini dengan karpet berwarna cokelat atau kelabu? Ia memilih warna yang paling menyenangkan, yang paling berkenan kepada pancaindra. Betapa menggembirakan hati serta menyegarkan roh yang penat memandang bumi, yang dihiasi dengan warna hijau hidup! Tanpa pembungkus ini udara akan penuh dengan debu, dan bumi pun akan tampak seperti gurun pasir. Tiap-tiap pucuk rumput, tiap-tiap kuntum yang terbuka dan bunga yang mekar adalah tanda kasih Allah, dan harus mengajar kita suatu pelajaran iman dan percaya pada-Nya. Kristus menarik perhatian kita kepada kecantikannya yang alami, dan menjamin kepada kita bahwa pakaian yang paling mulia dari raja yang terbesar pernah memegang tongkat kerajaan tidaklah sebanding dengan pakaian yang dipakai oleh bunga yang paling sederhana. Engkau yang berkeluh akan keindahan buatan yang hanya dapat dibeli oleh kekayaan, akan lukisan-lukisan yang mahal-mahal, perabot-perabot rumah, dan pakaian, dengarlah kepada suara Guru Ilahi itu. Ia mengarahkanmu ke bunga di ladang, bentuknya yang sederhana tidak dapat diimbangi oleh kecakapan manusia.

    

Monday, March 8, 2021

KESUKARAN MENGAJAR KITA RINDU KE SURGA

"Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, doakan kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari penderitaan kami '' - 2 Korintus 4:17.


Walaupun Tuhan tidak kebebasan kebebasan dari pencobaan kepada umat-Nya, Dia telah menjanjikan yang jauh lebih baik. Dia telah mengatakan, "Selama umurmu kekuatanmu kiranya." Jika kereta api memanggil anak tangga yang naik kereta api-nyala untuk kepentingan-Nya, Yesus akan hadir di sampingmu 'Dia bersama-sama dengan ketiga orang yang setia di Babel itu. Mereka yang menggabungkan Penebus mereka akan bersukacita pada setiap kesempatan bersama Dia penghinaan dan celaan. Kasih yang mereka tujukan kepada Tuhan mereka membuat penderitaan untuk kepentingan-Nya manis.

Sepanjang zaman Iblis telah menganiaya umat Allah. Dia telah menyiksa mereka dan membunuh mereka, tetapi dalam kematian, mereka menjadi pemenang. Mereka nyatakan dalam iman mereka yang kukuh Seseorang yang lebih kuat dari Iblis. Iblis dapat menyiksa dan membunuh tubuh, tetapi dia tidak dapat menjamah kehidupan yang disembunyikan dengan Kristus di dalam Allah. Dia dapat mengurung dalam tembok-tembok penjara, tetapi dia tidak dapat mengikat semangat atau roh. Mereka dapat melihat melewati kegelapan sampai kepada kemuliaan, seraya mengucapkan, "Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita."

Gereja Allah yang dibenci dan dianiaya oleh dunia sedang dididik dan didisiplin dalam sekolah Kristus. Mereka berjalan di jalan-jalan sempit di dunia; mereka disucikan dalam penderitaan. Mereka mengikut Kristus melalui pertentangan-pertentangan yang menyakitkan; mereka menjalani penyangkalan diri dan mengalami kekecewaan yang pahit; tetapi pengalaman mereka yang menyakitkan mengajarkan kepada mereka kesalahan dan kesusahan dari dosa, dan mereka melihatnya dengan kebencian. Dahi bagian dalam penderitaan Kristus, berarti dipersiapkan akan mengambil bagian dalam kemuliaan-Nya. Pandangan penglihatan yang suci nabi itu melihat kemenangan umat Allah. Dia berkata, "Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah. Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba. "

    

Sunday, March 7, 2021

KITA BELAJAR HATI-HATI TERHADAP TIPU DAYA DAN SANJUNGAN YANG SIA-SIA

"Hati-hatilah, konflik jangan ada yang menawan kamu dengan filosofi yang kosong dan ajaran ajaran ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus '' - Kolose 2: 8.


Pujian yang berlebihan adalah seni yang digunakan oleh setan untuk menipu dan membuat para kaki yang terangkat untuk meninggikan diri sendiri. Sanjungan telah menjadi makanan yang dengannya banyak orang muda kita diberi makan; dan orang-orang yang mendapatkan pujian dan sanjungan sudah menganggap bahwa dirinya telah melakukan yang benar; tetapi mereka sebenarnya telah melakukan hal yang salah. Pujian, sanjungan dan pemanjaan telah banyak menuntun jiwa-jiwa yang berharga kepada jalan yang salah, lebih dari yang digunakan oleh setan untuk menipu. Sanjungan memang merupakan peraturan yang diikuti oleh dunia, tetapi sama sekali tidak merupakan peraturan yang diberikan oleh Kristus. Melalui sanjungan manusia-manusia yang rapuh dan tidak berpendirian, akan menyangka bahwa dirinya adalah orang yang mampu dan benar, kemudian membesarkan diri dalam pikirannya. Mereka menjadi tercemar dengan pendapat bahwa mereka memiliki kemampuan melebihi yang sebenarnya, dan kerohanian mereka tidak seimbang. Kecuali dengan pertolongan Allah, mereka mau berbalik dari penipuan ini, dan bertobat serta belajar tentang seluk beluknya kerohanian di dalam sekolah Kristus, maka mereka akan kehilangan jiwa mereka. Banyak orang muda yang telah disanjung seakan-akan mereka memiliki kemampuan sebagai karunia alami; Sementara kemampuan yang dia pikir dia sebenarnya dapat dicapai hanya melalui pelatihan dan pembelajaran dengan tekun dan rajin, juga belajar merendahkan diri seperti Kristus. Allah ... dia diserang oleh musuh, agar dia mengerti kelemahan-kelemahannya sendiri. Dia untuk membuat beberapa kekeliruan dan dijerumuskan ke dalam kehinaan yang menyakitkan. Tetapi kalau dia menggeliat di bawah rasa kelemahannya sendiri, maka dia tidak perlu diadili dengan keras. Inilah waktunya di mana dia sangat membutuhkan seorang sahabat yang mau menolongnya dengan sabar dan setia terhadap kesalahannya. Janganlah dia diangkat lagi dengan pujian dan sanjungan. Lebih baik kalau dia dibawa ke anak tangga yang paling bawah, meletakkan di anak tangga tersebut dan menyuruhnya menaiki anak-anak tangga yang lain. Dengan nasihat-nasihat yang bijaksana, maka kekalahannya akan diubahkan menjadi kemenangan. Inilah waktunya di mana dia sangat membutuhkan seorang sahabat yang mau menolongnya dengan sabar dan setia terhadap kesalahannya. Janganlah dia diangkat lagi dengan pujian dan sanjungan. Lebih baik kalau dia dibawa ke anak tangga yang paling bawah, meletakkan di anak tangga tersebut dan menyuruhnya menaiki anak-anak tangga yang lain. Dengan nasihat-nasihat yang bijaksana, maka kekalahannya akan diubahkan menjadi kemenangan. Inilah waktunya di mana dia sangat membutuhkan seorang sahabat yang mau menolongnya dengan sabar dan setia terhadap kesalahannya. Janganlah dia diangkat lagi dengan pujian dan sanjungan. Lebih baik kalau dia dibawa ke anak tangga yang paling bawah, meletakkan di anak tangga tersebut dan menyuruhnya menaiki anak-anak tangga yang lain. Dengan nasihat-nasihat yang bijaksana, maka kekalahannya akan diubahkan menjadi kemenangan.

    

Saturday, March 6, 2021

KITA BELAJAR MENGUCAPKAN BAHASA KANAAN

"Mudah-mudahan membangunku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan '' - Ulangan 32: 2.


Kita harus menjadi saksi bagi Kristus; dan demikianlah kita jadinya jika kita bertumbuh setiap hari kepada kedewasaan yang penuh dalam Kristus. Hak kitalah untuk bertumbuh semakin lama semakin istimewa seperti Dia setiap hari. Kemudian kita akan memperoleh kuasa untuk memberikan kuasa kepada kita Dia dalam pembicaraan yang lebih tinggi dan lebih suci, dan pikiran kita akan bertambah besar dan bertambah dalam, dan pertimbangan kita menjadi lebih sehat dan dapat dipercaya, sedang membuktikan bahwa kita akan memperoleh lebih banyak hidup dan jaminan . Kita sekali-kali tidak boleh mempertumbuhkan bahasa dunia, dan menjadi begitu biasa dengan manusia, sehingga bahasa Kanaan akan menjadi baru dan tidak biasa kepada kita. Kita harus belajar dalam sekolah Kristus; Namun ternyata banyak orang yang merasa puas dengan pengalaman yang sangat terbatas dalam perkara-perkara rohani, karena mereka hanya sedikit pengetahuan tentang perkara-perkara rohani dalam doa dan kesaksian-kesaksian mereka. Ada lebih sedikit pertimbangan yang dinyatakan dalam perkara-perkara tentang kepentingan kita yang kekal, dalam hal-hal mengenai segala urusan duniawi dan sementara.

Orang-orang Kristen haruslah menjadi murid-murid yang setiawan dalam sekolah Kristus, selalu belajar lebih banyak dari hal surga, lebih banyak dari hal perkataan dan kehendak Allah; Lebih banyak dari hal kebenaran dan bagaimana caranya menggunakan dengan setiawan pengetahuan yang mereka telah dapat.

Kata-kata yang lemah lembut bagaikan embun dan pancuran udara yang menggetarkan jiwa. Kitab Suci menceritakan tentang Kristus bahwa anugerah dicurahkan ke dalam bibir-Nya, agar Ia dapat memberikan semangat baru kepada orang yang letih lesu. "Dan Tuhan ajakan kita," Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, uraian mereka yang mendengar, beroleh kasih karunia. Jika hati suci adanya, maka harta kekayaan hikmat akan mengalir dari dalamnya.

    

Friday, March 5, 2021

KITA MENERIMA IMAN YANG BEKERJA OLEH KASIH

"Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak memiliki sesuatu yang berarti, hanya iman yang bekerja oleh kasih '' - Galatia 5: 6.


Bilamana mengajukan permohonan haruslah dengan kerendahan hati, bukan dengan pelaporan unggul, namun dengan jiwa yang sungguh dahaga akan Allah. Kristus selalu melihat apa yang tersimpan di dalam hati. Kita harus datang dengan iman sehingga Tuhan akan mendengar dan menjawab doa kita; “Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa." Iman sejati adalah iman yang bekerja oleh kasih, dan menyucikan jiwa. Suatu iman yang hidup adalah iman yang bekerja. Jika kita masuk dalam taman dan menemukan tidak ada udara dalam tanaman, tidak ada kesegaran pada daun-daunnya, tidak tampak kuntum atau bunga mekar, tidak ada tanda kehidupan pada batang atau ranting, maka kita akan berkata, “Tanamannya mati. Buang saja dari kebun, karena akan mengganggu pemandangan." Begitu pula dengan mereka yang mengaku Kristen, namun tidak memiliki kerohanian. Jika tidak ada tanda kehidupan rohani, jika tidak ada perbuatan penurutan hukum, bukti bahwa mereka tidak tinggal dalam Kristus - tanaman anggur yang hidup.

Iman dan kasih itu merupakan elemen penting, kuat dan berguna dalam karakter Kristus. Mereka yang memiliki berarti menjadi satu dengan Kristus, dan membawa misi-Nya ... Kita harus duduk di kaki Kristus sebagai pendengar setia, dan menggunakan iman dan kasih persembahan-Nya. Kita kemudian akan mengangkat kuk Kristus, dan mengangkat beban-Nya, dan Kristus akan membawa kita sebagai bagian dari Diri-Nya; Di surga akan dikatakan, "Kamu adalah pekerja bersama Allah. Akankah orang-orang muda kita mengingat bahwa tanpa iman tidak mungkin menyenangkan Allah? Dan itu haruslah iman yang bekerja oleh kasih dan menyucikan jiwa.

Kita tidak bisa mengabaikan nilai dari iman sederhana dan meremehkan penurutan. Karena oleh mengikuti jalan penurutan dalam iman yang sederhana inilah maka karakter memperoleh kesempurnaan.

    

Thursday, March 4, 2021

KRISTUSLAH GURU YANG DIUTUS DARI SURGA

"Kata Yesus kepada mereka:" Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi '' - Yohanes 6:35.


Pikiran adalah milik terbaik yang ada pada kita; Tetapi itu harus Kristus belajar, dengan renungan, dengan belajar di sekolah, pendidik terbaik dan paling benar yang pernah dikenal oleh dunia ini.

"Akulah roti," Pencipta, Pemelihara hidup, dan Penopang hidup kerohanian yang kekal .... Memakan daging-Nya dan meminum darah-Nya berarti menerima Dia sebagai guru yang diutus dari surga. Percaya pada-Nya penting untuk kehidupan rohani. Mereka yang makan pada Firman itu tidak pernah lapar, tidak pernah haus, tidak pernah mengingini sesuatu yang lebih tinggi atau yang memiliki diagungkan.

Pengetahuan yang paling benar, yang paling mulia, terdapat dalam Firman Allah. Dalam kesederhanaannya ada kefasihan lidah. Ada orang-orang yang akan menggenggam perkataan- perkataan orang-orang dunia yang disangka besar, dan bagaimana cara mereka menggunakan perkataan sebagai yang perlu dihormati dan ditempatkan. Engkau akan mendengar orang-orang meninggikan manusia, mengagungkan mereka yang disebut besar oleh dunia ini. Dalam melakukan ini, mereka Kehilangan pandangan akan Kristus dalam Firman itu. Bagi mereka Dia manajemen semua dan di dalam segala sesuatu-- yang pertama, yang terakhir, yang terbaik, dalam segala sesuatu. Mereka itu perlu duduk di dekat kaki Yesus, dan belajar dengan-Nya, karena mengenal Dia dengan benar berarti hidup yang kekal.

Alkitablah penuntun kita di jalan-jalan selamat yang membawa kepada hidup yang kekal. Allah telah mengilhami manusia untuk menulis apa yang akan menyatakan kebenaran kepada kita, yang akan menarik, dan yang kalau dipraktikkan akan menyanggupkan penerima yang memperoleh kuasa moral sehingga menjadi sederajat dengan tokoh-tokoh yang paling tinggi pendidikan-nya. Pikiran semua orang yang menjadikan Firman Allah sebagai pelajarannya, akan bertambah luas. Jauh melebihi pelajaran yang lain mana pun, pelajaran inilah yang bersifat menambah kuasa pemahaman, dan mengaruniai segala kuasa pikiran dengan tenaga yang baru .... Dibawanya kita ke dalam perhubungan yang lebih rapat dengan segenap surga, memberikan hikmat, dan pengetahuan, dan pengertian. ... Injil itu tak terkalahkan untuk makanan rohani, mengenyangkan selera kerohanian manusia. Di dalam setiap keadaan,

    

Wednesday, March 3, 2021

IA MENGAJAR KITA KUK-NYA ADALAH ENAK, BEBAN-NYA RINGAN

"Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan''– Matius 11:30.


Kita harus memikul kuk Kristus agar kita boleh ditaruh dalam persatuan yang seksama dengan Dia. "Pikullah kuk yang Ku pasang," kata-Nya....Mengenakan kuk mempersatukan manusia fana dalam persahabatan dengan Anak Allah yang terkasih. Mengangkat salib memutuskan diri dari jiwa, dan menaruh manusia di mana ia belajar bagaimana memikul beban Kristus. Kita tidak dapat mengikut Kristus tanpa memikul kuk-Nya, tanpa mengangkat salib dan memikulnya seperti Dia. Kalau kehendak kita tidak sesuai dengan segala tuntutan Ilahi, kita harus menyangkal kecenderungan kita, meninggalkan segala keinginan yang kita kasihi, lalu melangkah dalam jejak kaki Kristus ....

Manusia membentuk bagi lehernya sendiri kuk yang tampaknya ringan dan senang untuk dipakai, tetapi kuk itu ternyata terlalu sangat menyiksa. Kristus melihat ini, lalu kata-Nya: Pikullah kuk yang Kupasang. Kuk yang kau taruh pada lehermu sendiri dengan berpikir itu sangat cocok, tidak akan cocok sama sekali. Pikullah kuk yang Kupasang, dan belajarlah kepada-Ku segala pelajaran yang perlu engkau ketahui, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKu pun ringan. Tuhan tidak pernah mengadakan taksiran yang salah tentang warisan-Nya. Ia mengukur manusia dengan siapa Ia bekerja. Kalau mereka tunduk kepada kuk-Nya, kalau mereka meninggalkan pergumulan yang telah tidak menguntungkan bagi mereka dan bagi pekerjaan Allah, mereka akan mendapat kedamaian dan ketenangan. Kalau mereka menjadi sadar akan kelemahan dan kekurangan mereka sendiri, mereka akan bergemar melakukan kehendak Allah. Mereka akan tunduk kepada kuk Kristus. Kemudian Allah dapat mengerjakan di dalam mereka baik kehendak, baik usaha, menurut kerelaan-Nya, yang sering sangat bertentangan kepada segala rencana pikiran manusia. Kalau pengurapan surga itu datang kepada kita, kita pun akan mempelajari pelajaran kelembutan dan kerendahan hati, yang selamanya membawa ketenangan kepada jiwa.

Meskipun engkau akan menghadapi godaan, namun segala godaan ini, yang ditanggung dengan baik, hanya menjadikan jalan itu lebih indah.

    

Tuesday, March 2, 2021

KITA BELAJAR DARI KRISTUS

"Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan''– Matius 11:29.


Hanyalah oleh bantuan Guru Ilahi itu kita dapat mengerti segala kebenaran Firman Allah. Di dalam sekolah-Nya kita akan belajar bagaimana menjadi lembut dan rendah hati. Ia menunjukkan kepada kita bagaimana mengetahui segala rahasia kesalehan.

Biarlah mereka yang menginginkan pendidikan yang setinggi-tingginya, belajar... bahwa Allah dekat kepada semua orang yang mencari Dia dengan segenap hati.

Semakin sering seseorang melihat tabiat Allah, makin menjadi rendah hati, dan makin rendahlah penilaiannya terhadap dirinya. Sesungguhnya inilah bukti bahwa ia memandang Allah, bahwa ia bersatu dengan Yesus Kristus. Kecuali kita lemah lembut dan rendah hati, kita tidak dapat dalam kebenaran mengaku bahwa kita mempunyai pengertian tentang tabiat Allah. Manusia boleh menganggap bahwa mereka memiliki kualifikasi superior. Talenta-talenta mereka yang cemerlang, kepintaran yang besar, kefasihan lidah, kegiatan, dan semangat boleh menyilaukan mata, menggembirakan kehendak hati, dan membangkitkan perasaan kagum dari orang-orang yang tidak dapat membaca di bawah permukaan, tetapi kecuali kerendahan hati dan kesederhanaan dihubungkan dengan segala karunia yang lain-lain ini, sifat memuliakan diri dan meninggikan diri akan tampak. Kecuali tiap-tiap kualifikasi itu ditahbiskan kepada Tuhan, kecuali orang-orang kepada siapa Tuhan telah memercayakan karunia-karunia berusaha mencari rahmat yang satu-satunya dapat menjadikan kualifikasi mereka itu berkenan kepada Allah, mereka dipandang oleh Tuhan... sebagai hamba yang tiada berguna. “Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur, hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah."... Barang siapa yang hatinya hancur dan ditaklukkan, yang telah melihat kenyataan yang mulia dari tabiat Allah, tidak akan menunjukkan kepongahan .... Diri akan hilang di dalam keinsafan yang ada padanya tentang kemuliaan Allah yang ajaib, dan keadaan mereka yang tiada berharga semata-mata. Semua orang yang menghargai kehidupan yang bahagia dan suci berjalan bersama dengan Allah ... tidak akan membiarkan sesuatu terbengkalai kalau saja mereka boleh mendapat kilasan kemuliaan-Nya. Di segala tempat dan di bawah segala keadaan, mereka akan berdoa kepada Allah agar mereka boleh dibiarkan melihat Dia. Mereka akan menyayangi roh yang lernbut dan menyesal, yang gemetar pada Firman Allah.

    

Monday, March 1, 2021

SEMUA YANG LETIH KARENA DOSA DIANJURKAN SUPAYA MENDAFTAR

"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu''– Matius 11:28.


Sekaranglah bunyi suara kemurahan yang manis terdengar oleh telingamu. Hari ini undangan surga datang kepadamu. Pada hari ini semua yang di surga berkata, Marilah.

Marilah, karena segala sesuatu sekarang sudah tersedia. Barang siapa yang mau, biarlah ia datang dan meminum air hidup dengan cuma-cuma. Sekaranglah waktunya bahwa kita mau seperti kesederhanaan anak-anak. Kita mau melihat segala sesuatu, seperti kesombongan, kesia-siaan, dan kebodohan, dijauhkan. Kita sedang menghadapi Hari Pengadilan. Laki- laki dan perempuan akan memerlukan kekuatan yang lebih besar daripada bantuan mana pun dari manusia, yang padanya kita bisa bersandar. Mereka harus bersandar pada lengan Yahwe. Kita menghadapi hari itu apabila segala perbuatan manusia akan dicoba, dan diuji dan kita mau supaya engkau bersedia .... Kita mengadakan seruan kepadamu supaya membersihkan dirimu dari kesombongan dunia ini, kesombongan dan kesia-siaan, serta kebodohan hidup. Yesus mengasihimu. Yesus mengasihani engkau. Rombongan malaikat disuruh-Nya untuk melayanimu. Maka sekarang, ketika segenap surga menaruh perbatian bagimu, tidakkah engkau menaruh perhatian bagi dirimu sendin?

Beberapa orang tampaknya takut memercayai Firman Allah seolah-olah itu akan menjadi kepongahan dalam mereka. Mereka berdoa supaya Tuhan mengajar kita, namun merasa takut memercayai Firman Allah yang dijanjikan dan percaya kita telah diajar oleh Dia. Selama kita datang kepada Bapa kita yang di surga dengan rendah hati dan dengan suatu roh untuk diajar, mau dan ingin hendak belajar, apakah sebabnya kita meragukan penggenapan Allah akan janji-Nya Sendiri? ... Apabila engkau telah berusaha hendak mengetahui kehendak-Nya, maka peranmu ialah untuk memercayai bahwa engkau akan dipimpin dan dituntun dan diberkati dalam melakukan kehendak-Nya..... Kristuslah yang sedang menuntun umat-Nya dewasa ini, menunjukkan kepada mereka di mana dan bagaimana caranya untuk bekerja

    

Sunday, February 28, 2021

KITA TIDAK AKAN MENGINGINI

"Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya atau apa pun yang dipunyai sesamamu''– Keluaran 20: 17.


Hukum yang terakhir mencela keinginan. Segala keinginan yang bersifat mementingkan diri, setiap kadar perasaan tidak puas, tiap-tiap perbuatan hendak beroleh keuntungan yang berlebihan, setiap usaha memuaskan hati dengan mementingkan diri yang bekerja untuk menguatkan dan memperkembang tabiat yang akan menghancurkan keserupaan dengan Kristus dalam manusia, dan menutup pintu gerbang kota Allah terhadap manusia.

Apabila ... malaikat-malaikat datang hendak melayani orang-orang yang akan menjadi ahli waris keselamatan, dan menyaksikan pertunjukan kekikiran, pertunjukan keinginan mencari keuntungan yang berlebih-lebihan, dan mencari keuntungan sendiri atas kerugian orang lain; malaikat-malaikat itu pergi dengan dukacita...Tidak ada cara lain di mana Tuhan dapat dimuliakan dengan lebih baik dan kebenaran dihormati setinggi-tingginya, daripada bagi orang-orang yang tidak beriman melihat bahwa kebenaran telah mengerjakan suatu pekerjaan yang besar dan baik atas hidup orang-orang yang secara alami tamak dan pelit. Kalau sekiranya dapat dilihat bahwa iman orang-orang yang begitu mempunyai suatu pengaruh yang membentuk tabiat mereka, mengubahkan mereka dari orang-orang yang sangat kikir, mementingkan diri sendiri, suka mencari laba yang berlebih-lebihan, dan menggemari uang, menjadi orang-orang yang suka berbuat baik, yang mencari kesempatan-kesempatan untuk menggunakan kekayaannya dalam usaha memberkati orang-orang yang perlu diberkati, yang melawat perempuan-perempuan janda dan anak yatim piatu dalam kesengsaraannya, dan yang menjaga dirinya suci dari dunia ini, itulah kelak suatu bukti bahwa agama mereka itu tulen adanya.... Barang siapa mengaku sedang menunggu dan berjaga-jaga untuk kedatangan Tuhannya seharusnyalah jangan mempermalukan pengakuan mereka oleh bersenda gurau dalam perdagangan dan bertahan untuk sen yang terakhir. Buah yang demikian tidak bertumbuh atas pohon umat Kristen.

Hukum yang kesepuluh memukul tepat pada akar segala dosa, melarang keinginan yang bersifat mementingkan diri, yang dari padanya terpancar perbuatan yang jahat. Orang yang di dalam penurutan kepada hukum Allah menahan diri dari menuruti keinginan bahkan keinginan jahat terhadap kepunyaan orang lain, tidak akan bersalah tentang suatu perbuatan salah terhadap sesamanya.